Potensi Waktu Luang

Tiba-tiba saya ingin menuliskan kisah ini, mengungkapkan bagaimana pandangan saya dalam menggunakan waktu luangnya. Saya tidak ingin menilai apakah cara orang lain berbisnis salah atau tidak. Hanya ingin menjadikan pengalaman ini, sebagai sesuatu yang dibagi dan berharap bahwa itu akan bermanfaat.

Sewaktu awal memasuki dunia kerja, saya diajak rekan untuk berbisnis MLM (Multi Level Marketing). Pada saat itu karir saya sudah bisa dikatakan stabil sebagai karyawan tetap pada perusahaan multi nasional. Ada beberapa kali mengikuti sesi presentasi bisnis dari MLM berbeda dan tidak perlu disebutkan namanya. Tentunya menarik, karena banyak sesi motivasi yang membangun semangat kita. Beberapa tahun saya jalankan dan membangun jaringan, ternyata saya kurang cocok dengan bisnis model ini.

Beberapa model MLM juga sempat dicoba, tapi tetap saja tidak bisa berkembang. Uang yang sudah dibelanjakan sudah banyak, poin dan jaringan sudah ada, tapi hasil tidaklah sesuai harapan. Saya yakin bukan pada sistem MLMnya yang salah, namun cara saya menjalaninya yang kurang tepat. Kemudian saya mulai mencari esensi bahwa apa yang dicari dalam MLM ? Uang, jabatan atau level, rumah atau mobil mewah dan seterusnya.

Dengan menghabiskan banyak waktu luang yang seharusnya saya gunakan untuk keluarga, membangun kompetensi diri, membangun bisnis dan juga keuangan. Saya harus memutuskan pilihan untuk fokus bekerja, juga kuliah dan saya ingin bangun pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki, supaya bisa lebih berkembang.

Saya yakin suatu saat, tanpa bisnis sampingan, saya juga bisa berkembang dan berhasil. Itulah cara saya memotivasi diri seperti halnya para upliner MLM memotivasi downline-nya. Dengan memfokuskan diri pada keahlian yang selama ini kita miliki dan mengembangkan diri dengan keahlian tersebut, maka suatu saat bermanfaat.

Saya pikir memulai sesuatu yang baru dengan MLM memang bukan pilihan yang tepat bagi saya dalam mencari uang tambahan di kala waktu luang. Sebaliknya saya harus gunakan waktu luang saya untuk mengembangkan diri pada perusahaan yang saya tempati bekerja. Dengan begitu saya punya bekal lebih banyak dan bisa saya gunakan, sesuai dengan peluang yang ada.

Seiring dengan waktu, kemampuan yang saya miliki di bidang contact center berkembang dan mulailah meyakinkan diri untuk memulai bisnis pelatihan. Saya tidak langsung keluar dari perusahaan, akan tetapi masih menggunakan sedikit waktu luang untuk aktivitas mengajar tersebut. Saya pun melihat sedikit peluang untuk berkembang disana. Saya yakin bahwa dengan memberdayakan semua potensi yang saya miliki, Insya Allah akan berhasil.

Waktu luang yang lebih banyak pada saat berbisnis, digunakan untuk menulis, menjalin kerjasama, melatih dan berbagai hal. Tak dipungkiri, banyak godaan untuk kembali bekerja pada saat pemasukan perusahaan sedang sepi. Namun semua itu bisa ditangani dengan semakin sibuknya dalam berbagai kegiatan.

Dari waktu ke waktu, saya semakin menyadari bahwa waktu luang pada saat berbisnis lebih sedikit, banyak tersita untuk berbagai aktivitas. Mengajar, menulis, merancang, mengelola perusahaan, termasuk membimbing anak-anak dan mengurus organisasi. Semuanya butuh perhatian dan saya harus mengkombinasikan semua itu, supaya tetap menjadi kegemaran.

Saya rasa menikmati semua proses dan dinamika dalam bekerja serta mengisi waktu luang adalah suatu hal yang harus kita syukuri. Tak peru menyalahkan orang lain dalam bisnisnya, cukup kita fokus menjalankan pekerjaan kita dan membangun kemampuan kita. Gunakan waktu luang untuk membangun diri, sehingga apapun yang kita kerjakan, suatu saat akan bermanfaat.

Pernah juga saya coba berjualan ke rekan kerja, berbagai macam, akan tetapi hanya sebagai selingan dan cara untuk menjalin hubungan. Hasilnya tidak banyak, mungkin cara menyukurinya yang kurang. Yang ini hanya untuk menutupi perputaran uang tabungan atau bahkan cenderung menguras tabungan saja. Yang jelas semua pengalaman itu berharga dalam mengarungi bisnis yang sebenarnya. (AA)