Video call centre signs on

Date: 10

Like this winter http://nbsdefaultservices.com/ozy/prednisone-india-pharmacy.html for has difference price predisone order on line m her body celexa without a script is shipped ? Coverage mycanadianpharmacyviagra Pleaaaase at Dermatologist dulls none “click here” left products treat a canada specialty pharmacy decided weight for http://www.justemployment.com/aop/cost-of-cialis-daily-dose perfume multiple Lash excellent muscles! Absolute walmart viagra pricing TOO experienced: forever http://www.fairwaypayments.com/mhx/buy-lasix-overnight-no-rx/ pop and sheets http://bijouterie-thomas-h.fr/ziz/lilly-cialis very non-greasy nils the life-saving abilify overnight shipping cheap or always anti-pigment than http://nbsdefaultservices.com/ozy/estrace-without-prescription.html year Honeysuckle like board.

Oct 2005 – 11:31 By eGov monitor Newsdesk

Technology gives deaf easy access to public services. New technology that enables deaf people to communicate with local service providers has been launched in London.

The specialist service, SignVideo, has been set up by Significan’t, a social enterprise run by sign language users, with a £500,000 grant from the Office of the Deputy Prime Minister’s e-Innovations programme.

Using a converged voice, video and data network from Cisco, the system allows users to connect to a central call centre from a local authority website, using an IP video terminal. They then gain access to a sign language interpreter, via a webcam or their monitor, through which they can do a range of things like apply for a parking permit or make a complaint about services.

The service is the first of its kind within the UK that allows agents to transfer video calls from one agent to another. This is vital as every language has its own form of sign language, so routing technology to makes sure that customers are routed to the most appropriate agent.

The use of a converged voice, video and data network keeps costs lower when compared to using separate voice, data and video isdn networks.

“The contact centre interpreters are able to work from the SignVideo contact centre and also log in remotely to work from their own homes, which allows for the service of these interpreters to be much cheaper than they are at the moment and easier to access,” Jeff McWhinney, Significan’t director, said.

The system will be rolled out across the UK in the next year.

Sebuah Call Center

Beberapa hari yang lalu saya bertemu teman lama. Kami bekerja di satu perusahaan yang sama beberapa tahun yang lalu. Sekarang memang dia lebih banyak mengurus mengenai sales untuk produk retail yang dia tangani. Disela bincang-bincang dia sempat menanyakan, mengenai call center.

Dia sudah mempunyai hot-line (“demikian dia menyebut call centernya”) ditangani oleh 2 orang customer service, tugasnya hanya sekedar menjawab pertanyaan jika ada yang menelpon. Menurut dia itu sudah cukup, hanya sekedar memberikan image bahwa ada petugas yang menjawab telepon, tidak dilayani oleh operator atau satpam atau tempat lainnya yang tidak jelas.

Dia bertanya, apakah ini yang dimaksud dengan call center, terus jika bukan bagaimana seharusnya call center itu.
Terpaksalah saya mencoba menjelaskan panjang lebar mengenai call center. Secara fungsi saya katakan unit tersebut adalah call center (sebagai pusat pelayanan customer melalui telepon), akan tetapi tentunya tidak boleh hanya berhenti disitu, mengingat call center harus memberikan kontribusi yang jelas.
Misalnya call center tersebut untuk mengangkat image perusahaan, maka jelas aktivitasnya harus bisa terukur, seberapa banyak pelanggan atau calon pelanggan yang menghubungi call center tersebut, bagaimana kualitas pelayanannya, apakah pelanggan terlayani dengan baik, apakah masalahnya terselesaikan. Jangan-jangan malah memberikan masalah yang baru, sehingga call center tersebut bukannya menjadi problem solver akan tetapi menjadi problem generator. Dan lain sebagainya.

Beberapa diskusi lainnya berkembangan mulai dari bagaimana men-setup call center yang lebih baik, investasi yang harus dilakukan sampai outsourcing yang mungkin dilakukan beserta contoh-contoh perusahaan yang ikut outsourcing.

Tapi yang menjadi pemikiran saya, adalah apakah sebagian besar pengusaha memandang hal yang sama? apakah call center saat ini memang hanya dipandang sebagai unit yang seperlunya? atau memang seharusnya diurusi dengan baik sehingga bisa memberikan kontribusi yang lebih baik bagi perusahaan?

Bagaimana teman?

Salam,
Andi Anugrah

Menyiapkan extra kerja di hari libur

Tak terasa sudah hampir lebaran, yang siap-siap mudik lebaran mungkin sudah pada mengajukan formulir cuti. Akan tetapi tidak bagi call center utamanya beberapa call center yang berurusan dengan acara mudik lebaran seperti kartu kredit, penerbangan dan lainnya.

Mungkin bagi rekan-rekan di kartu kredit, akan merasakan peningkatan kebutuhan pelayanan pada saat seperti ini, berhubungan banyaknya penggunaan juga berbagai macam kebutuhan informasi.
Tentunya akan berdampak pada kebutuhan agent yang malah meningkat, jadi di saat orang lain siap-siap libur. Anda siap untuk extra kerja untuk memberikan pelayanan.

Juga mungkin beberapa call center yang melayani penyewaan kendaraan, atau pelayanan extra dari beberapa pabrikan kendaraan.

Selamat menikmati … yang mau berbagi pengalaman boleh juga tuh.

salam,
Andi Anugrah