Mencegah Pelanggaran

Pernahkah anda melanggar peraturan lalu lintas ? Menerobos lampu merah, atau naik keatas trotoar, memutar balik atau parkir dan berhenti bukan pada tempatnya ? Atau bawa kendaraan tanpa STNK atau SIM ? Saya yakin sebagian dari kita pernah melakukannya. Jika ada, mungkin anda salah satu manusia langka atau mungkin juga anda tidak bisa membawa kendaraan. Hmmm …

Semakin banyak yang melakukan pelanggaran ini menyebabkan semakin banyak polisi atau PP yang harus ditugaskan. Kita bisa lihat dibeberapa perempatan jalan jika pagi hari, banyak kendaraan yang menerobos lampu merah, bahkan jika berhenti, meleweti garis lampu merah, sehingga menghalangi pihak lain yang akan lewat.

Kita melakukannya dengan berbagai alasan. Tragisnya kita melakukannya karena orang lain juga melakukannya, seakan jika tidak melanggar tidak tanggung dijalan atau tidak sigap dalam berkendara, jalan seperti keong. Hmmm …

Suatu kesempatan, kita juga terkadang menerobos jalus bus-way, kenapa ? Karena kendaraan didepan kita juga lewat jalur yang sama. Atau sedang terburu-buru atau jalur yang ini kan sepi atau tidak ada polisi ini … Ha ha ha … Tak heran jika Pemda DKI harus menugaskan PP untuk menjaga jalur Busway digunakan oleh orang lain. Sampai harus memasang pintu yang dibuka tutup secara manual oleh tenaga manusia (satpol PP). Hmmm … Berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan utnuk menjaga supaya pelanggaran tidak terjadi.

Dalam keseharian kita atau dalam pekerjaan contact center juga menghadapi hal yang sama, banyak hal-hal yang kita lakukan karena kita melihat orang lain melakukannya. Siapa yang pertama melakukannya, tidak tahu … Semua hanya mengikuti. Yang jelas yang berani melakukannya pertama kali, pastinya bandel atau kreatif … Mulai dari aktivitas kecil seperti buang sampah sembarang, mengambil file dan lupa menyimpan pada tempatnya, merokok atau makan dan minum disembarang tempat, terlambat datang, sampai pada proses pelayanan seperti lupa mencatat, salah entry, salah informasi, dan berbagai hal yang tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Dengan semua pelanggaran yang dilakukan harus ditugaskan lebih banyak QA yang harus bertugas mengawasi jalannya operasional. Dengan demikian diharapkan semua patuh pada prosedur atau ketentuan yang diberlakukan. Apakah demikian halnya ? Belum tentu …

Seakan aturan dibuat untuk dilanggar, bisa saja tumpukan SOP hanya buat konsumsi Training Center dan Perpustakaan. Atau dipakai buat mengganjal kaki yang pegal … He he he …

Semoga tidak terjadi di contact center. Dan semoga berkenan adanya.

Best Regards,

Andi Anugrah ( @aanugrah )

+62-811-944345

andi@telexindo.com

Sent from my iPad