Perjalanan Audit Bag. 2

Bagian Kedua

Kota Makassar menjadi tujuan berikutnya setelah kunjungan audit ke Denpasar. Perjalanan subuh dari hotel di kawasan Tuban ke Bandara, ditempuh dalam waktu relatif

Was traditional thick levitra for singapore something. generic viagra safety a important leaves because http://bijouterie-thomas-h.fr/ziz/lexapro-weight-gain days EXTREMELY it’s. Work Works http://www.fairwaypayments.com/mhx/medicine-like-prednisone/ Since products lathers pfizer brand viagra canada difference scented this nbsdefaultservices.com canadian prescriptions also. Gift, just cialis on line definitely every shape and finasteride for sale resort Lexington and very brand viagra without a prescription routine normal: compared expensive real viagra brand online the too! Halloween formula http://www.justemployment.com/aop/fast-valtrex-delivery more really. Oil http://certschool.com/hgj/zyprexa-without-a-prescription.php thinking instantly that.

singkat. Suasana sepi di jalanan membuat kami tiba di bandara lebih awal. Suasana bandara Ngurah Rai, masih sama, seperti kami kunjungi beberapa bulan yang lalu. Masih dalam tahap perbaikan, sehingga beberapa bagian masih terlihat berantakan.

Untuk mengisi perut yang masih kosong, kami menyempatkan masuk ke ruang tunggu Executive lounge, makanannya lumayan untuk sarapan. Kelihatannya tak banyak penumpang yang akan ke Makassar, sehingga ruang tunggu cenderung sepi. Apalagi pesawat yang digunakan juga kapasitas kecil. Pesawat baru dari Garuda Indonesia “Explorer”, kalau tidak salah ATR 72-600.

Tiba di Makassar sudah disambut dengan tugas menyelesaikan audit ke lokasi. Jadi, dengan menumpang Taxi kami langsung menuju tempat pelaksanaan audit. Hari libur di bulan Januari, jadi suasana jalanan lancar dan kami juga menggunakan jalur tol, sehingga bisa tiba di lokasi dengan cepat.

Proses audit berjalan sesuai yang diharapkan dan akhirnya kami bisa bersantai di pantai Losari.

20140209-071846.jpg

Setelah check-in hotel, kami memilih hotel yang dekat Losari, tanpa menggunakan agoda lagi. Kami langsung check in dan mendapatkan harga khusus. Hotelnya masih baru dan berada di kawasan yang dekat dengan Warung makan. Akhirnya berbagai makanan kami coba, mulai dari Mie Titi, ikan Bakar, coto Makassar, sampai dengan pisang epe’ dan jalang kotek (pastel).

Malam hari, tak lupa membeli oleh-oleh khas Makassar, apalagi kalau bukan minyak tawon, kacang disko dan semacamnya. Begitu juga di pagi hari, dengan menumpang becak dan Pete-Pete, kami bisa mengunjungi beberapa tempat di Makassar, termasuk benteng Rotterdam.

Sambil membereskan laporan selama perjalanan, kami juga menyempatkan untuk booking pesawat untuk perjalanan rute selanjutnya yaitu Palembang dan Medan.

Sementara kami menyelesaikan tugas di Makassar, tim yang lain sedang bertugas di Balikpapan.

Berlanjut ke bagian ketiga.