Biarkan Tim yang Mengerjakan

Membangun tim yang baik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan pendelegasian tugas. Delegasi adalah salah satu keterampilan manajemen yang paling penting. Pendelegasian yang baik akan menghemat waktu, mengembangkan anggota, mempersiapkan calon pemimpin di masa depan, dan memotivasi tim secara keseluruhan.

Delegasi terdiri dari dua bentuk yaitu delegasi tugas dan delegasi wewenang. Untuk pendelegasian wewenang, bagi kekuasaan dalam tim dengan meminta pendapat mereka dan memberi wewenang penuh bila menyangkut keahlian. Minta anggota melaporkan setiap perkembangan.

Aturan pendelegasian yang sederhana adalah akronim SMARTER. Ini adalah “checklist” pendelegasian, karena setiap tugas yang akan didelegasikan harus specific, measurable (terukur), agreed (mendapat persetujuan), realistic (realistis), time limit (batas waktu), ethical (etis), dan recorded (dicatat).

Pelaksanaan delegasi memberikan peluang kepada karyawan untuk mengembangkan ketrampilan dan kemampuannya dalam mengambil keputusan. Hal ini untuk mempersiapkan mereka bagi pengembangannya lebih lanjut, karena tidak ada pendidikan diluar kerja yang dapat mengembangkan seorang karyawan secara lebih cepat dan praktis selain pengalaman langsung.

Bagian yang paling sukar dalam pelaksanaan pendelegasian ialah menyerahkan pekerajan, karena walau pimpinan percaya bawahan dapat melaksanakan tugas yang diberikan, namun kadang-kadang pimpinan masih ingin terlihat dalam proses pengambilan keputusan. Padahal cara yang terbaik dalam pendelegasian ialah dengan membiarkan karyawan yang ditugaskan untuk memberikan keputusan atas tugas-tugas yang didelegasikan disamping tetap memberikan pembinaan bila hasil atau keputusannya kurang benar.