Pindah Kerja

Belakangan ini dengan banyaknya perusahaan contact center yang berpindah dari Jakarta ke Semarang atau Yogyakarta, menyebabkan perpindahan karyawan juga bisa terjadi. Mereka berpindah karena mendapatkan kenyamanan baru, mendapatkan teman kerja atau bisa juga mendapat pendapatan yang lebih tinggi. Semua itu harus ditempuh dengan melakukan adaptasi pada lingkungan yang baru.

Beradaptasi berarti kita melakukan proses untuk dapat diterima atau menerima kondisi lingkungan dan orang lain. Hal ini juga terjadi pada saat kita pindah bekerja pada suatu perusahaan. Jangankan bagi level agent, hal yang sama juga dialami oleh manager atau supervisor, ada budaya yang sudah terbentuk disana. Kita mencoba beradapatasi dengan lingkungan yang sudah ada atau kita berupaya supaya orang lain beradaptasi dengan kita sendiri.

Ada yang suka pindah kerja dan berpindah merupakan proses yang mudah. Ada saja perusahaan yang mau merekrut jenis karyawan seperti ini. Ada juga kenalan yang mencoba berbisnis sendiri dan pada akhirnya memutuskan kembali menjadi karyawan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, kami juga mendapatkan calon karyawan seperti ini.

Ada sisi baiknya dari calon karyawan yang suka pindah, karena dia cukup berpengalaman menghadapi berbagai perubahan kultur perusahaan. Tak mudah loh beradaptasi dalam budaya perusahaan yang baru. Nah, ada juga yang tidak bisa atau sulit berpindah kerja.

Berpindah kerja dan beradaptasi merupakan suatu proses bagi karyawan untuk bisa saling menerima kebijakan baru yang ditetapkan. Jika kita hadir sebagai karyawan atau level tertentu yang tidak bisa mengubah kebijakan atau keadaan, maka secara otomatis kita harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagi sebagian orang proses adaptasi ini terkadang tidak mudah, sehingga menjadi tantangan seseorang untuk berpindah pekerjaan. Lalu kalau tidak bisa pindah terus bagaimana ?

Tunjukkan prestasi atau kuliah lagi ! Suatu lingkungan kerja dapat unggul dengan kompetisi yang memungkinkan lahirnya pemimpin-pemimpin baru dalam bisnis atau melahirkan kreativitas-kreativitas baru dalam bekerja. Gaya kepemimpinan yang kompetitif, transparan dan terbuka, yang memungkinkan karyawan memberikan masukan atau berpendapat. Dinamika dalam bekerja yang kompetitif bertujuan untuk mencapai sesuatu dengan berbagai metode yang kreatif.

Demikian pula yang terjadi pada saat kita kuliah. Kita akan menghadapi berbagai kasus dan ujian-ujian, yang menuntut kita menemukan pengetahuan dan keterampilan baru. Dengan kuliah, nantinya mendapatkan gelar sarjana, master atau doktor, bisa menjadi bekal untuk mendapatkan penugasan-penugasan baru. Hal ini akan membuka ruang untuk melahirkan ide-ide baru dalam melakukan pekerjaan. Tentunya kondisi ini harus didukung oleh kemampuan menerapkan ilmu dari kuliah yang diikuti.

Jika kinerja dapat ditunjukkan, maka akan terjadi kontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan. Jika tidak, maka yang terjadi adalah penolakan-penolakan, yang akan menjadi penghambat pencapaian sasaran kerja. Apapun pilihan tempat kerja kita, mari berkontribusi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

Tetap semangat, semoga menemukan tempat untuk berkarya yang lebih baik. #CelotehPagi (AA)