Cerita Sendal

CERITA SENDAL

Kali ini saya ingin membahas mengenai Sandal atau Sendal. Apa yang menarik mengenai sebuah Sendal ? Pernahkah anda melihat bagaimana sebuah Sendal diproduksi ? Dimana Sendal tersebut diproduksi, siapa yang membuatnya ? Kemudian bagaimana perjalanan sebuah Sendal dari mesin produksi sampai ke pelanggan.

Jika anda membeli sebuah Sendal, maka anda akan mencobanya. Berapa banyak orang yang telah mencoba sendal tersebut ? Anda tentunya tidak akan menghitung dan pastinya anda juga tidak mencoba mencari tahu, siapa yang pernah mencobanya sebelum anda.

Ketika anda sudah cocok dengan ukuran Sendal tersebut, akankah anda mengambil ukuran yang cocok tersebut, atau anda akan meminta kemasan yang baru. Contoh Sendal tersebut akan kembali ke rak pajangan dan akan dicoba oleh pelanggan berikutnya. Sampai pada akhirnya Sendal tersebut digantikan oleh model yang baru. Apa yang terjadi kemudian dengan Sendal pajangan tersebut ? Entahlah, bahkan penjaga tokonya juga mungkin tidak tahu.

Diantara sekian banyak Sendal yang telah diproduksi, tentunya ada model yang sama dan diproduksi massal serta digunakan oleh banyak orang. Mungkin anda akan menerka, kapan terakhir anda menemukan Sendal yang sama yang anda gunakan, baik ukuran, warna dan bentuk ? Jika anda tidak pernah menemukannya, apakah anda termasuk salah satu pelanggan yang aneh, sehingga hanya anda yang menggunakan model tersebut. Bisa terjadi, ini hanya kebetulan saja bahwa model yang anda gunakan hanya diproduksi sedikit saja.

Jika anda ke Masjid, apakah anda menggunakan Sendal ? Apakah anda pernah menemukan Sendal yang sama dengan yang anda gunakan ? Bahkan sampai Sendal anda tertukar dengan orang lain, karena orang yang lebih dahulu keluar salah memakai Sendal anda yang lebih baru. Akhirnya anda harus menunggu sampai orang terakhir dan menerima Sendal yang tersisa untuk dipakai pulang. Jika anda mengabaikan dan merelakan, maka anda akan pulang tanpa Sendal.

Ada yang menarik dari sini bahwa walaupun Sendal diproduksi secara massal dan entah berapa banyak. Akan tetapi jarang kita menemukan Sendal yang sama di suatu tempat, misalnya di Masjid atau tempat penitipan Sendal. Sendal yang diproduksi banyak dan kemudian akan tersebar ke seluruh dunia, bisa karena terjual di toko-toko seluruh dunia. Bisa juga karena pembeli datang ke suatu tempat dan membawa pulang sebagai oleh-oleh buat orang terdekatnya. Perusahaan pembuatnya membuat aplikasi untuk mencatat penjualan yang dilakukannya. Namun saya yakin ia tak akan mencatat kemana perginya Sendal tersebut.

Saya yakin bagi sebagian orang bisa mempunyai Sendal 2 atau 3 atau bahkan 100. Diantara sekian banyak Sendal yang dimiliki, tak pernah mereka membeli Sendal yang sama model, warna, dan bahannya. Jikapun membeli model yang sama, kemungkinan akan mencoba dengan warna yang lain. Suatu saat, saya pernah mencoba membawa suatu Sendal dan ingin membeli dengan model dan warna yang sama, tapi penjualnya mengatakan model tersebut tidak diproduksi lagi. Artinya pembuatnya selalu berpikir untuk membuat model-model baru dari waktu ke waktu.

Ternyata Sendal juga mempunya cerita tersendiri. Saya memiliki Sendal yang dipakai pada banyak kesempatan, sehingga banyak rekan yang tahu Sendal tersebut. Warnanya merah berbahan karet, sehingga nyaman di kaki. Sendal ini telah menemani dalam berbagai kegiatan, saya pakai ke Masjid, tanpa kuatir tertukar, karena sangat unik. Saya pakai juga ke mall, biar gampang carinya lelaki dengan Sendal merah. Ada kalanya juga saya pakai ke kantor, bahkan acara sedikit formal juga sempat digunakan.

Kejadiannya adalah pada saat Jambore contact center diadakan, saya sebagai pemimpin upacara. Berhubung sepatu yang seharusnya saya gunakan masih di mobil dan sopir saya sedang pergi agak jauh, sehingga saya tidak sempat mengambil sepatu. Upacara harus berjalan dan jadilah saya menggunakan Sendal tersebut saat memimpin upacara.

Begitulah cerita sebuah Sendal. Apakah anda punya Sendal yang penuh kenangan ? atau Anda punya Sendal yang tidak terpakai lagi ? Daripada Anda jual secara online, yakinlah masih banyak orang yang diluar sana yang membutuhkan Sendal tersebut. Berikanlah secara Gratis. Maukah anda menyubangkannya atau bahkan mau membelikan Sendal baru buat yang membutuhkan. Siapa yang mau ?  (AA)