Kesalahan Jam Tangan

Oh, hampir saja telat, pikirku. Tanpa saya sadari bahwa gerbang D30 dari pesawat AirAsia sudah tutup. Untung saja gerbangnya dekat dari tempat saya berdiri saat itu melihat wallboard dari jadwal penerbangan. Sambil berlari ke Gate, berdo'a semoga tak ditolak untuk masuk. Jam memang sudah menunjukkan pukul 13:50 pada saat saya tiba di gerbang, sementara pesawat sudah siap berangkat jam 14:10.

Walaupun saya selalu melihat jam tangan saya, tapi tidak sadar bahwa jamnya tidak bergerak sesuai irama yang seharusnya. Seharusnya saya menunggu waktu sholat, karena di jam tangan saya masih menunjukkan jam 12:05 WIB, maklum tidak diubah. Artinya waktu sholat dhuhur belum masuk. Tadinya saya mau menunggu di mushola, namun sepintas melihat ke wallboard, koq ada yang aneh. Gerbang D30 sudah ditutup. Wow, panik tiba2 …

Tanpa pikir panjang berlarilah saya menuju gerbang. Hasilnya saya berhasil melewati moment menegangkan dalam perjalanan Singapore ke KL via AirAsia.

Selepas itu, saya coba sesuaikan jam tangan dan jam di iPad dan BB saya. Ternyata jam tangannya yang memang keliru. Untunglah … !

Belajar dari hal ini, perlu juga kita menyadari bahwa jam kita belum tentu benar, mengandalkan jam tangan sama saja membuat asumsi sendiri. Adakalanya kita harus melakukan kalibrasi terhadap cara kita mengukur waktu. Hal yang sama yang kita lakukan dalam pengukuran di contact center kita.

Sesuatu yang begerak, bisa saja ternyata bergerak lebih lambat dari yang seharusnya. Namun karena tetap bergerak, kita tidak sadar bahwa ternyata kita sudah ketinggalan. Apakah ini artinya harus ganti jam tangan yang lebih akurat ? Atau cukup melakukan perbaikan ? Atau memang hanya perlu digoyang-goyang lebih sering, supaya otomatisnya bergerak ? Entahlah … Begitu juga di contact center anda.

Selamat bergerak, semoga berkenan adanya. Dan tentunya masih banyak cerita lainnya, nanti saya bagi dalam tulisan berikutnya.

Regards,

Andi Anugrah

+62811944345

powered by Telkomsel BlackBerry®