Re-Sertifikasi Certified Contact Center Team Leader

Masih dalam rangka memperingati Ulang Tahun yang ke 12, di bulan Agustus ini PT Telexindo Bizmart menyelenggarakan kegiatan FREE Resertifikasi Certified Contact Center Team Leader atau CCTL kepada 100 peserta yang pernah mengikuti training CCTL. Program ini diperuntukkkan bagi Team Leader contact center yang pernah mengikuti pelatihan CCTL dan sertifikatnya sudah expired.

Kegiatan yang dilaksanakan secara online pada Jum’at 14 Agustus 2020 ini dipandu dan diawasi langsung oleh Alyah Amalia. Pada ujian Resertifikasi CCTL ini, peserta terbagi ke dalam 2 sesi waktu pengerjaan ujian. Di sesi awal ujian dilaksanakan pada pukul 09.30 – 12.00 WIB sedangkan di sesi selanjutnya ujian dilaksanakan pukul 13.30 – 16.00 WIB. Masing-masing peserta diberikan waktu selama kurang lebih 2 setengah jam.

Ujian Resertifikasi CCTL ini diikuti oleh peserta sebanyak 26 orang. Sebelum ujian peserta diberikan kesempatan untuk belajar dan melakukan penyesuaian dengan aplikasi yang digunakan saat ujian. Aplikasi ujian tersebut difasilitasi oleh tim PT Telexindo Bizmart. Selama ujian berlangsung peserta diwajibkan untuk melakukan video conference bersama-sama dengan membuka video. Hal tersebut dilakukan guna mempermudah tim dalam pengawasan.

Peserta yang lulus dalam Resertifikasi CCTL ini adalah peserta yang mendapatkan hasil atau minimum nilai 70. Peserta yang lulus juga mendapatkan sertifikat berupa e-certificate Certified Team Leader dari Indonesia Contact Center Association atau ICCA

Bagi seluruh peserta yang turut serta ikut dan memberikan yang terbaik dalam kegiatan Resertifikasi CCTL ini, PT Telexindo Bizmart mengucapkan terima kasih atas segala partisipasinya. Selamat kepada peserta Resertifikasi yang telah lulus dalam ujian ini, dan selalu semangat untuk terus belajar bagi peserta yang belum lulus. Semoga dengan diselenggarakan Resertifikasi CCTL ini dapat bermanfaat bagi seluruh peserta. (WH)

Harga Vaksin

Jika pada saatnya vaksin untuk Covid-19 diketemukan dan tersedia, berapa harga vaksin itu akan diperjual-belikan ? Saat ini kita banyak membahas mengenai rapid-test atau swap-test, berapa biaya yang harus dikeluarkan seseorang untuk melakukan test secara mandiri ? Untuk rapid test saja bisa bervariasi, mulai dari Rp 85 ribu sampai dengan Rp 150 ribu bahkan ada yang lebih.

Kalau swap-test tentunya biayanya lebih mahal dan tergantung seberapa cepat anda ingin memperoleh hasilnya. Dari salah satu website rumah sakit mencantumkan biaya minimal Rp 1,5 juta untuk hasil dalam 3 hari. Untuk hasil yang diperoleh dalam 6 jam, biayanya adalah Rp 3,5 juta untuk sekali test. Siapa yang bisa menjamin bahwa swap-test sekali sudah menjadi jaminan kita tidak akan tertular ? Seandainya ada yang menjamin saya yakin, orang-orang akan antri melakukan swap-test.

Lihat saja antrian rapid-test di bandara, klinik atau stasiun. Dengan tuntutan rapid test untuk menggunakan berbagai fasilitas, menyebabkan setiap orang berkepentingan untuk mendapatkan test tersebut. Rapid test hanya berlaku selama 14 hari, setelahnya harus melakukan pemeriksaan lagi. Artinya jika sering bepergiaan dalam sebulan, minimal 2 kali rapid test. Hal ini juga harus menjadi perhatian bagi setiap orang bahwa test yang dilakukan, masa berlakunya hanya 14 hari. Bagaimana yang bepergian dari rumah ke kantor dengan transportasi umum ? Apakah harus rapid-test secara berkala ?

Ada yang melakukan rapid test untuk keluarganya, atau perusahaan melakukan untuk karyawannya. Bahkan ada perusahaan tertentu yang mewajibkan karyawan atau calon karyawan untuk melakukan rapid test secara mandiri sebelum aktif bekerja. Biaya ini bisa menjadi beban karyawan, bisa juga ditanggung perusahaan. Bagi yang mempunyai anggaran yang lebih besar akan menggunakan untuk menanggung biaya test secara berkala. Namun bagi yang tidak, maka dibebankan kepada karyawan. Bisa jadi stay at home dan work from home menjadi pilihan jika tidak ingin melakukan test secara berkala.

Saya kira berbagai kalangan sangat menantikan vaksin ini hadir. Jika ada yang mampu menyediakan, saya yakin beberapa pihak bersedia membayar dengan angka tertentu yang sangat mahal. Bahkan berita bohong (hoax) mengenai ketersediaan vaksin menjadi berita yang sering menghiasi layar kaca. Ketersediaan vaksin ini tidak bisa berlaku hanya untuk orang tertentu. Permasalahannya virus ini bisa menyebar dari orang ke orang. Jika hanya 1 orang yang mendapatkan vaksin, maka orang sekitarnya berpotensi untuk menjadi pembawa virus. Jadi, vaksin ini harus menjangkau banyak orang.

Bagaimanapun kita berharap bahwa vaksin yang tepat segera ditemukan. Yang jelas berharap bahwa vaksin terjangkau bagi semua orang atau minimal orang kebanyakan. Jika tidak terjangkau, maka ada upaya dari pemerintah untuk menyediakan secara gratis. Nah, penelitian yang sudah melibatkan berbagai pihak, melibatkan teknologi tercanggih, berpacu dengan waktu, akankah bernilai gratis bagi semua orang ? Iya bisa saja, menyelamatkan orang lain, bisa jadi adalah bagian dari upaya kita menyelamatkan diri sendiri dan generasi selanjutnya.

Kita tunggu saja perkembangannya. Anyway, ini hanya celoteh pagi yang mengantarkan anda semua memulai hari dengan semangat. Saya bersyukur masih ada yang membacanya dan berharap bahwa semua ini ada manfaatnya. Semoga berkenan adanya. #CelotehPagi (AA)