Menjalankan Sesi Brainstorming

Brainstorming merupakan salah satu cara untuk menggali dan mengembangkan gagasan untuk berbagai macam tujuan, penelitian, tugas, merencanakan suatu pekerjaan, dan lainnya. Berikut adalah rangkaian bagaimana menjalankan sesi brainstorming yang baik.

Buat gagasan atau ide sebanyak mungkin

Ada alasan di balik membuat gagasan sebanyak mungkin, yaitu novelty (kebaruan) dan ideas come in waves (gagasan datang dalam gelombang). Biasanya ketika kita meminta seseorang untuk mengemukakan gagasan, ada beberapa gagasan umum yang akan muncul dari setiap orang. Biasanya gagasan ini tipikal,hampir semua orang yang diminta untuk memberikan gagasan tidak memiliki kebaruan atau kreativitas. Untuk mencapai ide kreatif dan novelty (kebaruan), kita perlu mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan ide termudah dan paling sederhana.

Jika diperhatikan dengan saksama, kita mendapatkan ide secara bergelombang. Begitu Anda menemukan beberapa ide kreatif, hal itu lebih mudah untuk memodifikasi, menambahkan atau mengurangi sesuatu dari gagasan itu dan menghasilkan lebih banyak gagasan. Setiap gelombang ide yang Anda alami, Anda akan melihat bahwa Anda bergerak menuju ide yang unik, kreatif dan baru.

Ide gila

Kenapa kita butuh ide gila? Lebih mudah untuk membuat ide gila yang menarik, bisa ditindaklanjuti dan yang sedikit lebih masuk akal daripada membuat ide biasa yang membosankan menjadi menarik. Ambil ide gila untuk memecahkan masalah yang ada dan cobalah untuk membuatnya lebih praktis. Hal ini akan mendorong Anda untuk menumbuhkan semangat kreatif.

Menunda penilaian

Mengapa kita perlu menunda penilaian? Brainstorming adalah proses dua langkah yaitu menghasilkan gagasan dan memilih gagasan. Penting untuk menjadikannya sebagai dua langkah terpisah dalam proses mendapatkan hasil yang baik. Memberikan penilaian dengan terburu-buru dapat membunuh kreativitas lebih cepat. Pada saat seseorang mulai menilai gagasan tertentu itu sebagai sesuatu yang baik atau buruk, pikiran kita mulai menerapkan filter pada pemikiran kreatif kita.

Kesempatan yang sama dan keberagaman

Bagaimana kita bisa memastikan bahwa setiap orang mendapat kesempatan untuk membagikan gagasan mereka? Pembentukan gagasan atau konsep adalah proses dua langkah. Langkah pertama adalah menghasilkan ide, yang dapat dilakukan dalam tiga langkah yang berbeda yaitu brain dump (mengosongkan pikiran), share it (membagikan), dan build upon it (membangun).

Langkah pertama adalah meminta setiap individu mengemukakan ide secara terpisah. Setiap individu dapat mengemukakan gagasan sebanyak mungkin sebagai individu, tanpa diskusi atau berbagi gagasan mereka. Ide ini murni dari pemikiran setiap individu.

Langkah kedua adalah meminta setiap orang untuk berbagi ide dengan tim. Orang lain yang memiliki ide yang sama atau serupa bisa mengelompokkan gagasan mereka seputar ide yang pertama kali diajukan. Semua orang berbagi gagasan mereka satu demi satu sampai semua gagasan dibagikan.

Langkah terakhir dalam proses ini adalah agar orang-orang menghasilkan gagasan baru (menggabungkan, mengedit, mengganti atau mengurangi gagasan yang telah dibagikan oleh seseorang di dalam tim). Hal ini dilakukan lagi secara individual dan nantinya akan dibagikan dengan tim. Tim kemudian dapat mendiskusikan untuk mengeksplorasi apakah mereka dapat menghasilkan gagasan yang lebih kreatif sebagai sebuah tim.

Keseluruhan proses tersebut memang sangat berguna dan efektif untuk digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan ke tahap eksekusi. Namun tidak kalah penting adalah memprioritaskan hal tertentu untuk dijadikan keputusan bersama.

Kesimpulannya adalah brainstorming merupakan kegiatan penting yang berpotensi membantu merangsang kreativitas kita dan memecahkan beberapa tantangan yang paling mendesak. Namun, jika tidak ditanggapi dengan serius dan dilakukan dengan ketat, ini juga merupakan pemborosan waktu.

Sumber: Gupta, Mukesh. 2017. How to Run a Good Brainstorming Session.

Segala Aspek Manager Contact Center

Certified Contact Center Manager
Sentul, Bogor, 23-26 Oktober 2017

Pelatihan bersertifikasi untuk Manager Contact Center telah memasuki hari terakhir. Selama tiga hari sebelumnya, seluruh peserta telah mengikuti bermacam materi dan beberapa kegiatan diskusi kelompok. Peserta sejumlah 21 orang yang hadir berasal dari berbagai perusahaan dan instansi antara lain dari Pro Telekom Indonesia, Bank Bukopin, Swakarya Insan Mandiri, KLIP Direktorat Jenderal Pajak, Bank Panin, Administrasi Medika, Bank KEB Hana Indonesia, Mandiri AXA General Insurance, Coca-Cola Amatil Indonesia, Bank Tabungan Negara, Telexindo Bizmart, Bank Central Asia, dan Angkasa Pura II.

Certified Contact Center Manager (CCCM) merupakan pelatihan bersertifikat untuk manajemen contact center. Andi Anugrah selaku trainer tidak hanya memberikan materi saja, namun juga diskusi kelompok, pemecahan kasus, contoh soal, dan pembahasan soal. Melalui pelatihan ini, para manager diajak untuk mengenali tantangan operasional, baik dari sisi tenaga kerja, proses kerja maupun teknologi contact center.

Ada banyak hal yang dipelajari melalui pelatihan ini, mulai dari peranan contact center, peranan manajemen, manajemen pelanggan, manajemen Pelayanan, manajemen antrean, manajemen kualitas, manajemen kinerja, manajemen penjadwalan, manajemen tenaga kerja, dan teknologi contact center. Di sela sesi materi, peserta juga selalu diajak untuk berdiskusi kelompok dan memaparkan hasil diskusi tersebut.

Di hari ketiga ada sesi spesial, yaitu sesi sharing teknologi yang dibawakan oleh vendor teknologi contact center. Lalu di hari terakhir ini peserta masih berkewajiban untuk menyelesaikan materi terakhir dan pembahasan soal latihan yang sehari sebelumnya telah dibagikan kepada peserta. Sesi terakhir diisi dengan ujian akhir berupa soal tes tertulis yang terdiri dari 50 soal dalam bentuk pemahaman parameter dan analisa kasus operasional contact center. (MZ)

Menjaga Kualitas Contact Center

Workshop Quality Assurance
Jakarta, 16-17 Oktober 2017

Contact center yang baik adalah contact center yang memiliki kualitas yang baik dari segi pemberian layanan dan informasi kepada pelanggan. Namun kualitas yang diukur tidak hanya dari segi pelayanan kepada pelanggan saja, tetapi juga kualitas agent serta operasional contact center. Menjaga kualitas contact center agar menjadi contact center yang baik menjadi tugas dan tanggung jawab para Quality Assurance.

Pelatihan untuk Quality Assurance diadakan untuk mempertahankan kualitas seorang Quality Assurance. Digelar selama dua hari (16-17 Oktober), Workshop Quality Assurance dibawakan oleh Andi Anugrah di Graha Seti. Sembilan orang peserta yang hadir berasal dari berbagai perusahaan dan instansi.

Peserta yang hadir dalam pelatihan ini akan lebih mengetahui tentang peranan Quality Assurance, metode pengukuran kualitas layanan, menentukan angka dan bobot penilaian, penyusunan parameter pengukuran, berpartisipasi dalam simulasi penilaian kualitas, dan perihal kalibrasi.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya menerima materi dan melakukan simulasi saja, namun juga melakukan sejumlah diskusi kelompok. Peserta melakukan diskusi seputar kualitas, persepsi pelanggan, tujuan pengukuran, peranan Quality Assurance, metode Quality Assurance, kompetensi agent, menyusun formulir, dan penilaian terhadap rekaman.

Salah satu peserta Workshop Quality Assurance, Suci, dari BICARA 131 Bank Indonesia, mengungkapkan beberapa hal terkait pelatihan yang diikutinya selama dua hari ini. Suci baru tiga bulan berada di posisi sebagai Quality Assurance di BICARA 131, meskipun memang sebelumnya sudah berpengalaman sebagai agent contact center. “Beberapa hal penting yang saya dapatkan adalah detail penilaian, parameter, menentukan bobot penilaian, yang dulunya saya hanya tau beres. Kalau sekarang kita yang membuat, menilai, mengaplikasikan, memberitahukan ke operasional. Yang seperti ini memang yang saya butuhkan, mengetahui dapurnya QA.” Demikian menurut Suci. Namun menurut Suci waktu pelatihannya kurang panjang, karena QA tidak hanya untuk inbound dan outbound saja, tetapi ada juga email dan juga media sosial. (MZ)

Mengelola Waktu dan Stress

Dalam menghadapi pekerjaan sehari-hari, seseorang menerima berbagai macam tekanan hingga banyaknya muatan pekerjaan sampai-sampai tidak dapat mengatur waktu dengan efektif. Dua hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan dan juga kualitas kesehatan diri sendiri. Namun bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk mengelola waktu dan mengelola stress?

Stress merupakan sebuah kondisi dimana fisik maupun psikis seseorang memberikan respon terhadap situasi yang terjadi pada diri mereka. Stress merupakan reaksi yang normal dan wajar terjadi, dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. Namun jika seseorang kerap kali mengalami stress ditambah dengan banyaknya hal yang harus dilakukan, maka akan berdampak negatif terhadap fisik dan psikis seseorang tersebut. Oleh karena hal tersebut stress management atau mengelola stress sangat diperlukan.

Seseorang harus mengenali stress yang sedang dialaminya, apakah stress ringan atau berat. Stress ringan dapat memberikan dampak positif bagi diri, yaitu untuk menantang diri sendiri agar dapat berpikir dan bertindak cepat dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi. Ada sejumlah cara untuk menghadapi stress ringan, namun cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan menyalurkan stress melalui kegiatan seperti hobi, olahraga, berkomunikasi dengan orang lain, meditasi, relaksasi, spa dan pijat, hiburan dan liburan, serta menerapkan istirahat atau tidur yang efektif.

Sedangkan untuk mengatur waktu agar ritme pekerjaan dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan dengan efektif, maka seseorang harus dapat memberikan prioritas dalam kegiatannya sehari-hari. Memberikan skala prioritas dapat dilakukan dengan mengkategorikan kegiatan dalam posisi penting, tidak penting, mendesak, dan tidak mendesak. Dari skala tersebut dapat dijadikan acuan untuk melakukan kegiatan yang pertama kali harus diselesaikan.

Diharapkan dengan melakukan manajemen waktu serta manajemen stress, seseorang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan efisien serta dapat meningkatkan kualitas hidupnya. (MZ)