Kesempatan Kedua

Dalam berita di VOA – voice of america yang disiarkan oleh salah satu TV swasta minggu pagi. Ada berita menarik mengenai kesemapatan kedua, yaitu pekerja pabrik otomotif yang terkena PHK diberikan kesempatan bekerja dalam bidang yang lain.

Apakah pekerjaan itu, sesuatu yang berbeda dengan pekerjaan semula, yaitu menjadi perawat. Dengan jumlah kebutuhan perawat yang besar, maka amerika membutuhkan perawat professional. Jawabannya adal dengan meminta mereka untuk mengikuti kursus mengenai keperawatan. Jika dulunya mereka memasang ban mobil atau mengelas atap mobil, sekarang harus memasang infus, menyuapi pasien dan semacamnya.

Wah, suatu perubahan yang drastis, akan tetapi itulah manusia. Bisa beradaptasi dengan cepat, selama kita mau melakukan yang terbaik, apapun yang kita kerjakan dan dimanapun kita berada.

Banyaknya pekerja call center yang mempunyai latar belakang berbeda dengan pendidikannya, merupakan indikator sulitnya bekerja yang sesuai dengan pendidikan. Tapi mereka mampu untuk beradaptasi, walaupun begitu bekal pendidikan yang telah mereka lalui memberikan mereka kemampuan untuk beradaptasi lebih cepat.

Bagi mereka yang mungkin saja di PHK diperusahaannya, apakah kita akan memberikan kesempatan kedua bagi mereka dengan bekerja di call center?

Jawabannya terserah anda !

Banyak hal yang bisa melatarbelakangi keputusan ini, dengan jumlah angakatan kerja yang lebih muda, dengan problematika disiplin, dengan problematika senioritas dan sebagainya.

Perlu juga dilihat bahwa dengan kesempatan kedua yang diberikan, mereka adalah orang yg loyal, sangat butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga, mungkin juga mereka terbiasa disiplin diperusahaan sebelumnya dan mungkin mereka memiliki keahlian dengan kematangan pemikiran mereka.

Tapi, maukah mereka bekerja di callcenter?

Semoga bermanfaat.

Regards, Andi Anugrah

Sent from my BlackBerry® powered by Telexindo

The Best CC Indonesia 2009, Don't miss it !