Problem Solving ala Leader Kekinian

Membangun kebersamaan tim yang baik bukan merupakan pekerjaan mudah, namun juga tidak mustahil untuk dilakukan. Hal pertama yang wajib dilakukan jika kebersamaan mulai goyah adalah menemukan titik permasalahan dan melakukan penanganan terhadap hal tersebut.

Pertama, leader harus mampu untuk menumbuhkan semangat anggota tim. Semangat tim dapat ditempuh dengan sejumlah cara antara lain dengan memastikan anggota tim mengetahui mengapa mereka dipilih untuk melakukan sebuah tugas, menentukan tujuan bersama dan sasaran spesifik untuk menantang kekuatan tim, mendorong tim untuk berkomunikasi, memberikan pujian atas hasil yang dicapai tim, meminta saran dari anggota tim, serta meluangkan waktu untuk menanggapi laporan dan informasi dari tim secara terperinci.

Kedua, mengenali masalah yang dialami tim. Leader tidak mungkin berspekulasi atas masalah yang dialami, leader sebaiknya bertanya secara langsung untuk mengidentifikasi masalah. Jika masalah mengancam kerja semua tim, maka tidak ada jalan lain selain mengkaji ulang semua strategi dan tujuan pembentukan tim.

Ketiga, bicarakan masalah anggota tim secara pribadi. Setelah masalah dapat diidentifikasi, tugas seorang leader selanjutnya adalah membicarakan hal tersebut dengan anggota tim yang terlibat. Biarkan anggota tim mengutarakan apa yang terjadi, namun tetap lakukan pengamatan agar dapat memberikan penilaian yang seimbang.

Dalam menghadapi masalah, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan dan hal yang sebaiknya dihindari. Hal-hal yang sebaiknya dilakukan adalah berkata secara jujur, melihat masalah dari sudut pandang tim, menggunakan masalah untuk perubahan ke arah yang lebih baik, bersikap positif saat menghadapi masalah, dan menangani masalah sesegera mungkin.

Hal-hal lainnya meliputi jangan pertahankan orang yang sulit, jangan kehilangan kesabaran terhadap anggota tim, jangan kehilangan arah tujuan tim, jangan ragu meminta bantuan orang luar bila perlu, dan jangan buat masalah dengan mengabaikan ketegangan yang ada.

Terakhir, belajar dari pemecahan masalah, lakukan sejumlah langkah positif dengan mencermati kejadian yang menimbulkan masalah, mengenali kinerja buruk sub-group, mengakui kesalahan pimpinan sub-group, menawarkan dukungan bagi pemimpin sub-group, mengkaji ulang perlunya pelatihan secara teratur, dan mengamati keadaan setelah enam bulan untuk melihat hasil.

Source: Managing Teams by Robert Heller