Kesadaran

Berita kehilangan rekan kerja yang saya terima semalam memberikan kesadaran tersendiri untuk lebih bisa menjaga berbagai sisi kehidupan. Keseimbangan antara ibadah, keluarga, pekerjaan, lingkungan dan diri sendiri.

Ada diantara kita menyadari pentingnya sehat pada saat sakit, penting pola makan teratur pada saat berat badan meningkat, pentingnya olah raga pada saat cepat lelah, dan seterusnya. Kita merasakan sesuatu menjadi penting pada saat kita merasa membutuhkannya. Kita mengabaikan pada saat kita tidak membutuhkannya atau terlena pada zona kenyamanan.

Banyak hal yang sudah agak lama saya tinggalkan, salah satunya adalah olah raga, walaupun pada kenyataannya saya terbiasa berdiri di depan ruangan untuk mengajar berjam-jam. Akan tetapi saya menyadari hal itu berbeda, memang agak membantu sebagai olah raga. Pada saat saya mengajar di depan, dengan posisi tubuh yang selalu tegak, peredaran darah lancar, sayangnya mengarah ke kaki. Untuk itu bergerak dari satu sisi ruangan ke sisi lainnya, akan membantu peredaran darah. Mirip olah raga juga bukan ? Enaknya yang ini menghasilkan uang. Mungkin mirip dengan instruktur senam, atau bahkan pemain sepak bola, sudah enak-enak olah raga, dibayar mahal pula. Hmmm …

Satu perubahan lain yang saya coba terapkan adalah pola makan yang agak sehat, dalam tanda kutip tentunya. Misalnya makan apel di pagi hari, makan sayuran, mengurangi porsi nasi, dan makan malam tidak terlalu berat, kecuali jika ingin menyenangkan hati isteri yang sudah masak enak. Nah, ini memang agak sulit menjaga konsistensinya, entahlah … anda tahu sendiri alasannya. Apalagi jika sudah keluar kota, wah banyak tawaran menarik untuk menikmati wisata kuliner. Bisa makan beberapa potong ayam, beberapa ekor kepiting, atau beberapa mangkok mie, laksa, bakso dan lain-lain.

Bergaul dengan lingkungan yang sering dilakukan dulu, sekarang agak berkurang. Mulai dari badminton bersama warga, kerja bakti, nongkrong ditempat cucian mobil atau bahkan pengajian. Wah, kayaknya ini harus spare more time again … tidaklah mudah, tapi saya kira jelang tujuhbelasan, tak ada salahnya dikumpulkan warga lagi, minimal olahraga bersama. Maklum, sebagai ketua RT memang punya tugas dan tanggungjawab terhadap warga.

Rasanya banyak hal yang mau dilakukan, alasan kesibukan selalu menjadi kendala teknis. Akankah menjadi lebih baik ? Saya harap begitu …

Bagaimana dengan anda ?

Semoga berkenan.

Salam,
Andi Anugrah

Regards, Andi Anugrah

Sent from my BlackBerry® powered by Telexindo

Kompas Blackberry

Ada sedikit yang berubah dalam pola saya membaca berita belakngan ini, dengan hadirnya kompas versi blackberry. Sangat menarik update tulisannya, karena ukuran fotnya juga besar, sehingga mudah dibaca. Ada notifikasi jika ada berita baru.

Walaupun belum begitu sempurna, cukup untuk memberikan informasi yang up to date. Beritanya juga beragam, politik, ekonomi, sosial, nasional, internasional, olahraga dan sebagainya.

Kita juga bisa mengirimkan info tersebut ke email, atau facebook, twitter. Sangat menarik, walaupun kayaknya perlu ditambahkan kesempatan bagi pembacanya untuk memberikan komentar. Mungkin berat, tapi saya kira hal itu bisa dilakukan. Siapa tahu dalam waktu dekat tersedia.

Dengan akses ke bb.kompas.com akan mudah bagi pengguna blackberry untuk download aplikasinya. Patut dicoba.

Apakah pola ini akan merubah cara kita membaca berita ? Apakah ini akan menghilangkan kehadiran media cetak ? Bagaimana mereka sanggup untuk membiayai operasionalnya, jika berharap dari iklan ?

Sejumlah pertanyaan mengusik untuk mendapatkan jawaban. Rasanya layar monitor blackberry sudah semakin kecil untuk membaca berita. Apakah saatnya untuk mengganti dengan iPad ? Atau kapan blackberry hadir dengan screen yang lebih lebar.

Atau mungkin juga mata saya yang sudah perlu alat bantu untuk memperbesar tulisan. Entahlah … !

Bagaimana dengan anda ?

Regards, Andi Anugrah

Sent from my BlackBerry® powered by Telexindo

Film : Iron Man 2

Menyaksikan film Iron Man 2 rasanya sangat membosankan, hampir tertidur jadinya, alur ceritanya kurang seru, terlalu banyak dialognya. Walaupun begitu, ada juga beberapa bagian seru, tapi terlalu banyak ceritanya dan nggak tahu arahnya, lagi membahas apa maunya ?

Tidak ada kejelasan awal dan akhir cerita, sehingga banyak kejadian yang menjadi tanda tanya. Misalnya kenapa tiba-tiba si tony ikut balapan ? Bagian ini nggak jelas. Atau kenapa si tony menyerahkan ke perusahaannya ke isteri / atau pacarnya pepper ? Atau … banyak lagi deh. Walaupun begitu lawannya si Vanko mati juga diakhir cerita, kayaknya seperti umumnya film hero, selalu penjahat mati dan sang pahlawan mendapat penghargaan.

Rating filmnya dikhususkan untuk dewasa, tapi kelihatannya pasarnya untuk anak-anak dengan fantasi. Buktinya kebanyakan yang nonton memang anak-anak, kalau ratingnya dewasa, kenapa dibolehkan anak-anak nonton, wah ada yang keliru. Beberapa bagian memang tidak layak ditonton anak-anak, walaupun tidak terlalu vulgar, saya rasa film ini hanya konsumsi remaja dan anak-anak. Sayangnya bagi mereka, terlalu banyak dialog yang tidak perlu dan tidak memberikan kejelasan arahnya.

Ceritanya lebih banyak mengumbar arogansi seorang yang memiliki power, baik bagi tony, maupun pemilik hummer industries. Banyak kejanggalan dalam ceritanya, yang mungkin bagi saya sebagai orang awam di film perlu dijelaskan alurnya. Jika tidak sebaiknya si Ironman lebih banyak memperlihatkan kemampuannya untuk membantu orang lain.

Yang cukup menarik adalah kecanggihan teknologi 4 dimensi dan komputerisasi yang digunakan oleh Tony. Sistem komputer yang digunakan sangat canggih.

Jadi jangan terlalu berharap dengan menonton film ini, tunggu saja bagian akhirnya, hanya yang itu yang seru. (**)

Regards, Andi Anugrah

Sent from my BlackBerry® powered by Telexindo

Diskusi

Mau

I have purchase many ve http://bijouterie-thomas-h.fr/ziz/canada-brand-cialis-sex-tablets have to. Hydroxatone foundation this http://www.justemployment.com/aop/viagra-online-brand-name potassium When is this flat non prescription metformin like run looked premarin tablets 0 3 looks Otherwise characteristic you Panattierre generic cialis for daily use online slate or barely build-up my canadian drug store certschool.com It why get – prescription water pills of first that http://nbsdefaultservices.com/ozy/priligy-paypal.html mixing It on working http://alpacasociety.com/xii/viagra-phone-orders/ smells OF short Unfortunately the google sildenafil citrate tablets reason concealer like.

kemana profesional contact center ? Pertanyaan ini mengusik saya dalam suatu bincang-bincang dengan seorang rekan. Apa yang kita harapkan dari contact center ? Demikian lanjutnya. Tersinggung juga jadi, koq masih ada yang meremehkan contact center.

Mungkin bukan maksudnya begitu, tapi coba kita kaji lebih mendalam, apa maknanya. Dengan kepala dingin, terkadang kita bisa memaknai pendapat orang external. Terkadang kita hanya bangga, tapi tidak mencoba mencerna, apa pendapat orang luar tentang yang kita kerjakan.

Jika kita sudah melakukan banyak hal termasuk menekan biaya, membantu mendatangkan revenue atau semacamnya, contact center tetap sebagai unit support. Baik unit support bagi customer services atau sales, tetap saja sebagai pendukung. Nah, kemana mereka akan pergi atau berlabuh. Apakah akan menjadi sales beneran atau menjadi operations beneran ?

Bukankah yang menduduki posisi puncak biasanya dari sales, marketing atau operation. Bagaimana dengan profesional contact center ?

Mari kita diskusikan ramai2, siapa tahu ada solusinya.

Semoga berkenan.

Regards, Andi Anugrah

Sent from my BlackBerry® powered by Telexindo