Bukan Sekedar Mencuri Hati Pelanggan

Perilaku menawarkan barang atau jasa kepada pelanggan bukan hanya sekedar menjajakan produk kepada pelanggan untuk mendapakan apa yang mereka inginkan. Menawarkan suatu barang dan jasa jangan dianggap sebagai kegiatan yang membuat makan hati, tidak enak, manipulatif dan tidak konsisten. Kalaupun dalam menawarkan produk yang dijual terdapat hal-hal yang disebutkan seperti tadi, maka sedikit sekali dari kita yang menikmati pekerjaan dan memaksa menjual produk kepada orang lain yang tidak menginginkan atau membutuhkannya. Dalam mencuri hati pelanggan kita perlu :

Memusatkan perhatian terhadap apa yang disenangi dan diperlukan pelanggan, membantu mereka memilih produk yang terbaik yang mereka butuhkan dan membuat mereka senang.

Memusatkan perhatian terhadap apa yang disenangi dan diperlukan pelanggan, membantu mereka memilih produk yang terbaik yang mereka butuhkan dan membuat mereka senang sangatlah penting bagi siapa saja yang bekerja ataupun tidak bekerja secara langsung untuk berhadapan dengan pelanggan. Segala hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produk dan pelayanan pasti akan sangat bermanfaat untuk pelanggan dan perusahaan.

Harry Bullis seorang mantan presiden komisaris General Mills menganjurkan untuk para pekerja yang berhubungan langsung dengan pelanggan untuk melupakan perihal target penjualan dan memusatkan perhatian dalam menyajikan pelayanan. Seperti yang pernah dikatakan oleh Bullis, “Jika setiap kali bangun pagi, mulailah dengan berkata dalam hati ‘Saya ingin menolong orang sebanyak mungkin hari ini’ perkataan tersebut lebih ampuh dari sekedar, ‘Saya ingin membuat sebanyak mungkin penjualan hari ini’”. Kata-kata tersebut memotivasi perasaan bahwa pendekatan yang akan dilakukan kepada pelanggan/ pembeli akan lebih mudah dan terbuka dan secara langsung dapat menghasilkan lebih banyak penjualan. Mereka yang berangkat dengan kesadaran diri untuk menolong pelanggan akan mempeeroleh kemudahan dalam penawaran yang sempurna.

Jadikanlah upaya menolong pelanggan sebagai prioritas utama dalam pekerjaan Anda.

Kuota serta standar penjualan dan produksi pada perusahaan sangat penting, namun standar tersebut bukanlah sasaran utama. Sasaran utamanya adalah menciptakan dan memelihara pelanggan. Setiap bangun pagi dan memulai pekerjaan luangkanlah waktu selama 5 menit dan tanyakan kepada diri sendiri “Bagaimana caranya agar diri saya bisa memberi pertolongan yang sangat berarti bagi pelanggan?”. Biasakanlah memiliki catatan dan setiap ada gagasan yang baru catatlah gagasan tersebut dan bertekadlah untuk mengerjakannya.

Ajaklah rekan-rekan perusahaan untuk membicarakan gagasan tersebut dan doronglah mereka untuk melakukan hal yang sama. Tujuan dan pemecahan masalah oleh kelompok akan berhasil dengan baik kalau setiap pertanyaan yang muncul di seputar menolong pelanggan ini dicari jawabannya dalam atmosfir yang menggembirakan. Dalam upaya penjualan atau bisnis mirip sekali dengan permainan tenis yang mana jikalau tidak melakukan servis pasti akan kalah. Cobalah untuk menerapkan beberapa hal diatas, karena akan dapat dilihat betapa besar manfaatnya. (WH)