Mengajar Bisnis

Di suatu siang, saya dan 2 anak saya yang generasi millenial, mampir ke McD tentunya menggunakan drive thru. Kami memesan cheese burger 3 paket dan petugas meminta kami menunggu lebih lama karena harus cek stock. Setelah menunggu akhirnya paket kami bisa diproses oleh petugas dan kami melanjutkan dengan pembayaran pada jendela berikutnya.

Setelah membayar kami pun menunggu pada jendela pelayanan. Sambil menunggu, kami ngobrol santai di mobil. Anak saya bertanya, “kenapa bisa stocknya habis ?”, saya jawab ini restoran nak, burger itu terdiri dari roti, keju, tomat, saus dan daging, mungkin salah satunya habis. Dia masih penasaran, kenapa habis, bukankah bisa masak.

Nah, mulailah mengajarkan ide bisnis, memutar otak bagaimana prinsip bisnis dijalankan. “Nak, dalam bisnis, pengelola harus memperkirakan jumlah barang yang mau dijual. Ada kalanya, terlalu banyak, ada kalanya terlalu sedikit sehingga habis. Kemampuan pebisnis dalam menetapkan jumlah yang harus disediakan dan sesuai dengan kebutuhan pasar adalah keunggulan tersendiri.”

Pada saat jumlah yang disediakan terlalu banyak dan tidak habis, maka mereka akan mengalami kerugian. Mereka harus menyimpan di suatu tempat, harus ada biaya listrik untuk kulkas yang besar. Untuk itu mereka harus menyediakan dalam jumlah yang cukup dan tidak terbuang. “Nak, suatu saat kamu harus pelajari yang dibutuhkan oleh orang lain, sehingga bisa menyediakan dalam jumlah yang tepat.”

Nak, Kamu juga harus tahu selera pelanggan, sehingga bisa menyajikan paket-paket yang sesuai dengan kemampuan membayar dan keinginan mereka. Kalau produknya bagus, tetapi tidak ada yang pesan karena terlalu mahal. McD pasti punya orang yang mampu memperkirakan kebutuhan bahan baku yang mau dijual pada suatu outlet.

McD seperti restoran cepat saji lainnya, bahan baku makanan sudah diproduksi di pabrik mereka dan setiap outlet hanya memanaskan serta mengemas dan membungkus sesuai pesanan. Kenapa harus ada pabriknya, karena mereka bisa mengatur produksi dalam jumlah banyak. Jika jumlahnya banyak bisa lebih murah ongkos produksinya. Yah, begitulah mereka bisa menjual lebih banyak, dari banyak outlet dan tetap disukai oleh pelanggan. Celoteh Pagi (AA)