Metode infus

Beberapa saat yang lalu kami mulai menggunakan metode infus untuk printer kami, kelihatannya langkah yang sederhana dan menyelesaikan banyak masalah rutinitas mengganti catridge atau mengisi tinta.

Hal sederhana dan sangat kreatif menurut saya, entah siapa yang menemukannya, tapi sangat bermanfaat. Suatu ide yang melahirkan kerja maksimal dari suatu printer. Cuma saya nggak tahu berapa lama kepala catridge yang digunakan harus diganti, karena pasti ada aus-nya.

Walaupun printer harus dibongkar sedikit dan dimodifikasi, tapi teknisinya cukup kreatif untuk memasang dengan benar dan ternyata berjalan dengan baik. Dipasangnya juga dikantor, jadi sangat bagus pelayanannya.

Hasilnya bagaimana? Menurut saya kualitas sangat bagus, dapat mencetak seperti halnya menggunakan catridge yang dipasang sekali pakai. Karena memang catridgenya sebetulnya menggunakan catridge yang asli. Hanya dilubangi sedikit, sehingga infus tinta bisa masuk sesuai kebutuhan. Kalau bicara “asli” atau “palsu”, sudah nggak jelas deh, yang jelas catridgenya tetap asli, cuma tintanya saja yang diisi ulang atau infus.

Saya jadi kepikiran “kenapa yah, pembuat printer tidak membuat sekalian dengan metode infus ini?”, padahal dengan begitu penggantian tinta menjadi lebih mudah dan pemeliharaan printer tidak terlalu merepotkan. Mudah-mudahan jadi masukan bagi produsen printer !

Anyway, saya belum sempat menghitung efisiensi yang terjadi dengan metode ini. Tapi yang jelas kerepotan mengganti catridge sudah hilang dan memantau isi tinta lebih mudah.

Nah, bagaimana jika energi kita diinfus terus menerus seperti ini. Nggak ada istilah habis, selalu ada energi yang mengalir mengisi ruang yang kosong. Betapa luar biasanya tubuh kita, seluruh aliran darah kita terus diisi dengan cairan yang menghangatkan dan otot menjadi kuat untuk selalu bekerja.

Entahlah … mau coba? Tidak bukan !

Semoga bermanfaat !

Regards, Andi Anugrah

Sent from my BlackBerry® powered by Telexindo

The Best CC Indonesia 2009, Don't miss it !