Celoteh Pagi : Perbedaan


Oleh Andi Anugrah

Sekelompok anjing, kucing atau tikus bisa hidup berdampingan pada suatu tempat, tanpa memperebutkan sesuatu. Mereka bisa mempunyai jenis makanan yang sama, akan tetapi mempunyai kehidupannya sendiri, bahkan kucing tidak perlu mengejar tikus untuk mendapatkan makanan. Begitu juga anjing tidak perlu berantem dengan kucing karena perbedaan kemampuan.

Sekelompok orang bisa bekerja pada suatu kantor untuk mengerjakan sesuatu proyek atau tujuan bersama. Mereka bisa berkumpul, berdiskusi atau melaksanakan kegiatan, dengan kesamaan topik walaupun berbeda pandangan. Yang pada akhirnya bagaimana menemukan sesuatu yang bermanfaat dari diskusi atau kegiatan yang dilakukan. Namun dua orang bisa berselisih paham dan menghancurkan hasil pekerjaan kelompok, sehingga tujuan tidak tercapai.

Sekelompok orang dengan latar belakang budaya atau suku bisa berkumpul dalam suatu komplek perumahan dan saling menerima perbedaan. Mereka bisa makan bersama, olah raga bersama, jalan-jalan bareng atau merayakan 17an dalam suasana yang akrab. Mereka bisa bergabung pada forum komunikasi seperti whatsapp untuk saling berbagi informasi dan saling membantu. Namun sebaliknya dua orang bertetangga dengan suku yang sama bisa ribut setiap hari hanya mempermasalahkan tempat parkir atau tempat pembuangan sampah.

Begitulah perbedaan bisa menjadi sumber perdebatan, perbedaan juga bisa menjadi sesuatu yang mempererat hubungan. Jika bisa menemukan kesamaan, kenapa justru perbedaan yang menonjol. Setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, dalam kondisi tertentu kita mempunyai pandangan umum terhadap suatu suku tertentu. Menganggap bahwa suatu suku tertentu mempunyai hal yang sama dalam sikap, maupun dalam cara berbicara atau cara pandang.

Mungkin mereka sama dalam pilihan makanan, ada yang suka pedas, ada juga yang suka manis. Ada yang menyukai ikan, ada juga lebih menyukai daun-daunan atau kacang-kacangan. Apakah semua harus suka ayam atau kambing atau sapi atau domba, tentunya tidak semua orang makan daging, ada juga yang hanya bisa dengan sayuran. Apakah perbedaan pola makan itu sesuatu yang harus diperdebatkan, tentu saja tidak.

Sebagai penggemar coto makassar, saya juga suka soto betawi, kadang-kadang juga soto kudus atau rawon. Enak juga makan sate padang, tentunya beda dengan sate madura atau sate ponorogo dan sate blora. Kalau sate senayan, kayak punya ciri khas sendiri juga. Begitulah selera seseorang bisa berbeda. Dinikmati saja.

Semoga berkenan adanya. (AA)