Penjurian CCAS Singapore

Penjurian CCAS Singapore

Beberapa minggu terakhir diberikan kesempatan menjadi juri pada ajang penghargaan contact center di asosiasi negeri tetangga, Singapore. Kesempatan ini tentunya tidak dilewatkan untuk banyak menggali sisi lain dari operasional contact center di Singapore. Dengan menjadi juri bisa menyimak berbagai pandangan mengenai model bisnis, pendekatan operasional, indikator kinerja, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi.

Berbagai hal menarik yang dapat dipelajari dan diterapkan untuk contact center Indonesia. Sedikit tersadar bahwa ada beberapa yang menyebabkan mereka berbeda dalam pengelolaan operasional. Bagaimana cara pandang mereka terhadap bisnis proses, quality management, customer satisfaction, bagaimana proteksi pelanggan dilakukan, bagaimana pengelolaan agent, serta tantangan yang mereka hadapi. Walaupun demikian banyak pula kesamaan dalam melakukan inovasi, penggunaan new media, termasuk chat, email dan sosial media. Begitu juga penggunaan analytics, big data, reporting, crm untuk memberikan customer experience, satisfaction dan engagement.

Diantara kesibukan persiapan lomba The Best Contact Center Indonesia 2019, kesibukan tambahan ini memberikan perhatian yang berbeda. Sayangnya berbagai hal menarik tersebut, belum bisa ditulis. Beberapa yang menarik dari contact center singapore ingin dishare sebagai pengalaman menjadi juri, akan tetapi hasilnya belum diumumkan. Untuk itu, kita harus tunggu sampai pengumuman pemenang bulan Oktober yang akan datang. Yuk, simak terus dan jangan lupa semangat. (AA)

The Best CCI goes Digital

The Best CCI goes Digital

Menjelang lomba The Best Contact Center Indonesia 2019, ada keinginan yang kuat untuk mewujudkan lomba yang lebih mengedepankan penggunaan aplikasi. Dengan latar belakang programmer yang dimiliki, maka berbagai upaya dilakukan. Mencari berbagai format aplikasi yang cocok digunakan untuk lomba.

Pilihannya bisa membangun dari awal atau memodifikasi yang sudah ada atau menggunakan yang sudah siap pakai. Dengan bantuan tim programmer, maka lahirlah berbagai aplikasi yang cocok dengan kondisi lomba contact center.

Setelah aplikasi pendaftaran lomba yang menggunakan aplikasi mobile, tim bergerak untuk membuat aplikasi untuk ujian online. Aplikasi ini memudahkan peserta untuk belajar secara online dan digunakan pada saat lomba. Berbagai kendala tentunya dihadapi, dan tim programmer selalu aktif melakukan perbaikan-perbaikan atas berbagai masukan peserta lomba.

Dengan memperhatikan kemudahan penggunaan, baik dalam menyusun soal maupun dalam mengerjakan soal serta administrasi peserta. Semua itu menjadi perhatian utama dalam membangun aplikasi ujian online. Dengan memodifikasi aplikasi freeware yang sudah tersedia, maka proses pengembangan aplikasi lebih cepat dilakukan.

Tak berhenti disitu, pengembangan aplikasi juga dilakukan untuk lomba teamwork. Lomba penilaian kualitas, lomba smart team, lomba telesales, lomba scheduling akan menggunakan aplikasi yanh disiapkan panitia. Tak mudah melalui semua proses itu ditengah tuntutan akan lomba yang berkualitas. Tim programmer harus bisa mewujudkan ide yang disampaikan dengan cepat dan akurat.

Berharap bahwa semua berjalan dengan baik dan menjadikan ICCA memiliki lomba yang tidak hanya mendorong kreativitas peserta, akan tetapi juga mendorong kreativitas panitia. Sekaligus mendorong penerapan go digital bagi operasional contact center. Beberapa aplikasi yang digunakan dapat diterapkan pada contact center yang membutuhkan. (AA)

Aruwa Is Eight

Aruwa Is Eight

Sebuah angka menginspirasi untuk menjadi nama sebuah perusahaan. Begitulah kelahiran Aruwa, menggunakan salah satu angka dalam bahasa bugis yang berarti delapan. Kelahirannya didorong oleh kebutuhan perusahaan untuk melengkapi lini bisnis Telexindo dalam manajemen dan penyediaan tenaga kerja.

Angka delapan dipilih untuk memudahkan mengingat bahwa Telexindo banyak berhubungan dan menempati lokasi dengan angka delapan. Telexindo memulai konsep baru bisnisnya pada tanggal 8 bulan 8 tahun 2008, selanjutnya Telexindo berkembang dari lantai delapan gedung Wisma Infomobil. Tak hanya itu, Telexindo kemudian memilih kantor dengan alamat Asem Baris 8B.

Sebagai penyedia tenaga kerja pada berbagai perusahaan multinasional, maka Telexindo bersama Aruwa terbentuk untuk memiliki konsep dalam mengelola tenaga kerja. Berbagai kebutuhan mitra kerja membentuk Telexindo dan Aruwa memiliki metode pendekatan yang mengedepankan relationship dan transparansi dengan mitra kerja. Aruwa juga mengedepankan kualitas dan kecepatan pemenuhan tenaga kerja dengan memperhatikan kualifikasi dari kebutuhan mitra kerja.

Beberapa perusahaan multinasional yang menjadi mitrakerja Telexindo dan Aruwa dalam manajemen dan pemenuhan tenaga kerja diantaranya adalah Acer, Coca-Cola, Merck, Bayer, Holcim, Mondelez dan Unilever. Dengan beragam latar belakang industri dari berbagai mitra kerja tersebut, menuntut Telexindo dan Aruwa untuk memperbaiki mekanisme kerjanya.

Telexindo dan Aruwa secara proaktif menjalin komunikasi dengan mitra kerja dan karyawan yang ditempatkan. Partnership Officer yang ditempatkan memudahkan untuk mendapatkan berbagai masukan dan mengatasi berbagai kendala yang dihadapi tenaga kerja. (AA)

Menemukan Keunggulan

Menjelang akhir tahun biasanya kita mulai sibuk melakukan perencanaan tahun depan, sekaligus melakukan evaluasi tahun berjalan. Ada hal-hal yang tertentu yang kita capai, ada yang belum tercapai, dan mungkin juga ada yang tidak terlaksana. Dalam dinamikan perjalanan bisnis, ada prioritas-prioritas tertentu yang dijalankan, sehingga beberapa hal tertunda dan beberapa hal terlaksana dengan baik.

Pada saat dihadapkan pada berbagai kemungkinan dan gejolak bisnis, resiko mungkin diambil untuk mengantisipasi dampak kerugian yang lebih besar. Begitu juga resiko mungkin diambil untuk mengambil peluang yang lebih baik, sehingga bisa berkembang lebih cepat. Semuanya dengan mempertimbangkan berbagai hal antara aspek pendapatan, biaya, sumber daya dan resiko yang mungkin terjadi.

Kemampuan untuk beradaptasi terhadap berbagai dinamika bisnis tersebut membutuhkan proses latihan dan pengalaman. Dalam proses belajar dalam suatu perusahaan atau organisasi, setiap orang mempunyai perjalanan karir yang berbeda-beda. Ada yang menjalani dengan posisi yang berbeda-beda, sehingga dapat merasakan tantangan pekerjaan yang berbeda. Ada pula yang mempunyai posisi yang sama, sehingga ia menjadi ahli atau menguasai secara khusus bidang pekerjaan yang dikerjakan.

Seseorang yang sudah lama mengerjakan sesuatu dan tidak menjadi ahli, maka ia telah membuang waktu yang bermanfaat. Seseorang yang mempunyai kemampuan yang khusus atau spesialisasi tertentu, maka akan tepat untuk menggeluti bidang tertentu dan memiliki jalur karir spesialist. Seseorang yang mampu menjalankan berbagai bidang dan berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya, maka ia akan lebih banyak menjalankan fungsi manajerial dan mampu mengelola orang lain.

Ada kalanya kita salah menempatkan seseorang dan memberikan tugas yang tidak sesuai dengan minat dan kemampuannya. Walaupun kita bekali dengan berbagai pelatihan dan bimbingan yang memadai, ia juga tidak mampu berkembang pada pekerjaan tersebut. Akhirnya kita menganggap ia tidak berhasil, padahal bisa jadi ia sebenarnya mempunyai keahlian lain yang sesuai dengan kemampuannya.

Karyawan tersebut pada dasarnya punya kelebihan dan akan menemukan keunggulannya pada saat ditempatkan pada bidang yang sesuai. Namun pada kenyataannya mencari bidang yang sesuai bagi seseorang bukanlah perkara yang mudah, misalnya ada pekerjaan yang sesuai, tapi pekerjaan tersebut sudah ada orang lain yang mengerjakan. Bisa juga karyawan tersebut tidak pernah menunjukkan keahlian tertentu yang dapat diberdayakan.

Bisa juga terjadi bahwa mencari keunggulan karyawan belum diperoleh, karena sulitnya komunikasi untuk mengungkap keunggulan yang dimiliki karyawan tersebut. Inilah pentingnya bagi pimpinan perusahaan atau secara khusus bagian HR mengerti psikologi karyawan untuk menggali tantangan pekerjaan dan bagaimana menyalurkan keunggulan karyawan secara maksimal. Tentunya keahlian tersebut harus sejalan dengan bisnis perusahaan, jika tidak, maka harus disalurkan pada perusahaan yang sesuai dengan keahlian yang diminati.

Mengelola karyawan yang sulit ditangani akan menjadi beban tersediri, sehingga waktu terasa banyak terbuang untuk melakukan bimbingan. Pada saat kita sudah harus fokus pada pengembangan, kita masih harus membimbing untuk memperbaiki masalah pribadi yang dihadapinya. Namun justru ini keunggulan yang melahirkan pemimpin-pemimpin bisnis, pada saat ia bisa melewati masa-masa menghadapi tantangan pekerjaan dan akhirnya menemukan rekan kerja atau tim yang mampu bergerak cepat dalam mencapai tujuan.

Menemukan keunggulan karyawan dan menjadikan tim yang kompak, akan menjadi keunggulan tersendiri dalam memenangkan persaiangan bisnis. Keunggulana karyawan yang tersalurkan dengan baik, bisa menjadi modal dalam meraih berbagai peluang bisnis. Bagaimanapun memiliki karyawan yang mamopu menggunakan keahlian dengan baik, akan menjadi sumber pendapatan serta sumber kebahagian dalam bekerja.

Menemukan keunggulan seseorang membutuhkan pemimpin atau pelatih yang bisa melihat potensi pada diri seseorang dan menggunakan keunggulan tersebut sebagai peluang perbaikan. Ibarat seorang pencari bakat pada bidang olah raga atau kesenian, pemimpin seperti ini tak jarang harus bergerilya untuk mencari talent-talent berbakat. Pencari bakat bisa saja melakukan proses pembinaan dari usia dini, melihat potensi yang dimiliki dan kemudian mengembangkannya.

Calon karyawan yang direkruit melalui proses seleksi yang ketat, sesungguhnya untuk mencari potensi yang dapat dikembangkan dari calon karyawan tersebut. Begitu juga karyawan yang mendapatkan pembekalan di suatu perusahaan diharapkan menemukan budaya kerja serta menemukan potensi yang dapat dikembangkan dalam suatu perusahaan atau organisasi. Pada saat memulai suatu pekerjaan dan berhadapan dengan lingkungan yang disiplin, teratur, kreatif, fun dan penuh dinamika, maka karyawan tersebut akan membentuk dirinya untuk menyatu dalam kondisi tersebut. Begitu juga sebaliknya.

Membiarkan diri terbentuk dalam suasana positif yang membuat kita menemukan keunggulan adalah suatu proses yang bijak. Dibandingkan tenggelam pada keluhan atas kesulitan pekerjaan yang dihadapi, bahkan keluhan pada manajer atau atasan yang memberikan tugas yang sulit. Ada saja hal-hal bermanfaat yang bisa ditemukan dalam suatu tantangan pekerjaan. Mengkomunikasikan harapan, proses kerja, dan keunggulan yang bisa dikerjakan adalah jalan yang tepat untuk meraih prestasi bersama.

Selamat menemukan keunggulan-keunggulan anda. Jika anda pemimpin atau manager yang berhadapan dengan tim yang sulit, mungkin anda belum menemukan keunggulan anda dalam memimpin tim. Jika ada adalah karyawan dan berhadapan dengan manager yang sulit, mungkin anda belum menemukan keunggulan anda dalam menyampaikan keahlian yang lebih bermanfaat. Semoga berkenan adanya. (AA)