Kembali ke Sekolah

Kembali ke Sekolah atau kembali ke Notebook. Begitulah situasi belajar anak-anak saat ini. Sudah beberapa hari ini anak-anak kembali belajar dengan metode yang baru. Banyak tantangan yang dihadapi orang tua, guru dan juga murid. Orang tua harus membagi waktu untuk mengajar anak-anaknya. Begitu juga guru yang harus belajar metode-metode baru dalam cara mengajar jarak jauh. Selain itu, guru juga harus belajar menggunakan aplikasi, mengatasi kendala jaringan dan aspek teknis lainnya.

Tentunya proses belajar ini menjadi tidak mudah bagi semua pihak yang terlibat. Dapat menimbulkan stress bagi pihak yang tidak siap dalam menghadapi berbagai kendala yang terjadi. Berbagai informasi yang tersebar di media sosial mengenai kendala yang dihadapi dalam proses belajar. Juga orang tua yang menyampaikan beratnya mengajar anak-anak. Mungkin baru menyadari bahwa mengajar anak-anak dalam proses yang tidak mudah.

Pada saat kita dihadapkan situasi dengan berbagai aktivitas yang dilakukan sendiri, maka semakin kita membutuhkan orang lain dalam membantu. Begitulah, kehadiran guru untuk mengajar anak-anak menjadi kebutuhan, setelah kita menghadapi berbagai kendala dalam mengajarkan anak-anak. Berbagai mata pelajaran yang harus dipelajari, terkadang kita bingung, kenapa harus belajar ini ? apa gunanya ?

Hmmm … begitulah. Kondisi pandemik menyebabkan kita harus siap menghadapi berbagai kegiatan, sekaligus berbagi peran, dan berbagi waktu. Semakin banyak peran yang kita mainkan, semakin banyak beban kerja yang harus diperhatikan. Bagi yang mampu mengelola waktunya dengan baik, maka akan bisa menikmati peran tersebut dalam melayani orang lain. Guru, sebagai orang tua di rumah, dan sebagai pengajar menghadapi berbagai tantangannya. Mungkin saja mereka juga berhadapan dengan kondisi keterbatasan perangkat, akses jaringan dan kemampuan teknis.

Pada saatnya berdiam diri tentunya tidak menyelesaikan masalah. Melepaskan tanggungjawab juga tidak akan menyebabkan beban kita menjadi lebih ringan. Membantu orang lain untuk meringankan beban pada saat kita mampu melakukannya. Baik dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun dalam bentuk materi. Meringankan beban guru dengan membantu mereka mengajarkan anak-anak kita. Minimal mengurangi beban guru dalam proses belajar mengajar.

Berbagai informasi tersedia di Cloud, ada Google, ada YouTube, ada Wikipedia dan berbagai halaman Website yang bisa digunakan sebagai referensi. Bisa digunakan pada saat kita tidak bisa mengajar Fisika, Biologi, Matematika, Bahasa Indonesia, juga Bahasa Inggris. Apalagi belajar agama, sejarah, budaya lokal dan berbagai materi lainnya. Hanya berharap bahwa semoga guru tidak memberikan PR yang terlalu banyak kepada muridnya. Nanti mereka juga repot untuk memeriksannya. Hmmm … selamat menikmati, semoga dimudahkan. #CelotehPagi (AA)