Kemandirian

Memperhatikan anak laki-laki saya menyiapkan sarapannya pagi ini, saya merasakan betapa dia sudah mandiri dalam melakukan sesuatu bagi dirinya. Sarapan berupa roti lapis, diberikan keju parut, yang diparut sendiri dan ditaburi dengan butiran coklat, masih ditambah dengan selai kacang. Mikirinnya saja sudah nek, tapi dia merasa suka, dasar anak-anak, biar saja dia mencobanya.

Dirapikannya botol selai kacang dan semua perangkat yg dia pakai ke tempatnya dan mulailah dia makan, susunan roti tersebut. Hmm hmm hmm kelihatannya enak, napsu makan saya juga sudah mulai bangkit nih.

Mandiri untuk menyiapkan makanan memang bukan sesuatu yang diajarkan seketika dan langsung bisa, perlu proses yang memakan waktu dan tenaga. Saya ingat waktu pertama dia diajarkan untuk menyiapi dirinya sendiri, karena dia kidal, jadi agak repot juga melakukannya, selalu mau makan menggunakan tangan kiri. Untuk mengatasinya dia diberikan komik ditangan kirinya dan mulalah dia sibuk membaca dan makan dengan tangan kanannya. Sampai sekarang, tiap kali dia mau makan, hampir selalu ada komik atau bahan bacaan di tangan kirinya. Semoga itu tidak keliru dan membiarkan dia untuk mandiri dgn caranya sendiri.

Begitulah kemandirian seseorang harus difasilitasi, sehingga mereka merasakan bahwa dia diberikan kesempatan cara terbaik yang mungkin dia bisa lakukan. Tidak dengan memaksakan sesuatu yang menurut kita benar saja, tapi melihat peluang yang lebih memungkinkan. Bukankah begitu !

Regards, Andi Anugrah

Sent from my BlackBerry® powered by Telexindo

The Best CC Indonesia 2009, Don't miss it !