Bubur

Memasak beras, ada 3 kemungkinan yang terjadi yaitu beras bisa menjadi bubur, menjadi nasi atau menjadi kerak. Beras yang kelebihan air akan menjadi bubur, untuk itu menanak nasi perlu takaran yang tepat. Bahkan kalau anda menggunakan automatic electric rice cooker, maka anda tetap harus memastikan takarannya dengan benar.

Anyway, ada yang tahu berapa penjualan rice cooker di dunia ? Salah satu website, businesswire, pada bulan Mei lalu mencantumkan senilai hampir $3,2milyar atau setara Rp50 triliun pada tahun 2018. Angka ini bertumbuh sekitar 6,8% per tahun. Hmmm … banyak juga yah, karena hampir setiap 2 tahun keluarga membeli rice cooker baru. Yang itu bukan hasil survei, kayaknya seperti itu. Inilah nilai penjualan rice cooker supaya beras tidak jadi bubur. Baiklah, nggak usah terlalu serius, toh ini hanyalah sebuah celoteh pagi.

Ada pepatah yang mengatakan Nasi sudah menjadi bubur dapat diartikan sebagai perbuatan yang sudah terlanjur dan tidak dapat diperbaiki lagi atau sudah tidak dapat diubah lagi. Kalau begitu, apakah beras yang sudah menjadi bubur akan kurang enak dibandingkan dengan nasi ? Tentu saja tidak. Pepatah ini hanya mengibaratkan beras yang sudah hancur dan lembek karena banyak air, maka tidak mungkin menjadi nasi lagi. Untuk itu dinikmati saja dalam bentuk berbeda. Baik itu nasi maupun bubur keduanya memiliki kandungan yang sama saja, ada kandungan zat besi, protein dan kalori.

Bubur bisa dianggap makanan yang mudah didapatkan atau tersedia di berbagai tempat. Dalam banyak kejadian, seseorang justru mencari bubur. Pada pagi hari, biasanya banyak yang makan bubur, karena teksturnya yang lebih dan mudah dicerna. Bubur ayam, biasanya banyak tersedia di berbagai tempat dan harganya juga terjangkau. Dilengkapi dengan kuah, potongan gorengan dan suwiran ayam. Bahkan ada yang melengkapi dengan sate telur atau sate jeroan ayam, seperti hati dan empela. Lebih enak lagi jika ditambahkan dengan sambal.

Berbicara mengenai bubur ayam, ada salah satu daerah di Indonesia yang terkenal dengan buburnya, yakni Bubur Manado. Kalau bubur Manado dicampur dengan sayuran dan jagung. Ada juga bubur sumsum, yang terbuat dari tepung beras. Sudahlah, saya nggak ngerti masak-memasak, tetapi istri saya pandai memasak apalagi membuat bubur Manado.

Yuk sarapan, Sudahkah anda sarapan ? Apakah anda makan bubur pagi ini? Apakah buburnya dicampur arau dipisah ? Apakah buburnya pakai ayam goreng atau bawang goreng ? Atau pilihan anda bukan bubur, tetapi indomie goreng. Hmmm … nanti saja bahas indomie goreng. Saat ini dinikmati saja buburnya. Semoga berkenan adanya . #CelotehPagi (AA)