Hal-Hal Dasar yang Wajib Diketahui Saat Memberikan Pelayanan

Pelayanan adalah hal yang paling utama dalam setiap perusahaan. Pada dasarnya dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan tergantung dari latar belakang karyawan baik asal usul, bangsa, pendidikan dan pengalaman. Untuk menyamakan kualitas karyawan sesuai dengan budaya perusahaan, maka karyawan harus dibekali pelatihan dan pengembangan agar pengetahuan dan keterampilannya bertambah. Hal tersebut bertujuan untuk menyamakan pelayanan sesuai dengan standar perusahaan. Tanpa standar tertentu maka akan sulit untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Berikut hal dasar yang harus diketahui karyawan saat bekerja memberikan pelayanan :

Berpakaian, Berpenampilan Rapi dan Bersih

Berpakaian dan berpenampilan yang rapi dan bersih artinya karyawan harus mengenakan baju dan celana yang sesuai dengan kombinasi yang menarik. Karyawan juga harus berpakaian yang bersih dan tidak kumal. Pakaian yang dikenakan harus memikat konsumen. Bagaimanapun pelanggan akan senang dilayani oleh orang/karyawan yang berpakaian rapi dan bersih

Aroma Tubuh yang Segar dan Menyegarkan

Selain penampilan yang rapi dan bersih, karyawan juga harus memiliki aroma tubuh yang segar dan menyegarkan. Hindari aroma parfum yang menyengat dan aroma tubuh yang tidak enak, sehingga dapat mengganggu proses pelayanan. Dalam pelayanan karyawan juga biasanya menggunakan permen sebagai pengharum mulut.

Percaya Diri dan Selalu Tersenyum

Saat melayani pelanggan, karyawan tidak boleh ragu-ragu atau takut. Karyawan harus memiliki percaya diri yang tinggi, dan bersikap akrab dalam melayani pelanggan. Raut muka yang penuh senyum dan tidak dibuat-buat sangat dianjurkan dalam melayani pelanggan. Jangan sekali-kali melayani pelanggan dengan raut muka masam dan kurang bersahabat

Sopan Santun

Sikap sopan santun harus ditunjukkan sebelum dan selama proses pelayanan dilakukan. Dengan demikian pelanggan merasa senang dengan pelayanan yang diberikan. Lakukan pelayanan dan sesuaikan dengan kebiasaan/ budaya masyarakat setempat.

Menyapa dengan Lembut dan Berusaha Menyebutkan Nama

Pada saat pelanggan datang, karyawan harus menyapa terlebih dahulu, dan berusaha untuk mengetahui namanya. Dengan menyebut nama pelanggan, maka mereka akan merasa tersanjung dan merasa diperhatikan. Kondisi seperti ini akan menimbulkan suasana keakraban antara pelanggan dan karyawan.

Dengan menerapkan 5 hal tersebut diharapkan pelayanan yang optimal akan terlaksana dan pelanggan merasa senang karena sudah diberikan pelayanan yang terbaik. (WH)

We are Family

Foto bersama PT Telexindo Bizmart

Kamis, 12 September 2019 PT Telexindo Bizmart mengadakan kegiatan makan bersama di wilayah Jakarta Selatan pada pukul 16:15 WIB. Kegiatan makan bersama tesebut diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur panitia karena telah terlaksananya kegiatan The Best Contact Center Indonesia yang sudah dirancang selama kurang lebih satu tahun.

Kegiatan The Best Contact Center Indonesia 2019 dimulai dari Launching yang diselenggarakan pada 31 Januari, Technical Meeting, Pelatihan dan Pembekalan untuk kategori Individual, Pelatihan dan Pembekalan untuk kategori Teamwork, Lomba Tes Tertulis dan Presentasi untuk kategori Individual, Lomba kategori Teamwork, Lomba Korporat, Lomba Individual Manager, Fun Walk, Conference hingga Gala Dinner yang terselenggara pada tanggal 10 Septemer telah berjalan dengan lancar.

Lelah sudah pasti, namun panitia tetap harus memberikan yang terbaik, kerjasama yang baik dan semangat yang baik. Sembilan bulan telah terlewati bersama dengan berbagai macam rintangan dan tantangan serta persiapan yang matang. Semua acara The Best Contact Center Indonesia tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya kerjasama dan bahu membahu antara panitia.

Kehangatan dan kekeluargaan selalu diutamakan di dalam budaya perusahaan Telexindo. Setiap kali selesai serangkaian acara The Best CCI, Telexindo selalu mengadakan kegiatan makan bersama untuk mempererat tali kekeluargaan sesama karyawan. Haru, sedih dan bahagia bercampur menjadi satu, tidak terasa ajang The Best CCI yang dijalankan bersama-sama sudah melewati tahun ke 13.

Kebersamaan dan keceriaan merayakan kesuksesan bercampur dengan rasa sedih karena ajang The Best CCI telah selesai. Karena sudah terbiasa melaksanakan budaya perusahaan bersama, semua karyawan sudah menanggap seluruhnya adalah keluarga. Berbagi bahagia bersama, berkumpul bersama, berbincang tentang kesuksesan acara bersama, dan membangun semangat kembali bersama. Dengan harapan segala kegiatan yang telah terlewati dengan baik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan kembali. (WH)

Preparation for Individual Manager Competition

Individual Manager Competition

Pada 7 September 2019 ajang The Best Contact Center Indonesia telah sampai dititik Lomba Individual Manager yang dilaksanakan bersamaan pada hari ke 4 Lomba Korporat. Waktu yang yang sangat sempit untuk mempersiapkan segalanya. Namun itu semua tidak menjadi penghalang bagi panitia acara The Best Contact Center Indonesia 2019 memberikan yang terbaik.

Satu hari sebelum Lomba Individual Manager dimulai, panitia bergegas melakukan briefing bersama. Sehubungan dengan ruangan yang akan digunakan untuk perlombaan Individual Manager, setelah Lomba Korporat hari ketiga selesai dilaksanakan, pukul 19:00 WIB panitia berkumpul dan bersiap untuk menyetting ruang Bandung yang berada di lantai 3 hotel Shangri-La Sudirman, Jakarta yang akan digunakan esok harinya.

Dimulai dari berkas administrasi yang harus dilengkapi dan dicetak pada saat itu juga. Tata letak ruangan dan peralatan serta perlengkapan multimedia yang harus disedakan dan disetting untuk perlombaan seperti timer, proyektor, sound system, LCD, pointer dan mic hingga pembagian tugas untuk pengawas ruangan.

Panitia bersiap menyetting ruangan

Seluruh panitia saling bekerjasama untuk bahu membahu mempersiapkan Lomba Individual Manager Competition yang diikuti oleh 10 peserta dari berbagai perusahaan, diantaranya Lusia Dewi Purba Retno dari Chubb General Insurance, Dedy Cahyadi dari Bliblicom, Taty Yuniyarti dari RPX, Marilyn Christine dari OJK, Fresda Agustin Constantia dari CIMB Niaga, Yulianita dari OJK, Ninuk Ratna Sofiani dari BCA, Putri Novita Riyanti dari BCA. Yuan Setyorini dari AHM dan Muhammad Iqbal Hidayatulloh dari Pertamina.

Berhari-hari bertugas di Lomba Korporat, seluruh panitia juga harus menyiapkan energi yang akan digunakan esok harinya. Untuk panitia tim registrasi, IT dan pengawas ruangan, panitia sudah menyiapkan segala kebutuhan yang digunakan pada Lomba Individual Manager dan berharap agar Lomba Individual Manager akan berjalan dengan lancar. (WH)

Bukan Sekedar Mencuri Hati Pelanggan

Perilaku menawarkan barang atau jasa kepada pelanggan bukan hanya sekedar menjajakan produk kepada pelanggan untuk mendapakan apa yang mereka inginkan. Menawarkan suatu barang dan jasa jangan dianggap sebagai kegiatan yang membuat makan hati, tidak enak, manipulatif dan tidak konsisten. Kalaupun dalam menawarkan produk yang dijual terdapat hal-hal yang disebutkan seperti tadi, maka sedikit sekali dari kita yang menikmati pekerjaan dan memaksa menjual produk kepada orang lain yang tidak menginginkan atau membutuhkannya. Dalam mencuri hati pelanggan kita perlu :

Memusatkan perhatian terhadap apa yang disenangi dan diperlukan pelanggan, membantu mereka memilih produk yang terbaik yang mereka butuhkan dan membuat mereka senang.

Memusatkan perhatian terhadap apa yang disenangi dan diperlukan pelanggan, membantu mereka memilih produk yang terbaik yang mereka butuhkan dan membuat mereka senang sangatlah penting bagi siapa saja yang bekerja ataupun tidak bekerja secara langsung untuk berhadapan dengan pelanggan. Segala hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produk dan pelayanan pasti akan sangat bermanfaat untuk pelanggan dan perusahaan.

Harry Bullis seorang mantan presiden komisaris General Mills menganjurkan untuk para pekerja yang berhubungan langsung dengan pelanggan untuk melupakan perihal target penjualan dan memusatkan perhatian dalam menyajikan pelayanan. Seperti yang pernah dikatakan oleh Bullis, “Jika setiap kali bangun pagi, mulailah dengan berkata dalam hati ‘Saya ingin menolong orang sebanyak mungkin hari ini’ perkataan tersebut lebih ampuh dari sekedar, ‘Saya ingin membuat sebanyak mungkin penjualan hari ini’”. Kata-kata tersebut memotivasi perasaan bahwa pendekatan yang akan dilakukan kepada pelanggan/ pembeli akan lebih mudah dan terbuka dan secara langsung dapat menghasilkan lebih banyak penjualan. Mereka yang berangkat dengan kesadaran diri untuk menolong pelanggan akan mempeeroleh kemudahan dalam penawaran yang sempurna.

Jadikanlah upaya menolong pelanggan sebagai prioritas utama dalam pekerjaan Anda.

Kuota serta standar penjualan dan produksi pada perusahaan sangat penting, namun standar tersebut bukanlah sasaran utama. Sasaran utamanya adalah menciptakan dan memelihara pelanggan. Setiap bangun pagi dan memulai pekerjaan luangkanlah waktu selama 5 menit dan tanyakan kepada diri sendiri “Bagaimana caranya agar diri saya bisa memberi pertolongan yang sangat berarti bagi pelanggan?”. Biasakanlah memiliki catatan dan setiap ada gagasan yang baru catatlah gagasan tersebut dan bertekadlah untuk mengerjakannya.

Ajaklah rekan-rekan perusahaan untuk membicarakan gagasan tersebut dan doronglah mereka untuk melakukan hal yang sama. Tujuan dan pemecahan masalah oleh kelompok akan berhasil dengan baik kalau setiap pertanyaan yang muncul di seputar menolong pelanggan ini dicari jawabannya dalam atmosfir yang menggembirakan. Dalam upaya penjualan atau bisnis mirip sekali dengan permainan tenis yang mana jikalau tidak melakukan servis pasti akan kalah. Cobalah untuk menerapkan beberapa hal diatas, karena akan dapat dilihat betapa besar manfaatnya. (WH)