Menguji Kompetensi

Lomba The Best Contact Center Indonesia 2020 akan dimulai dengan ujian pengetahuan untuk peserta Individual. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 23-24 September 2020 secara online. Upaya yang dilakukan untuk menguji kompetensi praktisi contact center. Hal ini juga dilakukan sebagai bagian dari keseimbangan antara kemampuan presentasi dan kemampuan analisis. Peserta diharapkan tidak hanya pandai dalam presentasi, akan tetapi juga pandai dalam menguasai teori contact center.

Kegiatan ini diharapkan dapat diikuti semua peserta yang dikelompokkan dalam 6 sesi ujian. Ujian kategori Leader akan diikuti oleh peserta Team Leader, Supervisor, dan Manager. Ujian dengan soal Support akan diikuti oleh kategori IT Support, Desk Control, Quality Assurance dan Trainer. Khusus untuk peserta Outbound yang merupakan gabungan dari kategori Telemarketer, Telesales, Desk Collection dan Team Leader Outbound. Begitu juga kategori ujian Digital akan diikuti oleh Agent Digital dan Team Leader Digital. Selain itu tentunya ada kategori ujian untuk Inbound, yang akan diikuti oleh Agent dan Back Office. Yang terakhir adalah kategori ujian Customer Service yang akan diikuti oleh Customer Service dan Team Leader Customer Service.

Setiap peserta akan diberikan kesempatan untuk latihan menggunakan aplikasi. Dalam proses ujian peserta akan menggunakan aplikasi ujian dan pengawasan dilakukan dengan aplikasi video conference. Hasil ujian beserta nilai peserta secara otomatis akan didapatkan oleh peserta pada setiap akhir sesi ujian. Ujian akan dilaksanakan selama 60 menit atau 120 menit tergantung pada kategori yang diikuti.

Selanjutnya akan ada lomba presentasi yang akan dilaksanakan pada 5 – 15 Oktober 2020. Peserta akan diminta untuk mengirimkan video presentasi dan selanjutnya akan mengikuti wawancara secara online. Kegiatan akan dipandu oleh moderator dan akan dinilai oleh juri votelock. Semua kegiatan dilakukan secara online melalui video conference. Juri akan memberikan penilaian menggunakan aplikasi penilaian yang disediakan.

Selain lomba kategori Individu, ICCA juga memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk mengikuti lomba Korporat yang terdiri dari Korporat Program dan Korporat Teamwork. Khusus untuk lomba Teamwork akan menarik karena peserta akan diuji dengan keterampilan dalam menyusun jadwal, menyusun laporan, menilai kualitas, membuat prosedur, menguji pengetahuan dan melakukan penjualan. Semuanya dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi.

Berharap bahwa semua kegiatan ini memberikan tantangan buat semua peserta, sehingga dapat melatih diri dan berkompetisi dengan baik. Dengan hadirnya 28 perusahaan yang telah mendaftar dan menyertakan 171 peserta Individual menunjukkan adanya semangat untuk mensukseskan acara ini. Juga ada 56 tim yang akan mengikuti kategori Korporat serta 21 tim mengikuti kategori Teamwork.

Bagi yang belum mendaftar segerakan. Ayo berpartisipasi, hanya sampai hari ini 31 Agustus 2020 dan dapatkan kesempatkan untuk menguji kompetensi diri dan tim anda. Semangat. #CelotehPagi (AA)

Terbang dan Bandara

Saya ingin menulis mengenai penerbangan dan pengalaman selama di bandara yang pernah saya singgahi. Cerita pertama adalah perjalanan ke luar negeri pada tahun 2007 ke salah satu kota di China. Walaupun sudah sering ke luar negeri, ini adalah pengalaman yang berkesan sampai sekarang. Kenapa begitu ?

Dengan keterbatasan informasi, saya mendapatkan tiket untuk berangkat menjadi wakil Indonesia dalam diskusi pembentukan Asosiasi Contact Center Asia Pasifik. Kota yang dituju adalah Hainan, saya nggak tahu dimana bagiannya. Penerbangan dari Jakarta menuju kota tersebut tidak bisa langsung, harus singgah di salah satu bandara transit, kalau tidak salah Guangzhou. Bandaranya cukup besar, tetapi yang saya tidak sukai adalah banyak orang yang meludah sembarang di lantai. Walaupun ada petugas kebersihan, tetapi kondisi tersebut tidak mengenakkan.

Yang menyenangkan dalam setiap perjalanan ke China, adalah adanya fasilitas jemputan dari bandara. Tuan rumah memang secara khusus menyediakan jika kita menjadi delegasi. Hal yang sama terjadi pada saat itu, masalahnya supir yang ditunjuk sendiri dan tidak mengerti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Perjalanan dari bandara ke lokasi pertemuan membutuhkan waktu 2 jam perjalanan. Saya tidak tahu kalau perjalanan akan lama, maka saya merasa gelisah di mobil, karena tidak sampai-sampai ke tempat yang dituju. Alhamdulillah setelah perjalanan cukup lama akhirnya sampai juga, tempatnya terpencil dan dekat dengan pantai. Belakangan baru saya tahu bahwa itu sebuah pulau di selatan China.

Cerita kedua adalah perjalanan penerbangan menggunakan pesawat kecil di pedalaman Korea. Waktu itu, sekitar tahun 2000, sebagai salah satu karyawan di penyedia teknologi contact center. Saya mendapatkan kesempatan employee gathering di pedalaman Korea yang bersalju. Sekitar bulan Maret, saat itu saya sedang mengikuti kuliah di Jakarta. Berhubung ada ujian yang harus saya ikuti, saya kembali lebih awal. Nah, pada saat kembali harus sendiri dan menggunakan bandara yang kecil dan pesawat kecil menuju Seoul. Masih terasa musim dingin, merasakan tempat yang tidak ada yang dikenal dan bahasa yang digunakan isyarat.

Sebenarnya saya juga pernah naik pesawat kecil yang menggunakan baling-baling waktu ke Aceh, sekitar tahun 1995. Salah satu perusahaan minyak di sana membutuhkan teknologi PABX dan saya dikirim kesana untuk memberikan penjelasan. Yang mengerikan adalah adanya cerita pesawat ditembak oleh salah satu gerakan yang terkenal pada masa itu. Alhamdulillah beruntungnya kejadian itu tidak terjadi pada saya.

Itu mengenai terbang, kalau mengenai bandara, hampir semua bandara akan terasa lega kalau mempunyai langit-langit yang tinggi. Mungkin terasa seperti Bandara Soekarna Hatta, juga bandara Hongkong, Singapore, Beijing, Seoul, Bangkok, Kuala Lumpur, Amsterdam, Abudabi dan Dubai serta masih banyak lagi. Kalau yang sempit bandara internasionalnya, yah mulai dari Manila, Hanoi, Osaka, Nagoya, atau mungkin juga Paris. Yang pengaturan antrean imigrasinya yang tentunya sedikit tidak mengenakkan. Yang paling bagus pelayanan imigrasinya adalah Jepang dan paling buruk adalah Saudi Arabia.

Yang saya suka menunggu adalah di bandara Bangkok, karena bisa membeli manggo sticky rice dan berbagai hal menarik lainnya. Yang menarik adanya atraksi budaya di bandara Seoul, Korea. Kalau di bandara Singapore dan Jakarta, karena tempat belanjanya banyak dan bisa makan sesuai selera. Masih banyak kota di dunia yang belum saya kunjungi, semoga suatu saat bisa terbang lagi.

Anyway sebelum menutup ceritanya, Itu mengenai terbang dan bandara, masih banyak cerita perjalanan yang sebenarnya bisa ditulis disini. Kalau terlalu panjang nanti bosan membacanya. Semangat, semoga pandemik berlalu dan kita bisa terbang lagi. Yuk, semangat. #CelotehPagi (AA)

Petani

Ada seorang petani di kota kelahiranku. Dia punya sawah yang luas, dia juga punya peternakan ayam dan sapi, produksi telur ayamnya banyak. Selain itu dia juga punya kolam ikan yang tentunya banyak ikannya. Tak jauh dari rumahnya ada kebun dengan beragam buah-buahan, pastinya ada pisang dan kelapa. Rumahnya dikelilingi oleh sawah, ada sungai mengalir di dekat rumahnya. Rasanya semua kebutuhan untuk makan bisa dipenuhi.

Untuk makan, pastinya perlu memasak dan untuk memasak tentunya dia bisa menggunakan kayu bakar, tetapi ia menggunakan kompor gas. Namun, tak cukup dengan itu, ia akan butuh panci atau wajan. Dia bisa membelinya, dengan hasil sawah, telur, ayam, ikan dan lain-lain, bisa dijual dan membeli berbagai kebutuhannya. Dia bisa membangun rumah kayu panggung dengan kualitas kayu terbaik, dilengkapi dengan berbagai ruangan beserta isinya. Semuanya harus dibeli, tentunya tidak bisa ditukar dengan ayam, ikan atau telur.

Bahkan ia juga membeli mesin untuk mengolah padi menjadi beras. Tak hanya itu, ia juga membeli kendaraan untuk membajak sawah dan mesin untuk melakukan panen. Berbagai peralatan tersebut membantunya untuk memproduksi lebih banyak dan pekerjaan menjadi lebih mudah. Tentunya ia juga butuh kendaraan untuk mengangkut padi menuju pabrik pengolahan padinya. Bisa juga digunakan untuk mengangkut ke pasar atau pembeli yang membutuhkan. Semua itu harus dibeli.

Keinginan untuk melakukan sesuatu lebih banyak menuntut dia menyediakan peralatan bahkan tenaga kerja yang lebih banyak. Banyak orang yang bekerja untuknya, baik untuk membantu membajak sawah, membantu memberi makan ayam, mengumpulkan telur dan memelihara kebun. Semua bantuan tersebut harus dibayar.

Jika ia terus meningkatkan produksinya, maka semakin besar hasilnya dan uangnya semakin banyak. Untuk apa semua itu, untuk membayar semua keinginan yang dia pikirkan dan orang sekitarnya pikirkan. Kalau hanya untuk makan tentunya semua kebutuhannya sudah terpenuhi. Terus kenapa dia harus menghasilkan lebih banyak. Apakah untuk membantu orang lain atau untuk generasi selanjutnya, atau ia hanya mengisi hidupnya dengan sesuatu yang bermanfaat ? Entahlah, yang jelas ia masih punya keinginan.

Mungkin keinginan hanya bisa duduk santai menikmati hidangan ayam bakar, sambil duduk memandang hamparan sawah kehijauan serta menikmati aliran sungai dan gemercik air dari kolam ikan. Bisa juga salah satu keinginannya adalah bisa beli mobil mewah, jalan-jalan keliling dunia, atau menginap di hotel mewah, juga bisa makan di restoran ternama. Mungkin juga keinginannya, membuat pesantren, membangun sekolah, membangun panti asuhan, memberi makan orang banyak, menyumbang ke berbagai lembaga sosial, membangun masjid, naik haji atau umroh setiap tahun.

Pada saat sawah tidak menghasilkan karena banjir, atau ternak ayam terkena penyakit dan tidak bisa menghasilkan telur lebih banyak. Pekerja tidak mampu dibayar lagi, karena produksi terhenti. Setelah beberapa bulan tidak menghasilkan dan apa yang terjadi ? Ia harus menggunakan semua sisa tabungannya. Mungkin saja itu yang dinamakan resesi petani.

Resesi atas keinginan yang lebih banyak, lebih banyak dan lebih banyak lagi. Padahal, dia bisa duduk santai menikmati alam semesta dan karunia Allah SWT. Begitulah kehidupan, ketika keinginan menyebabkan kita melakukan sesuatu lebih dari batas. Semoga menyadarkan kita untuk bersyukur dan menikmati yang ada. Akan tetapi hal ini juga tidak menyebabkan kita berpangku tangan, berdiam diri untuk melakukan sesuatu. Bersyukur jika kita diberikan sesuatu seperti petani tersebut, bagaimana jika tidak ?

Menyukuri nikmat dan menyadari kemampuan yang dimiliki untuk menuliskan sesuatu. Berharap bisa berbagi dengan semua rekan-rekan pembaca. Sesuatu yang memberikan semangat. Semoga berkenan adanya. #CelotehPagi (AA)