Celoteh Pagi: Sibuk & Produktif

Pada saat kita disibukkan dengan berbagai hal, maka kita mengasumsikan diri kita sudah produktif. Kesibukan kita membuat kita menyalurkan energi yang kita miliki untuk mengerjakan sesuatu. Ada hal yang kita kerjakan manfaatnya sesaat, ada pula yang dirasakan dalam jangka panjang.  

Kita bisa sibuk atau menghabiskan waktu mengerjakan hal-hal tertentu yang menghasilkan atau tidak. Ada orang tertentu yang diberikan kepercayaan untuk sibuk mengurusi orang lain, memberikan manfaat bagi orang lain, ada pula yang hanya sibuk dengan dirinya sendiri. Ada kesibukan yang menuntut kita membagi waktu dengan baik, sehingga kita perlu menetapkan prioritas yang harus dikerjakan. Semakin kita sibuk, maka semakin banyak karya yang dihasilkan.  

Dari sisi produktivitas, jika kita menggunakan kamus bahasa, maka produktivitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu. Dalam teori ekonomi ditegaskan, produktivitas menunjukkan hasil yang lebih besar dari sumber daya yang kita gunakan. Begitu juga dalam industri, suatu teknologi dikatakan lebih produktif, jika mampu menghasilkan lebih banyak dari cara manual.  

Nah, ini tantangannya, pada saat kita sibuk, apakah menunjukkan kita lebih produktif? Hasil bisa diukur dengan manfaat, yang bisa terwujud dengan pendapatan yang lebih besar, rasa bahagia yang lebih besar, rasa syukur yang lebih besar, atau ukuran lain yang bisa ditetapkan oleh setiap individu.  

Pada masa pandemik ini, setiap individu berusaha mengisi waktu dengan berbagai kesibukan. Ada kesibukan untuk membangun kebahagiaan dengan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ada pula kesibukan yang menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Ada yang menghasilkan sesuatu yang menjadi karya buat masa depan, dan ada pula yang sibuk dengan dirinya sendiri.  

Dalam melaksanakan pekerjaan sebagai insan contact center, produktivitas diukur dengan ukuran yang ditetapkan oleh perusahaan. Dengan harapan bahwa setiap sumber daya yang digunakan mampu menghasilkan atau kontribusi yang lebih besar. Ada contact center yang menggunakan ukuran customer satisfaction, ada juga yang mengukur dari pendapatan, transaksi, pemesanan, nilai lain yang ditetapkan perusahaan.  

Apakah Anda merasa lebih sibuk atau lebih produktif?  

Selamat menikmati pagi, semoga Anda sehat dan bahagia. (AA)

Celoteh Pagi: Rekaman

Pernahkah Anda melihat video rekaman Anda sedang marah-marah? Atau pernahkah Anda melihat video Anda sedang melatih, berbicara, atau menasihati orang lain? Pernahkah Anda membuat rekaman pada saat meeting, wawancara atau pidato? Atau mungkin Anda sering mengamati rekaman publik figur yang sedang wawancara atau sedang memberikan tanggapan terhadap suatu kejadian. Rekaman peristiwa bisa menjadi bahan evaluasi bagi orang yang belajar atau memperbaiki diri.

Saat ini semakin mudah kita temukan banyak video yang bertebaran di internet dan berbagai platifom tersedia untuk mengekspresikan diri. Kita bisa menyampaikan pendapat dengan cara yang sopan, kita juga bisa berekspresi dengan penuh emosional atau bisa dengan cara bercanda. Ada yang menyampaikan cara untuk berdandan, ada cara merawat diri, ada cara berbicara, cara presentasi, atau menjalin hubungan dengan orang lain. Ada juga cara untuk berjualan, melayani pelanggan, menangani keluhan pelanggan, ada cara negosiasi dan sebagainya. Semua itu banyak ditemukan di internet.

Bagaimana jika Anda yang menyampaikan hal tersebut? Apakah Anda juga akan menontonnya? Beberapa orang tidak mau menonton dirinya sendiri. Mereka hanya mau mendengar atau membaca tanggapan orang lain. Namun sebagian yang lain mau belajar dari suatu rekaman kejadian. Dalam proses belajar, kita berupaya untuk mengamati, meniru dan memodifikasi, sehingga kita bisa berkembang dengan cara-cara yang lebih baik.

Bagaimana jika rekaman kehidupan kita yang diputar ulang? Apakah kita akan menjadi lebih baik setelah menonton cuplikannya? Kita mungkin mengingat sebagian peristiwa yang terkesan dalam memori kita. Ada kejadian-kejadian yang mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik atau sebaliknya. Ada hal-hal yang kita sesali dan bertaubat, ada pula perihal yang kita biarkan berlarut dan tidak menemukan jalan perbaikan. Kita mungkin mengingat saat pertama menyatakan cinta, dan apakah orang yang sama yang berada di samping Anda saat ini. Hmmm… biarlah itu menjadi masa lalu, yang penting Anda sudah menemukan yang terbaik.

Tetap semangat, perhatikan kesehatan dan mari memperbanyak ibadah, introspeksi diri dan melakukan perbaikan. Semoga amalan Ramadan kita mendapatkan rahmat, maghfirah, dan itqun minannar. Tetap sehat dan bahagia. (AA)

Berbagi Ramadan 2021: Semarak Ramadan Bersama Karyawan Telexindo

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan seluruh karyawan, Telexindo mengadakan acara Berbagi Ramadan pada hari Minggu, 02 Mei 2021. Lebih dari 70 karyawan mengikuti acara ini dan berasal dari berbagai perusahaan klien PT Telexindo Bizmart.

Acara Berbagi Ramadan terdiri dari beberapa agenda yakni Sharing Bersama Bapak Andi Anugrah, Lomba Talent, Kuis Berhadiah, Lucky Draw, dan Sharing Session Karyawan. Telexindo juga memberikan banyak sekali hadiah melalui kuis, lomba talent, dan undian Lucky Draw. Acara kali ini dipandu oleh dua orang MC yaitu Oktavianty dan Gandis Asti Rizkiyanti.

Agenda pertama adalah sambutan dan sharing session Bersama Bapak Andi Anugrah, selaku Direktur PT Telexindo Bizmart. Pada kesempatan ini, Bapak Andi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh karyawan Telexindo atas dukungan yang diberikan sehingga masih dapat bertumbuh walau di masa sulit, pandemic COVID-19. Selain itu, Bapak Andi juga menyampaikan harapannya untuk dapat terus meningkatkan kompetensi di era digital ini dan terus mempelajari hal-hal baru. Acara Berbagi Ramadan ini memiliki makna yang luas, bukan hanya berbagi materi, tapi juga berbagi kebahagiaan, berbagi semangat, dan berbagi kesempatan lapangan kerja seluas mungkin. Bapak Andi juga berharap agar seluruh karyawan Telexindo selalu diberi kesehatan dan keselamatan saat bekerja.

Pada lomba talent, total 10 karyawan mengikuti lomba yang terdiri dari 4 peserta membaca Al-Qur’an, 2 peserta lomba menyanyi, 1 peserta lomba membaca pantun, dan 2 peserta lomba membaca puisi. Selanjutnya, Telexindo memilih 4 orang pemenang dengan penampilan dan bakat terbaik. Pemenang tersebut antara lain Bima Yudha dari PT Bank Mega Syariah (peserta lomba membaca puisi), Nisa Auliani dari PT Cakra Radha Mustika (peserta lomba membaca Al-Qur’an), Agung dari PT BFI Finance (peserta lomba membaca Al-Qur’an), dan Agia Mawadari dari PT BFI Finance (peserta lomba menyanyi). Total hadiah yang diberikan kepada para pemenang lomba talent sejumlah Rp1.300.000,00. Para pemenang lomba juga melakukan penampilan berdasarkan bakatnya masing-masing.

Selama acara berlangsung, Telexindo juga mengadakan kuis berhadiah dan Lucky Draw yang terbagi ke dalam 3 sesi. Kuis berjalan dengan sangat seru dimana peserta menjawab lima soal pada setiap sesinya dengan jenis pertanyaan yang beragam seperti tebak emoji, tebak gambar, tebak kata, dan pengetahuan umum. Terpilih 15 orang yang memiliki skor kuis tertinggi dan masing-masing akan mendapatkan hadiah sebesar Rp150.000,00.

Sedangkan untuk undian Lucky Draw, hadiah yang diberikan berbeda setiap sesinya. Sesi pertama akan diundi lima orang beruntung untuk mendapatkan hadiah sebesar Rp100.000,00. Sesi kedua diundi tiga orang dengan masing-masing hadiah Rp200.000,00. Sesi ketiga Lucky Draw hanya akan memilih satu orang beruntung untuk mendapatkan Rp250.000,00.

Agenda lain yang juga sangat penting adalah Sharing Session Karyawan. MC mengundang beberapa karyawan untuk menyampaikan kesannya selama bekerja di Telexindo dan kunci sukses agar dapat bekerja dengan baik di masing-masing perusahaan. Karyawan pertama yang menyampaikan pendapatnya adalah Prajna P. Prameswari dari PT Cakra Radha Mustika. Prajna mengatakan bahwa proses kerja di Telexindo sangat mudah, terorganisir dengan baik, dan memiliki PIC Telexindo yang ramah. Untuk kunci sukses agar memiliki pencapaian kerja yang baik adalah fokus, melawan rasa malas, dan menghindari penggunaan handphone yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.

Karyawan kedua yang melakukan sharing yaitu Jasril Riandi dari PT Astra Honda Motor. Selama masa pandemi, Jasril merasa pekerjaan tetap berjalan dengan lancar, baik dalam hal koordinasi maupun tanggung jawab pekerjaan diri sendiri. Keuntungan dari bekerja di rumah adalah tidak harus berkendara atau mobilisasi ke kantor sehingga tidak terlalu lelah.  

Karyawan lainnya yang juga menyampaikan kesannya adalah Teguh Prasetyo dari PT KHD. Pada masa pandemi, Teguh memiliki jadwal kerja tiga hari WFO dan dua hari WFH. Menurutnya, bekerja di bulan Ramadan lebih menyenangkan jika bekerja di kantor karena lebih semangat dan tidak terasa sedang berpuasa.

Sebelum acara berakhir, Bapak Andi mengadakan sharing session tambahan dimana peserta terbagi ke dalam sejumlah breakout room untuk saling mengenal antar karyawan. Dalam breakout room, peserta dapat membicarakan pengalaman kerja di masing-masing perusahaan, mengetahui hobi, dan menyampaikan saran atau masukan untuk Telexindo.

Acara berjalan selama tiga jam dan berakhir pada pukul 12.00 WIB.

Dari acara ini, diharapkan hubungan antara Telexindo dengan karyawan atau karyawan dengan karyawan lainnya semakin erat dan terus dapat berjalan dengan baik. Semangat terus untuk bekerja, bertumbuh, dan belajar untuk meningkatkan kompetensi diri. (FA)