Penjualan Berbasis Kebutuhan

Penjualan Berbasis Kebutuhan

Cara atau pendekatan penjualan berbasis kebutuhan disebut juga dengan pendekatan penjualan konsultatif (consultative selling). Pendekatan ini dilakukan dengan menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai dasar untuk dialog penjualan. Kemampuan ini penting bagi penjual (baik direct sales maupun telesales) karena dengan memahami dan menyesuaikan pendekatan penjualan dengan pelanggan dapat meningkatkan nilai penjualan.

Dengan consultative selling, penjual berbincang dengan calon pembeli untuk memahami kebutuhan mereka dan mencocokkan dengan solusi yang relevan. Kebutuhan pelanggan digali dan diidentifikasi melalui tanya jawab yang efektif untuk menemukan kebutuhan pelanggan. Penjual dan pelanggan akan terlibat dalam interaksi yang berfokus pada pelanggan untuk membangun kepercayaan, memahami pelanggan dengan lebih baik, dan menentukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan prioritas pelanggan dengan tepat.

Tampaknya terlihat sulit untuk mengarahkan pembicaraan yang seperti berkonsultasi, namun juga bertugas untuk menjual. Namun hal tersebut dapat dipelajari, dimulai dari menganalisis karakteristik pelanggan, melakukan komunikasi untuk menggali kebutuhan pelanggan, dan belajar untuk melakukan percakapan efektif untuk membawa arah pembicaraan yang menguntungkan. Terakhir adalah bagaimana menentukan solusi yang tepat dan dapat meyakinkan pelanggan.

Melihat pentingnya mengembangkan kemampuan untuk melakukan consultative selling, PT. Telexindo Bizmart mengadakan pelatihan consultative selling. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini agent outbound, telesales, maupun sales dapat mempraktekkan consultative selling kepada pelanggan atau calon pembelinya. (MZ)

Apakah Kemampuan Presentasi Anda Sudah Baik?

Apakah Kemampuan Presentasi Anda Sudah Baik?

Kemampuan presentasi menjadi suatu hal yang harus dimiliki dan dikuasai dengan baik oleh siapa saja. Kita semua sudah melakukan kegiatan ini sejak duduk di bangku sekolah. Namun apakah presentasi yang kita lakukan selama ini sudah cukup baik?

Hal yang esensial dari presentasi adalah materi presentasi. Apa yang akan dipresentasikan jika tidak ada materinya? Jadi, menyiapkan materi presentasi dengan baik juga perlu dilakukan.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar dapat menghasilkan materi presentasi yang baik. Pertama adalah menggali ide, lalu ide tersebut disusun dalam sebuah struktur untuk kemudian dikembangkan menjadi materi. Materi yang disusun juga harus sesuai dengan tujuan presentasi dan audiens yang dihadapi.

Ketika materi sudah disusun dengan urut dan rapi, maka langkah selanjutnya adalah membuat desain slide presentasi. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam membuat desain slide presentasi. Namun yang utama adalah disusun berdasarkan urutan kronologis sesuai materi, singkat, padat, dan menarik. Perlu diingat bahwa slide presentasi adalah alat bantu untuk menyampaikan materi, jadi tidak perlu memuat detail materi dengan panjang lebar.

Presentasi akan berjalan dengan lancar apabila presenter melakukan latihan, latihan, dan latihan. Latihan bisa dilakukan di mana saja, yang penting terbiasa untuk menyampaikan presentasi. Latihan dapat membuat presenter lebih menguasai materi, tidak sekadar menghafalkan. Selain itu latihan presentasi juga dapat dengan mudah untuk menyesuaikan timing, cara berbicara, penggunaan gestur, dan meningkatkan rasa percaya diri.

Dua hal penting lainnya selain mempersiapkan materi dan berlatih adalah mengetahui penggunaan alat dan aplikasi untuk mempresentasikan materi serta menjaga stamina agar prima saat melakukan presentasi. Dua hal tersebut penting agar melakukan presentasi jadi jauh lebih siap.

Banyak hal mendetail lainnya yang perlu dipelajari dan dipraktekkan agar dapat melakukan presentasi dengan baik. Untuk itu PT. Telexindo Bizmart mengadakan pelatihan Upgrade Your Presentation Skill yang akan diadakan pada 10 Oktober 2017. (MZ)

Etika Bertelepon

Panggilan telepon untuk melayani pelanggan masih menjadi favorit para pelanggan, hal ini dikarenakan pelanggan akan mendapatkan jawaban segera setelah mereka melakukan panggilan. Agar meninggalkan kesan yang baik terhadap pelanggan, agent harus memiliki pengetahuan produk yang baik, solusi yang tepat, dan tentu saja etika bertelepon yang baik.

Etika bertelepon yang baik adalah menerapkan kesopanan dalam bertelepon (telephone courtesy). Biasanya ada dua panggilan dalam layanan pelanggan, yaitu panggilan yang dilakukan oleh pelanggan (inbound call) dan panggilan kepada pelanggan (outbound call). Tata cara dan urutannya memang berbeda, namun kesopanan yang diterapkan secara garis besar sama.

Bentuk kesopanan dalam bertelepon ini ada banyak sekali, mulai dari menjawab dalam berapa kali dering, salam, penyebutan nama, dan lainnya. Namun beberapa hal berikut perlu menjadi perhatian.

Pertama adalah communication style, salah satunya dengan menerapkan smiling voice, yaitu memberikan suasana pembicaraan yang menyenangkan kepada pelanggan. Kedua adalah menerapkan guideline dan prosedur yang tepat, salah satunya adalah dengan menggali informasi dengan tepat, yaitu dengan menanyakan hal-hal tertentu agar dapat dicarikan solusi yang paling tepat terhadap permasalahan yang dialami pelanggan. Ketiga adalah menggunakan bahasa yang baku namun mudah dipahami, bukan bahasa slang, atau bahasa yang terlalu teknis.

Hal ini dapat dilihat dari sejumlah komentar peserta yang pernah mengikuti pelatihan Telephone Courtesy. Pelatihan tentang Telephone Courtesy penting agar agent dapat menerapkan etika bertelepon yang baik. Selanjutnya, pelatihan ini akan dilaksanakan kembali oleh PT. Telexindo Bizmart pada tanggal 5 Oktober 2017. (MZ)

Menggunakan Media Sosial dengan Efektif

Sesi pelatihan selanjutnya mulai fokus untuk mempelajari penggunaan media sosial secara efektif. Media sosial yang paling umum digunakan adalah Facebook melalui fanpage dan Twitter. Interaksi media sosial terdiri dari tiga macam yaitu blog atau post yang digunakan untuk edukasi, tweet yang digunakan untuk triggering, dan chat yang bersifat konsultatif.

Selanjutnya, peserta diajak untuk menulis dalam format media sosial, khususnya Twitter. Twitter menjadi salah satu media sosial yang populer dan mudah digunakan.

Format penulisan Twitter yang umum digunakan adalah dengan mention ID pengguna Twitter, teks yang berisi informasi, link atau tautan informasi, teks, hashtag, dan nama atau inisial CS.

Beberapa hal yang harus menjadi perhatian saat menulis tweet adalah dengan memberikan link, alasan untuk klik link, memberikan kode, menggunakan kata kerja daripada kata benda dan kata sifat, menyapa pembaca (dengan istilah ‘tweeps’ atau ‘sobat’), memperhatikan penggunaan singkatan, gunakan gambar dan video untuk memperjelas informasi dan engagement rate yang lebih besar, dan bila perlu menyediakan layanan personal.

Sesi terakhir adalah menganalisis jenis pelayanan yang dilakukan secara berkelompok. Satu kelompok yang terdiri dari tiga hingga empat orang. Masing-masing kelompok memilih pelayanan yang dilakukan dengan Twitter. Tiga puluh tweet paling atas dipilih dan dianalisis jenis layanannya.

Tiga orang peserta dari Tiki JNE, yaitu Felicia, Nurul, dan Umi menyampaikan bahwa ini adalah pelatihan media sosial pertama mereka. Sampai sesi siang hari ini, menurut Felicia, mendapatkan tambahan ilmu seputar teknik menulis yang baik. Sedangkan menurut Nurul, harapannya dengan mengikuti pelatihan ini adalah mengetahui pemanfaatan media sosial yang benar dan akan diaplikasikan ke dalam pekerjaan. (MZ)