Celoteh Pagi : Rutin


Oleh Andi Anugrah

Jika setiap pagi anda minum secangkir teh hangat, maka itu akan menjadi rutinitas atau kebiasaan. Anda akan merasa kurang jika tidak melakukannya. Begitu juga jika sehabis makan anda perlu sesuatu yang manis sebagai hidangan pencuci mulut, maka anda akan merasa kurang lengkap tanpa hidangan tersebut. Begitulah kebiasaan dan bisa jadi ada proses rutinitas yang dilakukan sehingga sampai pada tahapan tersebut.

Saya halnya dengan saya, setiap pagi saya menuliskan sesuatu dalam #celotehpagi. Menjadi kebiasaan yang menarik untuk berpikir sejenak mengenai sesuatu dan memulai untuk menuliskan. Berbagai macam hal bisa dituliskan dalam celoteh pagi. Bisa mengenai diri sendiri, keluarga, pekerjaan atau berbagai hal yang ada dalam pikiran.

Terkadang sulit juga untuk menemukan tema tertentu yang akan dibahas. Namun sebaliknya terkadang terlalu banyak ide yang ingin dituliskan dan akhirnya materi tulisan yang dihasilkan menjadi beragam. Terkadang juga karena terlalu banyak yang dipikirkan akhirnya banyak sekali tulisan yang diselesaikan. Namun saya juga mencoba membaca kembali setiap tulisan dan mengoreksi bagian tertentu sebelum dipublikasikan.

Sebagai sebuah rutinitas yang sudah dijalankan selama masa Pandemik ini, maka menulis #celotehpagi menjadi semangat untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat. Ada kalanya ingin menghitung berapa banyak pembaca dari suatu tulisan, baik yang dipublikasikan pada website atau media sosial dan tentunya WhatsApp. Namun pada akhirnya tidak memikirkan lagi berapa banyak orang yang membaca, yang penting bisa menulis dan berbagi sesuatu yang bermanfaat.

Mengubah persepsi suatu rutinitas menjadi kebiasaan yang positif adalah sebuah proses untuk memaknai sebuah karya. Mungkin hal yang sama juga dirasakan oleh beberapa seniman, baik dalam melukis, atau membuat lagu atau berbagai karya seni lain. Mereka tidak memikirkan lagi seberapa banyak orang yang akan melihat, mendengar dan menyukai karya tersebut. Ia terus melakukan kegiatannya sebagai sebuah kebiasaan.

Dalam pekerjaan kita juga hampir sama bahwa kita setiap hari melayani banyak pelanggan dan memandang hal ini sebagai sebuah rutinitas. Bisa jadi itu adalah beban pekerjaan atau bisa jadi hal itu adalah kesempatan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Bisa menjadi beban atau bisa juga menjadi kesempatan, tergantung pada persepsi kita masing-masing.

Namun saya memandang bahwa dalam setiap rutinitas yang kita hadapi selalu ada kesempatan untuk melakukan lebih baik. Rutinitas adalah suatu proses yang mempunyai pola dan hal ini bisa di atur atau di program dalam sebuah aplikasi atau robotik. Tentunya jika hal itu adalah sebuah rutinitas yang bersifat beban pekerjaan. Lain halnya jika itu adalah sebuah karya seni yang tentunya membutuhkan sentuhan atau perasaan manusia.

Coba bayangkan jika tiap pagi yang menuliskan #celotehpagi adalah sebuah robot. Yang mengambil tema-tema tertentu yang sedang trending di internet. Bukankah kita hampir setiap hari mengalaminya, jika kita membuka gadget kita. Berbagi aplikasi menyediakan notifikasi tertentu dan mendorong kita untuk membacanya. Ada notifikasi dari sosial media, ada juga notifikasi jika kita membuka website.

Begitulah rutinitas dan kebiasaan. Selamat menikmati secangkir kopi anda atau teh. Gunakan kesempatan bagi Anda untuk menyapa seseorang yang Anda cintai. Semangat pagi dan semoga sehat selalu. (AA)