Avaya

Sebuah pesan di sosial media mengingatkan saya bahwa ada perusahaan tertentu yang memberikan investasi dalam perjalanan karir seseorang. Tahun ini Avaya merayakan 20 tahun kelahirannya, setelah spin-off dari Lucent Technologies. Salah satu unit bisnis dari penyedia produk telekomunikasi ini, yang menangani perangkat enterprise. Secara khusus Avaya menangani solusi sistem telepon dan contact center beserta perangkat pendukungnya.

Proses spin-off tersebut merupakan topik yang perlu menjadi perhatian, karena setiap pelanggan berharap mendapatkan jaminan pemeliharaan atas perangkat yang disediakan. Bagaimanapun perangkat teknologi yang umumnya disediakan melalui investasi yang tidak sedikit perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan. Pada dasarnya proses spin-off adalah strategi bisnis saja dan tidak terlalu mengkuatirkan dibandingkan proyek transisi millenium.

Sebelum berita mengenai spin-off, perhatian tertuju pada perubahan tanggal pada sistem. Suatu proyek yang dilakukan untuk mengatasi tantangan perubahan tahun 1900 menjadi 2000 atau dikenal sebagai millenium. Ratusan perangkat harus dapat diupgrade atau diupdate, sehingga bisa mengakomodasi perhitungan tanggal 19xx menjadi 20xx. Bagi penyedia teknologi melewati tanggal 1 Januari 2000 adalah waktu tengah malam yang harus dilalui dengan was-was. Bisa jadi perangkat akan menjadi tahun 00 atau sama sekali tidak bekerja.

Menjadi bagian dari Avaya pada saat proses transisi tersebut, sebagai karyawan saya juga mendapatkan saham atas spin-off tersebut. Entah berapa nilainya, sudah lupa dan entah dimana bukti kepemilikan tersebut. Avaya tidak hanya memberikan dalam bentuk saham, akan tetapi yang berharga adalah pengetahuan dan pengalaman. Tak sedikit pelatihan, perjalanan atau pengalaman yang telah diberikan perusahaan multi nasional ini. Hal ini merupakan investasi berharga yang memberikan nuasa tersendiri dari perjalanan karis saya selanjutnya. Namun waktu cepat berlalu dan krisis keuangan menyebabkan Avaya harus tutup di Indonesia. Hal ini menyebabkan saya harus berpindah pekerjaan pada industri perbankan.

Bagaimanapun AT&T, Lucent Technologies dan Avaya adalah rangkaian spin-off perusahaan yang telah terjadi, sebagai bagian dari rencana strategis perusahaan. Kejadian tersebut telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan karir saya. Mengisi sebagian pengetahuan, pengalaman dan keterampilan saya mengenai contact center. Mengenalkan berbagai aspek bisnis dari perusahaan yang membutuhkan solusi contact center. Memberikan pelajaran dalam merencanakan model pelayanan contact center beserta kebutuhan teknologi.

Mengasah pengalaman dari model pelayanan yang satu dengan lainnya. Saya menjadikan teknologi sebagai kendaraan untuk mempelajari model bisnis dan perilaku pelayanan. Saya menjadi paham mengenai pelayanan industri perbankan, asuransi, telekomunikasi, sampai dengan rumah sakit. Sekaligus ini mengisi bagian lain dari pehaman saya mengenai perilaku dalam melayani orang lain. Teknologi contact center membutuhkan aspek tertentu dalam menentukan perilaku perusahaan dan organisasi dalam memberikan pelayanan contact center.

Ternyata perilaku pelayanan perlu menjadi perhatian dalam manajemen contact center. Hal ini saya pelajari lebih lanjut dari pengalaman menjadi bagian dari operasional contact center perbankan. Menetapkan berbagai fitur yang harus disediakan dalam pelayanan contact center dan menetapkan cara menghasilkan dari operasional contact center. Tentunya saya menjadi bagian dari bank tersebut, karena mereka menggunakan teknologi dari Avaya.

Saat ini pun tetap bekerjasama dengan Avaya dalam format yang berbeda. Mereka telah menjadi bagian dari setiap event tahunan The Best Contact Center Indonesia. Saya juga tetap menjadi pengamat dari perkembangan bisnis dan teknologi mereka. Berharap Avaya tetap berinovasi dalam menyediakan solusi contact center. Selamat merayakan ulang tahun yang ke 20 tahun dengan slogan #Avaya #experiencesthatmatter.

Teruslah berinovasi. Semangat pagi #CelotehPagi . (AA)