Menjaga Tim Tetap Termotivasi

  1. Jadilah terlihat, berjalan berkeliling dan berbincang-bincang, atau lakukan pembicaraan ringan yang singkat. Bersikap empati, namun selalu ingatkan agent mengapa mereka ada di sana. (@JeremyHyde_)
  2. Menjadi positif dan tawarkan fleksibilitas tentang bagaimana atau dimana orang (agent) bekerja. (@jtwatkin)
  3. Berikan pujian di tempat ketika seseorang melakukan pekerjaan yang luar biasa. (@Celia_AThomas)
  4. Berikan suntikan energi dengan menampilkan feedback positif terbaru dari pelanggan dalam software sistem di layar masing-masing setiap hari. (@customerisfirst)

Pecahkan saat-saat yang monoton dan membosankan dan jaga agent agar terus merasa tertantang.

  1. Berdayakan agent untuk memecahkan masalah, mengerjakan beragam tugas dan hubungkan agent dengan makna pekerjaan mereka. (@sherikendall)
  2. Ubah saluran agent, jadwal latihan atau latihan team building. Berikan jeda tambahan atau perpanjangan waktu istirahat selama down-time. (@CallCntrWeekly)
  3. Libatkan agent dalam pengambilan keputusan atau diskusi dalam bisnis. Perlakukan setiap interaksi sebagai interaksi yang unik dan dapat membangun kemampuan agent. (@ZachSupport)
  4. Perbanyak keragaman tugas kerja jika memungkinkan, kemudian biarkan mereka menjadi generalis maupun spesialis, biarkan mereka untuk mengatur saluran yang beragam. (@BethGautier)

Momen Penghargaan adalah cara yang powerful untuk meningkatkan moral agent.

  1. Kami memiliki fitur Spotlight dalam website yang menampilkan agent (@EducationAtWork)
  2. Kami menginisiasi webinar setiap dua minggu sekali seputar kisah sukses karyawan kami untuk tiga pemenang. (@NewVoiceMedia)
  3. Kami menggunakan Wall of Fame sebagai bukti. Mengetahui bahwa nama Anda ada di sana ketika Anda sudah tidak berada di sana itu powerful. (@Debimongan)

#ICMIchat
icmi.com

Merancang Presentasi yang Menarik

Membuat presentasi mungkin terlihat sederhana, namun ternyata juga tidak sesederhana yang kita pikirkan. Isi presentasi memang penting, tapi jika tampilan presentasi kurang menarik tentu akan membuat audiens tidak tertarik dan cepat merasa bosan. Andi Anugrah membawakan pelatihan Design Powerpoint Presentation untuk melatih peserta berpikir kreatif untuk menyusun presentasi yang menarik.

Sejumlah peserta yang hadir di pelatihan kali ini berasal dari beberapa perusahaan seperti dari Kereta Api Indonesia, Acer Indonesia, Anugerah Pharmindo Lestari, Kalbe Nutritionals, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Infomedia Nusantara, dan Angkasa Pura I.

Materi yang disampaikan oleh Andi Anugrah antara lain seputar bagaimana cara untuk mendapatkan ide kreatif. Cara paling umum dilakukan adalah melihat hal-hal secara langsung, mendengar, dan melakukannya. Agar slide presentasi tampil menarik, jangan ragu untuk bermain dengan bentuk, kombinasi warna, angka, dan kata. Pada sesi pelatihan tersebut peserta juga ditantang untuk membuat skrip dan menyusun urutan materi sesuai dengan skrip yang telah dibuat. Hal yang tidak kalah penting adalah menyusun presentasi dengan tema yang sesuai dengan kepribadian pembuat presentasi.

Esra Melita Hutabarat, atau lebih akrab disapa Esra, mengatakan bahwa pelatihan yang dijalaninya kali ini memberikan manfaat baginya. Selama ini peserta dari Kalbe Nutritionals ini mengaku bahwa penampilan slide presentasi tidak menjadi perhatian utama. Namun setelah mengikuti pelatihan ini, Esra merasa bahwa penampilan slide presentasi juga harus diperhatikan agar audiens tertarik dan memperhatikan presentasi yang disampaikan.

Lain lagi dengan Roesdaniel Ibrahim, peserta pelatihan dari Otoritas Jasa Keuangan, pelatihan ini merupakan hal yang baru baginya. Di OJK sendiri sebenarnya sudah diterapkan standar slide presentasi yang cukup berbeda dengan yang disampaikan oleh Andi Anugrah. Namun hal penting lain yang didapatkan adalah bagaimana menggali kreativitas agar penampilan presentasi tidak monoton.

Di akhir perbincangan dengan kedua peserta tersebut, Esra mengaku ingin mengikuti pelatihan lain yang berhubungan dengan public speaking, dimana Esra ingin agar apa yang dia sampaikan dapat meyakinkan lawan bicaranya. Roesdaniel sendiri mengatakan bahwa dia membutuhkan pelatihan softskill lain seperti mediasi tim, couching dan counselling, complaint handling, dan monitoring untuk softskill yang dimiliki Agent. (MZ)

Presentasi Itu Mudah

Bagi yang belum pernah melakukannya atau jam terbang yang kurang, presentasi seperti sebuah momok. Terkadang hal-hal yang sudah dipelajari sebelumnya tiba-tiba menghilang saat berhadapan dengan audiens. Namun jika seseorang yang baru akan meningkatkan skill presentasi mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan saat presentasi dan segala persiapannya, niscaya melakukan presentasi itu mudah.

Training bertajuk Upgrade Your Presentation Skill kembali diadakan di Graha Seti pada Senin lalu (27/3). Training yang dibawakan oleh Mubyar Nur Khaliq dihadiri oleh sejumlah peserta dari PT. Nutricia Indonesia Sejahtera, PT. VADS Indonesia, PT. Pertamina (Persero), PT. Bumi Serpong Damai, Tbk., Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, PT. Supra Primatama Nusantara (Biznet), PT. Swakarya Insan Mandiri, PT. Bank OCBC NISP, Tbk., PT. Adi Sarana Armada (Assarent), dan PT. Sarihusada Generasi Mahardhika.

Sesi pertama diisi dengan perkenalan yang dilakukan oleh trainer juga oleh seluruh peserta. Kegiatan ice breaking juga dilakukan untuk membuat seluruh peserta lebih rileks dan akrab. Memasuki materi pertama yaitu mempersiapkan presentasi. Peserta belajar lebih jauh tentang teknik dasar membuat materi presentasi. Peserta praktek secara langsung mulai dari menyiapkan materi presentasi, peralatan presentasi, hingga membuka presentasi dengan baik dan memberikan kesan bagi audiens.

Setelah coffee break, peserta memasuki sesi kedua yaitu membangun kepercayaan diri saat melakukan presentasi di podium. Peserta diajak untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan diri saat melakukan presentasi. Semuanya dilakukan sejak sebelum presentasi dimulai hingga selesai, bahkan kepercayaan diri saat menghadapi pertanyaan dari audiens. Sesi kedua ditutup dengan presentasi yang dilakukan oleh Riski, peserta dari Bank OCBC NISP.

Selepas istirahat siang, peserta kembali memasuki ruang training dan bersiap untuk materi selanjutnya. Namun sebelum itu, peserta diajak untuk melakukan ice breaking dengan bertanya satu sama lain, berhitung, dan menulis nama di kertas. Materi selanjutnya adalah tentang bagaimana mengajukan pertanyaan kepada audiens dan juga menjawab pertanyaan dari audiens. Peserta juga melakukan praktek secara langsung untuk mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan baik dan benar.

Materi terakhir adalah tentang bagaimana menutup presentasi dengan baik dan memberikan dampak terhadap audiens. Selain mendapatkan materi, peserta juga melakukan praktek secara langsung. Seluruh sesi diakhiri dengan presentasi yang dilakukan oleh seluruh peserta. (MZ)

Menggunakan Media Sosial dengan Efektif

Sesi pelatihan selanjutnya mulai fokus untuk mempelajari penggunaan media sosial secara efektif. Media sosial yang paling umum digunakan adalah Facebook melalui fanpage dan Twitter. Interaksi media sosial terdiri dari tiga macam yaitu blog atau post yang digunakan untuk edukasi, tweet yang digunakan untuk triggering, dan chat yang bersifat konsultatif.

Selanjutnya, peserta diajak untuk menulis dalam format media sosial, khususnya Twitter. Twitter menjadi salah satu media sosial yang populer dan mudah digunakan.

Format penulisan Twitter yang umum digunakan adalah dengan mention ID pengguna Twitter, teks yang berisi informasi, link atau tautan informasi, teks, hashtag, dan nama atau inisial CS.

Beberapa hal yang harus menjadi perhatian saat menulis tweet adalah dengan memberikan link, alasan untuk klik link, memberikan kode, menggunakan kata kerja daripada kata benda dan kata sifat, menyapa pembaca (dengan istilah ‘tweeps’ atau ‘sobat’), memperhatikan penggunaan singkatan, gunakan gambar dan video untuk memperjelas informasi dan engagement rate yang lebih besar, dan bila perlu menyediakan layanan personal.

Sesi terakhir adalah menganalisis jenis pelayanan yang dilakukan secara berkelompok. Satu kelompok yang terdiri dari tiga hingga empat orang. Masing-masing kelompok memilih pelayanan yang dilakukan dengan Twitter. Tiga puluh tweet paling atas dipilih dan dianalisis jenis layanannya.

Tiga orang peserta dari Tiki JNE, yaitu Felicia, Nurul, dan Umi menyampaikan bahwa ini adalah pelatihan media sosial pertama mereka. Sampai sesi siang hari ini, menurut Felicia, mendapatkan tambahan ilmu seputar teknik menulis yang baik. Sedangkan menurut Nurul, harapannya dengan mengikuti pelatihan ini adalah mengetahui pemanfaatan media sosial yang benar dan akan diaplikasikan ke dalam pekerjaan. (MZ)