Hari Minggu

“Pada hari minggu ku turut ayah ke kota, naik delman istimewa ku duduk di depan, ku duduk sambil pak kusir yang sedang bekerja …”.Begitulah sepenggal cerita anak-anak dalam lagu, yang mempunyai arti tersendiri. Lagu karangan Ibu Sud dengan judul Naik Delman ini menjadi lagu sepanjang masa.

Ada pesan yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut bahwa salah satu tugas ayah untuk mengajak anaknya melihat sisi lain kehidupan dengan gembira. Bermain atau jalan-jalan bersama Ayah merupakan kenangan tersendiri yang tidak terlupakan.

Minggu lalu saya menerima pesan gambar dari rekan di Hongkong, yang mengajak anak gadisnya keliling dengan helikopter. Tentunya seru dan menantang melihat panorama kota Hongkong dari ketinggian. Mereka jalan-jalan sambil menjalin keakraban sekaligus saling memahami. Apapun kepentingannya, itulah cara Ayah mengajak jalan-jalan anak-anaknya.


Dalam kondisi saat ini dengan banyaknya perangkat permainan termasuk gadget membuat anak-anak malas bermain keluar. Bisa disebabkan karena ayah tidak mengajak mereka jalan-jalan atau bisa juga karena memang anak-anak menyukai permainan yang disediakan. Bahkan bisa terjadi keduanya, karena Ayah malas mengajak jalan-jalan, akhirnya anak-anak diberikan permainan yang seru.

Apakah salah jika mereka banyak mengenal dunia dari perangkat berukuran 4 inchi sampai dengan layar smart TV 60 inchi ? Dari gadget mereka bisa mengenal jenis-jenis binatang, tumbuhan, budaya, suku, bahasa, lagu dan berbagai hal lainnya. Semuanya bisa diatur kapan mau dilihat, dengan jaringan internet yang tersedia.

Peran Ayah dan Ibu tentunya sangat penting untuk mengarahkan anak-anak melihat dunia dengan cara yang bijak. Menyikapi keindahan alam, dan merasakan bahwa ada yang harus merawat itu semua. Kita tidak bisa hanya diam dan menikmati hasilnya, jika tidak ada orang lain yang menanam, membangun dan memeliharanya. Kita tidak bisa hanya melihat hasilnya, tanpa tahu bagaimana proses untuk mewujudkan itu semua. Sesuatu yang kita bisa nikmati bersama keluarga.

Aktivitas luar ruang memberikan banyak cara bermain dan menggerakkan tubuh, sehingga anak-anak bisa menyalurkan energinya dengan semua otot geraknya. Peran Ayah tentunya diharapkan dalam mengajak anak-anak untuk jalan-jalan, belajar dan bermain bersama. Bagaimana dengan ibu-ibu ?

Bagi anda ibu-ibu, semoga anda bisa memberikan kesempatan bagi Ayah untuk mengajak dan mendidik anak-anaknya. Begitu juga, bagi anda Ayah, jika diberikan kesempatan mendidik anak, lakukan dengan menyenangkan. Terkadang Ayah melakukannya dengan extrem dan membahayakan, sehingga mengkuatirkan ibu-ibu. Yang jelas, pastikan anda punya waktu untuk mendidik anak-anak anda.

Semoga berkenan adanya. (AA)