Memantau Media Sosial Perusahaan dengan Search Engine

Sebuah perusahaan yang telah meluncurkan produk atau jasa terbaru tentu ingin mengetahui bagaimana respon masyarakat akan produk atau jasa tersebut. Salah satu langkah yang saat ini sudah viral digunakan adalah melakukan campaign dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Secara spesifik, pemantauan melalui Twitter jauh lebih mudah mengingat traffic-nya yang lebih cepat dan jangkauannya lebih luas. Apalagi dengan menggunakan mention dan hashtag atau tagar menjadi lebih mudah dalam melakukan pencarian.

Mencari melalui mention atau hashtag saja tidaklah cukup. Sebuah perusahaan tentu ingin mengetahui bagaimana campaign produk atau jasa mereka di mata masyarakat secara statistik. Berikut ada beberapa search engine yang dapat digunakan untuk memantau, menghitung, dan mengetahui secara keseluruhan campaign produk atau jasa di media sosial secara real-time. Search engine berikut tidak hanya untuk Twitter saja, namun juga bisa untuk platform media sosial lainnya.

Bitly

Bitly adalah layanan memperpendek link yang sudah sangat terkenal dengan fungsi analitik yang sangat mudah dioperasionalkan. Setelah Anda membuat akun baru, Anda bisa menuliskan link yang ingin Anda perpendek, klik tombol pemendek lalu link yang sudah diperpendek siap digunakan.

Layanan statistiknya terupdate secara real-time, jadi jika link Anda diklik seseorang, maka orang tersebut (jika memungkinkan), info geografis dan situs referensinya akan tersimpan. Anda bisa melihat semua link-link yang tersimpan atau Anda bisa juga melihat bagaimana semua link yang tersimpan itu bersikap sebagai satu grup. Ini adalah sebuah cara yang sangat sederhana untuk memonitor sebuah campaign, namun cara ini cukup andal untuk memeriksa dengan cepat performa link-link Anda.

Smashfuse

Mesin populer ini bekerja dengan mengabaikan situs-situs statis dan menambang data di situs media sosial. Selain dari Twitter dan Facebook, Anda juga akan menemukan informasi dari Vimeo, Google+, dan sejumlah platform media sosial di seluruh dunia yang mungkin belum pernah Anda dengar. Di sini, Anda bisa mendapatkan akses terhadap topik-topik yang sedang trending dan menggunakannya untuk kepentingan marketing Anda.

SocialMention

Ketika semua layanan bisa memberikan insight dari sebuah akun (followers, following, mentions, dan sebagainya), SocialMention khusus dibuat untuk mengukur kata kunci (keywords) dan tagar (hashtag) dengan sangat baik. Setelah memasukkan kata kunci yang diinginkan, SocialMention akan menghasilkan laporan yang sangat luas dan up-to-date meliputi seluruhnya mulai dari kekuatan kata kunci tersebut, reach dan sentimen dari semua posting di media sosial yang mengandung kata kunci tersebut (berlaku untuk Bahasa Inggris). Fitur sentimen secara khusus sangat berguna, dan biasanya diberikan sebagai bagian dari layanan-layanan paket analitik yang besar.

Anda dapat mengukur dan melacak apa yang dikatakan tentang perusahaan Anda, atau produk atau topik apapun. Terupdate secara terus-menerus sehingga Anda bisa mendapat informasi real-time, sekaligus melacak lebih dari 100 platform media sosial. Plus, Anda dapat memilih untuk pemantauan berkala dan alert.

Social-Searcher

Sebagaimana social search engine umumnya, situs ini memungkinkan Anda mencari konten dalam situs sosial secara real-time. Sekaligus menyediakan analisis dan data yang komprehensif. Anda tidak perlu login ke akun media sosial lainnya untuk mendapatkan informasi, peringatan, atau mengirim pesan. Situs ini dibuat pada tahun 2010, dan kini tersedia dalam puluhan bahasa. Anda dapat memilah informasi berdasarkan preferensi atau tanggal.

SumAll

Jika Anda lebih menyukai data dalam bentuk visual, maka SumAll adalah layanan yang mungkin Anda cari. Ada beberapa cara untuk melihat data di SumAll namun yang paling impresif adalah tampilan chart yang memungkinkan Anda memilih periode waktu dan membuat grafik angka dari faktor-faktor yang ada. Dengan menggunakan tool ini Anda bisa dengan cepat membandingkan beberapa metrik dari akun, tagar aktivitas dan momentum campaign.

Sisi negatifnya adalah, SumAll merupakan search engine yang kurang real-time.  Data yang ditampilkan itu mundur sekitar dua hari (terlambat 2 hari).

Topsy

Topsy adalah alat analisis sosial serta mesin pencari sosial. Search engine ini mengindeks beberapa ratus miliar tweet. Uniknya adalah Topsy merupakan salah satu dari beberapa situs real-time yang muncul selama hey day di tahun 2008 sampai 2010 yang masih tumbuh subur dan bertahan sampai sekarang. Topsy adalah mesin data mining paling ideal untuk Twitter.

UTM Parameters dan Google Analytics

Untuk Anda yang ingin mendapatkan sedikit lebih banyak informasi tentang klik pada link, Google Analytics adalah alat yang sangat powerful. Pada saat Anda sudah punya akun Google Analytics, Anda bisa mulai mengeksplor fitur Campaigns yang mereka miliki.

Google Analytics Campaigns mendorong Anda untuk menambahkan metadata yang disebut ‘UTM Paramaters’ pada setiap link Anda. Penambahan ini bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan tools seperti Google’s URL Builder yang membuatkan link untuk Anda setelah mengisikan metadata yang ingin Anda simpan didalamnya. Segera setelah link tersebut jadi, Anda bisa memperpendek link tersebut menggunakan layanan memperpendek link apapun dan mulai mempromosikannya.

Begitu link tersebut sudah digunakan, Anda bisa menggunakan akun Google Analytics untuk bisa melihat seberapa banyak link-link tersebut diklik. Pada tab Campaigns di akun Google Analytics, Anda bisa mulai menyortir berdasarkan metadata yang diterapkan pada link-link Anda.

Memantau campaign produk atau jasa sebuah perusahaan melalui media sosial adalah hal yang penting untuk dilakukan. Jika hal tersebut dilakukan secara real-time tentu dapat membuat Anda dan perusahaan bisa mengetahui seperti apa reaksi masyarakat (dilihat dari tingginya pengguna akun media sosial) dan bisa mengatur ulang strategi campaign Anda agar bisa berhasil. (MZ)

 

Credits :

https://studentpreneur.co/blog/4-mesin-pencari-khusus-untuk-melacak-media-sosial-pelanggan-anda/

http://bangwin.net/2015/05/01/4-cara-memonitor-campaign-media-sosial-anda-dengan-gratis/

Belajar Bisnis dari Pedagang Keliling

Belajar Bisnis dari Pedagang Keliling

Oleh Andi Anugrah
(Dalam perjalanan Jakarta – Bandung)

Coba perhatikan pedagang yang sering lewat depan rumah anda, itupun kalau ada, apakah diantara mereka ada yang baru ? Mungkin ada, tapi mana sempat memperhatikannya. Baiklah, kalau begitu yang sempat saja. Kalau semua tidak sempat, baiklah, baca saja. Siapa tahu bermanfaat buat anda yang sedang menyusun rencana bisnis. Atau bagi yang sedang tugas akhir, boleh juga mempelajari model bisnis ini.

Menarik sebenarnya memperhatikan mereka dalam menjalankan bisnisnya. Kenapa begitu ? Ada yang sudah bertahun-tahun membawa gerobaknya, kondisinya masih sama. Tidak ada perbaikan, baik pada gerobaknya, pakaian yang digunakan, maupun menu makanan tetap sama. Kenapa masih ada yang membeli ? Yah, pastilah ada yang membeli, kalau tidak, ia tidak akan berjualan disitu. Benar bukan ?

Disamping mereka yang sudah berjualan bertahun tahun, ada juga yang akhirnya tidak kelihatan lagi. Bisa karena tidak ada modal jualan, atau tidak ada pembeli. Kalau tak ada modal, pastinya itu karena kesalahan manajemen cash flow. He he he … mereka pintar juga loh berhitung cash flow, walaupun tanpa pembukuan, tapi mereka tahu yang mana yang berhutang.

Yang merasa kurang pembeli, sepertinya mereka kurang promosi atau kurang melakukan inovasi dalam cara berjualan. Coba saja, anda pasti bisa membedakan bunyi tukang nasi goreng dengan tukang bakso. Apanya yang beda, yah itu kentongannya atau bunyi piringnya. Entah siapa yang memulainya, namun itulah cara mereka menentukan perbedaan masakan yang mereka jual. Kadang-kadang mereka ada diskon juga, hmmm … benarkah? Sebenarnya tidak, biasanya diberikan porsi yang lebih banyak. Artinya ia tahu pelanggan yang jadi langganan, bahkan tahu jika ada pelanggan yang tidak membutuhkan garam atau tambahan bawang. Jadi mereka juga menerapkan manajemen pelanggan.

Apakah ada diantara mereka yang berpikiran lebih maju? Misalnya buka franchise atau sewa tempat dan tidak perlu keliling. Hmmm … Mungkin ada juga, namun faktor modal dan perputaran uang yang lebih penting. Walaupun kecil, yang penting berkesinambungan. Namun diantara ada mereka juga masih sempat menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan tinggi atau bahkan ada yang mempunyai rumah atau sawah di kampung halaman. Investasi katanya, wow … mereka lebih tahu investasi secara real dibandingkan kebanyakan dari kita. Begitulah bisnis telah mengajarkan mereka mengelola uangnya dan menempatkan pada tempat yang tepat. Tentunya tidak semua begitu, seperti pebisnis, tidak semuanya diberikan petunjuk untuk menjadi lebih baik.

Diantara mereka ada juga yang baru, ada berbagai macam makanan baru. Ada yang kemudian bertahan cukup lama, ada juga yang hanya sebentar dan menghilang lagi. Makanan seribu warga tampaknya masih dominan, seperti bubur, nasi goreng, bakso, atau soimay. Makanan seperti burger, ayam goreng, sosis dan semacamnya, berubah seiring waktu. Ada juga yang menggunakan cara berbeda untuk berhemat, misalnya tadinya menggunakan mobil, sekarang dengan motor, atau bahkan sepeda. Yang seperti ini, biasanya penjualannya menurun dan sulit menghadapi cost yang meningkat. Namun sebaliknya ada juga yang meningkat, yang tadinya pakai gerobak dorong, sekarang pakai sepeda atau bahkan motor. Yang seperti ini, biasanya melihat peluang dan jangkauan yang lebih luas. Biasanya tempat berdagangnya ada beberapa, pagi disini, dan sore disana.

Oh iya, diantara mereka yang berdagang, ada yang dimodalin oleh seseorang, ia hanya menjalankan. Tidak ada modal katanya dan lebih mudah dibandingkan pinjam dari bank. Hmmm … Ada benarnya, atau ketidaktahuan mereka atas proteksi dari si pemodal tadi. Entahlah, itu rejekinya masing-masing. Yang jelas mereka juga mengenal investor, bahkan ada pedagang yang berani pinjam modal dari calon pembelinya. Nanti dibayarnya dgn produk yang dijual. Wow … Ini seperti gaya pengusaha properti, benarkan?

Prinsipnya mereka tak perlu teori, mereka sudah melakukannya. Apakah mereka lebih berhasil dibandingkan kita? Pastinya, semua bisa dilihat dari cara pandang masing-masing dalam menikmati kehidupan. Apakah mereka lebih bahagia? Yang jelas, mereka telah memberikan kita makanan. Walaupun kita harus membayarnya. Jerih payah mereka mengalir dalam pembuluh darah kita dan menjadi energi untuk mencari uang, yang nantinya digunakan untuk membayar mereka.

Masih banyak kisah bisnis mereka, mendengar cerita mereka pasti banyak hal yang kita bisa pelajari. Apakah anda belajar sesuatu dari tulisan ini ? Ditunggu komentarnya.

Semoga berkenan adanya.