Coklat

Pernah makan coklat ? Hmmm … tentunya, sebagian besar kita pernah menikmatinya, baik dalam bentuk batangan, atau dalam bentuk cair. Menikmati coklat cair hangat dalam suasana udara yang dingin tentunya akan terasa nikmat. Apalagi jika dinikmati bersama pasangan, sambil duduk santai melihat pemandangan pagi yang cerah.

Sempat punya impian memiliki pabrik coklat. Sebagai petani coklat yang pernah menanam biji coklat menjadi tunas dan siap ditanam di lahan. Kemudian melihatnya bertumbuh sampai berbuah dan kami menikmati hasilnya. Panen coklat, tentunya yang diambil bijinya dan kemudian dikeringkan. Bagi yang ingin menikmati buahnya juga enak rasanya, jangan lupa bijinya dikumpulkan.

Proses mengeringkan biji coklat bagi petani tradisional adalah menggunakan sinar matahari. Tak heran jika anda mengunjungi desa yang menjadi sentra coklat, hampir semua pinggir jalan akan terhampar biji coklat yang dikeringkan. Tak cukup hanya sehari, bisa beberapa hari, sehingga kadar airnya sangat rendah dan layak jual. Semakin rendah kadar airnya, biasanya harganya akan semakin tinggi.

Mengumpulkan coklat sekilo, dua kilo dan seterusnya sampai sekarung, bisa memakan waktu. Selama proses ini terkadang ada juga biji coklat yang dimakan tikus. He he he … gara-gara hal ini, salah seorang keluarga petani tidak mau lagi makan coklat. Dia tidak mau makan coklat, karena dianggap sisa tikus. Hmmm … iyalah. Biji coklat yang telah dikeringkan, tentunya melalui berbagai proses sampai dengan dinikmati sebagai coklat batangan.

Jika membaca jurnal ilmiah, kandungan gizi yang termasuk pada coklat (kakao) diantaranya kandungan energi, protein, karbohidrat, serat, kalsium, berbagai mineral, vitamin B6, dan lemak. Konsumsi secara teratur coklat dalam jumlah tertentu akan membantu untuk menjaga kesehatan. Ingat yah, dalam jumlah tertentu … ! Kalau kebanyakan yah, nggak bagus juga. Segala sesuatunya pasti nggak bagus kalau kebanyakan.

Salah satu manfaat biji coklat untuk menjaga kesehatan pencernaan, karena kandungan magnesium dan serat di dalamnya. Mengonsumsi biji coklat secara teratur, dipercaya dapat mencegah sembelit dan membuat saluran pencernaan jadi lebih sehat. Nah, yang suka susah buang air besar kalau pagi, boleh coba nih mengkonsumsi coklat.

Antioksidan yang ada di dalam biji coklat juga bisa mencegah penuaan dini. Wah, cocok buat yang generasi x atau baby boomers. Antioksidan pada coklat akan mencegah rusaknya sel di tubuh, termasuk sel-sel di kulit, sehingga kulit menjadi lebih sehat dan terlihat lebih muda. Kayaknya yang awet muda, suka makan coklat nih. Pantesan suka ada coklat batangan di tasnya.

Kandungan polifenol juga dianggap baik untuk kesehatan jantung, mengurangi risiko kolesterol dan tekanan darah tinggi. Biji coklat dipercaya bisa mengontrol kadar gula darah karena makanan ini dianggap dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tidak terjadi penumpukan gula di dalam darah. Tulisan ini sudah seperti salah satu siaran TV, yang promosi alat kesehatan.

Aduh, pagi-pagi koq ngomongin berbagai macam penyakit yah. Sudahlah, nikmati saja secangkir coklat hangat bersama pasangan anda. Yang penting anda punya sebuah impian. Belum kesampaian punya pabrik coklat, kayaknya saya boleh juga beli saham COCO, yang sudah punya pabrik coklat. Beli 1 lot atau 100 lembar sahamnya hanya Rp80 ribu.

Kalau tidak jadi beli sahamnya, yang penting sudah pernah menulis mengenai coklat. Semangat selalu. #CelotehPagi (AA)