Perjalanan Audit bagian 3

Bagian Ketiga

20140308-173020.jpg

Palembang dan Medan adalah tujuan terakhir dari rangkaian perjalanan Audit di awal tahun 2014 Di perusahaan tersebut. Berangkat dari bandara Soekarno Hatta pada hari Sabtu, terlihat banyak penumpang menuju Palembang. Tentunya dengan masing-masing kepentingan.

Setiba di Palembang, kami dijemput oleh tim dari perusahaan yang kami akan audit. Dalam perbincangan santai, tentunya kami tanyakan adalah makanan khas yang dapat disantap disana. Belum juga selesai audit sudah menanyakan mengenai makanan. Hmmm … maklum, selera untuk mencicipi hidangan khas Palembang yang berbau ikan tentunya tak dapat ditunda.

Proses audit berlangsung lancar seperti biasa dan kami berkesempatan kembali ke hotel. Namun sebelum ke hotel kami mampir dulu makan ikan patin, wow … mantap. Tempatnya kecil, namun sangat ramai. Pola menghidangkan seperti makan di rumah makan Padang, namun ini lebih sedikit lauknya.

Khusus untuk hidangan ikan poin ada pilihan kepala, badan atau ekor, tentu saja pilih kepala. Terhidang agak hangat dan berkuah, sehingga enak untuk menyegarkan diri di sore hari menjelang maghrib. Ada juga udang besar, dan berbagai hidangan lainnya. Kayaknya tidak bisa habis, karena porsinya besar-besar. Harganya juga tidak terlalu mahal, cukuplah direkomendasikan untuk dinikmati.

Sebelum ke menuju ke hotel, kami sholat maghrib dulu. Berhubung belum jelas hotel yang mau ditempati, kami mau jalan-jalan membeli makanan empek-empek, bukan buat makan, namun untuk dikirimkan ke Jakarta. Kabarnya bisa langsung dikemas dan dikirimkan.

Berhubung lokasi tempat belanja empek-empek ramai, dan disana ada hotel, kami coba untuk mencek, apakah ada kamar? Ternyata ada. Yah, sudahlah, karena kami juga tidak terlalu berharap dapat hotel yang bagus, kami coba menginap disana.

Memesan empek-empek ternyata sangat mudah, tinggal pilih paket dan bayar ongkos kirim. Paket yang dikirimkan sudah lengkap dengan formulirnya dan beratnya. Jadi sangat cepat tidak perlu ribet, ini pola Customer Service yang sangat bagus. Bayarnya juga mudah dengan kartu kredit, tidak ada biaya ekstra 3%.

Dengan kondisi yang tak capek dan lokasi tempat wisata serta mall yang kurang menarik, kami memutuskan tinggal di hotel dan menyelesaikan laporan.

Esok harinya kami menempuh perjalanan dari Palembang ke Medan. Tidak ada pesawat yang paling pagi, yang ada hanya berangkat jam 9:00. Sudahlah terim saja, kami tiba di Medan akhirnya agak terlambat, Disamping pesawat yang sedikit delay.

Sampai di Medan kembali kami di jemput. Lokasinya cukup jauh, karena bandara Kuala Namu memang agak keluar kota Medan. Sambil diperjalanan, kami tanya ke sopir nya mengenai tempat menginap dan belanja oleh-oleh. Maklum Medan terkenal juga dengan sejumlah hidangan khasnya, umumnya hidangan cemilan.

Setelah selesai proses audit yang menegangkan, yang disertai dengan sejumlah penundaan. Kamipun mengajak tim untuk makan malam bersama. Maunya makanan khas Medan, yang ada ternyata dibawa ke Mie Aceh. Nah, lucu bukan ? Maunya kami makan masakan Medan, malahan di bawa ke Mie Aceh, harusnya Mie Medan Lah.

Yah, sudahlah terima saja, daripada ribut dengan orang Medan. Soalnya pilihan lainnya adalah Rumah Makan Padang, sama saja Lah. Saya yakin ada rumah makan khas Medan, mungkin pusing sopirnya. Santapan khas Mie Aceh yang berkuah pedas, tidak membuat semuanya kenyang. Untuk itu dilanjutkan dengan makan Durian Ucok.

Awalnya tidak semua mau makan, hanya icip-icip saja, tapi begitu terhidang beberapa biji juga masuk ke mulut. Hmmm … Sedap. Puas dengan hidangan penutup duren, kami lanjutkan mencari hotel. Kali ini kami menyerahkan sepenuhnya ke sopir. Akhirnya kami ditunjukkan salah satu hotel yang lumayan bagus.

Rupanya hotel ini memberikan penawaran khusus bagi siapapun yang mengantar ke hotel ini mendapatkan bonus. Wow … Ide yang bagus juga. Dengan harga yang pantas dan mendapatkan kamar yang lumayan luas dan nyaman.

Besok paginya kami dijemput dan tentunya mampir membeli oleh-oleh yaitu pancake durian, bolu merinti, bika Ambon, jambu dan tak lupa markisa Medan. Lengkap sudah semua oleh-oleh yang disiapkan dan tentunya harus banyak, karena akan mampir di kantor.

Kembali ke Jakarta dan semua kenangan manis selama perjalanan. Lain kali, mudah-mudahan ada lagi yang mengajak keliling Indonesia. Wisata Kuliner, belanja oleh-oleh, juga mendapatkan uang kompensasi sebagai konsultan. Tetap semangat walaupun laporan harus segera dibuat dan dipresentasikan. (Selesai).