Proaktif Contact Center

Siapa yang dapat memahami kebutuhan pelanggan dan bertindak cepat untuk memenuhinya, maka ia akan memenangkan kompetisi. Begitulah kira-kira salah satu quote mengenai keunggulan informasi.

Contact center sebagai unit kerja yang mendengar, mencatat dan merekam bahkan memenuhi kebutuhan pelanggan, mempunyai data yang tidak sedikit. Data tersebut tersimpan dalam database aplikasi customer management, baik terstruktur ataupun tidak. Ada yang menggunakan sebagai bagian dari laporan kinerja contact center, akan tetapi banyak yang hanya menyimpannya saja.

Entah sampai kapan disimpan dan digunakan untuk apa, mungkin tidak ada yang tahu apa gunanya setelah masalah pelanggan diselesaikan. Pokoknya dicatat saja, sebagai bagian dari upaya untuk menindaklanjuti kebutuhan pelanggan. Masalah yang disampaikan pelanggan dapat diselesaikan dengan baik oleh contact center, karena adanya pencatatan ini. Adanya data permasalahan dapat dikoordinasikan dengan unit terkait untuk diselesaikan.

Tidak sedikit anggaran yang dialokasikan untuk contact center dalam mencatat, merekam dan menindaklanjuti suatu permasalahan. Bahkan terkadang membutuhkan sumber daya yang besar untuk menyelesaikan satu permasalahan, mengingat pentingnya penanganan yang dibutuhkan.

Begitu masalah tersebut selesai, data mengenai penyelesaian tinggallah sebuah data, yang bahkan tak pernah digunakan atau dikenang lagi. Itu hanyalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan dan setelahnya bisa dilupakan. Bisa jadi karena management contact center memang hanya ditugaskan menyelesaikan masalah pelanggan, selebihnya bagaimana pencatatan itu dimanfaatkan belum ada arahan yang jelas.

Bayangkan berapa banyak permasalahan pelanggan yang mengalir ke contact center untuk diselesaikan. Permasalahan ini menjadi sebuah kecenderungan yang harusnya digunakan sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan atau tindakan. Berbagai perubahan pola kebutuhan pelanggan disampaikan melalui contact center, yang kita abaikan karena kita akan melakukan survey terpisah.

Unit kerja lain kurang percaya data pelanggan yang diberikan contact center, sehingga harus melakukan survey dari penyedia survey yang dilakukan setahun sekali. Bisa dibayangkan bahwa contact center yang setiap hari melayani pelanggan kurang digunakan analisis data kebutuhan pelanggan dan justru menggunakan data external. Hal ini bisa terjadi karena datanya tidak diolah dan dipresentasikan dengan baik atau data yang dikumpulkan memang tidak memiliki struktur yang dapat digunakan.

Saatnya manajemen contact center keluar dalam comfort zone ini dengan mulai secara proaktif menggunakan data untuk dianalisis. Kebutuhan pelanggan dipresentasikan dalam laporan yang mudah digunakan, sehingga membantu unit kerja lain dalam mengambil keputusan. Bahkan contact center dapat menindaklanjuti berbagai kebutuhan pelanggan dengan melakukan antisipasi secara proaktif.

Publikasi dapat dilakukan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan pelanggan, penawaran dapat dilakukan bahkan penjualan dapat ditangani dengan cepat. Berbagai jalur komunikasi dapat digunakan secara proaktif dan dimanfaatkan untuk menjangkau pelanggan. Penggunaan database pelanggan dapat dimanfaatkan untuk membangun relationship, sehingga pelanggan nyaman dalam mengungkapkan kebutuhannya.

Melakukan hal ini merupakan proses yang tidak mudah bagi manajemen contact center, mengingat kebiasaan yang kurang proaktif dan kurang berani dalam mendobrak cara lama dalam mengungkapkan peranan contact center. Terbiasa dalam membatasi diri untuk membuat nyaman unit kerja lain dan menunggu pihak lain untuk memberikan izin. Padahal pelanggan tidak dapat menunggu dengan sabar.

Era yang semakin cepat, semakin mudah dengan berbagai akses komunikasi menuntut semua pihak untuk bekerjasama. Tidak membatasi diri dalam kekuasaan masing-masing, sehingga pihak lain tidak dapat membantu secara proaktif.

Untuk itu gunakanlah data yang dimiliki contact center, baik berupa data transaksi, data pelayanan, data rekaman dan sejumlah data lain menyangkut kebutuhan pelanggan. Laporkan dengan baik, presentasikan, koordinasikan dan sinergikan untuk dengan cepat mengambil tindakan bagi memenuhi kebutuhan pelanggan. Berharap dengan begitu anda memenangkan kompetisi.

Yang jelas, kita butuh contact center melakukannya secara proaktif, untuk kontribusi yang lebih baik. (AA)

Robotic Contact Center

Dalam halfday Seminar yang dilaksanakan di Hotel Mulia Senayan, ICCA bersama Multipolar mengangkat topik “Are Robot Taking Over Contact Center”. Pertanyaan menyentil ditengah banyaknya isu digitalisasi berbagai aspek pelayanan. Apa yang mendorong kehadiran robot dalam pelayanan, apakah karena lebih mudah, lebih murah, lebih akurat, lebih nyaman, lebih konsisten atau dapat diandalkan ? Atau ini hanya sebuah proses pemanfaatan teknologi yang sedang berkembang dengan pesatnya.

Tentunya kita harus melihat sebagai bagian dari perubahan kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik, mudah dan terjangkau. Perkembangan teknologi robotic dianggap menjadi solusi yang mudah dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang membutuhkan pelayanan swalayan dan cepat. Namun harus dilihat secara seimbang, apakah pelanggan yang membutuhkan robot atau pelayanan manusia ? Atau apakah ini hanya sebuah cara bagi perusahaan untuk melakukan efisiensi ?

Ada kemungkinan juga kehadiran teknologi robotic adalah bagian dari upaya untuk menunjukkan citra modern, lebih unggul dalam penerapan teknologi atau berbagai pandangan lainnya. Bagaimanapun perkembangan teknologi telah menyedot banyak perhatian pelaku bisnis untuk menunjukkan keunggulan dari pesaing. Persaingan yang terjadi secara acak telah menganggu pola bisnis yang selama ini ada dan setiap perusahaan berupaya menjadikan kendaraan dalam mencapai keunggulan bisnis.

Begitu juga pelanggan telah merasakan berbagai kemudahan atas kehadiran teknologi digital. Kemudahan dalam mendapatkan pelayanan transportasi, akomodasi, konsumsi, pakaian bahkan sampai pada hal-hal yang pribadi. Pelanggan merasakan berbagai kemudahan atas kehadiran teknologi dengan biaya yang lebih terjangkau. Yang menyebabkan mereka merasakan bahwa pelayanan yang didapatkan lebih baik, mudah dan murah. Merekapun beralih menggunakan jasa yang ditawarkan dari perangkat selular yang mereka gunakan.

Bagi contact center tentunya ini bisa menjadi sebuah kemudahan dan bisa juga dianggap sebagai ancaman atau pesaing. Dengan menggunakan robotic, maka tugas contact center lebih mudah utamanya untuk menjawab permintaan atau pertanyaan yang rutin dan sederhana. Agent tak perlu lagi harus menjelaskan pertanyaan yang sama secara berulang-ulang, sehingga bisa memberikan pelayanan yang lebih kompleks dan membutuhkan perhatian lebih besar.

Berkurangnya kebutuhan pelayanan contact center dilain pihak mengancam kebutuhan agent, karena jumlah agent yang dibutuhkan lebih sedikit. Untuk itu harus dapat mengalihkan peranan agent dari sekedar memberikan pelayanan yang sederhana menjadi pelayanan yang lebih rumit. Agent dituntut untuk meningkatkan kemampuannya, utamanya dalam menguasai prosedur penanganan dan penyelesaian permintaan pelanggan.

Agent semakin dituntut untuk menggunakan kemampuan analytical dan mengurai berbagai permintaan pelanggan. Contact center juga harus bisa melaporkan hasil kinerja yang dikerjakan dalam bentuk kontribusi kepada bisnis. Tidak hanya terjebak pada banyaknya jumlah call yang dilayani, akan tetapi solusi yang diberikan kepada pelanggan. Contact center dapat lebih memahami perubahan perilaku pelanggan, kebutuhannya dan solusi yang sesuai.

Bagaimanapun robotic atau teknologi digital tidak bisa mengambil alih semuanya dan pola kerjanya dipengaruhi juga oleh rutinitas yang dilakukan oleh manusia. Mereka akan sangat tergantung pada model yang diatur secara sistimatis oleh programmernya. Sebelum menerapkan robotic, harus mempelajari bagaimana pelanggan sebenarnya ingin dilayani ? Bagaimana mendapatkan keunggulan dalam penerapan tersebut ? Dan bagaimana memberdayakan manusia dalam menyentuh “hati” dalam pelayanan. (AA)

Permainan Tukaran Kado

Permainan Tukaran Kado

Biasanya setiap akhir tahun, Telexindo mengadakan acara tukaran kado. Setiap karyawan diminta membawa kado dalam bungkusan kertas koran. Kemudian kado tersebut dikumpulkan dan diberikan nomor undian. Setiap karyawan akan mendapatkan kesempatan pengundian sesuai dengan nomor yang sudah disiapkan pantia.

Berdasarkan nomor yang diterima, maka karyawan akan mendapatkan hadiahnya sesuai nomor yang ada pada kado. Setelah itu ada acara ramai-ramai membuka kado secara bersamaan. Ada yang senang dapat hadiahnya dan ada juga yang lebih tertarik dengan hadiah dari orang lain. Tak lupa foto-foto dan makan bersama.

Namun kali ini panitia melakukan perubahan kegiatan tukaran kado. Setiap karyawan tetap diberikan nomor undian, namun nomor tersebut adalah nomor urut mengambil hadiah. Kado yang dikumpulkan juga tidak diberikan nomor, karena karyawan boleh memilih bungkusan yang diinginkan. Pastinya yang punya nomor awal lebih berkesempatan memilih hadiah yang lebih bagus.

Oh, ternyata tidak. Permainannya adalah urutan selanjutnya boleh mengambil hadiah yang dibuka peserta sebelumnya, jika ia menyukainya. Begitu peserta lain menyukai kado yang sudah dibuka oleh peserta sebelumnya, maka ia harus mengambil lagi kado yang baru. Bisa juga ia meminta kado orang lain. Begitu seterusnya sampai semua mendapatkan giliran mengambil kado.

Kado hanya boleh diminta orang berbeda sebanyak 2 kali, sehingga jika seseorang meminta kado yang sudah dibuka oleh karyawan lainnya. Kado tersebut masih bisa berpindah tangan 1 kali. Selama masih 1 kali berpidah tangan, maka siapapun boleh meminta kado yang ada ditangan. Kadang-kadang karena ia suka kadonya, maka ia sembunyikan. Tetap saja ada yang mengincar kado yang disembunyikan.

Tak boleh ada yang menolak, jika kadonya diminta oleh orang lain. Itulah makna saling memberi dan tak ada ego untuk memiliki sesuatu hanya untuk kepentingan diri sendiri. Semua senang dengan pilihan hadiah yang didapatkan, bahkan ada mendapatkan hadiah yang lebih mahal.

Coba tebak, apa saja kado yang dibawa karyawan. Biasanya yang dibawa adalah tempat minum, gelas, tempat makan, sendok garpu, atau peralatan yang biasanya mereka gunakan makan dan minum di kantor. Kali ini ada juga yang memberikan sandal, bantal, sandaran kepala, cermin, senter dan handuk. Masih ada yang lainnya, yang entah apa namanya, yang jelas bermanfaat.

Begitulah Telexindo merangkai kebersamaan diakhir periode tahun buku 2017. Ada saja kejutan yang dapat dirasakan oleh karyawan, walaupun dengan hidangan sederhana di ruang teras belakang kantor. Semua menjadi indah, jika dinikmati bersama dalam suasana yang gembira. (AA)

Tren Teknologi Web dan Mobile Tahun 2018

Keberadaan teknologi mengubah gaya hidup saat ini menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Ada dua jenis teknologi yang berkembang pesat dan memberikan kemudahan dan keuntungan yang lebih besar, yaitu teknologi mobile dan web. Teknologi web sangat dibutuhkan dan perlu terus dikembangkan untuk dapat mencapai pelanggan potensial bagi para pelaku bisnis. Sedangkan untuk teknologi mobile saat ini menjadi andalan sejalan dengan hadirnya smartphone. Smartphone menjadi wadah bagi mobile apps yang sangat memudahkan pengguna untuk melakukan aktivitas dan transaksi mobile apapun seperti memesan makanan, tiket, aktivitas banking, dan berbelanja online.

Artificial Intelligence (AI)

AI adalah salah satu teknologi yang perkembangannya hingga saat ini sangat memudahkan aktivitas. Misalnya OK Google, yang memudahkan pengguna untuk mencari hal-hal tertentu melalui smartphone-nya dengan berbekal suara. AI merupakan software yang mengumpulkan data, menganalisisnya, dan meresponnya secara cerdas seperti otak manusia. Namun berbeda dengan otak manusia, AI tidak akan kehilangan memory jangka pendek, kelebihan informasi, mengalami gangguan, dan lainnya.

Machine learning merupakan saluran penting bagi AI. Ini telah diimplementasikan dalam pengembangan web saat ini untuk mencatat kebiasaan pelanggan dan meningkatkan pengalaman pengguna yang membantu mempertahankan pelanggan. Mengintegrasikan AI ke chatbots pada teknologi web dan seluler yang ada sekarang adalah sesuatu yang umum saat ini.

Berbicara tentang pengembangan aplikasi mobile, algoritma pembelajaran mesin telah secara efektif memperbaiki data pengguna dan fungsinya untuk memanfaatkan manfaat AI. Banyak aplikasi berorientasi kesehatan, aplikasi game dan aplikasi perencana perjalanan sangat bergantung pada AI. Tren ini akan berlanjut hingga 2018 untuk menghadirkan prospek baru dalam teknologi mobile dan web.

Virtual Reality

Game yang populer pada tahun 2016 lalu, Pokemon Go, merupakan salah satu contoh game yang menggunakan virtual reality (VR). Teknologi ini telah menjadi tren di tahun 2017 dan akan benar-benar akan membentuk pengembangan web dan aplikasi di tahun 2018 juga.

VR sendiri merupakan simulasi komputer yang menghasilkan suasana yang sepenuhnya immersive, yaitu menghasilkan suasana 3D di sekeliling pengguna. Stimulasi sensorik yang digunakan di dalamnya seperti bau, rasa, sentuhan, pandangan dan pendengaran.

VR memungkinkan banyak pengembang web untuk mengeksplorasi ketrampilan dan upaya mereka untuk meningkatkan kemampuan aplikasi web. Browser web tradisional menyediakan antarmuka VR untuk memudahkan pengguna mereka dengan fungsionalitas VR. Tren ini sangat bermanfaat bagi aplikasi dan pengembangan web.

Blockchain

Blockchain adalah teknologi terdesentralisasi yang digunakan untuk mengelola database yang mencatat transaksi digital. Blockchain digunakan untuk mentransfer barang digital apapun dengan cara yang aman dan nyaman.

Dunia digital berbeda dari dunia nyata, segala sesuatu lebih difasilitasi, modern dan fleksibel di satu sisi namun cenderung lebih berbahaya di sisi lain. Anda mungkin pernah mendengar tentang istilah populer ‘bitcoin‘ yang merupakan cryptocurrency (sebuah mata uang digital dimana teknik enkripsi digunakan untuk mengatur pembangkitan satuan mata uang dan memverifikasi transfer dana, beroperasi secara independen dari bank sentral). Lambat laun ini menjadi pasar investasi terbesar. Orang berinvestasi di dalamnya mirip dengan pasar saham dan reksadana untuk meningkatkan nilai uang mereka dan mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi.

Perusahaan menuntut untuk menerima bitcoin sebagai biaya layanan yang mereka berikan. Teknologi yang mendasari transaksi bitcoin adalah blockchain karena mata uang itu sendiri memiliki sifat terdesentralisasi.

Mekanisme dasar blockchain adalah menciptakan catatan informasi dan mengelola legitimasinya. Hal ini dapat diperbarui. Tidak ada sumber tunggal yang mengendalikan informasi. Entri bisa dilakukan oleh banyak orang sesuai dengan pengetahuan mereka.

Blockchain dibangun oleh tiga teknologi inti yaitu internet, enkripsi kunci pribadi, dan protokol yang mengatur insentivisasi. Teknologi ini memang masih baru bagi sebagian besar sektor dan masih akan terus berkembang. Tahun 2018 diprediksikan akan menjadi tahun yang lebih cerah bagi pengembangan blockchain.

Sistem CRM

Komputasi cloud telah memberi bentuk baru pada sistem bisnis modern dengan menyediakan database, keamanan, server, penyimpanan, perangkat lunak, analisis jaringan dan banyak lagi. Sistem CRM (Customer Relationship Management) sekarang telah berbasis cloud. Perusahaan menganggap CRM lebih serius untuk memperbaiki lingkungan kerja mereka. Karyawan lebih produktif dan memberikan hasil terbaik dengan alat yang difasilitasi.

Jika Anda menjalankan sebuah perusahaan pengembang, Anda mungkin menggunakan CRM, karena mengirim email, mengedit dokumen dan mengelola operasional tim adalah beberapa tugas prioritas harian Anda. Untuk mengelola tugas ini, Anda pasti mengandalkan CRM. Data pelanggan adalah hal yang penting dan Anda dapat melihat setiap interaksi pelanggan Anda dengan bantuan CRM. Alat CRM yang berbeda digunakan untuk fokus pada mengotomatisasi proses bisnis, menjaga hubungan dengan pelanggan dan menganalisis data.

Dari perusahaan startups ke perusahaan global, non-profit ke instansi pemerintah, hampir setiap sektor merangkul teknologi ini. Bagi perusahaan pengembang, ini menyediakan lingkungan yang transparan di mana anggota tim dapat melihat pekerjaan satu sama lain, saling berkonsultasi untuk tujuan yang baik, dan berbagi sumber daya.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari sistem CRM:

  • Mengurangi biaya untuk membeli perangkat keras dan perangkat lunak dan pengaturannya
  • Mempercepat kinerja dengan menghemat jam kerja manual
  • Mengurus tugas yang membosankan dan terlupakan
  • Membuat tindakan otomatis dan memberikan keandalan

Sumber: Singh, Hemendra. 2017. Top Trends for Web and Mobile Technology in 2018.