Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Pekerjaan yang seolah tidak pernah berakhir dan urusan rumah tangga tentu membuat para pekerja seolah kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. Kesibukan di tempat kerja maupun di rumah terkadang bisa sangat melelahkan.

Agar dapat menghilangkan rasa lelah baik untuk urusan pekerjaan maupun urusan rumah, ada baiknya bila seorang pekerja meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, sekedar untuk melepas penat, atau untuk mengembangkan dirinya sendiri. Beberapa tips di bawah ini mungkin dapat memberikan gambaran betapa pentingnya memiliki waktu untuk diri sendiri.

Prioritaskan Diri Sendiri

Jika Anda terbiasa untuk menempatkan orang lain terlebih dahulu maka akan sulit untuk memprioritaskan diri sendiri, terutama jika Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak. Tidak ada salahnya jika sesekali memikirkan diri sendiri tanpa harus khawatir memikirkan pekerjaan atau anak-anak Anda.

Bagus untuk Anda

Mengambil waktu sendiri memiliki manfaat psikologis dan fisik. Jika Anda memberikan diri Anda waktu untuk istirahat, maka Anda akan merasa segar dan lebih bahagia. Ketika Anda berfokus pada kegiatan hanya untuk Anda, tingkat stres menurun dan Anda memiliki waktu untuk mengisi ulang daya di dalam diri.

Apa yang Dimaksud dengan ‘Me Time‘?

Ada istilah Me Time, dimana artinya merujuk pada frasa ‘waktu saya’, maksudnya adalah waktu untuk diri sendiri. “Sangat penting untuk memiliki waktu untuk diri sendiri bahkan jika itu hanya setengah jam dalam seminggu. Melakukan kegiatan yang menyenangkan, seperti mandi dengan santai, membaca buku, atau berjalan-jalan,” kata Lorraine Thomas, Chief Executive dari Parent Coaching Academy.

Me time bagi setiap orang berbeda-beda, tergantung dari apa yang disukai. Melakukan yoga, membaca, mencoba resep baru, apa pun yang Anda rasa ingin Anda lakukan. Atau bahkan hanya sekedar minum teh atau minum kopi di beranda rumah.

Bisa juga untuk menekuni hobi dan pengembangan diri seperti menggambar, bermain alat musik, menari, menjahit, merajut, atau mengutak-atik kendaraan, memancing, dan mendengarkan musik.

Credits :

Siobhan Harris, http://www.webmd.boots.com/women/guide/me-time

Keterampilan Menyimak Agent

Agent yang baik adalah agent yang mampu “mengerti”, bukan hanya sekedar “mendengarkan” kata-kata yang terucap. Saat pelanggan mengungkapkan pikiran dan perasaannya, mungkin ucapannya terdengar namun agent belum tentu memahami artinya. Untuk memahami, agent harus fokus pada setiap informasi yang pelanggan berikan. Hanya dengan cara inilah, agent dapat menjalankan salah satu fungsi sebagai agent, yakni sebagai “Voice of Customer” atau menjadi suara pelanggan.

Aktivitas menyimak hanya bisa dilakukan ketika tidak sedang berbicara. Biarkan pelanggan yang melakukan call mengungkapkan permintaannya, gali permasalahannya, sehingga bisa menemukan maksud yang terkandung dalam setiap ucapannya. Ada beberapa tips untuk menjadi pendengar yang baik, sebagai berikut.

Konsentrasi

Konsentrasi berarti fokus menyimak gagasan, bukan sibuk menyusun balasan. Dalam mendengarkan seringkali mengalami gangguan, yang menyebabkan konsentrasi terpecah. Terkadang diam bukan untuk mendengarkan, tapi memikirkan jawaban yang pas untuk membalas. Dengarkan dengan jujur, pahami baik-baik, dan hilangkan kekhawatiran tidak bisa menjawab pertanyaan pelanggan. Kalau sudah paham masalah mereka, maka jawaban akan mengalir dengan sendirinya.

Dalam berkonsentrasi agent dapat mencatat hal-hal penting. Ada dua poin yang penting dicatat oleh agent contact center yaitu data profil pelanggan dan masalahnya. Catat poin-poin penting utamanya pada saat melakukan pertanyaan-pertanyaan di awal pembicaraan. Patut dihindari untuk mengajukan pertanyaan yang berulang terkesan tidak menyimak dengan baik.

Sabar

Dalam menyimak dengan baik, maka perlu untuk bersabar dengan tidak memotong pembicaraan. Saat lawan bicara sedang mengungkapkan pikirannya, seringkali terlalu cepat merasa paham kemana arah pembicaraan dan maksudnya. Akibatnya terpancing untuk memotong pembicaraan yang pada akhirnya secara etika terkesan tidak menghormati lawan bicara. Terkesan bersikap sok tahu, padahal belum tentu demikian maksud lawan bicara.

Tujuan dari aktivitas mendengarkan adalah mendapatkan makna kebutuhan pelanggan. Agent tidak akan mampu mendapatkan maknanya, jika terlalu terburu-buru menafsirkan sesuatu atas dasar pikiran sendiri. Bersabar untuk menyimpulkan gagasan utama apa yang hendak disampaikan pelanggan.

Tanggapan

Lawan bicara membutuhkan tanggapan atas interaksi yang dilakukan, sehingga merasa didengar. Untuk itu dapat dilakukan dengan memberikan tanggapan dengan menggunakan kata-kata seru. Hindari membisu sepanjang waktu, sebab pelanggan dapat salah mengartikan diamnya agent sebagai putusnya sambungan atau tidak adanya perhatian.

Berikan umpan balik, yang tidak diartikan pelanggan sebagai bentuk interupsi pembicaraan. Pada saat tertentu dalam pembicaraan, agent harus mengeluarkan suara sebagai indikator bahwa “mengerti” permasalahan mereka. Dalam contact center, ada tiga tanggapan yang sering digunakan yakni kata “ya”, “baik”, dan “betul”. Kata-kata pendek “baik bu” atau “baik pak” bisa dirangkaikan dengan menyebutkan nama pelanggan, misalnya “baik pak Andi”. Kata “baik” bisa dipakai bila “terpaksa” memotong pembicaraan yang terlalu panjang dan melantur.

Sopan Santun

Pada beberapa pelayanan contact center, kadang agent terlalu banyak mengucapkan kata yang tidak perlu. Pada dasarnya agent berusaha terdengar sopan, sebaliknya justru membuat percakapan menjadi lama dan membosankan. Supaya pembicaraan terdengar interaktif dan tetap menjaga kesopanan dalam berinteraksi, maka sebutkan nama pelanggan namun tidak perlu terlalu sering.

Biasakan pula untuk tidak mengucapkan kata maaf bila tidak salah. Ucapkan maaf bila ada dari perkataan atau tindakan yang salah. Penggunaan kata sangat perlu menjadi perhatian agent, dengan begitu memberikan kesan profesional dan citra perusahaan yang diwakili. Penggunaan kosakata yang formal secara positif, tanpa mengurangi adanya kebutuhan untuk berkomunikasi dalam kerangka keakraban.

Credits: Anugrah, Andi. 2015.  First Step to Contact Center Services. Jakarta: Telexindo Bizmart

Jaga Semangat Kerja Agar Tetap Jadi Jawara

Terkadang dalam bekerja ada masa bosan, lelah, atau tidak bersemangat dengan berbagai macam alasan. Hal seperti ini tentu dapat dialami oleh pekerja contact center. Ketika tidak semangat, kinerja dapat mengalami penurunan yang berakibat apa yang menjadi motivasi dan mimpi-mimpi di awal kandas di tengah jalan. Untuk itu, perlu dilakukan hal-hal agar tetap semangat dalam bekerja. Bagaimana cara agar kita tetap semangat setiap hari, bahkan setiap saat?

Dalam bukunya, Live Your Dreams, penulis Les Brown memaparkan bagaimana seseorang bisa menjaga semangatnya agar tetap “lapar” sehingga terus termotivasi.

– Sadari tanggung jawab terhadap diri sendiri. Banyak orang yang selalu memposisikan dirinya sebagai orang yang pantas dibantu. Hidupnya bergantung pada orang lain. Kondisi ini sering melemahkan. Agar tetap termotivasi, ubah pikiran. Yakinkan bahwa sukses tidaknya kita itu tanggung jawab kita sendiri. Tak ada pertolongan bagi kita selain pertolongan diri kita sendiri. Dengan cara ini, ada atau tidak ada bantuan orang lain kita tetap semangat mengejar mimpi kita.

– Review impian kita dua kali sehari. Dengan melihat kembali pada apa yang kita impikan, kita akan terdorong untuk fokus pada apa yang sedang kita kejar. Selain itu kita juga harus mencari hal-hal apa saja yang bisa memotivasi kita sehingga kita tetap fokus pada cita-cita itu.

– Beri tekanan dalam hidup. Tekanan bisa memacu seseorang untuk bekerja pada kemampuan optimalnya. Seorang olahragawan kadang tak muncul performa terbaiknya karena lawan yang dihadapinya tak seimbang, jauh lebih lemah darinya. Ia tidak tertekan, malah santai. Tetapi sebaliknya sering kali seseorang yang disepelekan oleh lawannya justru termotivasi untuk mengalahkannya dan berhasil.

– Bangun keberanian. Jangan biarkan ketakutan terus menghantui kita. Jika kita takut akan sesuatu, hadapi saja. Jangan sampai ketakutan itu mengganggu terus. Misalnya, jika kita takut berenang, segera ambil kursus renang. Hal ini akan membangun mental berani kita.

– Buat target tinggi. Memiliki target yang lebih tinggi akan memicu semangat. Karena itu, jangan memasang target yang biasa-biasa saja. Jika seseorang bekerja di bidang pemasaran lalu menargetkan penjualan 10 item dalam waktu satu minggu, tingkatkan target itu menjadi 50 item. Lalu lihat apa yang akan terjadi.

– Tumbuhkan keyakinan. Makin tinggi keyakinan bahwa kita bisa meraih apa yang kita impikan makin bagus karena ini akan membuat kita tetap semangat untuk merealisasikan mimpi itu. Karena itu tumbuhkan keyakinan bahwa kita mampu. Caranya antara lain dengan menambah keterampilan yang diperlukan, terus belajar dari kehidupan, membaca, bersosialisasi, dan sebagainya.

– Baca kisah inspiratif. Membaca biografi orang-orang sukses sangat bisa memberikan kita dorongan. Jika mereka bisa, mengapa kita tidak bisa?

– Cari nasihat terbaik. Cari kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang sukses, misalnya lewat seminar, program TV atau on air via radio. Tanyakan padanya bagaimana ia bisa meraih semua impiannya, dan mintalah nasihat padanya, berpatokan pada keadaan/situasi Anda.

– Kembangkan kemampuan komunikasi. Zaman sekarang, komunikasi tak sekadar untuk bertukar informasi, namun berperan penting dalam sukses seseorang.

– Senyum. Banyak senyum akan mendatangkan semangat dan membuat nyaman orang-orang di sekeliling kita.

Credits: http://www.andriewongso.com/articles/details/3564/Menjaga-Semangat-Agar-Tetap-Lapar

Mendapatkan Loyalitas Pelanggan

Ada hal lain yang tidak kalah penting dari kepuasan pelanggan, yaitu loyalitas pelanggan. Loyalitas tidak hanya akan didapatkan sekali atau dua kali, namun harus secara berkelanjutan. Karena jika loyalitas ini sempat hilang sekali, maka belum tentu pelanggan tersebut akan kembali loyal terhadap produk, jasa, atau bahkan terhadap nama perusahaan.

Bagaimana cara untuk mendapatkan loyalitas pelanggan secara berkelanjutan? Berikut adalah tips-tips yang dapat diaplikasikan oleh perusahaan Anda.

Menawarkan sesuatu yang unik dan berharga

Keunikan adalah harga yang harus dibayar ketika masuk ke dunia loyalitas pelanggan. Keunikan tidak perlu menjadi fitur produk. Karena, keunikan semacam itu sering kali bersifat sementara. Setidaknya ada dua hal unik yang jauh lebih permanen:

  • Reputasi positif Anda sebagai seorang pebisnis yang dapat dipercaya.
  • Reputasi perusahaan Anda sebagai mitra bisnis yang handal dan tidak merepotkan.

Memahami bisnis pelanggan

Sebagian besar pelanggan mengetahui dengan baik informasi dari produk dan jasa yang Anda tawarkan. Sebaliknya, pelanggan mengharapkan Anda juga mengetahui tentang bisnis mereka. Mereka ingin dan mengharapkan Anda membuat hal-hal sederhana dan memudahkan mereka, bukan sebaliknya.

Idealnya, pelanggan Anda ingin berpikir bahwa Anda adalah bagian dari industri mereka. Ketika Anda dianggap sebagai bagian dari mereka, Anda terlihat sebagai seseorang yang layak mendapatkan loyalitas.

Menambahkan nilai pada setiap kontak

Meski Anda menjual sesuatu yang unik, jika tidak menambahkan nilai setiap kali pelanggan berhubungan dengan Anda dan perusahaan, Anda tidak akan pernah mendapatkan yang namanya loyalitas.

Ini berarti Anda harus membawa sesuatu yang baru dan menarik setiap kali berbicara. Ini berarti berurusan dengan masalah pelanggan sebelum pelanggan menyadari ada masalah. Ini berarti menghormati (dan tidak pernah membuang-buang) waktu pelanggan.

Ingatlah, ketika mendapatkan loyalitas pelanggan, tidak ada kesempatan kedua. Jangan pernah menganggap bahwa pelanggan tidak akan pernah meninggalkan Anda karena memiliki sejarah panjang bersama-sama. Guna mendapatkan loyalitas, Anda harus terus-menerus membuktikan pada pelanggan bahwa hubungan itu sangatlah penting.

Berpikir jauh ke depan

Melebihi harapan tidak berarti menawarkan diskon besar atau produk gratis, justru sebaliknya. Diskon dan produk gratis memurahkan hubungan daripada memperkuatnya.

Apa rahasianya? Jawabannya sangat sederhana. Carikan pelanggan Anda pelanggan baru. Tidak ada pelanggan yang mengharapkan hal tersebut dari Anda.

Keempat tips di atas tentu akan mendatangkan hasil yang maksimal jika perusahaan Anda terus secara konsisten dan berkelanjutan menerapkan tips tersebut.

Credits : http://www.marketing.co.id/4-kunci-loyalitas-pelanggan/