Ulasan Pelanggan Online

Saat ini, komentar dari mulut ke mulut telah digantikan oleh media sosial dan situs review online. Menurut sebuah studi yang dikelola oleh Dimensional Research dan disponsori oleh Zendesk, sebagian besar responden yang telah membaca ulasan online mengindikasikan bahwa ulasan tersebut mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Studi tersebut melaporkan bahwa 66 persen responden melaporkan membaca ulasan online.

Konsumen juga mempercayai ulasan online. Menurut sebuah survei baru-baru ini oleh BrightLocal, 88 persen konsumen mempercayai ulasan yang mereka temukan secara online sama seperti rekomendasi pribadi.

Banyak konsumen akan mencari informasi tentang bisnis dengan mengunjungi situs review online. Situs ulasan seperti Yelp dan Tripadvisor adalah platform yang besar dan memiliki dampak yang luar biasa pada pengambilan keputusan konsumen. Hasil Google juga mempertimbangkan sumber ulasan online karena ingin memberikan hasil terbaik kepada pengguna.

Survei dari BrightLocal juga memberikan beberapa informasi tentang berapa banyak ulasan yang dibutuhkan perusahaan sebelum memperoleh kepercayaan konsumen. Ternyata, minimal 10 ulasan diperlukan sebelum orang percaya hasilnya. Hal ini penting, karena usaha kecil terkadang berusaha membuat pelanggan meninjau bisnis atau produk mereka. Usaha kecil harus melakukan apa yang mereka bisa untuk mendapatkan visibilitas di situs dengan traffic tinggi seperti Yelp, TripAdvisor, dan Google Reviews.

Keberadaan ulasan terhadap suatu brand juga membuka akses untuk lebih mudah dicari oleh pelanggan. Google akan menampilkan Top Three yang paling relevan dalam pencarian apapun. Semakin sering diulas maka akan semakin besar kesempatan untuk ditampilkan dalam daftar Top Three Google tersebut.

Selain dapat menggerakkan traffic dan meningkatkan penjualan, ulasan online juga dapat memengaruhi pendapatan bisnis. Bahkan pelanggan yang paling cerdas pun mungkin bersedia membayar lebih untuk sebuah perusahaan atau produk dengan ulasan “bagus”, menghargai kepastian kualitas yang berasal dari ulasan positif.

Jelaslah bahwa konsumen sangat dipengaruhi oleh ulasan online dan sering membuat keputusan pembelian berdasarkan ulasan tersebut. Selain itu, situs ulasan online mendapatkan jumlah traffic yang sangat banyak dan pelanggan selalu membaca, menulis dan membandingkan ulasan online. Keberadaan ulasan sangat penting untuk proses pembelian konsumen dan kesuksesan bisnis.

Sumber: Whittenly, Hannah. 2016. How Important Are Your Online Customer Reviews?

Terhubung dengan Pelanggan Secara Digital

Kesuksesan sebuah perusahaan dalam mengembangkan dan memasarkan produk atau jasa tidak lagi terletak pada seberapa banyak mereka dapat menjual produk atau jasanya, melainkan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Beberapa cara dapat dilakukan untuk terus terhubung dengan pelanggan, antara lain melalui blog, buletin, juga media sosial. Lalu bagaimana caranya untuk mengembangkan strategi tersebut?

Strategi pertama adalah dengan membangun komunitas berdasarkan pengalaman yang sama. Melalui website utama, dapat dibangun micro-site, untuk membuat komunitas yang dimaksud. Contoh yang telah sukses melakukan hal ini adalah “Year in Music” yang dibuat oleh Spotify, salah satu platform musik digital. Spotify mengumpulkan data pendengar berdasarkan jenis musik apa yang paling sering didengarkan pelanggan melalui website utama mereka. Dari sini Spotify kemudian membangun micro-site dengan membuat Playlist tertentu.

Hasilnya? Spotify tidak hanya mendapatkan boost secara digital saja, namun juga menciptakan hubungan yang lebih dalam dengan pelanggan yang sama-sama memiliki selera musik yang sama. Bersamaan dengan dibangunnya micro-site, perusahaan juga dapat melakukan pembaharuan desain website utama beserta fitur-fitur yang ada sehingga dapat meningkatkan brand awareness.

Mendapatkan dan tetap menjaga perhatian pelanggan terhadap produk dan jasa yang dimiliki oleh sebuah perusahaan bukanlah tugas yang mudah, apalagi di era digital. Strategi kedua yang dapat diterapkan adalah dengan gamification. Gamification dapat menarik perhatian pelanggan dan tentunya meningkatkan brand awareness serta keterikatan pelanggan dengan produk atau jasa tersebut.

Gamification dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yang disesuaikan dengan produk atau jasa. Misalnya untuk bank dapat menggunakan aplikasi perbankan yang membantu pengguna melacak nilai kredit mereka. Atau untuk produk makanan seperti Domino’s Pizza yang menerapkan alat pelacak yang memberikan rincian proses pembuatan dan pengiriman pizza.

Strategi selanjutnya adalah dengan menggunakan lokasi untuk menambahkan sebuah konteks. Dengan teknologi saat ini, penting untuk mengetahui tidak hanya siapa pelanggan Anda, namun juga dimana lokasi mereka. Dengan memaksimalkan fitur lokasi tersebut, perusahaan dapat menawarkan produk atau jasa mereka sesuai lokasi dan situasi pelanggan.

Pada industri makanan, penggunaan fitur lokasi dapat digunakan untuk mengirimkan iklan bertarget dan penawaran khusus kepada pelanggan yang berada dalam radius tertentu. Penargetan geolokasi dapat membantu produk atau jasa berhasil mencapai targetnya.

Percakapan digital terjadi sepanjang waktu dan tidak semua perusahaan dapat mengetahui segala hal yang terjadi di dunia digital. Maka dari itu, social listening menjadi salah satu strategi yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui apa saja yang terjadi di dunia digital terutama hal-hal yang menyangkut produk atau jasa mereka.

Menggunakan social listening tools dapat memilih frasa, kata, produk tertentu, hashtag atau tagar secara spesifik dalam percakapan sosial. Hal ini dilakukan dengan mencari mention tertentu dan komentar tentang profil produk. Kunci dari social listening adalah mencari tren perbincangan kemudian memberikan feedback yang relevan dan menentukan strategi selanjutnya.

Sejalan dengan tren online marketing di dunia media sosial, penggunaan live video juga efektif untuk menyasar pelanggan. Live video sangat menarik untuk diikuti karena pelanggan dapat merasakan secara langsung dan real time terkait konten apa yang ingin disampaikan oleh brand yang digunakan oleh pelanggan. Live video dapat digunakan untuk sesi tanya jawab, meet-and-greet, peluncuran produk baru, video “behind the scene” atau dibalik layar, dan banyak lagi.

Namun sekali lagi, perlu diingat bahwa penggunaan strategi-strategi tersebut harus disesuaikan dengan jenis produk atau jasa agar sesuai dan tepat sasaran. Memanfaatkan teknologi digital memungkinkan brand untuk memperluas jangkauan mereka serta untuk menjalin keterlibatan dengan pelanggan secara terus-menerus.

Sumber: Levy, Erika. 2017. 5 Innovative Ways to Connect with Customers Digitally.

Inovasi Layanan Pelanggan

Manfaatkan Teknologi Komunikasi dan Media Sosial

Berhasil atau tidaknya sebuah bisnis adalah adanya pelanggan, baik pelanggan baru maupun pelanggan lama yang loyal. Untuk mempertahankan pelanggan lama dan mendapatkan kepercayaan pelanggan baru, pelayanan terbaik harus diberikan. Pelayanan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan, namun juga perlu diperhatikan agar layanan dapat terus berinovasi.

Inovasi layanan dapat diberlakukan untuk upgrade produk, efektif dan efisien dari segi operasional, dan yang paling utama adalah memberikan dukungan dan menjawab kebutuhan pelanggan. Layanan terhadap pelanggan harus terus berinovasi untuk dapat meningkatkan pengalaman pelanggan.

Perkembangan teknologi komunikasi dan penggunaan media sosial yang sudah bukan barang langka menjadi salah satu saluran yang beberapa waktu terakhir sangat diminati karena lebih praktis. Melalui dua hal ini pula, inovasi layanan pelanggan dapat dilakukan.

Pertama adalah mem-follow up pertanyaan, keluhan, dan saran yang dikirimkan melalui media sosial. Membiarkan pesan masuk di media sosial begitu saja akan memberikan dampak negatif bagi kedua belah pihak. Dengan mem-follow up hal-hal tersebut, maka pelanggan akan merasa puas dan after effect untuk perusahaan adalah produk dan layanan akan dipercaya oleh pelanggan.

Kemudiakan sediakan kolom review pada website atau aplikasi yang berkaitan dengan produk. Melalui kolom review ini, dapat diketahui apa yang ada dalam pandangan pelanggan. Beberapa ide dan masukan dari pelanggan juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas baik dari segi produk, operasional, maupun layanan. (MZ)

Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial

Contact Center Social Media
Graha Seti, 25 September 2017

Pelatihan untuk menggunakan media sosial sebagai salah satu saluran dalam contact center diselenggarakan di Graha Seti dan diisi oleh Andi Anugrah. Pelatihan ini dihadiri oleh 19 peserta yang berasal dari delapan perusahaan dan instansi berbeda.

Sesi awal pelatihan diisi dengan kegiatan perkenalan yang tidak biasa, yaitu membuat grup melalui WhatsApp dan peserta diminta untuk mengirimkan foto diri melalui grup tersebut dengan caption nama serta harapan yang diinginkan dari mengikuti pelatihan ini. Andi Anugrah selaku Trainer juga mendorong peserta untuk menanyakan hal-hal tertentu sebelum pelatihan dimulai.

Salah satu aktivitas yang menarik dari pelatihan ini adalah secara berkelompok mengecek media sosial perusahaan tertentu dan mengidentifikasi pelanggan dan pelayanan apa saja yang dibutuhkan oleh pelanggannya.

Beberapa materi yang dipelajari dalam sesi pelatihan kali ini adalah kemampuan menulis, manfaat dan risiko tulisan, membuat dan menyunting artikel, mengetahui interaksi melalui berbagai macam saluran media sosial sepert Facebook, Twitter, dan webchat. Selain itu juga mengetahui bagaimana format penulisan yang baik di media sosial. Tidak kalah penting, peserta juga semakin menambah wawasannya seputar mengevaluasi pelayanan, menentukan indikator pelayanan, dan pelaporan penilaian.

Rudi Yanto, agent social media dari Bank Indonesia mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan pertama yang berhubungan dengan pekerjaannya saat ini. Beberapa hal penting yang dipelajari oleh Rudi antara lain adalah struktur penulisan yang baik, mengetahui waktu-waktu yang tepat untuk mengunggah suatu konten, dan bagaimana menulis konten yang menarik. “Kalau untuk selanjutnya saya ingin mendapatkan pelatihan tentang bagaimana menghadapi berita hoax dan black campaign tentang instansi tempat saya bekerja. Saya rasa sebagai agent social media harus mengetahui bagaimana cara untuk menghadapi hal tersebut.” Demikian harapan Rudi untuk pelatihan selanjutnya. Rudi juga memberikan masukan untuk selanjutnya untuk memperluas materi pelatihan seputar media sosial.

Rekan satu instansi Rudi, yaitu Cicha Nurhayati juga mengungkapkan hal senada. Banyak hal baru yang dipelajarinya melalui pelatihan kali ini. Ini dikarenakan sebelumnya Cicha lebih ke pelayanan langsung face-to-face sebagai Customer Service. Sejumlah hal penting yang dipelajari oleh Cicha antara lain adalah tentang CRM, koordinasi dengan tim, dan membuat pelaporan yang baik. Sedangkan untuk selanjutnya, Cicha berharap dapat belajar lebih dalam tentang penyusunan creative content. (MZ)