Pasangan

Seperti pagi yang lain, dia hadir dengan berbagai cerita dan saya menyimak dengan baik berbagai hal yang diceritakan. Hal tersebut seperti mengenai sekolah anak-anak, mengenai keluarga, teman-temannya, bahkan hal-hal rahasia yang tentunya hanya perlu diketahui kami berdua. Begitulah pasangan, pada saat ada yang bercerita, maka yang lain menyimak. Pada saat ada yang memberikan nasehat, ada yang mendengarkan. Bahkan pada saat ada yang marah, harus ada salah satu yang diam.

Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menyediakan waktu untuk duduk mendengarkan ceritanya. Terkadang ingin menulis mengenai kisah-kisah di balik cerita yang diungkapkan. Tetapi hmmm … banyak cerita yang bersifat rahasia. Banyak pelajaran kehidupan dari ceritanya, ada cerita duka, ada kriminal, ada bisnis, ada hobi, pokoknya nano-nano. Bahkan ada yang berulang, sehingga saya terkadang mendengarkan siaran ulang. Namun, saya akan sabar mendengarkan.

Pada saat duduk santai, terkadang kita hanya duduk diam dan tidak berbicara banyak. Seakan dalam diam, kita bercerita sesuatu tentang kehidupan. Menghirup udara pagi dan menyimak suara-suara alam yang terdengar. Ada kalanya kami juga berdebat, yang bisa jadi hal yang sepele, tetapi diucapkan pada saat yang kurang tepat, sehingga dirasakan kurang enak. Yah, begitulah pasangan.

Di usia barunya pada tanggal 11 Agustus kemarin yang dua kali lipat dari anak pertama kami. Kembali kami mengobrol pagi, sambil menunggu anak-anak yang bersiap untuk sekolah online. Kesibukan barunya adalah menjadi guru bagi anak kami yang bungsu. Berbagai buku pelajaran kelas 3 SD dilahapnya. Maklum anak bungsu kami, harus ditemani jika belajar online. Pertanyaannya macam-macam, karena gurunya memberikan banyak tugas.

Hmmm… sepertinya gurunya kurang kreatif dalam mengajar, atau punya banyak masalah di rumahnya. Terkadang hanya memberikan tugas dan anak-anak diminta menyelesaikan tugas. Entah, gurunya periksa atau tidak, bahkan yang repot terkadang ibunya lebih pandai dari gurunya. Kalau begini caranya, bisa-bisa semua halaman buku sudah dikerjakan dan dikirimkan ke gurunya.

Begitulah pasangan, diantara banyak kesibukannya, ia punya ceritanya sendiri. Suatu hal yang harus disyukuri, kita mempunyai pasangan yang saling melengkapi. Tentunya setiap orang punya kekurangan, dan tugas kita sebagai pasangan melengkapi. Ada hal tertentu yang ia sangat sabar melakukannya, sebaliknya ada juga yang membutuhkan kesabaran saya. Begitulah, pasangan saling melengkapi.

Mencari pasangan yang sempurna dalam banyak hal, tentunya tidak akan ada. Melakukan berbagai hal yang bermanfaat dengan banyak berbagi kepada orang lain adalah salah satu cara menikmati proses kehidupan. Bagi anda yang belum menemukan pasangannya, segerakan … ! Jangan biarkan dia menunggumu.

Bagi yang sudah punya pasangan. Nikmati saja pilihan pasangan anda. Jika menemukan ketidak-cocokan, pastinya anda juga pernah menemukan kecocokan. Jika anda sekarang merasa tidak bahagia dengan pasangannya, saya yakin anda juga pernah bahagia dengan dia. Nah, cobalah … !


Semoga anda semua menemukan pasangan hidup anda dan selamat berbahagia. #CelotehPagi (AA)