Menulis

Kegiatan menulis bagi sebagian orang adalah pekerjaan yang sangat sulit, apalagi jika menulis yang panjang-panjang atau mengarang sesuatu yang terstruktur. Bisanya adalah menulis kalimat pendek di tweet atau fb. Yang dituliskan juga adalah sesuatu yang berulang-ulang, bahkan jika diperhatikan lintasan timeline di FB atau tweet seseorang, bisa digambarkan bahwa hal yang sama akan disampaikan dari waktu ke waktu. Bisa jadi itu menunjukkan bahwa dia konsisten dgn kata-kata yang dituliskan atau memang tidak punya sesuatu yang harus ditulis. Hmmm …

Apa yang bisa memperkaya tulisan kita adalah jika kita banyak membaca atau melihat, bertukar pikiran, diskusi, observasi, mendengar atau meraba dan merasa. Kemudian menuliskan yang kita lihat, yang kita rasakan, yang kita dengar, sehingga ada goresan dari setiap peristiwa yang kita lalui. Karena hal itu tdk bisa berulang, sadar atau tidak, itu akan berlalu begitu saja.

Seperti halnya berbicara, keterampilan menulis adalah sebagai output dari pikiran kita, output dari pola kita bekerja atau proses analisa yang ada dalam diri kita. Nah dalam menulis kita terkadang terbebani oleh “apakah ini layak dibaca orang lain?” atau ” bagus nggak sih ?” atau “nanti orang lain tahu pikiran saya ?”.

Terlalu banyak hal yang kita bebankan dalam pikiran kita, sehingga tulisannya tidak bergerak dari paragraf pertama. Atau kadang kita menunggu waktu tertentu untuk menulis dengan alasan “mood” … Hmmm, perjuangan yang berat rupanya untuk menulis. Kenapa begitu besar beban untuk menggerakan jemari kita diatas tuts BB atau iPad atau komputer anda ?

Ayo mari kita berbagi dengan cara menuliskan sesuatu yang terlintas dalam pikiran kita. Saatnya kita menghargai diri kita dengan menulis. Semoga bermanfaat bagi semua. (**)