Asah Kemampuan Presentasi

Semua orang bisa mengemukakan pendapatnya, salah satunya adalah dengan presentasi. Namun bagaimana cara berbicara di depan umum dan menyampaikan presentasi dengan efektif? Kemampuan untuk berbicara di depan umum dan presentasi dengan efektif membutuhkan latihan yang terus menerus.

Kemampuan presentasi membantu seseorang untuk menyampaikan pendapat secara runtut dan terarah. Selain itu, presentasi yang efektif serta keterampilan berbicara di depan umum kini menjadi penting di dalam bisnis, penjualan, pelatihan, atau untuk mengikuti lomba tertentu. Maka dari itu, Telexindo menyelenggarakan pelatihan Upgrade Your Presentation Skill yang diadakan hari ini (27/2) di Graha Seti.

Peserta yang hadir sejumlah 22 peserta yang berasal dari 22 perusahaan yang berbeda pula. Mubyar Nur Khaliq selaku trainer menyapa seluruh peserta dan memperkenalkan diri. Peserta juga diminta untuk memperkenalkan dirinya masing-masing. Kegiatan ice breaking juga dilakukan agar peserta rileks dan lebih akrab satu sama lain.

Setelah sesi pembukaan, Mubyar mengawali sesi pertama dengan materi tentang Preparing the Presentation. Materi ini mempelajari tentang teknik dasar membuat materi presentasi. Hal yang harus menjadi perhatian bagi para presenter adalah 3Y yang merupakan kependekan dari Your Audience, Your Venue, and You. Your Audience mengharuskan presenter untuk mengetahui karakter audience. Setelah mengetahui karakter audience, dapat diketahui cara yang tepat untuk menyampaikan informasi. Kedua adalah Your Venue yang mengharuskan presenter mengetahui “panggung” agar dapat mengatur aksi panggung serta interaksi dengan audience. Terakhir adalah You, maksudnya adalah kesiapan diri sendiri. Bagian paling esensial dari mempersiapkan diri sendiri adalah presentation material.

Setelah materi pertama berakhir, peserta ditantang untuk menyusun slide presentasi yang berhubungan dengan perusahaan atau pekerjaan masing-masing. Tidak hanya menyusun saja, beberapa peserta juga diminta untuk mempresentasikan hasilnya. Bagaimana kelanjutan pelatihan ini? Tips apa lagi yang akan dipelajari oleh peserta? Stay tune! (MZ)

Para Penjaga Kualitas

Kegiatan pelatihan dan ujian bagi para Quality Assurance kembali diadakan oleh Telexindo. Kegiatan yang berlangsung di Graha Seti selama dua hari ini dihadiri oleh sembilan orang peserta dari Global Tiket Network (Tiket.com), Prudential Life Assurance, Toyota Astra Finance, Bank Indonesia, Bank Central Asia, Adhya Tirta Batam, dan Commonwealth Life.

Training ini dimulai dengan perkenalan oleh Andi Anugrah sebagai trainer dan dilanjutkan oleh perkenalan masing-masing peserta. Setelah perkenalan selesai, Andi Anugrah memulai sesi pertama dengan mempresentasikan materi pertama yaitu tentang peranan Quality Assurance. Pada bagian awal, peserta diminta untuk mendiskusikan tentang arti kualitas. Sesuatu dapat dikatakan memiliki kualitas jika hal tersebut sesuai dengan standard, standard sendiri adalah sesuatu yang dapat diukur atau parameter. Parameter yang disusun dapat digunakan untuk menetapkan suatu nilai. Selain itu, kalibrasi juga menjadi hal yang penting untuk dilakukan, yang dapat dilakukan oleh QA dengan Team Leader, dan juga Supervisor.

Pengukuran kualitas dilakukan dengan tujuan antara lain untuk menghemat biaya pengulangan pelayanan, meningkatkan kepuasan pelanggan, identifikasi potensi bisnis dan pendapatan, identifikasi inefisiensi proses, meningkatkan produktivitas, memberikan umpan balik pelayanan, dan antisipasi risiko pelanggan, bisnis, dan pelayanan.

Andi Anugrah kemudian menjelaskan tentang peranan dalam kualitas pelayanan. Peran team leader adalah membantu agent untuk menyelesaikan permasalahan pelanggan. Peran supervisor adalah menyediakan solusi atau sumber daya. Kemudian Quality Assurance sendiri berperan untuk mengontrol hal tersebut. Selain itu peran QA yang lain adalah untuk coaching, counselling, kalibrasi, roots cause analysis, mystery call dan test product knowledge, serta melakukan benchmarking.

Kegiatan yang dilakukan oleh QA antara lain adalah melakukan kontrol kualitas pelayanan yang meliputi silent monitoring, observation, dan compliance. Kemudian pengembangan kualitas pelayanan yang meliputi case analysis, calibration, scripting, sharing session, benchmarking, dan survey. Terakhir adalah pengembangan kompetensi agent yang meliputi call quality, score, mystery call, role play, dan quiz. (MZ)