Social Media Efek Bagus Update Status

Harus diakui, di kalangan Gen Y, social media tengah digandrungi, marak, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pergaulan. Bukan hanya di level pemuda, social media pun telah menyentuh rentang-rentang usia lain. Maka, tidaklah mengherankan apabila ditemukan survey, diungkap oleh socialbakers.com, yang menyatakan ada 42.2 juta akun Facebook di Indonesia pada tahun 2012. Ini adalah angka terbesar ke-4 di dunia. Angka ini diprediksi akan terus meningkat, hingga pada tahun 2014, menurut S a l i n g S i l a n g . com, sehingga pengguna social media di tanah air bisa mencapai 100 juta pengguna. Dengan angka yang demikian besar, bisa dipastikan social media memiliki peran atau dampak di hampir seluruh aspek kehidupan. Termasuk persoalan kualitas tenaga kerja bagi perusahaan. Dari sisi apa social media mempengaruhi dunia human resources?

Menurut Prof. Hora Tjitra, Executive Director, Tjitra & Associates Consulting, social media akan mempengaruhi bisnis dalam sektor rekrutman tenaga kerja. Dikatakan bahwa pertumbuhan social media telah dimanfaatkan banyak organisasi pada rentang tahun 2009 hingga 2011. Hasilnya cukup signifikan, di mana berdasarkan hasil survey dari Social Recruiting Survey 2011 (Jobvite), ada 68 persen perusahaan yang melakukan rekrutmen via jejaring sosial pada tahun 2009. Angka tersebut meningkat menjadi 73.3 persen di tahun berikutnya, dan terakhir menjadi 80.2 persen di tahun 2011. “Tren” ini mungkin disebabkan faktor efektivitas dan biaya. Menggunakan jejaring sosial, hasil yang diperoleh dapat lebih cepat dan murah biayanya. Aksesnya mudah, juga luas. Via jejaring sosial, baik pelamar dan perusahaan dapat melihat kondite masing-masing, sesuai profil yang ditampilkan. LinkedIn dan Pinterest menjadi dua nama yang berkibar dalam pembahasan ini. Selain rekrutmen, fenomena jejaring sosial juga dapat digunakan perusahaan untuk mendekatkan brand dan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini disadari oleh banyak perusahaan, baik komersial maupun badan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Buktinya, beberapa waktu lalu, tepatnya pada bulan April 2012, dalam acara CEO Breakfast Meeting BUMN Marketeers Club di Jakarta, para direktur BUMN telah sepakat untuk memakai jejaring sosial sebagai strategi marketing.

Jejaring sosial pun bisa dipakai sebagai sarana untuk mendistribusikan informasi yang sifatnya umum kepada karyawan, baik di kantor pusat dan cabang. Bisa pula digunakan untuk menunjang programprogram pembelajaran dan pengembangan kompetensi. Plus, dimanfaatkan oleh bagian human resources untuk mempelajari calon karyawan dan karyawannya. Mulai dari photo profile, cover, apa-apa saja yang diupload, status, hingga komentarkomentar yang ditulis adalah masukan berharga bagi human resources untuk mengenali karyawan atau calon karyawannya. Karena pertimbangan inilah, ada baiknya kita menggunakan jejaring sosial untuk tujuan yang produktif, bukan hanya untuk kesenangan. Secara karir, jejaring sosial bisa membantu Anda untuk dapat pekerjaan dengan menampilkan hal-hal yang positif setiap harinya. Dengan demikian, pihak perusahaan kelak mendapatkan impresi yang baik mengenai diri kita. Bandingkan bila jejaring sosial kita dipenuhi dengan keluhan, kata-kata yang kurang sopan, bahkan tidak pantas.

Bagian human resources akan menemukan hal tersebut dan menilai diri kita belum cocok bergabung dengan perusahaan. Yang dikhawatirkan adalah sifat-sifatnegatif tersebut dapat merugikan atau merusak nama baik perusahaan di masa depan. Misalkan, dengan mengeluhkan keadaan kantor, permasalahan di dalamnya, mengungkapkan kekurangan atasan, dan bahkan membuat kompetitor perusahaan mengetahui kelemahan perusahaan. Terakhir, yang juga perlu dicatat, perhatikan pula intensitas kita di jejaring sosial. Terlalu banyak aktif di jejaring sosial membuat Anda, menurut Edward De Bono, menjadi kurang kreatif dan cenderung malas karena dilimpahi dengan info yang belum tentu valid. Imbangi hobi surfing jejaring sosial dengan banyak membaca, menggali informasi dari sumber lain, seperti seminar, buku, pelatihan, dan lain sebagainya. Sehingga, kita bisa lebih “sehat” dan menampilkan yang terbaik.

Leave a Reply