Logo

Tahukah anda bahwa Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI hari senin yang lalu meresmikan logo baru. Hal ini dilakukan bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun KAI yang ke 75 tahun. Terlihat bahwa dengan logo barunya KAI mengubah total logo yang terakhir digunakan sejak 2011.

Logo baru yang digunakan berbentuk lebih sederhana dan menyatu. Logo berupa 3 huruf KAI yang dibuat dengan gaya italic atau tulisan miring. Penggunaan huruf ‘A’ yang diberikan aksen bentuk rel kereta api yang digambarkan dengan dua garis menyambung ke atas. Berdasarkan penjelasan logo bahwa hal ini melambangkan harapan untuk memajukan perusahaan sebagai ekosistem transportasi yang terbaik dan bersinergi. Sementara itu penggunaan gaya huruf italic menggambarkan karakter perusahaan yang progresif, terbuka, dan terpercaya.

Logo baru KAI menggunakan dua warna. Yang pertama menggunakan warna biru pada huruf K dan I yang melambangkan stabilitas, profesionalisme, amanah, dan kepercayaan diri dari perusahaan. Yang kedua pada huruf A tetap mempertahankan warna orange yang menggambarkan antusiasme, kreativitas, dan tekad perusahaan. Pemilihan warna tentu mempunyai arti tertentu bagi setiap organisasi.

Tak hanya KAI yang pernah mengubah logonya, berbagai perusahaan melakukan perubahan-perubahan logo yang digunakan. Logo perusahaan tentunya dibuat untuk menampilkan gambar atau tulisan cantik dengan makna tertentu. Logo yang dapat menunjukkan ciri khas usaha dan menggambarkan harapan dari usaha. Logo sudah berfungsi sebagai identitas perusahaan yang akan melekat dalam persepsi masyarakat.

Pastinya ada biaya untuk melakukan perubahan itu, mulai dari jasa desain sampai dengan pencetakan berbagai identitas perusahaan. Seperti KAI, kemungkinan harus melakukan perubahan tidak hanya pada kop surat, pastinya melakukan perubahan pada gerbong, dan berbagai peralatan kerja yang mencantumkan logo. Tak sedikit biaya yang harus ditanggung untuk kebutuhan itu, berharap sebanding dengan semangat baru dalam pelayanan dan pencapaian bisnis perusahaan.

Mengapa suatu perusahaan harus melakukan perubahan pada logonya. Bahkan pada perusahaan yang sudah terkenal dengan logo tertentu serta sudah akrab dan dikenal masyarakat. Namun mereka juga tetap melakukan perubahan pada logo. Ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab perubahan tersebut. Ada yang melakukan perubahan logo, sehubungan dengan perubahan rencana bisnis atau perubahan visi dan misi.

Ada juga yang melakukan perubahan logo karena adanya perubahan struktur organisasi. Ketika karakter pemiliknya berubah, maka dibutuhkan upaya untuk memaksimalkan sisi positif pemilik atau pengelola usaha. Bukan berarti ganti direksi atau menteri, kemudian ganti logo lagi. Namun bisa terjadi demikian. Selain itu, ada juga yang melakukan pergantian logo untuk mengikuti perkembangan zaman. Dengan logo perusahaan yang baru diharapkan mampu memberi angin segar dan harapan baru bagi perusahaan.

Begitu juga ICCA pernah mengubah logo, serta setiap tahun menggunakan tema berbeda untuk logo The Best Contact Center Indonesia. Perubahan logo The Best CCI setiap tahun memudahkan untuk mengenali kegiatan ini, seperti halnya lomba atau event tahunan lainnya. Dengan mencantumkan secara tegas tahun pelaksanaan lomba pada setiap logo. Ini sudah menjadi ciri khas dan menjadi bagian tersendiri dari peserta lomba. Berfoto di depan backdrop dengan logo The Best CCI yang ukurannya besar.

Jadi ingat rencana penggantian logo Telexindo, yang rencananya diumumkan pada saat ulang tahun yang ke-12 pada bulan Agustus 2020. Namun ditunda, supaya bisa lebih fokus dalam menjalankan proses transisi yang terjadi dan melaksanakan beberapa kegiatan. Logo Telexindo yang sudah digunakan sejak awal pembentukan, sebenarnya dari waktu ke waktu ada perubahan sedikit pada bagian tertentu dari logonya. Akan tetapi tetap dengan menggunakan 5 kotak dan tulisan Telexindo di bawahnya. Nah, kali ini rencananya melakukan perubahan lebih berbeda, karena ada perubahan yang terjadi pada Telexindo.

Membuat logo merupakan seni tersendiri. Saat ini proses pembuatannya lebih mudah dengan dukungan perangkat dan aplikasi komputer. Ketersediaan aplikasi yang instan yang bisa memberikan variasi logo, hanya dengan memilih kombinasi yang disediakan. Namun tetap dibutuhkan kemampuan untuk memadukan bentuk, simbol dan warna, sehingga memberikan arti tersendiri.

Bersama tim Telexindo, berbagai logo lahir dan digunakan dalam berbagai kesempatan. Selain melahirkan logo Telexindo, juga merancang logo untuk ICCA, The Best Contact Center Indonesia, logo APCCAL, logo CC-APAC dan berbagai pernak-pernik pendukungnya. Terkadang tidak sempurna dibandingkan desain dari tenaga profesional, akan tetapi itulah yang terbaik saat itu. Ada kesenangan tersendiri jika logo yang digunakan dapat diterima. Begitu lah sebuah karya, bukan terletak pada nilai uang yang diperoleh dari karya itu. Namun sebuah karya bernilai, jika mendapatkan apresiasi dan manfaat yang dirasakan orang lain.

Selamat ulang tahun buat KAI, selamat dengan logo barunya. Semangat pagi. #CelotehPagi (AA)

Avaya

Sebuah pesan di sosial media mengingatkan saya bahwa ada perusahaan tertentu yang memberikan investasi dalam perjalanan karir seseorang. Tahun ini Avaya merayakan 20 tahun kelahirannya, setelah spin-off dari Lucent Technologies. Salah satu unit bisnis dari penyedia produk telekomunikasi ini, yang menangani perangkat enterprise. Secara khusus Avaya menangani solusi sistem telepon dan contact center beserta perangkat pendukungnya.

Proses spin-off tersebut merupakan topik yang perlu menjadi perhatian, karena setiap pelanggan berharap mendapatkan jaminan pemeliharaan atas perangkat yang disediakan. Bagaimanapun perangkat teknologi yang umumnya disediakan melalui investasi yang tidak sedikit perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan. Pada dasarnya proses spin-off adalah strategi bisnis saja dan tidak terlalu mengkuatirkan dibandingkan proyek transisi millenium.

Sebelum berita mengenai spin-off, perhatian tertuju pada perubahan tanggal pada sistem. Suatu proyek yang dilakukan untuk mengatasi tantangan perubahan tahun 1900 menjadi 2000 atau dikenal sebagai millenium. Ratusan perangkat harus dapat diupgrade atau diupdate, sehingga bisa mengakomodasi perhitungan tanggal 19xx menjadi 20xx. Bagi penyedia teknologi melewati tanggal 1 Januari 2000 adalah waktu tengah malam yang harus dilalui dengan was-was. Bisa jadi perangkat akan menjadi tahun 00 atau sama sekali tidak bekerja.

Menjadi bagian dari Avaya pada saat proses transisi tersebut, sebagai karyawan saya juga mendapatkan saham atas spin-off tersebut. Entah berapa nilainya, sudah lupa dan entah dimana bukti kepemilikan tersebut. Avaya tidak hanya memberikan dalam bentuk saham, akan tetapi yang berharga adalah pengetahuan dan pengalaman. Tak sedikit pelatihan, perjalanan atau pengalaman yang telah diberikan perusahaan multi nasional ini. Hal ini merupakan investasi berharga yang memberikan nuasa tersendiri dari perjalanan karis saya selanjutnya. Namun waktu cepat berlalu dan krisis keuangan menyebabkan Avaya harus tutup di Indonesia. Hal ini menyebabkan saya harus berpindah pekerjaan pada industri perbankan.

Bagaimanapun AT&T, Lucent Technologies dan Avaya adalah rangkaian spin-off perusahaan yang telah terjadi, sebagai bagian dari rencana strategis perusahaan. Kejadian tersebut telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan karir saya. Mengisi sebagian pengetahuan, pengalaman dan keterampilan saya mengenai contact center. Mengenalkan berbagai aspek bisnis dari perusahaan yang membutuhkan solusi contact center. Memberikan pelajaran dalam merencanakan model pelayanan contact center beserta kebutuhan teknologi.

Mengasah pengalaman dari model pelayanan yang satu dengan lainnya. Saya menjadikan teknologi sebagai kendaraan untuk mempelajari model bisnis dan perilaku pelayanan. Saya menjadi paham mengenai pelayanan industri perbankan, asuransi, telekomunikasi, sampai dengan rumah sakit. Sekaligus ini mengisi bagian lain dari pehaman saya mengenai perilaku dalam melayani orang lain. Teknologi contact center membutuhkan aspek tertentu dalam menentukan perilaku perusahaan dan organisasi dalam memberikan pelayanan contact center.

Ternyata perilaku pelayanan perlu menjadi perhatian dalam manajemen contact center. Hal ini saya pelajari lebih lanjut dari pengalaman menjadi bagian dari operasional contact center perbankan. Menetapkan berbagai fitur yang harus disediakan dalam pelayanan contact center dan menetapkan cara menghasilkan dari operasional contact center. Tentunya saya menjadi bagian dari bank tersebut, karena mereka menggunakan teknologi dari Avaya.

Saat ini pun tetap bekerjasama dengan Avaya dalam format yang berbeda. Mereka telah menjadi bagian dari setiap event tahunan The Best Contact Center Indonesia. Saya juga tetap menjadi pengamat dari perkembangan bisnis dan teknologi mereka. Berharap Avaya tetap berinovasi dalam menyediakan solusi contact center. Selamat merayakan ulang tahun yang ke 20 tahun dengan slogan #Avaya #experiencesthatmatter.

Teruslah berinovasi. Semangat pagi #CelotehPagi . (AA)

Liburan Panjang

Apakah anda mengetahui bahwa akhir Desember 2020 akan ada libur panjang ? Saat pemerintah memindahkan libur bersama lebaran ke akhir tahun, dengan harapan pandemik akan segera berakhir. Dengan begitu Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja dan termasuk pebisnis bisa menikmati libur panjang dari 24 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021.

Apa yang akan anda lakukan, jika saja kondisi sedang normal ? Berbagai rencana untuk menikmati akhir tahun dengan berbagai kegiatan menarik. Ada banyak rencana perjalanan yang bisa disusun, ada banyak tempat wisata yang ingin dikunjungi, atau pilihannya bertemu dengan keluarga di kampung halaman. Namun sepertinya kita harus menunggu perkembangan penanganan pandemik kali ini.

Menunggu hari libur tiba menjadi suatu hal yang menarik, apalagi jika bersamaan dengan libur anak sekolah. Menikmati kebersamaan dengan keluarga, melakukan perjalanan, atau sekedar makan bersama merupakan kenikmatan tersendiri. Terlepas dari berbagai hal mengenai pekerjaan, tugas yang harus diselesaikan dan berbagai macam permintaan. Kerepotan berubah dengan berbagai hal mengenai urusan keluarga.

Yang punya cucu, tentunya menanti saat-saat mereka liburan dan bisa menikmati kebersamaan bersama cucunya. Mungkin karena bapak dan ibunya tidak menarik lagi untuk diajak ngobrol, sehingga perhatian beralih ke cucu. Pastinya lucu dengan segala macam kerepotan yang ditimbulkan. Hmmm … kerepotan dengan cucu, bagi kakek dan nenek tentunya sesuatu hal yang menarik. Bisa membelikan sesuatu buat cucu atau memasak buat keluarga, mungkin suatu hal yang patut untuk tidak dilewatkan.

Hari libur panjang memang menjadi kesempatan yang dinantikan. Namun merasakan berada di rumah dan bekerja dari rumah selama lebih dari 6 bulan terakhir, seperti sebuah liburan panjang. Terkadang diselingi dengan kesibukan mengajar secara online, akan tetapi tetap dekat dengan keluarga. Melihat anak-anak berkembang dengan segala tingkahnya, merasakan keunikan mereka, canda dan tawa serta perdebatan yang mungkin timbul. Hmmm … semua itu mungkin akan terlewatkan.

Dengan semua kesibukan yang kita lakukan, ada saja bagian dalam perkembangan anak-anak yang terlewatkan. Namun kali ini, hampir semua waktu bersama mereka. Makan bersama, ibadah bersama, memperbaiki rumah bersama, bahkan bisa bekerja bersama. Melihat mereka semakin besar, bisa juga ukuran baju yang kekecilan, dan semangat makan yang berbeda. Yah … berada di rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah, menyebabkan semua itu terjadi. Dinikmati saja bahwa kita diberikan kesempatan untuk merasakannya.

Selamat menikmati liburan panjang anda. Maksudnya menanti libur panjang anda. Semoga pandemik ini cepat berlalu dan kita bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga. Saya yakin ada pelajaran berharga dari semua kejadian ini. Semangat pagi. #CelotehPagi (AA)

Coklat

Pernah makan coklat ? Hmmm … tentunya, sebagian besar kita pernah menikmatinya, baik dalam bentuk batangan, atau dalam bentuk cair. Menikmati coklat cair hangat dalam suasana udara yang dingin tentunya akan terasa nikmat. Apalagi jika dinikmati bersama pasangan, sambil duduk santai melihat pemandangan pagi yang cerah.

Sempat punya impian memiliki pabrik coklat. Sebagai petani coklat yang pernah menanam biji coklat menjadi tunas dan siap ditanam di lahan. Kemudian melihatnya bertumbuh sampai berbuah dan kami menikmati hasilnya. Panen coklat, tentunya yang diambil bijinya dan kemudian dikeringkan. Bagi yang ingin menikmati buahnya juga enak rasanya, jangan lupa bijinya dikumpulkan.

Proses mengeringkan biji coklat bagi petani tradisional adalah menggunakan sinar matahari. Tak heran jika anda mengunjungi desa yang menjadi sentra coklat, hampir semua pinggir jalan akan terhampar biji coklat yang dikeringkan. Tak cukup hanya sehari, bisa beberapa hari, sehingga kadar airnya sangat rendah dan layak jual. Semakin rendah kadar airnya, biasanya harganya akan semakin tinggi.

Mengumpulkan coklat sekilo, dua kilo dan seterusnya sampai sekarung, bisa memakan waktu. Selama proses ini terkadang ada juga biji coklat yang dimakan tikus. He he he … gara-gara hal ini, salah seorang keluarga petani tidak mau lagi makan coklat. Dia tidak mau makan coklat, karena dianggap sisa tikus. Hmmm … iyalah. Biji coklat yang telah dikeringkan, tentunya melalui berbagai proses sampai dengan dinikmati sebagai coklat batangan.

Jika membaca jurnal ilmiah, kandungan gizi yang termasuk pada coklat (kakao) diantaranya kandungan energi, protein, karbohidrat, serat, kalsium, berbagai mineral, vitamin B6, dan lemak. Konsumsi secara teratur coklat dalam jumlah tertentu akan membantu untuk menjaga kesehatan. Ingat yah, dalam jumlah tertentu … ! Kalau kebanyakan yah, nggak bagus juga. Segala sesuatunya pasti nggak bagus kalau kebanyakan.

Salah satu manfaat biji coklat untuk menjaga kesehatan pencernaan, karena kandungan magnesium dan serat di dalamnya. Mengonsumsi biji coklat secara teratur, dipercaya dapat mencegah sembelit dan membuat saluran pencernaan jadi lebih sehat. Nah, yang suka susah buang air besar kalau pagi, boleh coba nih mengkonsumsi coklat.

Antioksidan yang ada di dalam biji coklat juga bisa mencegah penuaan dini. Wah, cocok buat yang generasi x atau baby boomers. Antioksidan pada coklat akan mencegah rusaknya sel di tubuh, termasuk sel-sel di kulit, sehingga kulit menjadi lebih sehat dan terlihat lebih muda. Kayaknya yang awet muda, suka makan coklat nih. Pantesan suka ada coklat batangan di tasnya.

Kandungan polifenol juga dianggap baik untuk kesehatan jantung, mengurangi risiko kolesterol dan tekanan darah tinggi. Biji coklat dipercaya bisa mengontrol kadar gula darah karena makanan ini dianggap dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tidak terjadi penumpukan gula di dalam darah. Tulisan ini sudah seperti salah satu siaran TV, yang promosi alat kesehatan.

Aduh, pagi-pagi koq ngomongin berbagai macam penyakit yah. Sudahlah, nikmati saja secangkir coklat hangat bersama pasangan anda. Yang penting anda punya sebuah impian. Belum kesampaian punya pabrik coklat, kayaknya saya boleh juga beli saham COCO, yang sudah punya pabrik coklat. Beli 1 lot atau 100 lembar sahamnya hanya Rp80 ribu.

Kalau tidak jadi beli sahamnya, yang penting sudah pernah menulis mengenai coklat. Semangat selalu. #CelotehPagi (AA)

Ujian

Kembali menyapa anda, setelah beberapa hari menghilang mempersiapkan ujian indvidual The Best Contact Center Indonesia 2020. Setiap pagi berbagai kesibukan menantang diri untuk terus aktif melakukan sesuatu termasuk menulis. Ini bagai sebuah ujian yang selalu menguji konsistensi kita untuk terus menulis dan menulis lagi. Menuangkan ide, isi pikiran atau sekedar inspirasi yang bermanfaat bagi orang lain.

Bagi anda yang suka olah raga pagi, sebuah tantangan untuk anda melakukannya terus menerus. Anda harus menantang diri dan menciptakan berbagai alasan untuk terus melakukannya. Membuat anda merasa ada yang kurang jika tidak melakukannya. Walaupun hanya sekedar gerakan senam, jalan santai, atau bersepeda keliling kompleks perumahan. Jika anda sudah terbiasa, tentunya ada saja yang kurang. Begitulah kebiasaan, akan tetapi memulainya tentu tidaklah mudah.

Bagi anda yang terbiasa berangkat pagi ke kantor, diam di rumah tentunya merupakan tantangan tersendiri. Terbiasa bekerja dengan orang lain, berdiskusi secara tatap muka dan berbagai hal bersama tim, akan menghadapi tantangan jika harus bekerja secara jarak jauh. Berinteraksi secara langsung tentunya suatu kenikmatan tersendiri yang hilang dari bekerja jarak jauh. Bagaimanapun pola kerja bebas pada awalnya terlihat memudahkan, akan tetapi kita tetap harus memotivasi diri untuk mulai melakukan sesuatu. Harus ada semangat untuk proaktif dan punya inisiatif, melakukan sesuatu tanpa perintah.

Bagi anda yang terbiasa belajar sesuatu secara tatap muka, tentunya akan menantang untuk belajar secara jarak jauh. Namun bagi anda yang sudah terbiasa menggunakan video sebagai media belajar, maka anda akan mudah untuk belajar melalui video conference. Banyak gangguan yang terjadi pada seseorang belajar secara mandiri, utamanya memacu inisiatif dan minat memperlajari sesuatu. Pola belajar jarak jauh bagi pelajar atau mahasiswa atau karyawan saat ini sebenarnya mudah dengan jarak jauh. Namun yang hilang adalah suasana berkumpul, bermain dan bercanda, mungkin juga kehilangan suasana makan bareng di kantin sekolah.

Ada banyak hal yang berubah dalam cara kita menyikapi kondisi saat ini. Sebagai sebuah ujian, bukanlah kita sibuk menyalahkan soalnya yang sulit. Tetap tenang untuk mengerjakan dan mencari cara untuk menyelesaikan dengan baik. Menikmati sebagai proses perubahan pada sikap, pikiran dan tindakan kita. Mengubah pola kerja, mengubah pola belajar, mengubah kebiasaan-kebiasaan di rumah dan berbagai hal lainnya. Perubahan pasti terjadi, kemampuan kita beradaptasi merupakan karunia yang patut kita syukuri.

Kita sedang dalam proses menanti bahwa semua akan kembali seperti semula. Semoga hal itu akan terjadi. Namun waktu terus berjalan, kita tidak mungkin kembali ke masa itu, seperti kita merindukan masa-masa SMA. Hmmm … ada yang kangen masa SMA, ada apa yah. Sudahlah … tidak perlu mengingat siapa rekan sekolahmu yang paling menarik.

Mari kerjaan soal ujian kita dan nikmati prosesnya. Tulisan pagi ini juga menyemangati saya untuk tetap menulis dan mengisi pagi dengan sesuatu. Menyapa anda semua yang tetap semangat melewati semua ujian dan tantangan ini.

Selamat menikmati pagi, salam sehat selalu. #CelotehPagi (AA)

Pindah Kerja

Belakangan ini dengan banyaknya perusahaan contact center yang berpindah dari Jakarta ke Semarang atau Yogyakarta, menyebabkan perpindahan karyawan juga bisa terjadi. Mereka berpindah karena mendapatkan kenyamanan baru, mendapatkan teman kerja atau bisa juga mendapat pendapatan yang lebih tinggi. Semua itu harus ditempuh dengan melakukan adaptasi pada lingkungan yang baru.

Beradaptasi berarti kita melakukan proses untuk dapat diterima atau menerima kondisi lingkungan dan orang lain. Hal ini juga terjadi pada saat kita pindah bekerja pada suatu perusahaan. Jangankan bagi level agent, hal yang sama juga dialami oleh manager atau supervisor, ada budaya yang sudah terbentuk disana. Kita mencoba beradapatasi dengan lingkungan yang sudah ada atau kita berupaya supaya orang lain beradaptasi dengan kita sendiri.

Ada yang suka pindah kerja dan berpindah merupakan proses yang mudah. Ada saja perusahaan yang mau merekrut jenis karyawan seperti ini. Ada juga kenalan yang mencoba berbisnis sendiri dan pada akhirnya memutuskan kembali menjadi karyawan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, kami juga mendapatkan calon karyawan seperti ini.

Ada sisi baiknya dari calon karyawan yang suka pindah, karena dia cukup berpengalaman menghadapi berbagai perubahan kultur perusahaan. Tak mudah loh beradaptasi dalam budaya perusahaan yang baru. Nah, ada juga yang tidak bisa atau sulit berpindah kerja.

Berpindah kerja dan beradaptasi merupakan suatu proses bagi karyawan untuk bisa saling menerima kebijakan baru yang ditetapkan. Jika kita hadir sebagai karyawan atau level tertentu yang tidak bisa mengubah kebijakan atau keadaan, maka secara otomatis kita harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagi sebagian orang proses adaptasi ini terkadang tidak mudah, sehingga menjadi tantangan seseorang untuk berpindah pekerjaan. Lalu kalau tidak bisa pindah terus bagaimana ?

Tunjukkan prestasi atau kuliah lagi ! Suatu lingkungan kerja dapat unggul dengan kompetisi yang memungkinkan lahirnya pemimpin-pemimpin baru dalam bisnis atau melahirkan kreativitas-kreativitas baru dalam bekerja. Gaya kepemimpinan yang kompetitif, transparan dan terbuka, yang memungkinkan karyawan memberikan masukan atau berpendapat. Dinamika dalam bekerja yang kompetitif bertujuan untuk mencapai sesuatu dengan berbagai metode yang kreatif.

Demikian pula yang terjadi pada saat kita kuliah. Kita akan menghadapi berbagai kasus dan ujian-ujian, yang menuntut kita menemukan pengetahuan dan keterampilan baru. Dengan kuliah, nantinya mendapatkan gelar sarjana, master atau doktor, bisa menjadi bekal untuk mendapatkan penugasan-penugasan baru. Hal ini akan membuka ruang untuk melahirkan ide-ide baru dalam melakukan pekerjaan. Tentunya kondisi ini harus didukung oleh kemampuan menerapkan ilmu dari kuliah yang diikuti.

Jika kinerja dapat ditunjukkan, maka akan terjadi kontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan. Jika tidak, maka yang terjadi adalah penolakan-penolakan, yang akan menjadi penghambat pencapaian sasaran kerja. Apapun pilihan tempat kerja kita, mari berkontribusi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

Tetap semangat, semoga menemukan tempat untuk berkarya yang lebih baik. #CelotehPagi (AA)

Toilet

Sebelas tahun yang lalu saya menulis mengenai pentingnya menghitung kebutuhan toilet untuk contact center. Bagi Anda yang bekerja di contact center atau pabrik dengan jumlah tenaga kerja yang banyak, maka ketersediaan toilet menjadi sangat penting. Namun saya juga apresiasi bagi petugas atau pengguna yang selalu membersihkan toilet setelah digunakan, Begitu juga bagi yang menggunakan toilet secara cepat, sehingga bisa digunakan orang lain. Tak kalah pentingnya, apresiasi bagi yang sabar antri untuk mendapatkan toilet.

Saya sempat memperhatikan beberapa tempat keramaian yang tidak dilengkapi dengan toilet yang memadai. Hal ini menyebabkan antrean yang panjang untuk membuang hajat dan dapat menimbulkan penyakit yang bermacam-macam. Bisa terjadi di mall, tempat rekreasi, terminal, bandara, hotel atau tempat keramaian lainnya. Pada saat banyak orang berkumpul, maka ada saja yang membutuhkan ke toilet. Hal ini merupakan siklus yang normal dari seseorang, yang bisa mengkonsumsi sesuatu dan juga membuangnya ke tempat yang layak.

Dalam beberapa kunjungan ke contact center, saya sering memperhatikan toilet mereka. Baik tingkat kebersihannya, jumlah ruangannya, ketersediaan air, alat pengering, sabun dan juga tissue. Ada contact center tertentu yang sangat bersih toiletnya dan ada pula yang sangat jorok, bahkan air tidak tersedia dengan memadai. Saya jadi kepikiran, bagaimana mungkin karyawan di tempat tersebut bisa nyaman dengan kondisi toilet yang terbatas. Apakah hanya saya yang berpikiran seperti itu ?

Pada saat saya merancang dan membangun rumah sendiri, maka yang saya pikirkan adalah toilet dan jumlah yang cukup. Begitu juga pada saat memilih kantor, saya akan perhatikan ketersediaan toiletnya. Hmmm, saya juga pernah tidak memilih hotel sebagai lokasi pelatihan, karena jumlah toiletnya terbatas. Begitu juga pada saat memilih tempat belanja atau mall, saya akan mempertimbangkan lokasi yang punya toilet yang bersih. Bukan berarti bahwa saya suka ke toilet, hanya antisipasi saja, karena kalau sudah ke toilet dan antrian panjang. Hmmm … lebih baik batal saja.

Walaupun latar belakang saya bukan arsitek atau teknik sipil, karena saya lulusan teknik elektro. Entah kenapa saya selalu mempertimbangkan hal yang satu ini. Demikian pula pada saat saya diminta untuk mendesain ruangan contact center. Saya akan memperhatikan keseimbangan antara jumlah orang yang bertugas dengan jumlah toilet yang akan disediakan. Yang sulit, jika gedung yang dipilih tidak didesain untuk ditempati oleh banyak orang, sehingga tidak mungkin menambah jumlah toilet yang disediakan. Beberapa perkantoran di Jakarta memang kurang memperhatikan jumlah toilet, karena mereka tidak merencanakan digunakan untuk contact center.

Ada beberapa lokasi contact center yang mengubah model toilet dan menambah sekat ruangan. Namun terkadang jumlahnya tetap saja tidak cukup, karena jumlah agent yang bertugas ada ratusan bahkan ribuan. Saya jadinya membayangkan kondisi ini di pabrik, yang jam istirahatnya bersamaan. Beberapa kali saya ke pabrik tertentu, jika istirahat, saya coba perhatikan yang mereka lakukan pada saat istirahat. Berapa karyawan yang akan langsung ke toilet pada saat istirahat dan beberapa yang memilih untuk makan/minum atau aktivitas lainnya.

Berhubung saya menganggap ini adalah hal yang serius. Setiap saya menjadi juri lomba, maka toilet ini menjadi pertanyaan penting yang ditanyakan dalam penjurian lomba The Best Contact Center Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain. Pesan penting dari hal ini, jika anda ingin menilai perhatian seseorang pada kebersihannya, perhatikan toiletnya.

Sudahkah anda ke toilet pagi ini, pastikan anda juga membersihkan toilet anda. Walaupun saya agak jorok, saya tetap berpesan “Upayakan meninggalkan toilet dalam keadaan bersih, karena ada orang lain yang akan menggunakannya”. Salam sehat. #CelotehPagi (AA)

Anti-Attrition

Ketika memutuskan untuk berhenti menggunakan suatu produk atau jasa, maka artinya manfaat yang dirasakan sudah tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Misalnya Anda berhenti menggunakan kartu kredit, karena bunga atau biaya admin tahunannya dirasakan memberatkan. Bisa juga melunasi pinjaman Anda dengan membayar keseluruhan cicilan, sehingga anda tidak terbebani bunga lagi.

Hal yang sama terjadi jika anda berlangganan jaringan internet dari salah satu provider dan akhirnya memutuskan untuk berhenti berlangganan. Bisa juga terjadi pada saat menggunakan produk asuransi atau berbagai macam produk yang pembayaran bersifat rutin. Bisa juga terjadi pada hal-hal tertentu yang menyebabkan kecanduan, seperti merokok, main game, belanja online atau berbagai hal lainnya yang berlebihan.

Untuk menghindari pelanggan berhenti atau keluar, maka perusahaan biasanya memiliki sejumlah antisipasi. Bisa dengan memberikan potongan, atau bisa juga penghapusan biaya admin, bunga atau semacamnya. Upaya ini biasanya dilakukan oleh petugas yang diberikan kewenangan yaitu unit kerja anti-attrition. Petugas pada unit ini akan berupaya secara maksimal, sehingga pelanggan tidak berhenti atau kabur.

Tentunya sebagai petugas pada unit anti-attrition perlu memiliki kemampuan negosiasi yang baik. Mereka akan dibekali kemampuan mempengaruhi orang lain. Petugas yang ditempatkan juga diberikan kewenangan khusus, sehingga pelanggan merasa diperhatikan. Berapa besar kompensasi yang mungkin diberikan kepada pelanggan supaya tidak berhenti, tentunya sudah dihitung dengan baik. Hanya saja, ada kalanya Saya perhatikan mereka hanya memenuhi tuntutan pelanggan, tidak melakukan analisis terhadap keuntungan dari pelanggan yang dapat diperoleh.

Model yang lain yang dapat dilakukan oleh anti-attrition adalah membuat kondisi sulit bagi pelanggan untuk berhenti. Dengan proses yang rumit untuk berhenti, maka pelanggan akan mengurungkan niatnya. Selain itu, anti-attrition sebenarnya akan berkurang bebannya jika ada metode yang bagus dalam membangun loyalitas pelanggan. Pelanggan biasanya ditawarkan dengan berbagai produk tambahan yang menyebabkan mereka sulit berhenti.

Semakin banyak variasi produk yang digunakan pelanggan Anda, maka semakin sulit mereka berhenti menjadi pelanggan. Bisa jadi hal ini yang menyebabkan suatu perusahaan menghadirkan beragam variasi produk. Contohnya, jika anda menjadi nasabah tabungan pada suatu bank, mereka akan menawarkan gratis kartu kredit. Selanjutnya akan menawarkan asuransi, deposito, investasi dan berbagai produk kredit perbankan. Hal yang sama jika Anda mendapatkan pinjaman dari bank, maka secara otomatis mereka akan membukakan rekening untuk tabungan.

Begitu juga pengguna internet, akan ditawarkan berbagai paket pelengkap termasuk channel TV, film atau aplikasi game online. Tentunya variasi produk ini digunakan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Hanya saja penawaran produk pelengkap terkadang terlalu banyak, sehingga mengganggu bagi sebagian pelanggan. Kita tidak hanya menerima SMS, email dan sekarang kita juga menerima notifikasi dari aplikasi whatsapp. Yang berbahaya kalau metode promosi dan anti-attrition ini juga diterapkan pada konsumsi yang negatif.

Jika bagian promosi bertugas menambah jumlah pelanggan dan penggunaan produk. Sebaliknya bagian anti-attrition ibarat menambal kebocoran pada suatu bisnis, sehingga tidak tumpah lebih banyak. Kalau tidak mau anti-attrition bekerja lebih berat, maka jalan keluarnya buatlah pelanggan anda loyal. Semangat. #CelotehPagi (AA)

Mangga

Orang Sunda pasti punya arti tersendiri untuk kata Mangga. Begitu juga yang suka memakai sarung, pastinya ingat sarung mangga. Namun yang saya akan bahas bukan itu, melainkan nama buah yang rasanya enak. Tergantung dari jenis mangga yang dimakan, ada yang memang sengaja pilih yang asem, untuk rujak. Ada pula yang suka berbau harus dan manis, karena itu memilih buah mangga yang dikenal dengan arumanis. Yah, rasanya tentunya harum dan manis, jika memilih mangga yang sudah matang.

Salah satu tetangga kami punya pohon mangga yang selalu berbuah lebat. Walaupun buahnya besar dan terlihat menarik, tetapi jarang yang berani memetik buahnya. Rasanya memang agak asem, mungkin cocok untuk rujak. Kalau di kampung saya bisa dibuat bumbu masak. Saya tidak tahu namanya dalam bahasa Indonesia. Yang jelas digunakan untuk masak ikan bumbu kuning khas sulawesi.

Kalau kita makan ikan bakar, juga ada mangga yang biasanya dicampur dengan cabai. Dengan rasa asem mangga membuat bau amis dari ikan akan terasa lebih enak. Biasanya kalau makan ikan bakar, saya suka memilih sambal mangga tersebut. Selain itu, bisa juga dengan bumbu kecap, yang diberikan potongan cabai. Hmmm … jadinya pengen ikan bakar yang fresh, seperti yang ada di rumah makan dekat pelelangan ikan.

Membahas mengenai mangga, ini juga merupakan bisnis yang menarik. Ada salah satu penjual minuman di salah satu mall dekat rumah, yang menjual mangga dan dulu antriannya sangat panjang. Kemasan es cream dan mangga dalam satu gelas tinggi, harganya kalau tidak salah Rp50 ribu. Mengusung merek dari Thailand, yang terkenal dengan mangganya yang manis. Entah benar mangganya impor dari Thailand atau hasil budidaya di Indonesia. Itulah bisnis mangga.

Kalau ke Thailand, pastinya belum lengkap jika belum menikmati hidangan mangga. Namanya manggo sticky rice, terbuat dari kombinasi beras ketan dan mangga, diberikan sedikit santan dan beras goreng. Rasa mangga yang manis khas Thailand serta ketan yang diberikan santan sedikit asin, merupakan kombinasi yang menarik. Biasanya saya bisa makan 2 atau 3 porsi, harganya sekitar 180-200 Bath.

Mangga juga merupakan buah favorit keluarga, sehingga orang tua saya menanam 5 pohon mangga di sekitar rumah. Kalau berbuah bersamaan, harusnya gantian, supaya bisa menikmati mangga sepanjang tahun. Hmmm … begitulah, mangga ada musimnya. Kalau berbuah, yah semuanya ikutan berbuah. Ada 3 jenis mangga yang ditanam, yang jelas ada mangga golek dan arumanis, yang satu lagi nggak tahu namanya.

Biasanya ayah saya memetik mangga yang sudah agak tua. Tidak bisa menunggu sampai benar-benar kemerahan, karena akan berlomba dengan kelelawar yang akan menikmati lebih dahulu. Mangga yang sudah agak tua, hanya menunggu 2 atau 3 hari dan sudah matang dengan sempurna. Makan mangga bersama keluarga tentunya salah satu hal yang dinantikan. Biasanya juga dihidangkan bersama dengan ketan. Kayaknya mirip dengan yang ada di Thailand.

Tulisan mangga ini mengingatkan kampung halaman dan sosok ayah yang sering saya ajak main catur di bawah rindangnya pohon mangga. Menyejukkan berada di rumah orang tua, karena banyak pepohonan di sekitarnya. Hanya saja, memang membuat kesibukan tertentu, karena dedaunan yang membutuhkan dibersihkan setiap hari. Kalau pohon mangga terlalu tinggi, perlu dipangkas, karena akan mengganggu jaringan listrik. Selain itu terkadang merusak atap rumah yang terbuat dari seng.

Beberapa buah yang lain juga ada di sekitar rumah, seperti alpukat, belimbing, kelapa, pisang dan buah lainnya. Namun mangga selalu disimpan sebagai kenangan. Nah, mungkin anda punya buah kenangan yang ditanam di sekitar rumah orang tua anda. Yang jelas begitulah indahnya punya kampung halaman.

Selamat menikmati. #CelotehPagi (AA)

Indomie Goreng

Jika anda penikmat tulisan saya, sepertinya anda sudah bisa menebak akhir dari tulisan ini. Namun sebaiknya anda menyelesaikan membacanya, sebelum mengambil keputusan untuk memasak indomie. Setelah saya membahas mengenai bubur ayam, maka hari ini saya ingin membahas salah satu makanan favorit saya. Indomie goreng, memang khas dan saya sudah menikmatinya di lebih dari separuh usia saya. Sekarang sudah terlanjur terkenal duluan ke manca negara.

Dalam masa pandemik ini, mudah-mudahan indomie tetap berproduksi dan mengirimkan produksinya ke berbagai negara. Yang jelas berharap produksinya tetap di Indonesia, sehingga bisa mempekerjakan karyawan orang Indonesia. Nanti kalau diproduksi di luar negeri, rasanya bisa berbeda. Hmmm … Senang juga punya produk yang terkenal, selain rendang. Untungnya Gordon Ramsay nggak membahas mengenai indomie goreng pada saat ke Indonesia.

Berbagai variasi indomie goreng juga sudah dibuat, dengan mengambil berbagai makanan khas Indonesia. Pendekatan indomie yang dilakukan untuk mengambil berbagai variasi masakan mie yang ada di berbagai daerah. Tentunya bisnis mie memang selalu menarik. Mulai dari pedagang makanan pojokan sekolah, warung pinggir got sampai dengan restoran menyajikan hidangan indomie.

Dulu, biasanya kalau makan indomie goreng harus 2 porsi, atau minimal memilih yang versi jumbo. Terkadang ditambah dengan telur ayam atau abon dan bawang goreng. Hmmm … ayo mengaku yang suka indomie goreng 2 porsi. Sekarang saya memilih hanya 1 porsi saja, itu sudah cukup, tetapi bawang goreng dan abon serta telor masih menjadi pelengkap indomie goreng saya. Jangan khawatir, kalau ke rumah, biasanya ada stok indomie goreng.

Kalau belum sarapan di kantor biasanya saya meminta seseorang membuatkan indomie goreng. Namun lebih enak jika indomie goreng dibuat sendiri. Panaskan menggunakan microwave, setelah matang buang airnya dan pastikan jangan buang mienya. Hmmm, setelah itu tuang bumbunya dan lengkapi dengan bawang goreng, juga dengan abon sapi. Pastinya, Enak lah! yang enak itu abonnya atau indomie gorengnya ?

Kalau keluar negeri saya hampir selalu membawa indomie, bisa rasa mie goreng atau kari ayam. Biasanya membawa beberapa buah dalam kemasan gelas, sehingga mudah diseduh, kayak teh saja. Peserta benchmarking biasanya juga membawa indomie dalam setiap perjalanan. Berhubung mereka mendapatkan jatah makanan, terkadang indomie tidak sempat dimakan. Biasanya mereka berbagi indomie pada malam terakhir, karena kopernya penuh dan sisa indomie harus dikosongkan untuk oleh-oleh.

Indomie juga punya kepedulian sosial yang tinggi. Coba saja perhatikan, setiap ada bencana, yang hadir duluan adalah mie instant. Salah satunya indomie, mungkin juga rasanya indomie goreng. Semoga pemilik indofood membaca tulisan ini, sehingga bisa terus menyumbangkan indomienya ke orang-orang yang membutuhkan. Rasanya indomie goreng menemani dalam berbagai suasana, baik suka dan duka.

Seperti juga celoteh pagi, berharap ini menjadi teman setia anda dalam setiap kesempatan. Ditulis tidak terlalu panjang, supaya anda bisa menikmatinya dalam sekejap. Sama dengan indomie goreng yang dikemas dengan ukuran tertentu. Kalau terlalu banyak, mungkin kita akan bosan.

Selamat menikmati hari, semoga sehat dan bahagia. #CelotehPagi (AA)