Semangat, Jangan Menyerah Sebelum Bertanding

Semangat, Jangan Menyerah Sebelum Bertanding

Memperhatikan perilaku peserta lomba The Best Contact Center Indonesia dan mencoba memahami motivasi dibalik semua partisipasinya. Terkadang ada perbedaan harapan antara peserta dan perusahaan pengirimnya dalam ikut lomba ini. Ada peserta yang ingin belajar, ada yang ingin hadiahnya, ada yang ingin dikenal, ada yang ingin menguji kemampuan, ada yang ingin bersaing dan ada juga yang ingin punya jaringan pertemanan sesama praktisi contact center. Begitupun, ada juga yang ikut dengan sepenuh hati, sebaliknya ada yang terpaksa ikut lomba.

Semua alasan ikut lomba The Best Contact Center Indonesia tentunya akan menjadi motivasi bagi peserta dan perusahaannya untuk menyiapkan diri dengan baik. Latihan, latihan dan latihan dilakukan yang menyerap banyak energi, waktu dan perhatian. Mereka yang terbaik di perusahaannya telah dipilih dengan seleksi yang ketat, sesuai dengan kinerja mereka. Tentunya tak mudah mendorong mereka untuk menjadi peserta, ada yang kuatir, ada yang kurang berani, tak percaya diri, tak punya waktu, ada proyek yang harus diselesaikan dan sejumlah alasan.

Dengan proses pembekalan yang telah dilakukan dan uji coba ujian yang telah diikuti, peserta dengan penuh keyakinan mampu untuk menyelesaikan ujian tahap pertama dengan baik. Hasilnya sudah terlihat dalam pengumuman ujian tertulis yang telah dilaksanakan. Ada yang kecewa dengan hasilnya, ada juga yang senang dengan nilai yang dicapai. Ada juga yang menyadari kekurangannya, serta ada yang memaklumi kurangnya waktu untuk belajar karena kesibukan kerja.

Proses belajar yang mereka ingin lalui dan mengukur kemampuan dengan perusahaan lain menjadi catatan tersendiri bahwa lomba ini menuntut lebih dari peserta. Keinginan untuk membawa nama harum bagi perusahaan, tentunya harus dibarengi dengan keinginan untuk menyelesaikan lomba dengan hasil yang baik. Caranya ? Hanya dengan belajar, berlatih serta keinginan berbagi sesuatu yang bermanfaat. Kalaupun akhirnya menang, anggaplah sebagai bonus dari kerja keras dalam belajar dan berlatih.

Menyerah, tentunya dalam kamus peserta tidak ada. Kalaupun ada perusahaan yang membatalkan peserta yang rendah nilainya, dengan melihat peluang kemenangan yang tidak memungkinkan. Mungkin hanya sebagai punishment atau sanksi yang telah mengabaikan proses belajar yang diberikan, sehingga nilai test tertulisnya rendah. Bagi perusahaan yang menyadari peluang menangnya rendah, tetapi tetap memberikan peluang bagi karyawannya. Bisa jadi menganggap ini adalah suatu proses belajar yang memacu mereka untuk menyadari bahwa tak ada kata menyerah.

Semangat itu harus ditanamkan, seperti yang dicetuskan oleh Vince Lombardi, salah satu pelatih sepak bola Amerika, bahwa Winners Never Quit, Quitters Never Win. Bagaimanapun tantangan harus dihadapi, semangat untuk menang, menunjukkan keunggulan untuk berbagi pengalaman. Semangat membagi menunjukkan kinerja unggul kepada orang lain menjadi pesan bahwa mereka kreatif. Keberadaan mereka dalam lomba menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing, mengatasi kekurangan dan menunjukkan kemauan untuk menjadi lebih baik.

Lebih lanjut menurut Vince Lombardi, kemenangan bukanlah segalanya, namun kemauan untuk menang adalah segalanya. Ia juga mengungkapkan bahwa perbedaan antara orang sukses dan tidak adalah bukan pada kurangnya kekuatan, bukan kurangnya pengetahuan, melainkan kurangnya kemauan. Berharap bahwa pesan ini menjadi catatan buat semua peserta yang akan bertanding atau yang pernah bertanding bahwa semua itu butuh proses untuk belajar dan berlatih. (AA)

Alasan Menyukai Pekerjaan Contact Center

Andi Anugrah

13 Maret 2018, QUIZ  : Jelaskan 3 alasan mengapa kamu menyukai pekerjaan di contact center? Jangan lupa jelaskan pula alasannya.

1. Ana Nur Syarifah Zakiyah Satuju (ananursyarifahzakiyahsatuju)

Alasan mengapa saya menyukai dunia contact center adalah :
1. Menjadi tantangan sendiri utk agen karena setiap nasabah yang menghubungi call center punya pertanyaan yang berbeda beda.
2. Menyenangkan karena saya suka berinteraksi dengan orang lain bisa menjadi pengalaman sendiri bagi seorang agen dan banyak teman.
3. Melatih kesabaran dan kontrol diri jika mengahadapi nasabah yang hard complain.

2. Diko Media (diariztyan31)

Alasan mengapa saya menyukai dunia contact center adalah :
1. Interaksi dengan orang banyak berbeda bahasa berbeda karakter sehingga saya bisa mengetahui banyak karakter orang melalui daerahnya masing-masing.
2. Melatih Kesabaran, tentunya sebagai agent contact center sabar adalah salah satu kuncinya karena kita tidak boleh terpancing emosi dengan pelanggan sedangkan di setiap harinya sebagian besar call yang masuk adalah pelanggan yang komplain.
3. Manusia setengah Malaikat kenapa disebut demikian karena bagi saya agent contact center adalah gardu terdepan dari perusahaan, penyambung lidah antara pelanggan kepada perusahaan, kita memberikan solusi yang terbaik terhadap case pelanggan. Jadi 3 alasan mengapa saya menyukai dunia contact center.

3. Mariam Constantina Hakim (marychan_yuhuu)

Alasan saya menyukai pekerjaan contact center adalah, contact center adalah my first job, my first experience, my first love.
1. Sontact center adalah pekerjaan pertama sebelum saya lulus kuliah sd saat ini dan my first job is my carrer.
2. My first experience karena di dunia contact center saya mengenal ilmu baru, pengalaman seru dan menyenangkan serta pendewasaan diri.
3. My first love, karena disinilah saya menemukan cinta dalam sepenggal aux yang saya miliki. I love contact center

3. Danang Setyadi (danang.setyadi)

Alasan saya menyukai dunia contact center:
1. Bisa mempunyai sifat saling membantu, alasannya karena setiap harinya menolong dan memberikan solusi yang terbaik terhadap pelanggan yang membutuhkan suatu penjelasan hingga terselesaikan.
2. Bisa Melatih kesabaran, alasannya dari jutaan pelanggan yang komplain, seorang agent contact center harus bisa mengendalikan diri untuk tidak terpancing amarahnya, agar apa yang dibutuhkan oleh pelanggan bisa terjawab dan terselesaikan dengan baik.
3. Bisa mengenal seseorang dr sisi karakternya, alasannya dengan berinteraksi terhadap pelanggan di seluruh wilayah tentu mempunyai adat, suku, serta watak yang berbeda-beda, dimana seorang agent harus bisa menyesuaikan dan memilah intonasi dalam interaksi terhadap pelanggannya, supaya bahasa yang disampaikan bisa mudah di pahami.

4. Achmad Najuri (urieachmad)

Alasan saya menyukai pekerjaan contact center adalah :
1. Dapat lebih menghargai waktu, sudah menjadi rahasia umum disiplin waktu kunci utama untuk bekerja di contact center.
2. Solusi bagi orang lain, notabene pelanggan yang menghubungi contact center mempunyai kendala, disaat susahnya untuk menghubungi contact center, sangat disayangkan apabila kita tidak dapat memberikan solusi atas permasalahan pelanggan.
3. Bisa memahami berbagai macam karakter pelanggan. Indonesia terdiri dari 34 provinsi dan 1.340 suku, yang sudah pasti karakter penduduknya berbeda, dengan dapat belajar dan mendalami berbagai macam karakter pelanggan, minimal dapat memperkecil stress kerja di contact center.
3 hal di atas menjadi alasan saya sangat menyukai kerja di contact center. Semoga menginspirasi

5. Tatang (tatangthea)

Alasan saya menyukai pekerjaan contact center adalah :
1. Team work. Pekerjaan ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi saja namun pekerjaan yang harus saling membantu/memotivasi sesama rekan kerja/team dan tidak saling menjatuhkan sesama rekan kerja.
2. Tantangan. Dunia contact center tentunya akan banyak mendapatkan keluhan baik yang bersifat positif maupun negatifnya di sini kita harus bisa dan mampu menjaga emosional agar tidak terpancing emosi.
3. Rejeki. Apapun pekerjaan/usaha yang kita dapat ini adalah rejeki bagi saya dan saya harus bersyukur dan harus menyukai pekerjaan ini, dan kalau kita menyukai suatu pekerjaan apapun masalahnya pasti ada jalan keluar yang terbaik.

6. Lucky (lucky_excellent118)

Alasan saya menyukai dunia contact center :
1. Bertanggung jawab atas ilmu yang relevan dengan study, yaitu komunikasi.
2. Pekerjaan yang mempunyai budaya kerja unik, karena ada awareness time, cara bersyukur pada pencipta, dan budaya melayani antar karyawan.
3. Pekerjaan yang unik, membantu menyolusikan kebutuhan pelanggan tanpa bertatap muka dengan skala nasional.

7. Wawan Soetiawan (wsutiawan)

3 Saya menyukai pekerjaan contact center adalah :
1. Saya bisa membantu permasalahan customer dengan memberikan informasi yang mereka perlukan. Memberikan rasa tenang meskipun customer sedang mengalami suatu permasalahan. Memberikan kesan positif kepada pelanggan yang mana kita sebagai garda terdepan dari perusahaan.
2. Pekerjaan ini juga kita harus bisa melayani customer dengan hati, bukan hanya sekedar mengugurkan kewajiban sebagai agent contact center.
3. Saya sangat menikmati pekerjaan ini karena bisa banyak belajar banyak hal tentang contact center dari orang orang yang sudah berpengalaman di dalamnya. Yang membuat saya paling bahagia adalah saya dapat bersaing bersama teman teman yang lain. Meskipun saya seorang penyandang disabilitas saya bisa membuktikan kepada mereka bahwa saya bisa.
Salah satu mimpi saya adalah mengikuti lomba TBCCI dan menjadi juaranya. mengikuti jejak teman saya yang sudah berhasil mendapatkan. Walaupun itu tidak mudah, tapi saya yakin bisa. Saya akan terus belajar agar bisa seperti mereka. Jika Allah mengijinkan saya bisa mengikuti lomba TBCCI.

8. Fatopedia (fatopedia)

“Triple Reason” mengapa saya menyukai pekerjaan di Contact Center adalah :
1. Tak Terbatas Ruang. Bagaimana tidak? Contact Center memudahkan proses bertemu antara Aku dan Kamu, Saya dan Anda, hingga menjadi Kita. Ini jelas mematahkan konsep LDR, karena tanpa harus beranjak dari nyamannya rumah, Pelanggan dapat bertatap suara dengan ramah. Tanpa harus jauh berkendara, Saya dapat membantu mensolusikan sebuah prahara.
2. Tak Terbatas Kerja. Dari dunia Contact Center, Saya jadi tahu legitnya sebuah nada. Kenapa demikian? Dari dering panggilan Pelanggan, Saya jadi tahu bahwa Saya dibutuhkan. Dari hangat sapa, Saya jadi tahu Pelanggan menghubungi dengan penuh kepercayaan. Dari derasnya lalu lintas suara, pun Saya akhirnya tahu betapa Pelanggan sangat rindu untuk disolusikan. Ini tak terbatas pada lingkup sekedar kerja. Namun menyadari bahwa ada kepuasan saat mendengar senyum lewat suara. Tak Terbatas kerja, ini karya, dan saling berpahala.
3. Tak Terbatas Waktu. Absolut, itulah waktu. Contact Center 24/7. Saya ingat betul zona waktu Tahun Baru 2017, sempat Saya iri dengan langit yang dipenuhi kembang api. Saya duduk mengetuk papan tombol dan berayun dalam ombak pelayanan. Ya, Traffic Waiting kala itu. Entah mengapa ada saja panggilan Pelanggan yang sebegitunya mau mengantri untuk merangsek masuk. Lalu? Terdengar riuh kembang api sembari terceletuk ucapan “Selamat Tahun Baru, Mas Call Center”. Work Station itu membantu Saya terhubung dan mengunduh kesenangan dari Seorang Pelanggan. “Terimakasih Pak”, jawab Saya.

Jadi, 3 Alasan mengapa Saya menyukai Contact Center adalah Tak Terbatas Ruang, Tak Terbatas Kerja, dan Tak Terbatas Waktu. Semoga menginspirasi dan menumbuhkan kecintaan pada Dunia Contact Center.

9. Oktaf (99hana99)

Saya sudah 8 tahun bergabung menjadi keluarga besar Contact Center. Orang banyak bertanya Why? kok bisa? Mereka pikir Saya Hanya berkutat di zona nyaman saya. Bukan, Bukan, Bukan itu alasannya. Saya sangat betah berada di Industri ini.
1. Call center menjadi sumber tempat pembelajaran karakter buat saya. Dimana saya menghadapi berbagai jenis customer, dan rekan kerja dengan karakternya Unik.
2. Tentu saja sumber penghasilan, dengan jenjang karir yang bervariasi. dan dari Call center juga. Saya bisa keluar negri gratis gara-gara menang ICCA. dan bisa bikin orang tua bangga (damn! I love Call center so Much).
3. Gak hanya itu, gara2 bekerja di Call Center, saya menemukan “My Second Home”. Teman-teman yang selalu berbagi seperti keluarga sendiri. Dan Hebatnya lagi, sejak saya bekerja di call center. benar-benar merubah habit saya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan pintar memanajemen waktu. #semuagaragaracallcenter masih banyak sebenarnya.

10. Okvirinda Stella (okvirinda_stella)

3 alasan mengapa saya “mencintai” pekerjaan di contact center adalah :
1. Membuat saya mengetahui apa itu service, dan dari pekerjaan ini saya tau betapa orang lain bisa tersenyum dengan hanya sebuah service sebuah apresiasi dan penghargaan. Lebih dari itu ternyata hakikat dalam kehidupan ini juga tentang sebuah pelayanan, yaitu melayani tuhan, keluarga, sesama dan pelanggan tentunya. Itulah alasan pertama saya, sebuah service.
2. Ilmu dan tumbuh saya merasa menjadi pribadi yang haus akan ilmu, dan di contact center saya merasa bahwa kami harus terus menerus belajar mengupgrade diri, mengasah skill tidak hanya dari segi public speaking, tapi saya belajar banyak hal seperti bagaimana cara bernegosiasi, bagaimana cara kita mempresentasikan sebuah solusi dan itu sangat sangat keren bagi saya, dan dari sanalah tanpa disadari saya tumbuh menjadi pribadi yang penuh ilmu.
3. Bahagia saya merasa menjadi seoarang pekerja contact center adalah pekerjaan yang sangat membahagiakan dimana setiap hari yang saya lakukan hanya melakukan pelayanan dan membahagiakan orang lain, dan setiap hari saya merasa tidak hanya bekerja, tapi saya juga berkaya karena banyak senyum yang kami bagikan ke jutaan pelanggan setiap harinya. Hal itulah yang membuat saya bahagiaa, sederhana.

11. Shoni Farid Maulana (shonimaulana)

3 alasan mengapa saya menyukai pekerjaan contact center adalah
1. Belajar mengenal ragam budaya di seluruh indonesia dengan cara berinteraksi secara langsung dengan pelanggan. Ketika kami berkomunkasi melalui telepon, dari logat bicaranya saya belajar untuk mengenal darimana pelanggan berasal? Hal ini yang membuat saya bersemangat untuk menerima setiap call yang masuk dari pelanggan.
2. Mengasah public speaking. Saya tidak perlu membayar mahal untuk belajar berkomunikasi aktif dengan audience karena setiap hari saya berinteraksi dengan pelanggan untuk membantu menyelesaikan permasalahannya. Dan pastinya diksi yang saya gunakan semakin berkembang dan bervariasi.
3. Menjadi pribadi yang selalu tumbuh. Bekerja di contact center membuat saya ingin selalu belajar hal baru. Karena tujuan saya adalah memberikan pelayanan yang maksimal. Untuk itu saya selalu update informasi setiap pagi sebelum bekerja. Agar informasi yang saya sampaikan ke pelanggan lebih up to date dan solutif, karena bagi saya, hidup adalah cermin, setiap kebaikan yang saya terima adalah pantulan atas tindakan yang saya lakukan.
Jadi 3 hal mengapa saya menyukai pekerjaan contact center : 1. Mengenal ragam budaya, 2. Mengasah public speaking, 3. Menjadi pribadi yang terus tumbuh. Ketiga hal inilah yang menjadikan saya semakin mencintai dunia contact center dan ingin terus tumbuh bersama contact center.

12. Harshop Collection (harshop_collection)

Saya menyukai pekerjaan di contact center :
1. Pertama karena saya suka berbicara. Contact center media komunikatif yang tepat bagi saya karena saya dapat belajar cara komunikasi yang baik dan tepat serta solutif dalam menghadapi segala macam keluhan pelanggan sehingga pelanggan puas terhadap layanan saya.
2. Kedua saya belajar pentingnya kerjasama. Kerjasama antar team itu sangat berpengaruh atas kemajuan sebuah perusahaan dimana kerjasama yang baik akan terpenuhi jika setiap orang memahami dan menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya masing-masing.
3. Ketiga saya belajar menumbuhkan rasa peduli dimana saya memahami bagaimana ketika pelanggan komplain terhadap permasalahannya. Saya suka membayangkan jika saya seperti pelanggan pasti saya akan melakukan hal sama. Hal ini terjadi dalam hidup saya tanpa saya sadari.

13. Soleh Risky Ramadhan (soleh_risky_ramadhan)

3 hal mengapa saya menyukai pekerjaan di contact center.
1. Belajar mengenal beragam budaya di indonesia. Bagaimana tidak? Bekerja di contact center membuat saya belajar mengenal beragam budaya yang ada di indonesia seperti karakter, bahasa, suku dan logat pelanggan. Karena tak dapat di pungkiri kita tidak hanya melayani 1 daerah saja.
2. Menjadikan kita pribadi yang sabar. Karena pada saat komplain seringkali disertai cacian dan emosi dari pelanggan. Disini seorang customer service dituntut tetap dapat menahan emosi, bersikap ramah dan memberikan solusi kepada pelanggan sehingga permasalahan pelanggan dapat diatasi dengan baik.
3. Mengasah public speaking. Dikarenakan sering berinteraksi dengan pelanggan tanpa kita sadari dapat mengasah public speking. Seperti pepatah mengatakan “ala bisa karena biasa”.

14. Angela Chiquitita (angelachiquitita)

3 Alasan saya menyukai pekerjaan di contact center:
1. Melatih skill komunikasi. Dengan skill komunikasi yang baik, ramah, antusias dan empati akan memberikan kesan kepelanggan melalui suara dengan sepenuh hati, pelanggan akan merasa berkesan ketika dilayani.
2. Melatih kesabaran. Dengan berbagai karakter dan kebutuhan pelanggan yang berbeda ini memberikan pengaruh untuk terus mengasah dan ikut merasakan apa yang dirasakan pelanggan.
3. Melatih multitasking. Ketika ada call yang masuk dituntut untuk kerja yang fokus, cepat dan memainkan semua panca indra diwaktu yang sama.

Mengembangkan Kemampuan Menulis

pelatihan bank sinarmas

Bank Sinarmas : Mengembangkan Kemampuan Menulis

Seiring dengan mengembangan pelayanan yang dilakukan Bank Sinarmas dengan pelayanan EMail, Chat dan Sosial Media. Untuk itu, manajemen contact center Bank Sinarmas mengundang Telexindo Bizmart untuk memberikan pelatihan bagi semua level operasional contact center.

bank sinarmas email

Kegiatan yang dibuka oleh Hendra Goenawan, Manager Contact Center Bank Sinarmas. Hendra menyampaikan harapannya supaya kegiatan ini dapat diikuti dengan baik, sehingga segera dapat diterapkan dalam pelayanan. Perbaikan pelayanan email, chat dan sosial media menjadi sorotan yang cukup penting, seiring dengan perkembangan pelayanan melalui media tersebut.

Sesi pelatihan yang dibawakan oleh Andi Anugrah diikuti oleh lebih dari 30 peserta. Kegiatan pelatihan yang lebih banyak diisi dengan praktek, memungkinkan peserta untuk melatih kemampuan dalam menulis. Sesi pertama diisi dengan latihan menulis artikel, sehingga peserta memahami pemilihan kata dan struktur menulis yang baik.

bank sinarmas menulis

Dengan menggunakan aplikasi email, dan whatsapp, peserta diberikan kesempatan untuk latihan menulis. Kesalahan-kesalahan kecil masih terjadi dalam pemilihan kata, penggunaaan kata kerja, kata sambung, huruf besar dan huruf kecil. Semua itu tidak luput dari perhatian peserta, sehingga menjadi acuan perbaikan yang dapat digunakan dalam pelayanan kepada nasabah.

Berikutnya ada latihan membalas email dengan berbagai kondisi pelayanan. Beragamnya kasus perbankan yang diberikan memungkinkan peserta untuk belajar berbagai hal. Tidak hanya dalam kemampuan menulis, juga dalam memahami proses pelayanan perbankan dengan baik. Peserta juga belajar untuk membedakan bentuk tanggapan yang diberikan untuk pelayanan transaksi dan pelayanan permintaan.

Tidak hanya agent contact center yang hadir dalam sesi pelatihan ini, ada juga tim Quality Assurance, seperti Herdi Yanthi Sihombing. Herdi mengungkapkan dapat lebih memahami mengenai cara membalas email dan chat dengan baik. Selain Herdi, juga hadir Evellin Truitje Messakh dan Yuliana Rosyadi Nasution, keduanya mengungkapkan dapat belajar mengenai cara menulis email yang baik.

Pada kesempatan ini juga hadir Andi Pranata Giarsa, Customer Care Departement Head dari Bank Sinarmas. Selama proses pelatihan, Andi banyak berdiskusi dengan timnya dalam memberikan koreksi terhadap proses pelayanan yang selama ini diberikan. Sekaligus menugaskan kepada tim QA untuk membuat catatan-catatan perbaikan yang dapat dilakukan. Andi juga mengungkapkan bahwa setelah ini bisa membuat beberapa perbaikan dalam kemampuan menulis email bagi agent contact center.

Selama proses pelatihan setiap peserta dilengkapi dengan komputer, sehingga bisa langsung mempraktekan sesuai contoh yang diberikan. Selama satu hari mereka latihan menulis berbagai model email pelayanan, permintaan atau keluhan pelanggan. Tetap saja tidak cukup waktu buat mereka. Beberapa peserta masih membutuhkan beberapa pelatihan tambahan, khususnya dalam meningkatkan engagement dengan nasabah.

Seperti yang diungkapkan Rizki Ferdian yang mengharapkan pelatihan mengenai Telephone Courtesy dan Complaint Handling. Begitu juga Asep Fajar yang membutuhkan pelatihan lebih lanjut mengenai Chat Bots, penanganan Fan Page Facebook serta Instagram. Juga Sari Fauzi Mulyani yang membutuhkan pelatihan mengenai pengelolaan website, serta Dinda yang berharap mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pembuatan laporan sosial media.

Dalam sesi penutup Hendra mengungkapkan rasa senang atas terlaksananya pelatihan hari ini. Berharap semua peserta dapat menerapkan dalam pelayanan contact center. Juga berharap bahwa Telexindo dan Bank Sinarmas bisa bekerjasama dalam memberikan pelatihan-pelatihan selanjutnya. (AA)

Aspek Kepemimpinan Pelayanan

Andi Anugrah APCCAL Leaders

Berdasarkan kuiz yang telah dilaksanakan di instagram ICCA, mengenai 3 aspek kepemimpinan yang perlu dikembangkan. Berikut sharing yang diberikan praktisi contact center. Semoga bermanfaat.

1. Nilam (nilam_disorder)

  1. Menjalankan Prosedur dan Aturan dengan Jelas. Sebagai pemimpin dari sebuah departemen Anda berfungsi sebagai Manajer Tim, dan setiap Proses atau Prosedur yang berlaku perlu ditegakkan dengan baik dan dijalankan oleh masing-masing anggota tim Anda. Kemampuan Anda membuat anggota timmenjalankan proses dan prosedur menunjukkan Anda mampu memimpin mereka.
    2.Menjelaskan Informasi yang Relevan bagi Anggota Tim.Sebagai Pemimpin Anda harus mampu menjelaskan setiap rincian kerja masing-masing anggota tim Anda, dan menjadikan mereka bekerja produktif. Keterbukaan yang dijalankan adalah informasi relevan bagi masing-masing individu Tim Anda. Informasi ini harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan mereka, sehingga dapat bekerja baik dan benar.
  2. Menciptakan Suasana Kerja Kondusif.Seorang Manajer mungkin seorang yang sangat berpengalaman dalam mengelola proses dan prosedur. Dan jika Anda memilih menjadi pemimpin, tidak cukup rasanya hanya memastikan masing-masing anggota tim Anda mengerti dan paham akan proses prosedur berlaku. Sebagai pemimpin tim kerja, Anda harus membangun suasana kondusif, yakni suasana kerja yang penuh keakraban, kehangatan dan lingkungan personal yang dekat. Kedekatan personal secara langsung akan membangun suasana kerja kondusif. Kemampuan Anda melakukan hal tersebut mempertegas aspek kepemimpinan Anda yang handal.
  3. Memotivasi Anggota Tim.Setelah terbangunnya suasana kerja yang hangat dan akrab, selanjutnya perlu dikembangkan kemampuan Anda menjadimotivator bagi tim. Pekerjaan akan menjadi sebuah beban, cepat atau lambat. Dan kemampuan Anda membangun motivasi kepada masing-masing pribadi merupakanketrampilan seorang pemimpin sejati. Aspek kepemimpinan Anda telah terbentuk secara alami jika mampu menjadi tempat bertukar pikiran atau bahkan tempat curahan hati bawahan Anda.
  4. Menerima dan Melakukan Perubahan.Yang terakhir dalam aspek kepemimpinanyang perlu Anda pahami adalah kemampuan untuk menerima dan melakukan perubahan. Perubahan yang diharapkan adalah perbaikan kualitas, peningkatan proses kerja, perubahan sistem kerja lebih efektif.
    #callcenter147

2. Adhi Kurniawan (kurniawanadhi80)

3 aspek kepemimpinan yang perlu dikembangkan :
1. Membuat suasana kondusif
Seorang leader tidak cukup rasanya hanya memastikan masing-masing anggota tim Anda mengerti dan paham akan proses prosedur berlaku. Sebagai pemimpin tim kerja, harus membangun suasana kondusif, yakni suasana kerja yang penuh keakraban, kehangatan dan lingkungan personal yang dekat. Kedekatan personal secara langsung akan membangun suasana kerja kondusif. Kemampuan melakukan hal tersebut mempertegas aspek kepemimpinan yang handal.
2. Memotivasi dan memberi kesempatan tim berkembang
Setelah terbangunnya suasana kerja yang hangat dan akrab, selanjutnya perlu dikembangkan kemampuan menjadi motivator bagi tim. Pekerjaan akan menjadi sebuah beban, cepat atau lambat bergantung kemampuan Leader membangun motivasi kepada masing-masing pribadi merupakan ketrampilan seorang pemimpin sejati. Dalam jangka panjang memberi kesempatan anggota tim berkembang lebih baik menjadi nilai lebih yang membuat setiap individu menjadi bagian penting dalam lingkungan kerja.
3. Menerima dan melakukan perubahan
Yang terakhir dalam aspek kepemimpinan yang perlu adalah kemampuan untuk menerima dan melakukan perubahan. Perubahan yang diharapkan adalah perbaikan kualitas, peningkatan proses kerja, perubahan sistem kerja lebih efektif, peningkatan kinerja individu dan tim. Perubahan yang terjadi karena kondisi pasar pun dapat diakomodir menjadi sebuah tantangan kepada setiap anggota tim. Keberhasilan Tim dalam menghadapi perubahan merupakan kesuksesan menjadi pemimpin.
#CCTelkom147

3. Michana (mifta_nanospraymci)

3 aspek kepemimpinan yang perlu di kembangkan :
1. Menciptakan suasana kerja yang kondusif
kedekatan personal secara langsung akan membangun suasana kerja yg nyaman dan hangat.
2. Menerima dan Melakukan Perubahan
Perubahan yang dimaksud adalah perbaikan kualitas, peningkatan proses kerja dan peningkatan kinerja individu dan tim.
3. Memotivasi Anggota
Jiwa kepemimpinan secara umum terbentuk karena seringnya bertukar pikiran, saling mengingatkan dan bisa juga dengan memberi motivasi kepada anggota.
#AngkasaPura172

4. Diko Media (diariztyan31)

1.Manajemen.
Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan manajemen yang baik. Kita harus dapat merencanakan segala sesuatu secara matang. Semua rencana juga harus berjalan sesuai rencana dan tersusun secara sistematis. Kita juga selalu harus memiliki rencana cadangan, sehingga ketika rencana sebelumnya gagal, Kita punya solusi untuk mengatasinya.
2.Bekerja sama.
Seorang pemimpin yang baik harus bisa menjaga hubungan baik antara dia dan bawahannya. Kita juga harus memastikan bahwa diri kita telah menjalin kerjasama yang baik antara kita dan orang lain.
3.Keterampilan berkomunikasi
kemampuan menyampaikan ide, pendapat serta keinginan dengan baik kepada orang lain, serta dapat dengan mudah mengambil intisari pembicaraan.
3 Aspek kepemimpinan yang perlu dikembangkan menurut saya adalah 1.Manajemen, 2.Bekerja sama, 3.Keterampilan berkomunikasi.
@Telkom_147

5. Hilda (f.helda.haedar)

  1. Disiplin diri, jika disiplin diri sudah diterapkan seorang Leader, maka dpt mnjd contoh baik untuk seluruh agentnya.
  2. Product Knowledge, seorang leader hrs lbh tahu product dan memahami product terutama update untuk seluruh product2 baru yg berlaku.
  3. Skill Konseling, seorang leader hrs memiliki skill konseling yang baik, bertujuan untuk melakukan pendekatan kpd agent agar pada saat leader mengarahkan agent seluruh informasi dan penyampaian dpt berjalan baik, sehingga terjalin komunikasi yg baik antar agent dan leader, selain itu seorang leader hrs mempunyai trick untuk melakukan konseling terhadap agent2 yang agak susah diatur (treatment yg berbeda).
    #KEBHanaBank

6. Adytia Dean Perdana (bismadean)

  1. Aspek Emosional
    Mengenali emosi diri saat diposisikan menjadi pemimpin, tidak lah mudah, terutama berkaitan dengan masalah pribadi. Hal utamanya adalah jangan campurkan masalah pribadi dengan masalah perusahaan, karena berdampak buruk bagi perusahaan yang kamu pimpin.
    Tularkan emosi secara positif, dan tentunya jangan berlebihan. Jangan langsung meng-judge suatu hal, apalagi menyalahkan orang lain.
  2. Aspek Personal
    Aspek yang kedua adalah personability ini yang perlu dipahami yaitu kesadaran kita dalam memahami tujuan hidup, memegang nilai- nilai yang dipercayai, dan tahu apa yang anda inginkan serta mengetahui cara mendapatkannya. Sehingga dalam diri kita akan memperoleh jiwa kepemimpinan karena bawaan personal dr cerminan perilaku.
  3. Aspek Sosial
    Aspek ini sangat penting dalam sebuah proses sosialisasi dengan tim. Karena seorang pemimpin akan mudah menyampaikan visinya, dan menjalankan misinya jika bawahannya merasa senang dengan pemimpin tersebut.
    Jadi 3 Aspek yang sangat penting dalam kepemimpinan versi saya adalah : 1. Emosional, Personal, dan Sosial.
    Terima kasih
    #CC_147 The world in your hands
    #kebhanabank

7. Wahyudi Ibrahim (baim.ig)

3 aspek kepemimpinan yg perlu dikembangkan adalah:
1. Aspek penguasaan prosedur. CC 138 yang dikelola oleh PT Angkasapura2 melayani pelanggan dari berbagai kalangan baik pelanggan internal maupun external seperti penumpang pesawat, pengunjung bandara maupun dari stakeholder yang ada di bandara oleh karena itu masalah yang dihadapi oleh agent pun sangat bervariasi dan setiap masalah tentunya memiliki prosedur pemecahan yang berbeda-beda. oleh karena itu aspek penguasaaan prosedur merupakan salah satu aspek inti yang sangat perlu dikembangkan oleh seorang pemimpin agar dpt mengarahkan para agent untuk menangani setiap permasalahan pelanggan yang selalu berubah sesuai dengan naiknya ekspektasi kepuasan pelanggan. Selain itu penguasaan prosedur juga diperlukan untuk memantau perkembangan pemecahan pelanggan agar lebih mudah untuk dilakukan follow up atau tindak lanjut sampai pada tahapan mana suatu permasalahan ditangani.
2. Management bawahan. CC 138 saat ini mengalami perkembangan yang sgt pesat dimana saat ini contact center 138 telah terbagi kedalam beberapa unit yang artinya sumber daya manusia yang ikut andil didalamnya juga semakin banyak. Tidak jarang dalam operasional sehari hari sering terjadi perbedaan pendapat baik dalam pelayanan permasalahan pelanggan maupun hal2 yang bersifat pribadi yang terbawa ke ranah kerja. Disini lah peran seorang pemimpin sangat diperlukan dalam mengatur bawahanya agar apapun masalah yang dihadapi dapat terpecahkan secara adil dan dapat diterima oleh semua bawahanya. Managemen bawahan juga sangat diperlukan oleh seorang pemimpin dalam memberikan wewenang kepada seorang agent dalam menanggapi permasalahan pelanggan sesuai dengan kapasitas agent tersebut. Sehingga seorang agent dapat mengambil keputusan atas permasalahan pelanggan sesuai dengan batas kewenangan yang dia miliki.
3. Last but not least adalah aspek penguasaan teknologi. Salah satu hal yang paling unik dalam pelayanan contact center Angkasapura 2 adalah pada teknologinya dimana teknologi terbagi kedalam teknologi yang digunakan oleh agent untuk memberikan pelayanan seperti pesawat telpon, computer dll maupun teknologi yang disediakan oleh PT Angkasapura 2 untuk kenyamanan pelanggan seperti self check in, auto gate untuk imigrasi, video call, maupun flight display system dan teknologi lain yang semakin canggih yang ada di bandara. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memiliki bekal kemampuan dan pengetahuan yang memadai tentang teknologi-teknologi yang digunakan di bandara karena tidak jarang pelanggan menanyakan penggunaan teknologi tertentu yang ada di bandara maupun complain atas kendala yang ada. Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin yang ideal sangat perlu untuk selalu mengembangkan pegetahuan dan teknologi pelayanan untuk dapat memberikan pelayanan memuaskan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan. Dengan demikian pemimpin ini bisamenjadi panutan untuk bawahanya sekaligus source of information untuk para agent.

8. Aulia Yaro (auliayaro)

Tiga aspek kepemimpinan yang harus dikembangkan adalah :
1. Koordinatif, merencanakan dan mengarahkan langkah untuk mencapai tujuan bersama dengan selalu saling berkoordinasi antar divisi, saling mengisi, dan saling bersinergi;
2. Loyalitas dan totalitas, loyal untuk menciptakan kader-kader berkualitas dan totalitas dalam sebuah pekerjaan yang dilakukan;
3. Monitoring, melakukan pengawasan dan evaluasi kinerja bersama serta saling memberikan masukan, motivasi, memberikan kesempatan dan kepercayaan pada tim untuk dapat tumbuh dan mengembangkan kemampuan dalam segala bidang kepemimpinan.. Jadi, tiga aspek kepemimpinan yang harus dikembangkan adalah Koordinatif, Loyalitas dan Totalitas, Monitoring.. Tumbuh bersama pemimpin berkualitas tanpa batas.
#CC147

9. Syafrial (syafrialmars)

3 aspek pengembangan yg perlu dilakukan :
1. Komunikasi, mungkin ini hal sepele yg sering diabaikan dlm lingkungan kerja, dikarenakan adaya prosedur tersendiri antar melakukan pekerjaan sehingga komunikasi tdk terjalin dgn baik, namun komunikasi menjadi hal besar yg perlu diperhatikan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan hal-hal yg menjadi kentuaan dlm perusahaan demi mencapai tujuan yg diinginkan. Pemimpin jg harus padai dan sering melakukan komunikasi dgn bawahan, sehingga berdampak baik terutama untuk menciptakan suasana kerja yg harmonis (tdk ada space antara bawahan dan atasan), dan komunikasi menjadi alat untuk menjalin ke akraban antara pemimpin dan bawahan.
2. Motivator, seorang pemimpin wajib kudu bs memotivasi, mengajak, dan mempengaruhi bawahan (tenaga kerja), agar bawahan bs dan mau melakukan apa yg harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Motivasi tdk semata untuk mencapai tujuan perusahaan saja, Motivasi jg bs berupa saran dan semangat baik mengenai pekerjaan maupun diluar pekerjaan, yg diberikan seorang atasan kepada bawahan. Menjadi nilai plus apabila seorang pemimpin bs menjadi tempat mengadu keluh kesah bawahan,baik yg berkaitan dgn pekerjaan maupun diluar pekerjaan, sehingga seorang pemimpin bs langsung memberikan solusi, masukan dan motivasi ke tenaga kerja bersangkutan
3. Role Model, siapa yg tdk mau menjadi seorang pemimpin, apalagi menjadi seorang pemimpin disebuah perusahaan besar. Namun menjadi seorang pemimpin selain bertanggung jawab dan kompeten di bidangnya,, seorang pemimpin jg harus menjadi contoh ke bawahanya, baik buruknya perusahaan ada di tangan seorang pemimpin. Pengembangan ini harus rutin dilakukan selain dari kesadaran diri, dikarenakan seorang atasan merupakan cerminan bawahan. contoh: menaati aturan yg ada diperusahan (misalnya, memakai seragam rapi, datang tepat waktu kecuali ada urusan perusahaan, dan menaati jobdask).
#pln123

10. Laili Nurillahi (nurillahilaili)

3 aspek kepemimpinan yaitu:
1. Ing ngarso sung tuladha dengan arti di depan memberikan teladan dan contoh nyata yang baik,
2. Ing madya mangun karsa artinya di tengah membangun niat bersama berjuang dengan anak buah,
3. Tut wuri handayani artinya di belakang memberikan dorongan dalam arti seorang pemimpin memberikan kesempatan anak buah mengembangkan potensi dan bakatnya sendiri.

11. Khoiriri Matoh (khoriri_matoh)

Selamat pagi dunia, selamat pagi semua.

  1. Seorang pemimpin harus Bisa berdiri di depan, maksudya harus bisa menjadi teladan, pembimbing, dan contoh bagi anggotannya. Pemimpin harus bisa menjadi lentera dan penunjuk arah terhadap ap yang dipimpinnya. Tidak hanya menyalahkan tapi memberikan teladan.
  2. Seorang pemimpin harus bisa berdiri di Tengah. Maksudnya seorang pemimpin harus bisa mengayomi, menjalin kebersamaan & team work yg baik, serta memotivasi untuk mencapai tujuan perusahaan. pemimpin harus bisa mendengar dg kedua telingannya dan berada ditengah agar bisa menentukan kebijakan dg bijak.
  3. Berdiri di Belakang maksudya Seorang pemimpin yg baik harus bisa menempatkan diri di belakang untk mendorong anggota2 ya di perusahaan yg dipimpinnya untuk mewujudkan misi perusahaan. Pemimpin yang baik adalah harus bisa menempatkan diri , di depan memberikan teladan, di tengah untuk memberikan semngat, dan blkang mberikan dorongan demi tujuan kedepan yg lbih baik.
    #Angkasa Pura 172

12. Elisa (eliescha99)

Semua orang dilahirkan sebagai seorang pemimpin. Bagi seorang pemimpin haruslah memiliki jiwa kepemimpinan. Menurut KBBI kepemimpinan berasal dari kata pemimpin yang memuat dua hal yaitu : pemimpin sebagai subjek dan yang dipimpin sebagai obyek. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina, atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab terhadap keberhasilan. aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga ada beberapa hal yang harus dimiliki dan dikembangkan sebagai seorang pemimpin, yaitu:
1. Asah
Seorang pemimpin harus memiliki pikiran yang tajam, planning yang luas, dan keputusan yang bijak. Oleh karennya seorang pemimpin harus memiliki kemampuan managemen yang baik. Pemimpin harus dapat merencanakan segala sesuatu secara matang. Menjadi seorang pemimpin harus memahami dan mengasah keadaan managementnya, apa” yang seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih, apa yang harus dikembangkan dalam sebuah management dan menggali kreatifitas yang dimiliki karyawan bukan sekadar menerima kinerja karyawan.
2. Asuh
Sebagaimana peran ayah dalam rumah tangga yaitu pemimpin bagi keluarga yang mempunyai tanggung jawab mardi siwi(mendidik dan mendewasakan). Sama halnya dalam sebuah management tidak hanya menuntut karyawannya dalam suatu pekerjaan tapi juga bisa menjadi motivator dan pembentuk tekad. Seorang pemimpin yang baik harus memiliki motivasi dan harus mampu memotivasi orang lain. Sehingga didalam lingkungan pekerjaan tanggung jawab dan tugas bukanlah menjadi beban tapi sudah menjadi kesadaran.
3. Asih
Sebagaimana peran seorang ibu untuk memimpin dan mendidik anak”nya penuh dengan cinta dan kasih. Hal yang sama yang harus ditunjukkan sebagai seorang pemimpin tidak hanya sikap tegas dan berwibawa tapi juga rasa asih terhadap karyawannya, terjaminnya kenyamanan karyawan dalam sarana dan prasarana untuk menunjang hasil kinerja yang baik juga menjadi perhatian khusus dalam kepemimpinannya. Oleh karenanya ketika memutuskan sebuah peraturan dan kebijakan yang berlaku semua atas dasar kepentingan dan kenyamanan bersama. Salam hangat dari telkom. The world in your hand ?

13. Rio Fadillah (rio_fadillah4993)

Pertama: kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (followers). Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, kepemimpinan tidak akan ada juga.
Kedua: seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya (his or herpower) mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan.
Ketiga: kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri (integrity), sikap bertanggungjawab yang tulus (compassion), pengetahuan (cognizance), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication) dalam membangun organisasi.
#firstmediagroup

14. Sofyan Hadi (sofyanalmahabbah)

3 aspek yang harus di kembangkan dalam kepemimpinan adalah :
1. Menjalankan prosedur dan aturan dengan jelas. Sebagai pemimpin dari sebuah departemen Anda berfungsi sebagai Manajer Tim, dan setiap Proses atau Prosedur yang berlaku perlu ditegakkan dengan baik dan dijalankan oleh masing-masing anggota tim Anda. Kemampuan Anda membuat anggota tim menjalankan proses dan prosedur menunjukkan Anda mampu memimpin mereka.
2. Menciptakan suasana kerja kondusif. Seorang Manajer mungkin seorang yang sangat berpengalaman dalam mengelola proses dan prosedur. Dan jika Anda memilih menjadi pemimpin, tidak cukup rasanya hanya memastikan masing-masing anggota tim Anda mengerti dan paham akan proses prosedur berlaku. Sebagai pemimpin tim kerja, Anda harus membangun suasana kondusif, yakni suasana kerja yang penuh keakraban, kehangatan dan lingkungan personal yang dekat. Kedekatan personal secara langsung akan membangun suasana kerja kondusif. Kemampuan Anda melakukan hal tersebut mempertegas aspek kepemimpinan Anda yang handal.
3. Menerima dan melakukan perubahan. Yang terakhir dalam aspek kepemimpinan yang perlu Anda pahami adalah kemampuan untuk menerima dan melakukan perubahan. Perubahan yang diharapkan adalah perbaikan kualitas, peningkatan proses kerja, perubahan sistem kerja lebih efektif, peningkatan kinerja individu dan tim. Perubahan yang terjadi karena kondisi pasar pun dapat Anda akomodir menjadi sebuah tantangan kepada setiap anggota tim. Keberhasilan tim anda dalam menghadapi perubahan merupakan kesuksesan anda menjadi pemimpin.
#csjnebki