Nami Island

Nami Island tempat shooting drama Winter Sonata dan penyelenggaraan pertemuan pimpinan G20, menjadi tempat tujuan kunjungan hari ini. Nami adalah nama seorang Jendral perang Korea yang muda, pintar dan gagah berani berperang, namun difitnah, dibunuh dan akhirnya dimakamkan oleh pasukan setianya di pulau ini.

Tempat yang indah dengan rindang pepohonan dan disertai dengan danau yang sejuk, hampir mayoritas turis mengunjungi pulau ini. Dengan mengambil tema yang terkesan republik terpisah dari korea selatan. Nami island menyebut dirinya sebagai Naminara Republic, lengkap dengan bank, dan berbagai fasilitas belanja, makan dan aktivitas lainnya.

Untuk sampai di pulau ini harus menempuh waktu sekitar 1:30 jam dalam kondisi normal dan jika hari libur kurang lebih 4 jam. Ada fasilitas feri yang mengantar ke pulau Nami. Waktu tempuhnya pada saat pergi sekitar 10 menit pada, saat pulang cuma 5 menit. Karena menempuh jarak yang berbeda.

Hampir setiap sudut pulau menjadi tempat yang bagus untuk berfoto. Apalagi dengan tata pohon yang sangat teratur dan hijau dedaunan dalam musim semi menjelang panas ini.

Ada yang cukup menyenangkan disana adalah tersedianya sarana Musholla. Menyempatkan sholat disana, ada kesan tersendiri, karena selama di Korea belum pernah dapatkan tempat seperti itu. Tempatnya bersih nyaman dengan air yang dingin. Disamping itu banyak orang2 tua dengan kursi roda yang datang kesini, menikmati kesejukan pepohonan, yang dibantu oleh suka relawan. Mereka berbaju rompi kuning, mengisi waktu luang dengan membantu orang2 tua menikmati suasana nami island.

Banyak pasangan yang datang ke sini menjadi kesempatan berfoto bersama, apalagi yang ganteng atau yang cantik. Biasanya mereka datang berdua, jadi supaya mau foto ditawarkan bantuan foto, setelah itu foto bersama. Dan mereka senang melakukannya. Bahkan ada beberapa yang sangat senang berfoto dengan orang Indonesia.

Kami juga menyempatkan makan siang disana dengan hidangan ayam bakar, yang harus dibakar sendiri. Suasana lapar, karena jalannya cukup jauh dan makannya telat, membantu makanannya dengan cepat ludes.

Disamping itu, tentunya ada oleh-oleh khas Nami Island. Yang pasti anda harus tunggu upload foto-fotonya yang seru dari para fotografer platinum ICCA. Dan tunggu juga liputan seru dari aktivitas serius dari benchmarking, yaitu belajar souvenir.

Salam hormat dari Nami Island.

Regards,

Andi Anugrah

+62811944345

powered by Telkomsel BlackBerry®

Benchmarking Kuala Lumpur

Belajar dari 2 lokasi contact center yang hampir sejenis yaitu DHL dan HP, mendapatkan gambaran bahwa keunggulan pengetahuan dan keterampilan bisa menjadi cara untuk menjual pelayanan dgn nilai tambah. Value added service dari pelayanan Global IT Services.

Dengan memanfaatkan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dibidang IT, Malaysia mampu menjadi daya tarik bagi perusahaan multinasional investasi disana. DHL dan HP memperlihatkan kemampuannya mendukung operasionalisasi IT support services bagi Asia Pacific bahkan dunia.

Bagi DHL yang memiliki visi global services ketersediaan teknologi untuk mendukung operasionalisasi dibidang kurir dan logistik menjadi barang penting dalam memantau pergerakan pengiriman barang di seluruh terminal cargo. Ketersediaan aplikasi yang mendukung hal tersebut menjadi mutlak, untuk itu mereka memprioritaskan penyelesaian kasus dgn FCR min 70%. Suatu angka yang tidak mudah dicapai bagi dukungan IT support.

Sedangkan bagi HP yang melayani lebih dari 20 client perusahaan MNC di Asia Pasific, mengharuskan agentnya berbicarakan dalam berbagai bahasa. Dengan menggunakan 600 agent berpendidikan IT, mereka menempati area cyberjaya yang cukup luas. Dengan gedung berlantai 6, mereka menempati hampir semua ruangan yang ada. Masing2 client diberikan lokasi khusus yang diberikan tanda seperti phillips, ericson, lilly, chevron dan masih banyak yang lain.

HP juga menggunakan area yang luas itu sebagai data center dengan kecepatan akses yang sangat tinggi. Berbagai fasilitas disediakan bagi pekerja di bidang IT ini. Ada 4 lapangan bulu tangkis, ada fitness.center yang bisa digunakan untuk kurang lebih 50 peralatan yang bisa dipakai bersamaan. Juga ada lapangan squase. Tak hanya itu, disediakan cafe-cafe dan ruang terbuka, yang memungkinkan pekerjanya bekerja.

Baik di HP maupun di DHL, beberapa karyawannya adalah pekerja import dari Indonesia dan tentunya dari berbagai negara lainnya. Anda pasti tahu banyak dari India. Hmmm … Soal salary, pastinya menarik. Bahkan ada peserta yang iseng2, mencoba mencari tahu apakah ada kesempatan untuk bisa diterima disana.

Ada yang menarik dari DHL yaitu mereka memiliki program Graduate Development. Dengan kontrak 18 bulan, lulusan terbaik diberikan kesempatan untuk melatih kemampuannya di DHL, disamping mendapatkan Gaji, mereka juga mempunyai kesempatan untuk menjadi karyawan permanen. Sebagai catatan di DHL semua karyawannya adalah karyawan permanen.

Sedikit berbeda dengan HP yang menerapkan kontrak berdasarkan proyek client yang ditangani. Walaupun umumnya karyawannya adalah pekerja permanan, namun biasanya jika clientnya berganti, karyawannya juga pindah. Kecuali jika mereka mau belajar teknologi yang baru atau kebetulan teknologinya sama.

Itu sedikit yang bisa dishare. Nanti disambung dengan liputan lainnya.

Regards,

Andi Anugrah

+62811944345

powered by Telkomsel BlackBerry®