Pendidikan dan Pelayanan

pendidikan

Apakah Anda bekerja di contact center karena pendidikan Anda ? Sebagian dari kita tentu bekerja tidak sesuai dengan jenjang pendidikan yang kita telah lalui. Sebaliknya sebagian dari kita bisa jadi diterima di suatu perusahaan karena pendidikan kita. Jika kita perhatikan pada setiap lowongan pekerjaan, ada yang mencantumkan jenjang pendidikan, persyaratan seperti SMU, diploma 3 atau sarjana S1 lazim kita lihat di iklan lowongan.

Yang menarik adalah tertulis “D3 atau S1 semua jurusan”, artinya apapun jalur pendidikan Anda, yang penting Anda D3 atau S1. Dengan demikian hard skill yang Anda pelajari di universitas atau akademi tidak terlalu penting, yang penting Anda punya kemampuan komunikasi. Tidak penting apakah Anda belajar menggambar, belajar perhitungan fisika, atau rumus kimia dan struktur biologi dan berbagai hal lainnya, kalau Anda tidak bisa komunikasi, tidak diterima di contact center.

Apakah kemudian contact center salah jika menerima pelamar dari jurusan pertanian, kehutanan, elektro, mesin, geologi, ilmu gizi atau kimia ? Apakah hanya boleh menerima dari jurusan komunikasi, jurusan bahasa, jurusan hukum atau jurusan sosial lainnya. Bagaimana dengan jurusan manajemen komputer, sistem informatika, desain grafis, atau akuntansi komputer. Walaupun semua itu lebih menonjolkan hard skill dalam proses belajarnya, namun banyak di antara mereka juga menjadi manajer yang baik dalam menjalankan operasional contact center.

Walaupun banyak juga contact center yang membutuhkan keahlian tertentu dalam memberikan pelayanan. Ada yang membutuhkan perawat, ada yang butuh dokter, ada yang butuh ahli komputer, ada yang butuh ahli keuangan dan begitu juga ada yang butuh ahli gizi. Menempatkan contact center dalam kerangka keahlian harus disesuaikan dengan jenis pelayanan yang diberikan. Jika hanya memberikan informasi tertentu di layar komputer, maka hanya menonjolkan kemampuan berbicara. Namun jika sudah mengarah pada kemampuan analisa, konsultasi dan teknis, maka kemampuan hard skill akan dibutuhkan.

Bagi sebagian contact center, mungkin masih menjadi pertanyaan. Berapa banyak di antara kita akhirnya tidak menggunakan hard skill yang kita pelajari bertahun-tahun di bangku kuliah. Mengingat banyak pelayanan di contact center lebih bersifat koordinasi dan aspek penanganan hubungan antar manusia. Sehingga tidak merasakan manfaat mata pelajaran pada saat kuliah.

Padahal mungkin saja semua yang kita pelajari adalah proses untuk membentuk diri kita lebih kreatif atau tahan terhadap berbagai tantangan dalam bekerja. Atau bisa juga berbagai tugas pada saat kuliah membantu kita untuk terlatih menulis dan menganalisa permasalahan dengan sistimatis. Mungkin juga karena waktu kuliah, kita tidak pernah berpikir nanti mau kerja sebagai apa, hanya mengikuti jalur jenjang pendidikan yang ada. Bisa jadi juga kita memilih jurusan hanya yang terasa paling mudah atau yang paling mungkin diterima di perguruan tinggi negeri.

Begitulah, kita tidak mungkin menyalahkan kondisi pendidikan yang telah kita lewati, semua itu toh memberikan pengalaman tersendiri bagi kita yang melewatinya. Ada rangkaian peristiwa yang kita lewati dalam masa kuliah, yang menyebabkan kita mengenal banyak orang. Mengenal karakter dosen atau mengenal karakter lawan jenis atau mengenal karakter rekan-rekan kuliah. Bertemu dengan pasangan kita yang sekarang, atau menemukan seorang sahabat. Bagi yang tidak merasakan dinamika masa kuliah, mungkin akan menyesal. Bukankah begitu ?

Walaupun begitu, ada kalanya kita memikirkan kemana ilmu yang kita pelajari mengenai berbagai ilmu pasti yang ternyata lebih menonjol unsur sosial dalam pekerjaan kita. Dalam dunia contact center yang lebih menonjolkan hubungan antar manusia, sepertinya lebih cocok dilatar belakangi oleh bidang ilmu sosiologi, psikologi dan komunikasi serta manajemen. Lalu kenapa kita mau bergabung dalam industri yang tidak menggunakan ilmu kita. Apakah karena tidak ada pekerjaan yang sesuai dengan ilmu yang kita pelajari ? Atau memang waktu telah merubah arah kita dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Namun bukan berarti terlambat untuk Anda memperdalam kemampuan soft skill, kemampuan yang dibutuhkan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Kemampuan yang membantu Anda untuk mengenal diri sendiri dan proses dalam berinteraksi dengan orang lain. Soft skill yang tentunya sangat bermanfaat dalam pekerjaan contact center, keterampilan berbicara, keterampilan menyimak, keterampilan menjual, keterampilan membangun hubungan (relationship), keterampilan negosiasi, keterampilan pelayanan dan berbagai keterampilan lainnya.

Semua itu dapat dipelajari, namun harus dipraktekkan, sehingga menjadi terampil dan mahir. Mengingat soft skill membutuhkan proses yang membuat kita menjadi paham, terampil dan selanjutnya menjadi mahir. Sangat sedikit di antara kita yang langsung bisa menguasai soft skill tertentu, karena semua itu dipengaruhi oleh penerimaan orang lain. Kita bisa pandai matematika, jika kita bisa menghitung sesuatu dengan rumus tertentu. Namun terampil berbicara hanya bisa terjadi, jika orang lain paham yang kita bicarakan. Itulah perbedaan antara hard skill dan soft skill.

Sebenarnya semua itu juga dipelajari di bangku kuliah, namun kita terkadang tidak menyadarinya. Dengan menganggap bahwa semua mata kuliah dalam bentuk hard skill yang disusun dengan kerangka SKS, padahal proses pembentukan karakter kita adalah interaksi yang kita lakukan dengan orang lain. Untuk itu kita tidak bisa menyalahkan jalur pendidikan yang kita pilih. Begitu juga kita tidak bisa menyalahkan kenapa jumlah SKS hanya berisi berbagai mata pelajaran yang tidak akan berguna dalam pekerjaan.

Daripada memikirkan semua itu, mari kita belajar mengejar ketinggalan kita. Begitu juga mari mengajarkan kepada anak-anak kita betapa keseimbangan dalam belajar hal teknis dan administrasi, harus dibarengi dengan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. (AA).

3 Hari Training Bersama Direktur dan Ramadan

Training kali ini adalah training yang sangat berbeda, jika biasa training diadakan di hotel dan di ajarkan oleh Trainer, kali ini diajarkan oleh Direktur sendiri. Telexindo Bizmart mengadakan program training untuk para karyawannya selama 3 hari pada tanggal 21 s/d 23 Mei 2018 di GRAHA SETI, salah satu kantor cabang PT. Teledxindo Bizmart. Program ini diadakan menyambut bulan suci ramadan, agar lebih semangat dan bermanfaat.

Ramadan memang dikenal sebagai bulan penuh berkah,  kita bisa bayangkan direktur yang biasa hanya menerima laporan dan jarang berada dikantor, dibulan ini dapat berkumpul dengan karyawan dan melakukan transfer knowledge terhadap seluruh karyawan, serta membahas perbaikan-perbaikan teknis yang harus dilakukan maupun perancangan visi kedepan.

Selama 3 hari ada beberapa training yang diajarkan yaitu Exel untuk Laporan, Design Power Point untuk Persentasi dan Keterampilan Menulis Email. Karyawan sangat senang dapat mengikuti training ini, ditambah ada kegitan berbuka puasa yang dinanti-nanti dan sholat maghrib bersama.

Semoga program ini dapat menjadi contoh untuk perusahaan-perusahaan lain dalam mengisi Ramadan dan meningkatkan kinerja para karyawan serta meningkatkan keakraban karyawan. (ds)
 

Test tertulis

Pada tanggal 09 Mei 2018, telah dilaksanakan test tertulis bagi peserta lomba the best contact center Indonesia. Test tertulis dilaksanakan dari jam 08.00 sampai dengan jam 17.00 dan berlokasi di Balai Kartini. Test tertulis diikuti sekitar lima ratus peserta. yang mewakili sekitar empat puluh perusahaan di Indonesia. Test dilaksanakan dalam tiga sesi, dan setiap sesi nya berlangsung dua setengah jam dan satu setengah jam.

Berapa peserta test sudah hadir sekitar jam 06.00, wajah mereka ada yang terlihat tegang, mungkin karena memikirkan test yang akan mereka hadapi. Tetapi ada beberapa peserta yang juga terlihat cukup tenang.

Pada jam 08.00 test dimulai untuk sesi pertama, peserta terlihat serius menyeleseikan soal-soal yang diberikan, dan sekali-kali terdengar suara ketikan kalkulator, karena ada soal yang harus dihitung menggunakan kalkulator. Sesi pertama berahir jam 10.30, peserta dipersilahkan meninggalkan ruangan test. Sesi dua dilanjutkan kembali pada jam 11.00 dan selesei pada jam 12.30, kemudian sesi ketiga dimulai jam 13.30 sampai dengan jam 15.30.

Setelah mengikuti test para peserta masih berada dilokasi, karena mereka menunggu hasil test. Ada yang duduk-duduk bersama rekan satu perusahaan dan membahas soal-soal yang mereka hadapi tadi. Ada juga yang terlihat termenung sendiri, mungkin khawatir akan nilai hasil test nya. Tepat jam 17.00 panitia mengumumkan hasil test dengan menempelkan hasil test. Beberapa peserta yang mendapat nilai bagus terlihat mesrasa senang, tapi yang mendapat nilai tidak bagus juga tidak terlihat sedih, mungkin saja karena sudah pasrah.

Setelah melihat hasil test, satu persatu peserta meninggalkan Balai Kartini, dan mereka harus bersiap untuk lomba berikutnya yaitu lomba Presentasi.

Kegiatan Pengajian Telexindo Bizmart

PT. Telexindo Bizmart melakasankan pengajian pada 18 Mei 2018 pada hari Jumat pukul 08.30 sampai 09.30 yang dilaksanakan di kantor PT.Telexindo Bizmart Jl.Asem Baris Raya No.8.
Materi yang diberikan pada hari jumat tesebut adalah membahas seputar bulan suci ramadan yang sedang bejalan pada saat ini, selain itu kegiatan yang dilakukan pembacaan ayat suci Al-Quraan yang diikuti oleh karyawan-karyawan Telexindo Bizmart. Dalam hal ini dengan adanya pengajian yang dilakukan oleh karyawan Telexindo bukan hanya mengaji, tetapi karyawan Telexindo dapat saling belajar dan mengamalkan Ayat Suci Al-Quraan.

ketika kegiatan pengajian akan dimulai maka karyawan Telexindo memulainya dengan melantunkan Ayat Suci Al-Quraan di mulai dari surah Al-Baqarah dimana masing-masing karyawan Telexindo Bizmart melantunkan sebanyak 5 ayat suci Al-Quraan yang dibacakan secara bergantian oleh karyawan, setelah melakukan pengajiaan karyawan kembali menjalankan tugasnya masing-masing.