Bagaimana Nanti

Dalam suatu perbincangan santai di suatu cafe kami bertiga sedang nobrol santai, salah satu rekan menceritakan rekannya yang mempunyai prinsip “bagaimana nanti”. Maksudnya apa?

Sering kita mendapati orang yang tidak mempunyai perencanaan dalam melakukan sesuatu, misalnya anda mau ke mall, anda tidak pernah memikirkan apa yang mau dibeli atau mau makan apa disana? Bagaimana nanti disana saja, jika ada yang menarik dibeli, yah dibeli saja ! Wow … Kalau banyak duit sih nggak apa-apa !
Sekali-kali melakukannya tidak apa-apa, akan tetapi jika selalu begitu, cape deh !

Atau anda pernah keluar kota, tanpa memesan hotel duluan, dan berharap dikota tersebut pasti ada hotel yang tersedia menampung anda. Tidak pernah berpikir bagaimana jika nanti disana sedang ramai? Atau hal lain yang mungkin terjadi !
Rekan yang diceritakan itu seperti itulah kira-kira, tidak ada rencana apa-apa, pokoknya “bagaimana nanti” saja deh !

Tidak mau pusing dengan rencana sekolah anaknya, yah yang penting bagaimana nanti, jika masuk smp pasti ada uangnya, jika ditanya paling dia bilang “masak sih nggak punya uang, pasti ada rezki juga !”.
Sambil ngobrol, rekan saya bilang “saya sih, nggak bisa kayak itu, kalau mau apa-apa, baiknya direncanain dulu ! “

Lain halnya dengan anda yang selalu kuatir dengan masa depan, rasa kuaitir anda menyebabkan anda melakukan perencanaan dengan baik. Walaupun bukan berarti bahwa rasa kuatir itu tidak ada negatifnya, pasti jika berlebihan akan ada dampaknya.
Bahkan mungkin menyebabkan kuatir untuk melakukan apa-apa, sehingga tidak bisa melakukan apa-apa. Bukankan begitu … !

Perasaan kiatir perlu ada, dan dikelola dengan baik, sehingga kita bisa melakukan perencanaan dan mengantisipasi dengan baik terhadap semua kemungkinan. Saya kira orang yang berhasil adalah orang berani mengelola rasa takutnya untuk melakukan sesuatu dan terus mencoba untuk melakukannya !
Apakah dia kuatir untuk gagal, saya yakin iya, tapi ketakutan itu dikelola untuk bisa melakukan yang terbaik. Kalau sudah melakukan semua yang terbaik dan ternyata gagal, maka akan berani untuk mengakui kegagalan untuk melakukan lebih baik lagi.

Memang kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada kita, “dan jika kita tahu, kita belum tentu bisa memanfaatkannya untuk melakukan sesuatu”. Bahkan seorang peramal tidak bisa tahu apa yang akan terjadi pada dirinya, semuanya serba kemungkinan. Dan itulah kehidupan.
Maka nikmatilah apa yang ada dihari ini, dan lakukan yang terbaik setiap saat sehingga semua yang anda hasilkan juga lebih bermakna ! Semoga …

Note :
Tulisan ini kupersembahkan bagi rekan-rekan yang sedang mempersiapakn untuk mengikuti the best CC indonesia 2009. Salam sukses buat anda !