Manfaat Menulis Sosial Media

Menulis kata-kata pada status sosial media, baik facebook, twitter ataupun instagram merupakan kebiasaan banyak orang. Bahkan satu kata juga cukup dan disertai sebuah foto sudah menjadi tulisan yang bisa membuat orang lain menerka maknanya.

Ada juga yang punya kebiasaan meneruskan tulisan di group-group whatsapp. Tulisan yang entah sumbernya dari mana, ada yang berupa motivasi, nasehat, peristiwa, artikel atau berita, ada juga yang hanya cerita lucu atau sebaliknya cerita sedih. Ada menuliskan dengan kemasan berbeda, ada juga yang belum tentu membacanya, hanya meneruskan saja. Belum tentu ia menyerap makna dari suatu tulisan dan hanya menekan tombol share.

Pada saat kita menulis sesuatu di sosial media, kita terkadang tidak merasa perlu orang lain tahu maksudnya. Hanya melampiaskan perasaan yang seketika perlu diungkapkan. Terkadang tulisan yang kita publikasikan membuat orang lain tersinggung, atau bertanya-tanya maksudnya. Namun sebagian besar, pembaca hanya menekan tombol like, sebagai tanda dia sudah membacanya. Entah mengerti atau tidak, itu urusan yang bersangkutan.

Begitulah tulisan yang terangkai menjadi status pada sosial media. Suatu saat akan muncul kembali, sebagai pengingat bahwa kita pernah menuliskan sesuatu. Kejadian yang terjadi 1 tahun, 5 atau 10 tahun lalu bisa muncul di timeline kita dan mengingatkan sesuatu yang telah kita lalui. Artinya sosial media semakin pandai, khususnya facebook, tahu moment yang menarik untuk ditampilkan.

Kejadian tersebut bisa bersama orang-orang yang kita cintai atau rekan kerja, keluarga dan sahabat. Bahkan menceritakan masa-masa yang kita lalui sejak sekolah sampai kuliah. Mungkin juga bercerita perjalanan, tempat wisata atau kota yang pernah kita singgahi. Bisa juga makanan yang kita santap, atau pakaian yang kita kenakan.

Semua itu hanya akan menjadi kenangan, jika kita pernah menuliskannya. Entah kita menuliskan untuk konsumsi kita sendiri, atau secara khusus untuk berbagi kegembiraan dengan orang lain. Ada kalanya kita gembira, sedih, marah atau diperlakukan kurang baik, ada kalanya juga kita melayani atau membantu orang lain. Ada kalanya kita bertemu orang baru, atau bertemu dengan sahabat lama.

Ketika kita bijak bercerita melalui media sosial dengan baik, maka banyak cerita kenangan yang menjadi pelajaran. Semakin banyak yang kita tuliskan, semakin melatih diri kita untuk pandai bercerita melalui tulisan. Mengemas suatu makna yang bermanfaat bagi orang lain, sekaligus pengingat bagi diri sendiri. Bagaimanapun kita berharap bahwa sesuatu yang kita ceritakan akan bermanfaat bagi sesama. Entah sekarang atau bisa juga suatu saat nanti.

Pada saat kita menulis, maka sesungguhnya kita telah menuliskan sejarah. Baik atau tidak kualitas tuliskan kita, biarlah pembaca yang menilainya. Toh, tulisan itu bukan hanya untuk satu orang, namun bisa dibaca oleh banyak orang. Bisa jadi, satu orang tidak merasakan manfaatnya, akan tetapi masih banyak yang lain yang mungkin merasakan manfaatnya. Sosial media adalah forum yang menjangkau banyak kalangan dari berbagai belahan dunia.

Menuliskan yang baik, maka tulisan itu akan menjadi amalan yang akan terus menerus bisa kita dapatkan. Sebaliknya menuliskan yang buruk juga akan kita rasakan bebannya. Untuk itu mulailah menulis yang baik, dengan menuliskan perasaan anda yang membuat anda bahagia. Menularkan kebahagiaan adalah salah satu upaya untuk membuat orang lain berbahagia.

Semoga berkenan adanya. (AA)