Contact Center Social Media

Pelatihan untuk Agent Social Media diadakan kembali pada hari ini (30/1) di Graha Seti. Peserta sejumlah 16 orang berasal dari Angkasa Pura II, AstraWorld, Cyberindo Aditama (CBN), VADS Indonesia, Telexindo, dan Asuransi Kresna Mitra. Pelatihan ini cukup banyak peminatnya, terlihat dari membludaknya peserta sehingga dihadirkan dalam dua batch.

Andi Anugrah mengawali training dengan perkenalan yang dilakukan melalui WhatsApp Group. Materi pertama membahas tentang pelayanan yang diberikan melalui media sosial.

Beberapa hal yang dibahas pada bagian ini antara lain adalah tentang fungsi Contact Center, sumber daya Contact Center, model pelayanan dalam Contact Center, kontribusi Contact Center, perencanaan pelayanan, pelayanan swalayan dengan menggunakan mobile application, pelayanan social media, dan kategorisasi pelayanan.

Selain mendapatkan materi, peserta juga diajak untuk berdiskusi bersama dan praktik menulis sesuai dengan tema yang diberikan. Praktik menulis ini dilakukan secara pribadi kemudian di-share di dalam WhatsApp Group.

Bagaimana kelanjutan kegiatan pelatihan Contact Center Social Media yang berlangsung hari ini? Stay tune! (MZ)

Memantau Media Sosial Perusahaan dengan Search Engine

Sebuah perusahaan yang telah meluncurkan produk atau jasa terbaru tentu ingin mengetahui bagaimana respon masyarakat akan produk atau jasa tersebut. Salah satu langkah yang saat ini sudah viral digunakan adalah melakukan campaign dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Secara spesifik, pemantauan melalui Twitter jauh lebih mudah mengingat traffic-nya yang lebih cepat dan jangkauannya lebih luas. Apalagi dengan menggunakan mention dan hashtag atau tagar menjadi lebih mudah dalam melakukan pencarian.

Mencari melalui mention atau hashtag saja tidaklah cukup. Sebuah perusahaan tentu ingin mengetahui bagaimana campaign produk atau jasa mereka di mata masyarakat secara statistik. Berikut ada beberapa search engine yang dapat digunakan untuk memantau, menghitung, dan mengetahui secara keseluruhan campaign produk atau jasa di media sosial secara real-time. Search engine berikut tidak hanya untuk Twitter saja, namun juga bisa untuk platform media sosial lainnya.

Bitly

Bitly adalah layanan memperpendek link yang sudah sangat terkenal dengan fungsi analitik yang sangat mudah dioperasionalkan. Setelah Anda membuat akun baru, Anda bisa menuliskan link yang ingin Anda perpendek, klik tombol pemendek lalu link yang sudah diperpendek siap digunakan.

Layanan statistiknya terupdate secara real-time, jadi jika link Anda diklik seseorang, maka orang tersebut (jika memungkinkan), info geografis dan situs referensinya akan tersimpan. Anda bisa melihat semua link-link yang tersimpan atau Anda bisa juga melihat bagaimana semua link yang tersimpan itu bersikap sebagai satu grup. Ini adalah sebuah cara yang sangat sederhana untuk memonitor sebuah campaign, namun cara ini cukup andal untuk memeriksa dengan cepat performa link-link Anda.

Smashfuse

Mesin populer ini bekerja dengan mengabaikan situs-situs statis dan menambang data di situs media sosial. Selain dari Twitter dan Facebook, Anda juga akan menemukan informasi dari Vimeo, Google+, dan sejumlah platform media sosial di seluruh dunia yang mungkin belum pernah Anda dengar. Di sini, Anda bisa mendapatkan akses terhadap topik-topik yang sedang trending dan menggunakannya untuk kepentingan marketing Anda.

SocialMention

Ketika semua layanan bisa memberikan insight dari sebuah akun (followers, following, mentions, dan sebagainya), SocialMention khusus dibuat untuk mengukur kata kunci (keywords) dan tagar (hashtag) dengan sangat baik. Setelah memasukkan kata kunci yang diinginkan, SocialMention akan menghasilkan laporan yang sangat luas dan up-to-date meliputi seluruhnya mulai dari kekuatan kata kunci tersebut, reach dan sentimen dari semua posting di media sosial yang mengandung kata kunci tersebut (berlaku untuk Bahasa Inggris). Fitur sentimen secara khusus sangat berguna, dan biasanya diberikan sebagai bagian dari layanan-layanan paket analitik yang besar.

Anda dapat mengukur dan melacak apa yang dikatakan tentang perusahaan Anda, atau produk atau topik apapun. Terupdate secara terus-menerus sehingga Anda bisa mendapat informasi real-time, sekaligus melacak lebih dari 100 platform media sosial. Plus, Anda dapat memilih untuk pemantauan berkala dan alert.

Social-Searcher

Sebagaimana social search engine umumnya, situs ini memungkinkan Anda mencari konten dalam situs sosial secara real-time. Sekaligus menyediakan analisis dan data yang komprehensif. Anda tidak perlu login ke akun media sosial lainnya untuk mendapatkan informasi, peringatan, atau mengirim pesan. Situs ini dibuat pada tahun 2010, dan kini tersedia dalam puluhan bahasa. Anda dapat memilah informasi berdasarkan preferensi atau tanggal.

SumAll

Jika Anda lebih menyukai data dalam bentuk visual, maka SumAll adalah layanan yang mungkin Anda cari. Ada beberapa cara untuk melihat data di SumAll namun yang paling impresif adalah tampilan chart yang memungkinkan Anda memilih periode waktu dan membuat grafik angka dari faktor-faktor yang ada. Dengan menggunakan tool ini Anda bisa dengan cepat membandingkan beberapa metrik dari akun, tagar aktivitas dan momentum campaign.

Sisi negatifnya adalah, SumAll merupakan search engine yang kurang real-time.  Data yang ditampilkan itu mundur sekitar dua hari (terlambat 2 hari).

Topsy

Topsy adalah alat analisis sosial serta mesin pencari sosial. Search engine ini mengindeks beberapa ratus miliar tweet. Uniknya adalah Topsy merupakan salah satu dari beberapa situs real-time yang muncul selama hey day di tahun 2008 sampai 2010 yang masih tumbuh subur dan bertahan sampai sekarang. Topsy adalah mesin data mining paling ideal untuk Twitter.

UTM Parameters dan Google Analytics

Untuk Anda yang ingin mendapatkan sedikit lebih banyak informasi tentang klik pada link, Google Analytics adalah alat yang sangat powerful. Pada saat Anda sudah punya akun Google Analytics, Anda bisa mulai mengeksplor fitur Campaigns yang mereka miliki.

Google Analytics Campaigns mendorong Anda untuk menambahkan metadata yang disebut ‘UTM Paramaters’ pada setiap link Anda. Penambahan ini bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan tools seperti Google’s URL Builder yang membuatkan link untuk Anda setelah mengisikan metadata yang ingin Anda simpan didalamnya. Segera setelah link tersebut jadi, Anda bisa memperpendek link tersebut menggunakan layanan memperpendek link apapun dan mulai mempromosikannya.

Begitu link tersebut sudah digunakan, Anda bisa menggunakan akun Google Analytics untuk bisa melihat seberapa banyak link-link tersebut diklik. Pada tab Campaigns di akun Google Analytics, Anda bisa mulai menyortir berdasarkan metadata yang diterapkan pada link-link Anda.

Memantau campaign produk atau jasa sebuah perusahaan melalui media sosial adalah hal yang penting untuk dilakukan. Jika hal tersebut dilakukan secara real-time tentu dapat membuat Anda dan perusahaan bisa mengetahui seperti apa reaksi masyarakat (dilihat dari tingginya pengguna akun media sosial) dan bisa mengatur ulang strategi campaign Anda agar bisa berhasil. (MZ)

 

Credits :

https://studentpreneur.co/blog/4-mesin-pencari-khusus-untuk-melacak-media-sosial-pelanggan-anda/

http://bangwin.net/2015/05/01/4-cara-memonitor-campaign-media-sosial-anda-dengan-gratis/

Social Media Efek Bagus Update Status

Harus diakui, di kalangan Gen Y, social media tengah digandrungi, marak, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pergaulan. Bukan hanya di level pemuda, social media pun telah menyentuh rentang-rentang usia lain. Maka, tidaklah mengherankan apabila ditemukan survey, diungkap oleh socialbakers.com, yang menyatakan ada 42.2 juta akun Facebook di Indonesia pada tahun 2012. Ini adalah angka terbesar ke-4 di dunia. Angka ini diprediksi akan terus meningkat, hingga pada tahun 2014, menurut S a l i n g S i l a n g . com, sehingga pengguna social media di tanah air bisa mencapai 100 juta pengguna. Dengan angka yang demikian besar, bisa dipastikan social media memiliki peran atau dampak di hampir seluruh aspek kehidupan. Termasuk persoalan kualitas tenaga kerja bagi perusahaan. Dari sisi apa social media mempengaruhi dunia human resources?

Menurut Prof. Hora Tjitra, Executive Director, Tjitra & Associates Consulting, social media akan mempengaruhi bisnis dalam sektor rekrutman tenaga kerja. Dikatakan bahwa pertumbuhan social media telah dimanfaatkan banyak organisasi pada rentang tahun 2009 hingga 2011. Hasilnya cukup signifikan, di mana berdasarkan hasil survey dari Social Recruiting Survey 2011 (Jobvite), ada 68 persen perusahaan yang melakukan rekrutmen via jejaring sosial pada tahun 2009. Angka tersebut meningkat menjadi 73.3 persen di tahun berikutnya, dan terakhir menjadi 80.2 persen di tahun 2011. “Tren” ini mungkin disebabkan faktor efektivitas dan biaya. Menggunakan jejaring sosial, hasil yang diperoleh dapat lebih cepat dan murah biayanya. Aksesnya mudah, juga luas. Via jejaring sosial, baik pelamar dan perusahaan dapat melihat kondite masing-masing, sesuai profil yang ditampilkan. LinkedIn dan Pinterest menjadi dua nama yang berkibar dalam pembahasan ini. Selain rekrutmen, fenomena jejaring sosial juga dapat digunakan perusahaan untuk mendekatkan brand dan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini disadari oleh banyak perusahaan, baik komersial maupun badan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Buktinya, beberapa waktu lalu, tepatnya pada bulan April 2012, dalam acara CEO Breakfast Meeting BUMN Marketeers Club di Jakarta, para direktur BUMN telah sepakat untuk memakai jejaring sosial sebagai strategi marketing.

Jejaring sosial pun bisa dipakai sebagai sarana untuk mendistribusikan informasi yang sifatnya umum kepada karyawan, baik di kantor pusat dan cabang. Bisa pula digunakan untuk menunjang programprogram pembelajaran dan pengembangan kompetensi. Plus, dimanfaatkan oleh bagian human resources untuk mempelajari calon karyawan dan karyawannya. Mulai dari photo profile, cover, apa-apa saja yang diupload, status, hingga komentarkomentar yang ditulis adalah masukan berharga bagi human resources untuk mengenali karyawan atau calon karyawannya. Karena pertimbangan inilah, ada baiknya kita menggunakan jejaring sosial untuk tujuan yang produktif, bukan hanya untuk kesenangan. Secara karir, jejaring sosial bisa membantu Anda untuk dapat pekerjaan dengan menampilkan hal-hal yang positif setiap harinya. Dengan demikian, pihak perusahaan kelak mendapatkan impresi yang baik mengenai diri kita. Bandingkan bila jejaring sosial kita dipenuhi dengan keluhan, kata-kata yang kurang sopan, bahkan tidak pantas.

Bagian human resources akan menemukan hal tersebut dan menilai diri kita belum cocok bergabung dengan perusahaan. Yang dikhawatirkan adalah sifat-sifatnegatif tersebut dapat merugikan atau merusak nama baik perusahaan di masa depan. Misalkan, dengan mengeluhkan keadaan kantor, permasalahan di dalamnya, mengungkapkan kekurangan atasan, dan bahkan membuat kompetitor perusahaan mengetahui kelemahan perusahaan. Terakhir, yang juga perlu dicatat, perhatikan pula intensitas kita di jejaring sosial. Terlalu banyak aktif di jejaring sosial membuat Anda, menurut Edward De Bono, menjadi kurang kreatif dan cenderung malas karena dilimpahi dengan info yang belum tentu valid. Imbangi hobi surfing jejaring sosial dengan banyak membaca, menggali informasi dari sumber lain, seperti seminar, buku, pelatihan, dan lain sebagainya. Sehingga, kita bisa lebih “sehat” dan menampilkan yang terbaik.