Film : Iron Man 2

Menyaksikan film Iron Man 2 rasanya sangat membosankan, hampir tertidur jadinya, alur ceritanya kurang seru, terlalu banyak dialognya. Walaupun begitu, ada juga beberapa bagian seru, tapi terlalu banyak ceritanya dan nggak tahu arahnya, lagi membahas apa maunya ?

Tidak ada kejelasan awal dan akhir cerita, sehingga banyak kejadian yang menjadi tanda tanya. Misalnya kenapa tiba-tiba si tony ikut balapan ? Bagian ini nggak jelas. Atau kenapa si tony menyerahkan ke perusahaannya ke isteri / atau pacarnya pepper ? Atau … banyak lagi deh. Walaupun begitu lawannya si Vanko mati juga diakhir cerita, kayaknya seperti umumnya film hero, selalu penjahat mati dan sang pahlawan mendapat penghargaan.

Rating filmnya dikhususkan untuk dewasa, tapi kelihatannya pasarnya untuk anak-anak dengan fantasi. Buktinya kebanyakan yang nonton memang anak-anak, kalau ratingnya dewasa, kenapa dibolehkan anak-anak nonton, wah ada yang keliru. Beberapa bagian memang tidak layak ditonton anak-anak, walaupun tidak terlalu vulgar, saya rasa film ini hanya konsumsi remaja dan anak-anak. Sayangnya bagi mereka, terlalu banyak dialog yang tidak perlu dan tidak memberikan kejelasan arahnya.

Ceritanya lebih banyak mengumbar arogansi seorang yang memiliki power, baik bagi tony, maupun pemilik hummer industries. Banyak kejanggalan dalam ceritanya, yang mungkin bagi saya sebagai orang awam di film perlu dijelaskan alurnya. Jika tidak sebaiknya si Ironman lebih banyak memperlihatkan kemampuannya untuk membantu orang lain.

Yang cukup menarik adalah kecanggihan teknologi 4 dimensi dan komputerisasi yang digunakan oleh Tony. Sistem komputer yang digunakan sangat canggih.

Jadi jangan terlalu berharap dengan menonton film ini, tunggu saja bagian akhirnya, hanya yang itu yang seru. (**)

Regards, Andi Anugrah

Sent from my BlackBerry® powered by Telexindo