Kumpulkan Kepercayaan Diri

Waktu istirahat siang dimanfaatkan peserta untuk makan, ibadah, dan ngobrol ringan di antara peserta. Setelah istirahat, pelatihan memasuki sesi kedua, yaitu praktik presentasi di depan peserta lain. Harus menjadi perhatian para presenter, presentasi akan dimulai jika peserta sudah sepenuhnya siap, yaitu dengan memberikan pembukaan yang menarik, segar, tidak memulai dengan kata-kata negatif seperti “jangan”, “dilarang”, atau “tolong perhatikan”. Sampaikan kepada peserta tentang tujuan dan manfaat presentasi serta alokasi waktu.

Hal selanjutnya yang dipelajari oleh peserta adalah bagaimana membawa perhatian audience kepada presentasi. Caranya adalah dengan menjelaskan, menyimpulkan, bridging, kemudian ulang kembali. Selain itu juga dengan memberikan interaksi kepada audience dan menyampaikan ice breaking.

Selain memperhatikan masalah perhatian audience kepada presentasi, presenter juga harus memperhatikan stage blocking dan eye contact. Setelah mempersiapkan materi presentasi, peserta melakukan presentasi satu persatu. Materi yang disampaikan bervariasi mulai dari pekerjaan, perusahaan, hingga tips dan trik menghadapi pelanggan. Evaluasi juga diberikan kepada peserta.

Salah satu peserta dari Bank Indonesia, yaitu Kristina, yang lebih akrab disapa Bocil mengungkapkan pelatihan ini berbeda dari pelatihan-pelatihan sebelumnya yang pernah dia ikuti. Baginya, penekanan pada persiapan sebelum memulai presentasi menjadi salah satu hal berharga yang bisa menjadi reminder bagi dirinya sendiri. Selain itu, karena cakupan pelatihan ini cukup luas, Bocil merasa ilmu yang dia dapatkan seputar public speaking semakin banyak. (MZ)