Pengalaman Kepemimpinan Internasional

Selama dua tahun sejak akhir November 2014 sampai dengan awal November 2016, Andi Anugrah dipercaya sebagai Chairman APCCAL. Dengan memimpin 11 asosiasi di Asia Pasifik, Andi memegang tanggung jawab untuk melaksanakan berbagai proses transpormasi APCCAL menjadi asosiasi formal.

Memulai kerjanya dengan menyelesaikan formalitas APCCAL dengan basis di Hong Kong. Pembentukan APCCAL sebagai organisasi yang terdaftar dengan aturan dan rencana kerja yang lebih terstruktur.

Dilanjutkan dengan berbagai inisiatif untuk mendukung program APCCAL, utamanya dalam menyusun standard operasional contact center. Melalui kegiatan Healthy Check, Indonesia menjadi inisiator untuk melaksanakan audit di salah satu perusahaan multinasional.


Hasilnya cukup menggembirakan dan dapat diterima oleh manajemen perusahaan tersebut serta menghasilkan pemasukan berarti bagi APCCAL. Kerangka Healthy Check merupakan model yang digunakan dalam mengaudit peserta kategori korporat The Best Contact Center Indonesia.

Langkah yang berarti yang dilakukan adalah penyediaan website apccal.org, begitu juga dengan social media twitter dan fan page facebook. Semua dikendalikan dari Indonesia sebagai administrator dan pengisi utama penyebaran informasi.


Disamping itu Andi Anugrah berkontribusi terhadap keberhasilan APCCAL Expo 2015 di Singapore dan APCCAL Expo 2016 di Hong Kong. Secara khusus di Hong Kong, Indonesia berhasil menampilkan pemenang dancing dan singing pada malam penghargaan.

Indonesia juga menjadi penyumbang kegiatan yang paling banyak dengan mengirimkan peserta dalam berbagai kegiatan. Salah satunya adalah benchmarking ke beberapa negara seperti ke Korea, Hongkong, Macau, Thailand, Singapore, Malaysia, dan Vietnam.

Pada akhir periode kepemimpinannya, Andi Anugrah menyerahkan hasil pemilihan Ketua APCCAL periode selanjutnya yaitu Kenneth Chong dari Singapore. Sebelumnya Kenneth adalah wakil ketua APCCAL, sehingga proses transisi kepemimpinan dapat berjalan dengan baik.

Pengalaman berharga yang dapat dipetik dari periode kepemimpinan ini adalah menjalin kerjasama dengan berbagai aspek politik internasional dan persaingan antar negara. Mengatur irama antara berbagai kepentingan dan kedewasaan dalam menerima pandangan atau budaya bangsa lain. Masing-masing negara merasa lebih unggul dari negara lain, sehingga harus dicarikan jalan tengah.

Asia Pasifik termasuk unik karena tidak semua anggota asosiasi mempunyai kemampuan  bahasa Inggris. Perbedaan pemahaman bisa muncul karena kendala cara komunikasi. Semua itu dapat dilewati melalui berbagai komunikasi teleconference dan chat, sehingga sebagian besar program dapat terselesaikan dengan baik.


Salah satu harapannya sebagai pendiri APCCAL di China pada tahun 2007 adalah menjadikan APCCAL sebagai asosiasi dari asosiasi se Asia Pasifik. Dengan komitmen untuk terus berbagi keahlian dan pengalaman dalam pengelolaan serta pengembangan contact center. Dengan demikian contact center dapat menjadi kontributor bagi pengembangan bisnis dan pelayanan publik. (AA)