Menjaga Kualitas Contact Center

Workshop Quality Assurance
Jakarta, 16-17 Oktober 2017

Contact center yang baik adalah contact center yang memiliki kualitas yang baik dari segi pemberian layanan dan informasi kepada pelanggan. Namun kualitas yang diukur tidak hanya dari segi pelayanan kepada pelanggan saja, tetapi juga kualitas agent serta operasional contact center. Menjaga kualitas contact center agar menjadi contact center yang baik menjadi tugas dan tanggung jawab para Quality Assurance.

Pelatihan untuk Quality Assurance diadakan untuk mempertahankan kualitas seorang Quality Assurance. Digelar selama dua hari (16-17 Oktober), Workshop Quality Assurance dibawakan oleh Andi Anugrah di Graha Seti. Sembilan orang peserta yang hadir berasal dari berbagai perusahaan dan instansi.

Peserta yang hadir dalam pelatihan ini akan lebih mengetahui tentang peranan Quality Assurance, metode pengukuran kualitas layanan, menentukan angka dan bobot penilaian, penyusunan parameter pengukuran, berpartisipasi dalam simulasi penilaian kualitas, dan perihal kalibrasi.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya menerima materi dan melakukan simulasi saja, namun juga melakukan sejumlah diskusi kelompok. Peserta melakukan diskusi seputar kualitas, persepsi pelanggan, tujuan pengukuran, peranan Quality Assurance, metode Quality Assurance, kompetensi agent, menyusun formulir, dan penilaian terhadap rekaman.

Salah satu peserta Workshop Quality Assurance, Suci, dari BICARA 131 Bank Indonesia, mengungkapkan beberapa hal terkait pelatihan yang diikutinya selama dua hari ini. Suci baru tiga bulan berada di posisi sebagai Quality Assurance di BICARA 131, meskipun memang sebelumnya sudah berpengalaman sebagai agent contact center. “Beberapa hal penting yang saya dapatkan adalah detail penilaian, parameter, menentukan bobot penilaian, yang dulunya saya hanya tau beres. Kalau sekarang kita yang membuat, menilai, mengaplikasikan, memberitahukan ke operasional. Yang seperti ini memang yang saya butuhkan, mengetahui dapurnya QA.” Demikian menurut Suci. Namun menurut Suci waktu pelatihannya kurang panjang, karena QA tidak hanya untuk inbound dan outbound saja, tetapi ada juga email dan juga media sosial. (MZ)

Mengelola Waktu dan Stress

Dalam menghadapi pekerjaan sehari-hari, seseorang menerima berbagai macam tekanan hingga banyaknya muatan pekerjaan sampai-sampai tidak dapat mengatur waktu dengan efektif. Dua hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan dan juga kualitas kesehatan diri sendiri. Namun bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk mengelola waktu dan mengelola stress?

Stress merupakan sebuah kondisi dimana fisik maupun psikis seseorang memberikan respon terhadap situasi yang terjadi pada diri mereka. Stress merupakan reaksi yang normal dan wajar terjadi, dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. Namun jika seseorang kerap kali mengalami stress ditambah dengan banyaknya hal yang harus dilakukan, maka akan berdampak negatif terhadap fisik dan psikis seseorang tersebut. Oleh karena hal tersebut stress management atau mengelola stress sangat diperlukan.

Seseorang harus mengenali stress yang sedang dialaminya, apakah stress ringan atau berat. Stress ringan dapat memberikan dampak positif bagi diri, yaitu untuk menantang diri sendiri agar dapat berpikir dan bertindak cepat dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi. Ada sejumlah cara untuk menghadapi stress ringan, namun cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan menyalurkan stress melalui kegiatan seperti hobi, olahraga, berkomunikasi dengan orang lain, meditasi, relaksasi, spa dan pijat, hiburan dan liburan, serta menerapkan istirahat atau tidur yang efektif.

Sedangkan untuk mengatur waktu agar ritme pekerjaan dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan dengan efektif, maka seseorang harus dapat memberikan prioritas dalam kegiatannya sehari-hari. Memberikan skala prioritas dapat dilakukan dengan mengkategorikan kegiatan dalam posisi penting, tidak penting, mendesak, dan tidak mendesak. Dari skala tersebut dapat dijadikan acuan untuk melakukan kegiatan yang pertama kali harus diselesaikan.

Diharapkan dengan melakukan manajemen waktu serta manajemen stress, seseorang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan efisien serta dapat meningkatkan kualitas hidupnya. (MZ)

Penjualan Berbasis Kebutuhan

Cara atau pendekatan penjualan berbasis kebutuhan disebut juga dengan pendekatan penjualan konsultatif (consultative selling). Pendekatan ini dilakukan dengan menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai dasar untuk dialog penjualan. Kemampuan ini penting bagi penjual (baik direct sales maupun telesales) karena dengan memahami dan menyesuaikan pendekatan penjualan dengan pelanggan dapat meningkatkan nilai penjualan.

Dengan consultative selling, penjual berbincang dengan calon pembeli untuk memahami kebutuhan mereka dan mencocokkan dengan solusi yang relevan. Kebutuhan pelanggan digali dan diidentifikasi melalui tanya jawab yang efektif untuk menemukan kebutuhan pelanggan. Penjual dan pelanggan akan terlibat dalam interaksi yang berfokus pada pelanggan untuk membangun kepercayaan, memahami pelanggan dengan lebih baik, dan menentukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan prioritas pelanggan dengan tepat.

Tampaknya terlihat sulit untuk mengarahkan pembicaraan yang seperti berkonsultasi, namun juga bertugas untuk menjual. Namun hal tersebut dapat dipelajari, dimulai dari menganalisis karakteristik pelanggan, melakukan komunikasi untuk menggali kebutuhan pelanggan, dan belajar untuk melakukan percakapan efektif untuk membawa arah pembicaraan yang menguntungkan. Terakhir adalah bagaimana menentukan solusi yang tepat dan dapat meyakinkan pelanggan.

Melihat pentingnya mengembangkan kemampuan untuk melakukan consultative selling, PT. Telexindo Bizmart mengadakan pelatihan consultative selling. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini agent outbound, telesales, maupun sales dapat mempraktekkan consultative selling kepada pelanggan atau calon pembelinya. (MZ)

Apakah Kemampuan Presentasi Anda Sudah Baik?

Kemampuan presentasi menjadi suatu hal yang harus dimiliki dan dikuasai dengan baik oleh siapa saja. Kita semua sudah melakukan kegiatan ini sejak duduk di bangku sekolah. Namun apakah presentasi yang kita lakukan selama ini sudah cukup baik?

Hal yang esensial dari presentasi adalah materi presentasi. Apa yang akan dipresentasikan jika tidak ada materinya? Jadi, menyiapkan materi presentasi dengan baik juga perlu dilakukan.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar dapat menghasilkan materi presentasi yang baik. Pertama adalah menggali ide, lalu ide tersebut disusun dalam sebuah struktur untuk kemudian dikembangkan menjadi materi. Materi yang disusun juga harus sesuai dengan tujuan presentasi dan audiens yang dihadapi.

Ketika materi sudah disusun dengan urut dan rapi, maka langkah selanjutnya adalah membuat desain slide presentasi. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam membuat desain slide presentasi. Namun yang utama adalah disusun berdasarkan urutan kronologis sesuai materi, singkat, padat, dan menarik. Perlu diingat bahwa slide presentasi adalah alat bantu untuk menyampaikan materi, jadi tidak perlu memuat detail materi dengan panjang lebar.

Presentasi akan berjalan dengan lancar apabila presenter melakukan latihan, latihan, dan latihan. Latihan bisa dilakukan di mana saja, yang penting terbiasa untuk menyampaikan presentasi. Latihan dapat membuat presenter lebih menguasai materi, tidak sekadar menghafalkan. Selain itu latihan presentasi juga dapat dengan mudah untuk menyesuaikan timing, cara berbicara, penggunaan gestur, dan meningkatkan rasa percaya diri.

Dua hal penting lainnya selain mempersiapkan materi dan berlatih adalah mengetahui penggunaan alat dan aplikasi untuk mempresentasikan materi serta menjaga stamina agar prima saat melakukan presentasi. Dua hal tersebut penting agar melakukan presentasi jadi jauh lebih siap.

Banyak hal mendetail lainnya yang perlu dipelajari dan dipraktekkan agar dapat melakukan presentasi dengan baik. Untuk itu PT. Telexindo Bizmart mengadakan pelatihan Upgrade Your Presentation Skill yang akan diadakan pada 10 Oktober 2017. (MZ)