Menguji Kompetensi

Lomba The Best Contact Center Indonesia 2020 akan dimulai dengan ujian pengetahuan untuk peserta Individual. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 23-24 September 2020 secara online. Upaya yang dilakukan untuk menguji kompetensi praktisi contact center. Hal ini juga dilakukan sebagai bagian dari keseimbangan antara kemampuan presentasi dan kemampuan analisis. Peserta diharapkan tidak hanya pandai dalam presentasi, akan tetapi juga pandai dalam menguasai teori contact center.

Kegiatan ini diharapkan dapat diikuti semua peserta yang dikelompokkan dalam 6 sesi ujian. Ujian kategori Leader akan diikuti oleh peserta Team Leader, Supervisor, dan Manager. Ujian dengan soal Support akan diikuti oleh kategori IT Support, Desk Control, Quality Assurance dan Trainer. Khusus untuk peserta Outbound yang merupakan gabungan dari kategori Telemarketer, Telesales, Desk Collection dan Team Leader Outbound. Begitu juga kategori ujian Digital akan diikuti oleh Agent Digital dan Team Leader Digital. Selain itu tentunya ada kategori ujian untuk Inbound, yang akan diikuti oleh Agent dan Back Office. Yang terakhir adalah kategori ujian Customer Service yang akan diikuti oleh Customer Service dan Team Leader Customer Service.

Setiap peserta akan diberikan kesempatan untuk latihan menggunakan aplikasi. Dalam proses ujian peserta akan menggunakan aplikasi ujian dan pengawasan dilakukan dengan aplikasi video conference. Hasil ujian beserta nilai peserta secara otomatis akan didapatkan oleh peserta pada setiap akhir sesi ujian. Ujian akan dilaksanakan selama 60 menit atau 120 menit tergantung pada kategori yang diikuti.

Selanjutnya akan ada lomba presentasi yang akan dilaksanakan pada 5 – 15 Oktober 2020. Peserta akan diminta untuk mengirimkan video presentasi dan selanjutnya akan mengikuti wawancara secara online. Kegiatan akan dipandu oleh moderator dan akan dinilai oleh juri votelock. Semua kegiatan dilakukan secara online melalui video conference. Juri akan memberikan penilaian menggunakan aplikasi penilaian yang disediakan.

Selain lomba kategori Individu, ICCA juga memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk mengikuti lomba Korporat yang terdiri dari Korporat Program dan Korporat Teamwork. Khusus untuk lomba Teamwork akan menarik karena peserta akan diuji dengan keterampilan dalam menyusun jadwal, menyusun laporan, menilai kualitas, membuat prosedur, menguji pengetahuan dan melakukan penjualan. Semuanya dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi.

Berharap bahwa semua kegiatan ini memberikan tantangan buat semua peserta, sehingga dapat melatih diri dan berkompetisi dengan baik. Dengan hadirnya 28 perusahaan yang telah mendaftar dan menyertakan 171 peserta Individual menunjukkan adanya semangat untuk mensukseskan acara ini. Juga ada 56 tim yang akan mengikuti kategori Korporat serta 21 tim mengikuti kategori Teamwork.

Bagi yang belum mendaftar segerakan. Ayo berpartisipasi, hanya sampai hari ini 31 Agustus 2020 dan dapatkan kesempatkan untuk menguji kompetensi diri dan tim anda. Semangat. #CelotehPagi (AA)

Terbang dan Bandara

Saya ingin menulis mengenai penerbangan dan pengalaman selama di bandara yang pernah saya singgahi. Cerita pertama adalah perjalanan ke luar negeri pada tahun 2007 ke salah satu kota di China. Walaupun sudah sering ke luar negeri, ini adalah pengalaman yang berkesan sampai sekarang. Kenapa begitu ?

Dengan keterbatasan informasi, saya mendapatkan tiket untuk berangkat menjadi wakil Indonesia dalam diskusi pembentukan Asosiasi Contact Center Asia Pasifik. Kota yang dituju adalah Hainan, saya nggak tahu dimana bagiannya. Penerbangan dari Jakarta menuju kota tersebut tidak bisa langsung, harus singgah di salah satu bandara transit, kalau tidak salah Guangzhou. Bandaranya cukup besar, tetapi yang saya tidak sukai adalah banyak orang yang meludah sembarang di lantai. Walaupun ada petugas kebersihan, tetapi kondisi tersebut tidak mengenakkan.

Yang menyenangkan dalam setiap perjalanan ke China, adalah adanya fasilitas jemputan dari bandara. Tuan rumah memang secara khusus menyediakan jika kita menjadi delegasi. Hal yang sama terjadi pada saat itu, masalahnya supir yang ditunjuk sendiri dan tidak mengerti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Perjalanan dari bandara ke lokasi pertemuan membutuhkan waktu 2 jam perjalanan. Saya tidak tahu kalau perjalanan akan lama, maka saya merasa gelisah di mobil, karena tidak sampai-sampai ke tempat yang dituju. Alhamdulillah setelah perjalanan cukup lama akhirnya sampai juga, tempatnya terpencil dan dekat dengan pantai. Belakangan baru saya tahu bahwa itu sebuah pulau di selatan China.

Cerita kedua adalah perjalanan penerbangan menggunakan pesawat kecil di pedalaman Korea. Waktu itu, sekitar tahun 2000, sebagai salah satu karyawan di penyedia teknologi contact center. Saya mendapatkan kesempatan employee gathering di pedalaman Korea yang bersalju. Sekitar bulan Maret, saat itu saya sedang mengikuti kuliah di Jakarta. Berhubung ada ujian yang harus saya ikuti, saya kembali lebih awal. Nah, pada saat kembali harus sendiri dan menggunakan bandara yang kecil dan pesawat kecil menuju Seoul. Masih terasa musim dingin, merasakan tempat yang tidak ada yang dikenal dan bahasa yang digunakan isyarat.

Sebenarnya saya juga pernah naik pesawat kecil yang menggunakan baling-baling waktu ke Aceh, sekitar tahun 1995. Salah satu perusahaan minyak di sana membutuhkan teknologi PABX dan saya dikirim kesana untuk memberikan penjelasan. Yang mengerikan adalah adanya cerita pesawat ditembak oleh salah satu gerakan yang terkenal pada masa itu. Alhamdulillah beruntungnya kejadian itu tidak terjadi pada saya.

Itu mengenai terbang, kalau mengenai bandara, hampir semua bandara akan terasa lega kalau mempunyai langit-langit yang tinggi. Mungkin terasa seperti Bandara Soekarna Hatta, juga bandara Hongkong, Singapore, Beijing, Seoul, Bangkok, Kuala Lumpur, Amsterdam, Abudabi dan Dubai serta masih banyak lagi. Kalau yang sempit bandara internasionalnya, yah mulai dari Manila, Hanoi, Osaka, Nagoya, atau mungkin juga Paris. Yang pengaturan antrean imigrasinya yang tentunya sedikit tidak mengenakkan. Yang paling bagus pelayanan imigrasinya adalah Jepang dan paling buruk adalah Saudi Arabia.

Yang saya suka menunggu adalah di bandara Bangkok, karena bisa membeli manggo sticky rice dan berbagai hal menarik lainnya. Yang menarik adanya atraksi budaya di bandara Seoul, Korea. Kalau di bandara Singapore dan Jakarta, karena tempat belanjanya banyak dan bisa makan sesuai selera. Masih banyak kota di dunia yang belum saya kunjungi, semoga suatu saat bisa terbang lagi.

Anyway sebelum menutup ceritanya, Itu mengenai terbang dan bandara, masih banyak cerita perjalanan yang sebenarnya bisa ditulis disini. Kalau terlalu panjang nanti bosan membacanya. Semangat, semoga pandemik berlalu dan kita bisa terbang lagi. Yuk, semangat. #CelotehPagi (AA)

Petani

Ada seorang petani di kota kelahiranku. Dia punya sawah yang luas, dia juga punya peternakan ayam dan sapi, produksi telur ayamnya banyak. Selain itu dia juga punya kolam ikan yang tentunya banyak ikannya. Tak jauh dari rumahnya ada kebun dengan beragam buah-buahan, pastinya ada pisang dan kelapa. Rumahnya dikelilingi oleh sawah, ada sungai mengalir di dekat rumahnya. Rasanya semua kebutuhan untuk makan bisa dipenuhi.

Untuk makan, pastinya perlu memasak dan untuk memasak tentunya dia bisa menggunakan kayu bakar, tetapi ia menggunakan kompor gas. Namun, tak cukup dengan itu, ia akan butuh panci atau wajan. Dia bisa membelinya, dengan hasil sawah, telur, ayam, ikan dan lain-lain, bisa dijual dan membeli berbagai kebutuhannya. Dia bisa membangun rumah kayu panggung dengan kualitas kayu terbaik, dilengkapi dengan berbagai ruangan beserta isinya. Semuanya harus dibeli, tentunya tidak bisa ditukar dengan ayam, ikan atau telur.

Bahkan ia juga membeli mesin untuk mengolah padi menjadi beras. Tak hanya itu, ia juga membeli kendaraan untuk membajak sawah dan mesin untuk melakukan panen. Berbagai peralatan tersebut membantunya untuk memproduksi lebih banyak dan pekerjaan menjadi lebih mudah. Tentunya ia juga butuh kendaraan untuk mengangkut padi menuju pabrik pengolahan padinya. Bisa juga digunakan untuk mengangkut ke pasar atau pembeli yang membutuhkan. Semua itu harus dibeli.

Keinginan untuk melakukan sesuatu lebih banyak menuntut dia menyediakan peralatan bahkan tenaga kerja yang lebih banyak. Banyak orang yang bekerja untuknya, baik untuk membantu membajak sawah, membantu memberi makan ayam, mengumpulkan telur dan memelihara kebun. Semua bantuan tersebut harus dibayar.

Jika ia terus meningkatkan produksinya, maka semakin besar hasilnya dan uangnya semakin banyak. Untuk apa semua itu, untuk membayar semua keinginan yang dia pikirkan dan orang sekitarnya pikirkan. Kalau hanya untuk makan tentunya semua kebutuhannya sudah terpenuhi. Terus kenapa dia harus menghasilkan lebih banyak. Apakah untuk membantu orang lain atau untuk generasi selanjutnya, atau ia hanya mengisi hidupnya dengan sesuatu yang bermanfaat ? Entahlah, yang jelas ia masih punya keinginan.

Mungkin keinginan hanya bisa duduk santai menikmati hidangan ayam bakar, sambil duduk memandang hamparan sawah kehijauan serta menikmati aliran sungai dan gemercik air dari kolam ikan. Bisa juga salah satu keinginannya adalah bisa beli mobil mewah, jalan-jalan keliling dunia, atau menginap di hotel mewah, juga bisa makan di restoran ternama. Mungkin juga keinginannya, membuat pesantren, membangun sekolah, membangun panti asuhan, memberi makan orang banyak, menyumbang ke berbagai lembaga sosial, membangun masjid, naik haji atau umroh setiap tahun.

Pada saat sawah tidak menghasilkan karena banjir, atau ternak ayam terkena penyakit dan tidak bisa menghasilkan telur lebih banyak. Pekerja tidak mampu dibayar lagi, karena produksi terhenti. Setelah beberapa bulan tidak menghasilkan dan apa yang terjadi ? Ia harus menggunakan semua sisa tabungannya. Mungkin saja itu yang dinamakan resesi petani.

Resesi atas keinginan yang lebih banyak, lebih banyak dan lebih banyak lagi. Padahal, dia bisa duduk santai menikmati alam semesta dan karunia Allah SWT. Begitulah kehidupan, ketika keinginan menyebabkan kita melakukan sesuatu lebih dari batas. Semoga menyadarkan kita untuk bersyukur dan menikmati yang ada. Akan tetapi hal ini juga tidak menyebabkan kita berpangku tangan, berdiam diri untuk melakukan sesuatu. Bersyukur jika kita diberikan sesuatu seperti petani tersebut, bagaimana jika tidak ?

Menyukuri nikmat dan menyadari kemampuan yang dimiliki untuk menuliskan sesuatu. Berharap bisa berbagi dengan semua rekan-rekan pembaca. Sesuatu yang memberikan semangat. Semoga berkenan adanya. #CelotehPagi (AA)

Bubur

Memasak beras, ada 3 kemungkinan yang terjadi yaitu beras bisa menjadi bubur, menjadi nasi atau menjadi kerak. Beras yang kelebihan air akan menjadi bubur, untuk itu menanak nasi perlu takaran yang tepat. Bahkan kalau anda menggunakan automatic electric rice cooker, maka anda tetap harus memastikan takarannya dengan benar.

Anyway, ada yang tahu berapa penjualan rice cooker di dunia ? Salah satu website, businesswire, pada bulan Mei lalu mencantumkan senilai hampir $3,2milyar atau setara Rp50 triliun pada tahun 2018. Angka ini bertumbuh sekitar 6,8% per tahun. Hmmm … banyak juga yah, karena hampir setiap 2 tahun keluarga membeli rice cooker baru. Yang itu bukan hasil survei, kayaknya seperti itu. Inilah nilai penjualan rice cooker supaya beras tidak jadi bubur. Baiklah, nggak usah terlalu serius, toh ini hanyalah sebuah celoteh pagi.

Ada pepatah yang mengatakan Nasi sudah menjadi bubur dapat diartikan sebagai perbuatan yang sudah terlanjur dan tidak dapat diperbaiki lagi atau sudah tidak dapat diubah lagi. Kalau begitu, apakah beras yang sudah menjadi bubur akan kurang enak dibandingkan dengan nasi ? Tentu saja tidak. Pepatah ini hanya mengibaratkan beras yang sudah hancur dan lembek karena banyak air, maka tidak mungkin menjadi nasi lagi. Untuk itu dinikmati saja dalam bentuk berbeda. Baik itu nasi maupun bubur keduanya memiliki kandungan yang sama saja, ada kandungan zat besi, protein dan kalori.

Bubur bisa dianggap makanan yang mudah didapatkan atau tersedia di berbagai tempat. Dalam banyak kejadian, seseorang justru mencari bubur. Pada pagi hari, biasanya banyak yang makan bubur, karena teksturnya yang lebih dan mudah dicerna. Bubur ayam, biasanya banyak tersedia di berbagai tempat dan harganya juga terjangkau. Dilengkapi dengan kuah, potongan gorengan dan suwiran ayam. Bahkan ada yang melengkapi dengan sate telur atau sate jeroan ayam, seperti hati dan empela. Lebih enak lagi jika ditambahkan dengan sambal.

Berbicara mengenai bubur ayam, ada salah satu daerah di Indonesia yang terkenal dengan buburnya, yakni Bubur Manado. Kalau bubur Manado dicampur dengan sayuran dan jagung. Ada juga bubur sumsum, yang terbuat dari tepung beras. Sudahlah, saya nggak ngerti masak-memasak, tetapi istri saya pandai memasak apalagi membuat bubur Manado.

Yuk sarapan, Sudahkah anda sarapan ? Apakah anda makan bubur pagi ini? Apakah buburnya dicampur arau dipisah ? Apakah buburnya pakai ayam goreng atau bawang goreng ? Atau pilihan anda bukan bubur, tetapi indomie goreng. Hmmm … nanti saja bahas indomie goreng. Saat ini dinikmati saja buburnya. Semoga berkenan adanya . #CelotehPagi (AA)

Kerepotan dan Pendelegasian

Mengurus orang banyak tentunya akan berdampak pada kerepotan tersendiri. Dengan beragam permintaan, tingkat harapan, dan pemahaman akan menyebabkan mereka mengajukan pertanyaan atau permintaan yang menurut kita aneh. Bahkan terkadang kita akan menganggap pertanyaan yang diajukan terlalu sederhana. Seharusnya mereka bisa mencari sendiri solusi yang sudah tersedia. Bahkan ada kalanya kita sudah mengirimkan informasi via email, tetapi mereka masih bertanya melalui jalur lain.

Bagi praktisi pelayanan, termasuk pelayanan publik akan berhadapan dengan masyarakat luas dengan tingkat pendidikan dan pemahaman yang berbeda. Ada masyarakat yang mudah diberikan informasi dan petunjuk, ada pula yang perlu dijelaskan secara panjang dan lebar, tetapi mereka tetap belum mengerti. Ada kalanya kita bermain dalam arena yang informasi massal, ada kalanya kita harus membawa ke ranah personal.

Kita berada dalam unit kerja pelayanan dan dididik untuk memberikan pelayanan dalam berbagai kondisi. Kerepotan akan timbul dengan berbagai tingkatan kebutuhan. Ada yang harus mendapatkan prioritas tertentu, ada pula yang harus ditunda dan ditangani oleh unit terkait. Untuk itu kita harus menetapkan service level agreement (SLA) pada setiap kategori pelayanan. Dengan adanya SLA memungkinkan kita mempunyai acuan batasan waktu menyelesaikan sesuatu. Namun itu tidak cukup, karena harus disertai dengan petunjuk tahapan penyelesaian yang harus dilakukan.

Nah, masalahnya tidak semua pihak mau mengambil risiko dengan menetapkan target SLA yang cepat sesuai ekspektasi pelanggan. Jika kita tidak mampu menetapkan kategori, maka kita akan berada dalam situasi yang repot. Kerepotan dalam mengatur skala prioritas, mengawasi progres penanganan dan mengkoordinasikan pengambilan tindakan atau kewenangan penyelesaian. Dengan keterbatasan yang dihadapi, maka dinikmati saja kerepotan yang ditimbulkan. Anggap saja ini adalah kesempatan untuk berbagi dengan membantu orang lain.

Pada saat kita merasa repot mengurus sesuatu, maka kita mendelegasikan sesuatu kepada seseorang. Mendelegasikan sesuatu kewenangan kepada orang lain, harus disertai dengan kewenangan yang memadai. Jika tidak, maka akan timbul kerepotan baru, karena yang bersangkutan akan bolak-balik mengkoordinasikan keputusan. Ada batasan tertentu yang memungkinkan seseorang mampu mengambil risiko dan keputusan.

Semangat menikmati kerepotan anda, siapkan kemampuan tim dan kewenangan untuk mendelegasikan. Semoga dimudahkan. #CelotehPagi (AA)

Tips Aman dalam Proses Rekrutmen

Sesi Rekrutmen yang diadakan oleh User/Client PT Telexindo Bizmart

Bagi kebanyakan orang, pekerjaan adalah sebuah harga diri mutlak yang harus dimiliki selain untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Memiliki keinginan yang didambakan, ilmu yang didapatkan selama menempuh pendidikan dapat terealisasikan walaupun ada juga dengan pendidikan yang ditempuh serta pekerjaan yang didapatkan tidak selaras. Tidak sedikit pula orang mencari pekerjaan hanya untuk iseng, atau mengisi waktu luang saja.

Namun tidak dalam kondisi pandemik di tahun 2020 ini, banyak perusahaan yang mengalami dampak dari adanya virus covid-19 dan harus mengurangi banyak karyawan guna mengurangi beban biaya yang dikeluarkan karena berkurangnya pendapatan perusahaan karena kebijakan social distancing, atau penutupan lokasi-lokasi bisnis atau tempat umum yang tidak diperbolehkan banyak berkerumunan orang.

Selama masuk masa transisi new normal, perekonomian mulai aktif kembali dan bisnis mulai berjalan berdampingan. Tentunya hal tersebut tetap didukung dengan Prokes atau Protokol Kesehatan dari Pemerintah. Dampak pengurangan karyawan dan tuntutan karyawan yang telah dirumahkan untuk memulai mencari pekerjaan kembali menjadi hal yang sangat genting saat ini. Hal ini dapat menjadi peluang bagi perusahaan yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan perekrutan dengan cara yang merugikan calon karyawan yang ingin cepat bekerja.

Berbicara mengenai perusahaan yang tidak bertanggungjawab di bidang perekrutan, banyak yang mengaku sebagai pihak pertama, kedua ataupun ketiga. Baru-baru ini mulai ramai kembali iklan di Media Sosial dengan pembukaan lowongan pekerjaan yang menjanjikan para pencari kerja yang PASTI. Ini menjadi perhatian dan menarik untuk diulas karena sudah banyak para pelamar yang tertipu setelah mendatangi alamat perusahaan tersebut. Mereka harus mengeluarkan banyak biaya yang dimulai dari 150 ribu rupiah hingga 750 ribu rupiah bahkan bisa sampai puluhan juta. Adapun biaya yang dikeluarkan beragam alasan peruntukannya. Baik untuk biaya psikotest, training, seragam, penempatan dan lain sebagainya yang diminta oleh perusahaan di awal sebelum karyawan mulai bekerja.

Sebagai perusahaan resmi dan terdaftar yang bergerak di bidang perekrutan PT Telexindo Bizmart yakni perusahaan yang berfokus kepada alih daya tenaga kerja, konsultan serta training ingin memberikan beberapa tips kepada para calon karyawan tentang bagaimana cara agar terhindar dari perusahaan yang tidak bertanggungjawab dan aman dalam proses rekrutmen.

  1. Jika anda menerima informasi lowongan pekerjaan baik itu dari media cetak atau media sosial, pastikan teliti terlebih dulu untuk memeriksanya.
  2. Pastikan bahwa nama perusahaan, nomor telepon, nomor handphone, nomor chat helpdesk tertera. Agar anda dapat menghubungi dan mencari informasi langsung sebelum mendatangi ke lokasi perusahaan tersebut.
  3. Jika ada website resmi akan lebih baik dan disarankan pelamar dapat mencari terlebih dahulu informasi dari website, seperti mencari tau mengenai bidang perusahaan, organisasi perusahaan dan produk-produk dari perusahaan tersebut.
  4. Jika dalam iklan atau setelah datang ke lokasi ternyata ada oknum yang meminta uang anda perlu curiga dan berhati-hati. Baik itu untuk biaya administrasi, biaya interview & psikotest, biaya training, biaya seragam dan lain sebagainya. Hal itu tidak diperlukan karena setiap perusahaan sudah memiliki anggaran pengeluaran untuk hal tersebut.
  5. Jika saat interview anda dipastikan diterima, anda juga perlu mencurigai hal tersebut, apalagi jika anda dijanjikan diterima kerja namun harus mengeluarkan sejumlah uang. Biasanya hasil interview bahwa anda dipastikan diterima kerja, akan diinformasikan secara resmi melalui email atau surat resmi, atau tidak jarang juga dihubungi kembali setelah perusahaan melakukan rekap hasil interview dari beberapa kandidat.
  6. Perhatikan kantor perusahaan yang didatangi, apakah terdapat plang nama atau logo perusahaan, alamat dan lain sebagainya. Jika hal tersebut tidak ada anda perlu berhati-hati dan coba mencari informasi dari warga sekitar, apakah perusahaan tersebut baru beroperasi atau sudah lama beroperasi.
  7. Pada media social, informasi website, pastikan anda memeriksa juga tanggapan-tanggapan dari orang yang telah memberikan tanggapan pada kolom comment. Karena jejak digital sangat diperlukan sebagai referensi anda untuk melangkah lebih lanjut.

Dengan adanya ulasan dan pembahasan mengenai topik ini kami berharap untuk para pelamar dapat lebih teliti dan berhati-hati saat mencari informasi lowongan kerja, karena oknum-oknum perusahaan yang tidak bertanggungjawab sangat mengetahui kebutuhan masyarakat untuk mencari pekerjaan dengan cara-cara cepat tanpa ada seleksi.

Di  awal masa pandemi Covid-19  PT. Telexindo Bizmart telah berupaya melakukan beberapa terobosan untuk para pelamar sejatinya tidak perlu hadir atau bertatap muka secara langsung dengan para perekrut. Tim Telexindo melakukan hampir semua proses secara online, baik itu dari pendaftaran, pengisian biodata diri (CV) karena calon karyawan tidak perlu repot-repot mengirimkan lamaran dan CV, upload dokumen, psikotest online, hingga Interview & pembekalan secara online yang tentunya tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan oleh pelamar. Hal tersebut terasa lebih efisien dan nyaman karena semua dilakukan oleh pelamar dimanapun mereka berada dan kapanpun mereka bisa.

Proses rekrutmen yang Tim Telexindo lakukan pastinya bekerja sama dengan para user/PIC di setiap client, artinya setiap 1 kebutuhan posisi kami kirimkan beberapa kandidat yang sesuai. Di sinilah peran user untuk merekrut para pelamar yang terbaik untuk menjadi karyawan di team nya masing-masing. Semoga bahasan ini bermanfaat untuk kita semua dan khususnya bagi para pelamar yang saat ini berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. #PMO (AN)

Persiapan Lomba

Mempersiapkan lomba The Best Contact Center Indonesia 2020 dalam masa pandemik yang belum tentu akhirnya, merupakan tantangan tersendiri bagi panitia dan mungkin juga bagi peserta. Mulai dari mengemas lomba, menyiapkan aplikasi, menyiapkan peraturan sampai dengan pendaftaran, penagihan juga pembekalan.

Sebagai sebuah lomba yang melibatkan semua unsur anggota ICCA, berbagai masukan dari anggota akan menjadi perhatian. Panitia harus membuat aturan yang tegas dan tetap dikomunikasikan secara terbuka. Hal-hal yang sudah disepakati langsung dituangkan dalam dokumen ketentuan. Jika ada permintaan peserta yang tidak dapat dipenuhi, panitia juga mencoba untuk mengkomunikasikannya. Bagaimanapun setiap masukan bagi perbaikan lomba diupayakan untuk dibicarakan agar perlombaan berjalan dengan lancar.

Panitia juga tetap aktif untuk melakukan sosialisasi ke berbagai perusahaan. Namun ada perusahaan yang menyambut dengan antusias, ada pula yang akhirnya berpikir ulang dengan kondisi kesehatan dan penghematan yang dilakukan perusahaan. Panitia juga harus memaklumi jika ada perusahaan yang akhirnya tidak ingin ikut berlomba.

Walaupun jumlah peserta yang sudah mendaftar hanya sekitar sepertiga dari jumlah peserta di tahun sebelumnya, panitia tetap optimis untuk melaksanakan kegiatan ini. Beberapa kategori juga sudah mencatatkan jumlah peserta yang mencukupi, sehingga otomatis dapat dilaksanakan. Yang menarik adalah hadirnya beberapa perusahaan yang baru bergabung sebagai anggota untuk menjadi peserta lomba. Tidak hanya dari kalangan swasta, ada juga dari lembaga pemerintah yang turut berpartisipasi.

Ketersediaan juri juga menjadi perhatian panitia, utamanya juri Individual. Mengingat mereka perlu pemahaman mengenai ketentuan yang baru dari lomba ini, baik dari sisi teknis lomba, metode penjurian dan penentuan pemenang. Sudah ada beberapa perusahaan yang mendaftar sebagai juri dan ada pula anggota ICCA yang belum memperhatikan hal ini. Semoga di akhir pendaftaran lomba mereka berminat menjadi bagian dari kegiatan pengembangan Contact Center ini.

Untuk juri korporat lebih mudah mengkoordinasikannya. Berhubung kebanyakan dari mereka juga bekerja secara WFH, maka kesempatan untuk menjadi juri Internasional dapat kami peroleh. Anggota yang tergabung dalam CCAPAC (Contact Center Associations of Asia Pacific), sehingga kami bisa mendapatkan tanggapan mereka dengan baik. Juri lomba korporat ini melakukan penilaian berbeda untuk 7 kategori.

Juri Internasional yang rencananya akan berpartisipasi berasal dari Hongkong, China, Australia, Taiwan, Thailand, Singapore dan Malaysia. Mereka akan fokus menguji The Best Operations, The Best Technology Innovation, The Best Digital Media, The Best Business Contribution, The Best Customer Experience, The Best Employee Engagement dan The Best People Development.

Tantangan yang cukup menarik di tahun ini adalah lomba diselenggarakan secara online melalui video conference. Lomba kategori Individual dan Korporat yang mewajibkan peserta untuk mengirimkan video presentasi dan dilanjutkan dengan wawancara melalui video conference. Tentunya ini format baru yang tidaklah mudah bagi panitia dan peserta. Tidak hanya itu, yang lebih menantang adalah lomba ujian yang dilakukan secara online dengan pengawasan melalui video conference. Hmmm … hal tersebut dibutuhkan sportivitas yang tinggi supaya peserta mengerjakan soalnya secara mandiri.

Persiapan lomba Teamwork yang juga menantang, karena ada berbagai lomba yang harus disiapkan. Ada lomba untuk membuat jadwal, membuat laporan, membuat prosedur, melakukan penjualan, penilaian kualitas dan pengetahuan contact center. Panitia harus memikirkan bentuk perlombaan yang lebih tepat dilakukan melalui aplikasi online. Tentunya panitia juga menyiapkan dan menguji aplikasi untuk mendukung perlombaan berlangsung dengan baik. Setiap tahunnya dan di setiap kompetisi panitia selalu menemukan tantangan baru, dan panitia selalu berupaya untuk menciptakan inovasi serta terobosan baru. Kejadian kecil yang dirasakan menjadi sumber permasalahan atau kritik akan dihilangkan, sehingga lomba menjadi lebih objektif dalam kerangka kompetisi yang sehat.

Begitulah kesibukan panitia lomba yang dipercayakan kepada tim Telexindo Bizmart. Semua itu dihadapi karyawan Telexindo diantara ketatnya jadwal kegiatan. Berharap bahwa lomba The Best Contact Center Indonesia 2020 dapat berlangsung dengan baik, menjadi citra positif bagi praktisi contact center. Menjadikan lomba ini mengasah jiwa pelayanan yang terbaik dan sportivitas yang tinggi. Semoga bermanfaat #CelotehPagi (AA)

Muharram

Celoteh Pagi : Muharram
Instagram : @telexindobizmart

Pergantian tahun dalam kalender islam tahun ini mendapatkan keistimewaan karena berpatan dengan momentum libur panjang. Keputusan pemerintah untuk menambah hari libur bersama memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mendapatkan tambahan hari libur. Sayangnya keistimewaan tersebut terjadi di masa pandemik, sehingga perjalanan ke berbagai tempat wisata harus tertunda.

Siklus kalender hijriah dihitung berdasarkan siklus bulan. Hal tersebut yang membuat penanggalan kalender hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding kalender masehi. Dengan demikian tanggal 1 muharram akan maju setiap tahun berdasarkan kalender masehi.

Dengan menggunakan siklus bulan, pergantian hari untuk kalender masehi dimulai pada waktu tenggelamnya matahari. Waktu tersebut biasanya ditandai dengan waktu magrib. Munculnya bulan menjadi awal dari hari berikutnya. Jadi bukan jam 00:00 sebagai awal hari dalam kalender hijriah, akan tetapi waktu magrib. Dengan demikian pergantian waktu dimulai dengan malam dan dilanjutkan dengan siang sepanjang hari.

Biasanya pergantian tahun digunakan untuk mengintropeksi diri. Bagi sebagian orang memahaminya sebagai momentum untuk melakukan perubahan. Walaupun pada dasarnya kita seharusnya melakukan perbaikan setiap hari. Dengan menjadikan hari ini lebih baik dari kemarin.

Perbaikan apa yang bisa dilakukan setiap hari ? Ini adalah sebuah bentuk untuk menyemangati bahwa kita harus menyukuri nikmat yang diperoleh hari ini dan menjadikannya lebih baik dari kemarin. Dalam kehidupan ada siklus yang menyebabkan kita terkadang down, dan ada kesempatan kita sedang naik.

Ada saatnya kita dianggap berprestasi. Setelah itu, apakah kita akan diam ? Tentunya tidak, kita akan kembali menggali potensi diri, mengamati perbaikan yang harus dilakukan. Berhadapan dengan tantangan-tantangan baru, sehingga bisa melahirkan kreativitas baru. Tidaklah mudah untuk terus berprestasi, dan tidaklah mudah untuk menyemangati diri. Dalam keadaan yang tidak menentu dan ada keraguan untuk berhenti sejenak. Perlu semangat yang lebih besar untuk membuktikan diri bahwa bisa berprestasi.

Jika keadaan aman dan damai, bagaimana seorang polisi atau tentara bisa menunjukkan prestasi ? Jika tidak ada kejahatan, bagaimana seorang jaksa bisa berprestasi ? Jika tidak ada orang yang sakit, bagaimana seorang dokter bisa berprestasi ? Begitu juga agent contact center. Jika tidak ada pelanggan yang punya masalah atau pertanyaan, bagaimana seorang agent bisa menunjukkan prestasinya ? hmmm …

Kalau agak sedikit tidak nyambung, yah, namanya juga celoteh pagi. Begitulah, yang jelas saya menghadirkan sebuah tulisan untuk kita renungkan. Banyak hal yang bisa dipelajari, banyak hal yang kita tidak tahu. Mari jadikan saja muharram ini menjadi kesempatan untuk sesuatu yang bisa dilakukan lebih baik. Semangat #CelotehPagi (AA)

Pasangan

Seperti pagi yang lain, dia hadir dengan berbagai cerita dan saya menyimak dengan baik berbagai hal yang diceritakan. Hal tersebut seperti mengenai sekolah anak-anak, mengenai keluarga, teman-temannya, bahkan hal-hal rahasia yang tentunya hanya perlu diketahui kami berdua. Begitulah pasangan, pada saat ada yang bercerita, maka yang lain menyimak. Pada saat ada yang memberikan nasehat, ada yang mendengarkan. Bahkan pada saat ada yang marah, harus ada salah satu yang diam.

Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menyediakan waktu untuk duduk mendengarkan ceritanya. Terkadang ingin menulis mengenai kisah-kisah di balik cerita yang diungkapkan. Tetapi hmmm … banyak cerita yang bersifat rahasia. Banyak pelajaran kehidupan dari ceritanya, ada cerita duka, ada kriminal, ada bisnis, ada hobi, pokoknya nano-nano. Bahkan ada yang berulang, sehingga saya terkadang mendengarkan siaran ulang. Namun, saya akan sabar mendengarkan.

Pada saat duduk santai, terkadang kita hanya duduk diam dan tidak berbicara banyak. Seakan dalam diam, kita bercerita sesuatu tentang kehidupan. Menghirup udara pagi dan menyimak suara-suara alam yang terdengar. Ada kalanya kami juga berdebat, yang bisa jadi hal yang sepele, tetapi diucapkan pada saat yang kurang tepat, sehingga dirasakan kurang enak. Yah, begitulah pasangan.

Di usia barunya pada tanggal 11 Agustus kemarin yang dua kali lipat dari anak pertama kami. Kembali kami mengobrol pagi, sambil menunggu anak-anak yang bersiap untuk sekolah online. Kesibukan barunya adalah menjadi guru bagi anak kami yang bungsu. Berbagai buku pelajaran kelas 3 SD dilahapnya. Maklum anak bungsu kami, harus ditemani jika belajar online. Pertanyaannya macam-macam, karena gurunya memberikan banyak tugas.

Hmmm… sepertinya gurunya kurang kreatif dalam mengajar, atau punya banyak masalah di rumahnya. Terkadang hanya memberikan tugas dan anak-anak diminta menyelesaikan tugas. Entah, gurunya periksa atau tidak, bahkan yang repot terkadang ibunya lebih pandai dari gurunya. Kalau begini caranya, bisa-bisa semua halaman buku sudah dikerjakan dan dikirimkan ke gurunya.

Begitulah pasangan, diantara banyak kesibukannya, ia punya ceritanya sendiri. Suatu hal yang harus disyukuri, kita mempunyai pasangan yang saling melengkapi. Tentunya setiap orang punya kekurangan, dan tugas kita sebagai pasangan melengkapi. Ada hal tertentu yang ia sangat sabar melakukannya, sebaliknya ada juga yang membutuhkan kesabaran saya. Begitulah, pasangan saling melengkapi.

Mencari pasangan yang sempurna dalam banyak hal, tentunya tidak akan ada. Melakukan berbagai hal yang bermanfaat dengan banyak berbagi kepada orang lain adalah salah satu cara menikmati proses kehidupan. Bagi anda yang belum menemukan pasangannya, segerakan … ! Jangan biarkan dia menunggumu.

Bagi yang sudah punya pasangan. Nikmati saja pilihan pasangan anda. Jika menemukan ketidak-cocokan, pastinya anda juga pernah menemukan kecocokan. Jika anda sekarang merasa tidak bahagia dengan pasangannya, saya yakin anda juga pernah bahagia dengan dia. Nah, cobalah … !


Semoga anda semua menemukan pasangan hidup anda dan selamat berbahagia. #CelotehPagi (AA)

Telepon Millenial

Menurut salah satu survei yang dipublikasikan di blog www.bankmycell.com, 81% dari millenial merasa cemas atau takut pada saat menerima panggilan telepon atau berkomunikasi melalui telepon. Dalam survei yang sama menunjukkan bahwa 88% millenial lebih suka memiliki paket data yang tak terbatas dibandingkan mendapatkan paket gratis menelepon (free call) dan SMS.

Generasi millenial, umumnya berada di depan layar sejak mereka dilahirkan. Mereka umumnya membaca pesan melalui layar monitor mereka dan dianggap memudahkan mereka berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini menyebabkan mereka tidak terbiasa untuk berkomunikasi melalui telepon, sehingga membuat ketakutan untuk berkomunikasi. Fenomena khusus ini memiliki nama telefonofobia dan pada dasarnya ditentukan oleh kecemasan mental untuk berinteraksi dengan orang lain melalui komunikasi telepon.

Berdasarkan survei, hampir semua responden millenial merasa mereka harus mempersiapkan diri sebelum menelepon atau menerima telepon. Millenial lebih memilih untuk menggunakan pesan email dan chat. Mereka lebih baik menuliskan pesan chat dan menyampaikan melalui layar mereka.

Ketika millenial berbicara dengan seseorang melalui telepon, mereka merasa memiliki keterbatasan. Mereka merasa memiliki lebih sedikit waktu untuk menyampaikan pendapat secara profesional atau kemampuan mengartikulasikan jawaban. Sayangnya, tanpa mencoba dan berlatih melakukannya, maka mereka akan semakin tidak mampu. Mereka harus berani menantang diri mereka dan tidak hanya bisa menggunakan bahasa yang tertulis pada layar gadget. Mereka berisiko jika tidak mengembangkan kemampuan komunikasi atau bisa menjadikan mereka semakin terisolasi.

Coba saja perhatikan, hasil survei juga menunjukkan bahwa ada 54% millenial yang menghindari telepon dari teman, keluarga bahkan orang tua. Sepertinya berbeda jika yang menelepon adalah pasangan, hanya 11% dari mereka yang mengabaikan telepon dari pasangan. Nah, ini menunjukkan bahwa millenial punya tingkat komunikasi tertentu dengan pasangan. Dalam kondisi personal tersebut mereka mau berkomunikasi, tetapi mungkin saja dengan mengabaikan keluarga atau teman di sekitarnya.

Kita seharusnya beradaptasi dengan cara komunikasi yang sesuai untuk menyampaikan pendapat. Generasi Y dan Z juga harus meluangkan waktu untuk menghargai manfaat mental dari pengembangan keterampilan komunikasi verbal. Sangat mudah untuk mengisolasi diri dengan fokus pada layar gadget, tetapi ini dapat mengikis keterampilan komunikasi dasar yang kita butuhkan sebagai manusia. Keterbatasan kemampuan komunikasi dapat menyebabkan masalah kesehatan mental di kemudian hari.

Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita untuk berkomunikasi. Komunikasi telepon cenderung emosional dan ini merupakan salah satu cara untuk melatih kita berkomunikasi. Hambatan ini juga bisa jadi bahan pembelajaran bagi contact center dalam menyiapkan tenaga kerja millenial untuk memberikan pelayanan melalui telepon. Anyway, sudahkah anda menelepon seseorang kemarin ? Bagaimana dengan hari ini, apakah anda merencanakan menelepon seseorang.

Gunakan paket free call anda. Semoga berkenan adanya. #CelotehPagi (AA)